Anda di halaman 1dari 4

Jawaban: 1. Perkembangan keluarga dan masalah yang sering muncul!

Tahap I : Keluarga Pemula/Tahap Pernikahan Merupakan perkawinan sepasang insan, dimana terjadi perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke hubungan baru yang intim dalam bentuk Rumah Tangga. Masalah yang sering muncul pada tahap ini adalah: Penyesuaian perubahan status dari Lajang menjadi menikah Tahap II : Keluarga yang Sedang Mengasuh Anak Tahap perkembangan keluarga yang kedua dimulai dengan kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bulan. Masalah yang sering muncul pada tahap ini adalah: Suami merasa diabaikan, karena waktu istri lebih banyak digunakan untuk mengurus dan memperhatikan anak Terdapat peningkatan perselisihan argument antara suami dan istri Interupsi dalam jadwal yang kontinu (lelah sepanjang waktu) Kehidupan social dan seksual yang terganggu dan menurun Tahap III : Keluarga dengan Anak Usia Prasekolah Dimulai ketika anak pertama berusia 2,5 tahun, pada tahap ini dapat pula keluarga terdiri dari 3-5 orang, keluarga menjadi lebih majemuk. Masalah yang sering muncul pada tahap ini adalah: Pada tahap ini banyak keluarga yang mengalami kegagalan.

Pada tahap ini ikatan perkawinan melemah atau mulai tidak memuaskan, sehingga sering mengalami keguncangan Peran orangtua membuat perkawinan semakin sulit Terjadi perubahan-perubahan negative, diantaranya: 1. Kurang puas dengan keadaan rumah 2. Pembicaraan pribadi (suami-istri)lebih sedikit, berpusat lebih banyak pada anak 3. Kehangatan yang diberikan pada anak lebih banyak daripada yang diberikan satu sama lain (suami-istri) 4. Tingkat kepuasan seksual rendah Tahap IV : Keluarga Dengan Anak Usia Sekolah Dimulai ketika anak pertama telah berusia 6 tahun (mulai masuk SD) sampai usia 13 tahun (awal dari masa remaja). Masalah yang sering muncul pada tahap ini adalah: Pada tahap ini biasanya kebahagiaan keluarga mulai menurun Tahap V : Keluarga Dengan Anak Remaja Dimulai ketika anak pertama usia 13 tahun sampai 19 atau 20 tahun. Tahap ini dapat lebih singkat atau lebih lama, berlaku selama anak masih tinggal di rumah. Masalah yang sering muncul pada tahap ini adalah: Adanya persiapan anak menjadi dewasa muda bagi remaja mengakibatkan hubungan keluarga menjadi lebih longgar Merupakan tahap yang paling sulit dan banyak tantangan karena tanggung jawab dan kebebasan yang lebih besar Tahap VI : Keluarga yang Melepaskan Anak Usia Dewasa Muda Pada tahap ini anak pertama meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan rumah kosong lama tergantung berapa banyak anak. Masalah yang sering muncul pada tahap ini adalah: Penyesuaian peran yang berganti dari suami-istri menjadi kakek-nenek Merupakan tahap yang sulit bagi wanita, penyebabnya antara lain: 1. Hilangnya peran Ibu karena anak telah pergi atau menikah 2. Perasaan kehilangan feminitas akibat menopause (usia 45-55 tahun) 3. Tanda ketuaan mulai tampak mulai hilangnya kecantikan Tahap VII : Orangtua Usia Pertengahan Dimulai ketika anak terakhir meninggalkan rumah dan berakhi pada saat pension atau kematian salah satu pasangan, biasanya usia 45-55 tahun. Pasangan suami-istri ini disebut sebagai pasangan prenatal, yaitu pasangan yang anak-anaknya telah meninggalkan rumah. Pada tahap ini situasi keluarga atau pernikahan lebih baik dan merupakan kehidupan yang paling baik. Tahap perkembangan keluarga ini memiliki dampak-dampak yang menonjol, diantaranya adalah sebagai berikut: Penyesuaian perkawinan lebih baik Distribusi kekuasaan suami-istri lebih merata Peran suami istri meningkat Masalah yang sering muncul pada tahap ini adalah: Penurunan kemampuan social Timbulnya masalah penuaan Rasa kehilangan anak Merasa gagal membesarkan anak atau kerja keras

Tahap VIII : Keluarga Dalam Masa Pensiun/Lansia Merupakan tahap terakhir siklus kehidupan keluarga, dimulai dengan salah satu pasangan memasuki masa pensiun, yang terus berlangsung hingga salah satu meninggal dan berakhir dengan pasangan lainnya yang meninggal. Masalah yang sering muncul pada tahap ini adalah: Ekonomi, biasanya tergantung pada keluarga atau pemerintah Perumahan, terkadang kondisi perekonomian mereka mendorong mereka untuk pindah ke tempat yang lebih kecil Social, kehilangan saudara, teman dan pasangan Pekerjaan, hilangnya peran dan perasaan produktivitas Kesehatan, menurunnya fungsi fisik, mental, dan kognitif dalam hal pemberian perawatan bagi peran yang kurang sehat 2. Tugas masing-masing tahap keluarga! Tahap I Membangun perkawinan baru yang saling memuaskan, pasangan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan peran dan fungsi masing-masing Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis, melalui pernikahan akan diperoleh anggota keluarga yang baru yang berasal dari suami maupun istri yang akan menjadi bagian keluarga besar dalam keluarga Merencanakan program keluarga berencana. Terkait dengan keputusan untuk hamil yang harus direncanakan sehingga keputusan tentang kedudukan orang tua lebih siap Tahap II Membentuk keluarga muda sebagai unit yang mantap Rekonsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dari kebutuhan anggota keluarga Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan Memperluas hubungan persahabatan dengan keluarga besar dengan pertambahan peranperan orangtua-kakek dan nenek Tahap III Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti: rumah, ruang bermain, privasi dan keamanan Mensosialisasikan anak dengan lingkungannya Mengintegrasikan anak yang baru, sementara tetap memenuhi kebutuhan anak-anak yang lain. Coba yakinkan anak yang paling tua bahwa mereka masih dicintai dan disayangi setelah kehadiran adiknya Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga (anak dengan orangtua) dan diluar keluarga (keluarga besar dengan komunitas) Tahap IV Mensosialisasikan anak-anak, termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sehat Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan Memenuhi kebutuhan fisik anggota keluarga, biasanya kecacatan anak dapat diketahui pada tahap ini Tahap V Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab semakin dewasa dan mandiri Memfokuskan kembali hubungan perkawinan Berkomunikasi secara terbuka antara orangtua dan anak

Tahap VI Memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga baru yang didapatnya nilai perkawinan anak-anak Melanjutkan untuk memperbaharui dan menyesuaikan kembali hubungan perkawinan Membantu orangtua lansia dan sakit-sakitan suami maupun istri Tahap VII Menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan Mempertahankan hubungan yang memuaskan dan penuh arti dengan para orang tua lansia dan anak-anak Memperkokoh hubungan keluarga Tahap VIII Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun Mempertahankan hubungan perkawinan Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan Mempertahankan ikatan keluarga antargenerasi Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka (penelaah dan integrasi hidup) 3. Tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan (Freedman)! Fungsi efektif Berhubungan dengan fungsi internal keluarga yang merupakan dasar kekuatan keluarga. Fungsi efektif berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial. Anggota keluarga mengembangkan gambaran diri yang positif, peran dijalankan dengan baik dan penuh rasa sayang. Fungsi sosialisasi Proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu menghasilkan interaksi social dan individu tersebut melaksanakan perannya dalam lingkungan social. Keluarga merupakan tempat individu melaksanakan sosialisasi dengan anggota keluarga dan belajar disiplin, norma budaya, dan perilaku melalui interaksi dalam keluarga, sehingga individu mampu berperan di dalam masyarakat Fungsi reproduksi Fungsi untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia Fungsi ekonomi Fungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti makanan, pakaian, perumahan, dan lainlain. Fungsi perawatan keluarga Keluarga menyediakan makanan, pakaian, perlindungan dan asuhan kesehatan/keperawatan. Kemampuan keluarga melakukan asuhan keperawatan atau pemeliharaan kesehatan mempengaruhi status kesehatan keluarga dan individu