Anda di halaman 1dari 4

Dalam proses pemulihan anak, diperlukan beberapa prosedur diagnostic untuk menunjang diagnose medis dan pengobatannya.

Untuk melakukan proses diagnosis diperlukan pendekatan pada anak. Beberapa prosedur yang lazim dilakukan : 1. PENGAMBILAN DARAH VENA Alat dan Bahan :

Spuit ukuran 5-10 cc Kapas alcohol dan tempatnya Antikoagulan (untuk mencegah hemolisis) Botol/tabung penampung darah Karet pembendung Sarung tangan :

Prosedur 1. Cuci tangan

2. Gunakan sarung tangan 3. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 4. Ambil spuit sesuai dengan ukuran (5-10 ml) 5. Tentukan vena yang akan diambil darahnya Megah Fitrian PO.71.3.201.10.1.076

6. Desinfeksi dengan kapas alcohol 7. Lakukan pengikatan dengan karet pembendung di bagian atas vena yang akan diambil darahnya 8. Lakukan pengambilan darah dengan cara menusukkan vena dengan jarum spuit menghadap ke atas dengan sudut 30-45derajat terhadap kulit, kemudian lepas karet pembendung dan lakukan pengambilan darah 9. Setelah darah diambil, masukkan ke dalam botol penampung yang telah diberi antikoagulan sesuai dengan jenis pemeriksaan dan tekan daerah penusukan selama 2-5 menit. 10. Catat tanggal pengambilan 11. Buka sarung tangan 12. Cuci tangan 2. PENGAMBILAN DARAH ARTERI Pengambilan darah arteri digunakan untuk mendeteksi gangguan keseimbangan asa basa yang disebabkan gangguan respiratorik atau gangguan metabolic. Alat dan bahan :

Spuit berisi heparin 0,1 cc Kapas alcohol dalam tempatnya Penutup jarum (dari karet) Sarung tangan :

Prosedur 1. Cuci tangan

2. Gunakan sarung tangan 3. Jelaskan prosedur kerja yang akan dilakukan 4. Ambil spuit dengan ukuran yang sesuai (5 ml), kemudian isi dengan heparin 0,1 c, basahi bagian dalam spuit dengan heparin, dengan cara mengguncang-guncangkan botol 5. Tentukan arteri yang akan diambil darahnya 6. Pasang bantalan atau sejenisnya jika mengambil darah di area pergelangan tangan 7. Desinfeksi dengan kapas alcohol 8. Raba arteri dengan jari tangan, lakukan penusukan dengan posisi tegak lurus, ambil darah sebanyak 2,5-5 cc atau sesuai dengan program 9. Setelah dara diambil, tutup spuit dengan karet atau penutup kedap udara 10. Berikan tekanan di area yang ditusuk 11. Catat tanggal pengambilan Megah Fitrian PO.71.3.201.10.1.076

12. Buka sarung tangan 13. Cuci tangaN

3. PENGAMBILAN URINE Beberapa jenis pemeriksaan urine memerlukan specimen urine. Pemeriksaan ini meliputi : 1. Bilirubin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit obstruksi saluran empedu, penyakit hepar, kanker hepar , dll. Cara : a. Gunakan ictotet b. Teteskan urine kurang lebih 5 tetes c. Masukkan tablet dan tambahkan 2 tetes air d. Hasil positif jika warna biru atau ungu e. Bila merah berarti hasilnya negative 2. Asam urat. Pemeriksaan asam urat bertujuan untuk mendeteksi berbagai kelainan penyakit ginjal, eklampsia, keracunan timah hitam, leukemia dengan diet tinggi purin, colitis, ulserativa dan lain-lain. 3. Pemeriksaan lain, seperti urobilinogen untuk menentukan kadar kerusakan hepar, penyakit hemolitik dan infeksi berat. Pemeriksaan urinalisis seperti berat jenis urine, kadar glukosa, keton, dll. Pemeriksaan kadar protein dalam urine untuk menetukan kadar kerusakan glomerulus. Alat dan bahan sarung tangan botol penampung urine : :

Prosedur 1. Cuci tangan

2. Gunakan sarung tangan 3. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 4. Tampung urine 24 jam 5. Ambil sebagian urine dan masukkan ke dalam botol secukupnya 6. Catat tanggal pengambilan dan beri label 7. Buka sarung tangan 8. Cuci tangan

4. PENGAMBILAN FESES

Megah Fitrian PO.71.3.201.10.1.076

Pengambilan dengan menggunakan specimen feses bertujuan untuk mendeteksi adanya kuman, seperti kelompok salmonella, sigela, shericia coli, staphylococcus, dll. Alat dan bahan Sarung tangan Spatel steril Penampung fese : :

Prosedur 1. Cuci tangan

2. Gunakan sarung tangan 3. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 4. Tampung bahan dengan menggunakan spatel steril 5. Tempatkan ke dalam wadah sterildan di tutup rapat 6. Feses jangan tercampur dengan urine 7. Jangan diberikan brium atau minyak mineral yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri 8. Buka sarung tangan 9. Catat tanggal pengambilan dan beri label 10. Cuci tangan 5. PENGAMBILAN SPUTUM Pemeriksaan dengan menggunakan specimen secret atau sputum bertujuan untuk mendeteksi adanya kuman, seperti tuberculosis pulmonal, bakteri pneumonia, bronchitis, dan bronkietasis. Alat dan bahan sarung tangan penampung sputum : :

prosedur 1. cuci tangan

2. gunakan sarung tangan 3. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 4. Anjurkan klien untuk batuk agar mengeluarkan sputum dan tamping 5. Pertahankan agar wadah dalam keadaan tertutup 6. Jika kultur untuk pemeriksaan BTA, ikuti instruksi yang ada pada botol penampung biasanya diperlukan 5-10 cc sputum yang dilakukan secara 3 hari berturut-turut 7. Buka sarung tangan 8. Catat tanggal pengambilan dan beri label 9. Cuci tangan Megah Fitrian PO.71.3.201.10.1.076