Anda di halaman 1dari 3

1.

Bentuk disiplin yang diterapkan ibu pada anaknya: Keras atau lembut Salah satu kunci bagi orang tua untuk menegakkan disiplin dalam diri anak adalah dengan menunjukkan kerjasama dalam menghargai kebebasan dan tanggung jawab pribadinya, besarkanlah hati anak berani berpikir sendiri dan mengambil keputusan sendiri. Pada orang tua yang keras, biasanya memberikan batasan yang jelas antara tingkah laku yang diperbolehkan dan yang dilarang. Dalam mempertahankannya, mereka sering mengabaikan kehangatan dan dukungan serta dukungan yang diperlukan anak. Sedangkan orang tua yang lunak atau tidak keras biasanya menyatakan kasih sayangnya secara terbuka dan cukup memberikan semangat pada anak. Namun mereka kurang membatasi, mengawasi, dan menuntut tingkah laku tertentu dari anak. Mengajarkan nilai pada anak Seorang anak sulit untuk menerima aturan-aturan atau larangan tanpa mengetahui asal usulnya. Membuat anak agar suka menuruti perintah tidak sulit seperti apa yang dibayangkan orang tua, yang penting adalah jangan membuat anak seperti diperintah, tetapi buatlah supaya ia seakan-akan seorang pahlawan keluarga yang siap mendorong keluarga/orang tuanya.

Diperlukan pendekatan positif Cara penerapan disiplin yang baik atau positif ialah bila orang tua berusaha untuk mengajar anak dengan berbagai upaya tingkah laku yang sesuai dan lebih baik. Dengan menunjukkan respek atau penghormatan, penerimaan, dan dorongan terhadap anak, orang tua mendorong dan memperlakukan anak sebagai seorang teman bukan sebagai seorang lawan Jadi, disiplin=Mengikuti aturan/norma yang ditentukan Bentuk-bentuk disiplin: Disiplin karektif : Telah terjadi Disiplin preventif injury : Pencegahan Disiplin otoriter : Keras, selalu mau ditakuti Demokrasi : Bebas bermufakat/berekspresi 2. Apa yang sebaiknya ibu lakukan untuk mencegah kejadian tersebut? Yang dilakukan ibu untuk mencegah kejadian tersebut yaitu seharusnya ibu mempunyai kesadaran serta motivasi untuk melakukan tindakan preventif (preventive injury). Berdasarkan kasus diatas, ibu semestinya berhati-hati dalam meletakkan termos air panas. Termos tersebut harusnya diletakkan jauh dari jangkauan anak, misalnya di atas meja yang ketinggiannya tidak dapat dijangkau oleh anak usia tersebut. Namun hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor penting yang tentunya terkait dengan keamanan dan keselamatan, yaitu tingkat pengetahuan dan kesadaran individu serta melakukan pengawasan terhadap setiap aktivitas yang dilakukan. 3. Tentukan berapa persen luas luka bakarnya! Luka bakar yang dialami oleh anak tersebut dapat ditentukan dengan menggunakan rumus 9 (rules of nine). Rumus 9 merupakan cara yang cepat untuk menghitung luas daerah yang terbakar. System tersebut menggunakan persentase dalam kelipatan. Rules of nine: untuk anak ~ Kepala dan leher ~ Dada depan dan belakang ~ Abdomen depan dan belakang ~ Tangan kanan dan kiri ~ Paha kanan dan kiri ~ Kaki kanan dan kiri ~ Genitalia

: 9% : 18% : 18% : 18% : 18% : 18% : 1%

Pada kasus tersebut, maka diperkirakan persentase luka bakarnya: Arterior : 18% Lengan kanan : 9% Lengan kiri : 36% ------------------------------------- + Jumlah keseluruhan : 36% yang terkena luka bakar

4. Tindakan perawatan untuk anak tersebut. Clothing. Singkirkan semua pakaian yang panas/terbakar.

Cooling. Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit, hindari hipotermi. Cleaning. Pembersihan luka dengan zat anastesi untuk mengurangi rasa sakit. Chemopcophy lasis. Pemberian anti tetanus, pemberian krim silver sulvadiozin untuk penanganan infeksi. Tidak boleh diberikan pada wajah, riwayat alergi sulfa, perempuan hamil, BBL, ibu menyusui dengan bayi kurang dari 2 bulan. Covering. Penutupan luka bakar dengan kasa Comforting Dapat dilakukan pemberian pengurangan nyeri sesuai dosis: - Paracetamol dan codein (po 20-30 mg/hr) - Morphine (IV 0,1 mg/kg) - Morphine (IV 0,2 mg/kg)