Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Salah satu tugas Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal (Dit. PTK-PNF), Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen. PMPTK) adalah meningkatkan mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal. Dalam ansi dan upaya daya saing peningkatan yang dapat mutu dilakukan antara lain relev dengan dengan

meningkatkan kualifikasi dan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat). Kegiatan dilakukan mulai dari tingkat Pusat, Provinsi sampai dengan Kabupaten/Kota. Agar keluaran sasaran diklat dapat menunjukkan kualitas yang memadai, maka diharapkan bagi penyelenggara diklat supaya memiliki standar materi untuk diklat yang akan diselenggarakan sehingga Pendidikan di Provinsi Pendidik (Dit. maupun dan PTK-PNF) di Kabupaten/Kota Kependidikan faslitasi sebagai Direktorat Tenaga

Nonformal

penyelenggara diklat di daerah mampu mengendalikan mutu diklat PTK-PNF. Pelaksanan diklat bagi Pendidikan Keaksaraan (KF) dewasa ini bukan hanya menyangkut berhitung kesenjangan dan kecakapan membaca, menulis, berkomunikasi

(calistungkom), tetapi juga menyangkut kecakapan-kecakapan

Page | 1

Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan baik pada jalur Pendidikan Formal. Tutor dituntut memiliki kompetensi dalam memfasilitasi pembelajaran pendidikan keaksaraan berdasarkan tingkat kecakapan keaksaraan yang dimiliki oleh warga belajar yang efektif dan kontekstual dengan lingkungan setempat dan kebutuhan belajar warga belajar. Pendidikan keaksaraan diharapkan mampu menjadi wahana penggalian dan pengembangan segala potensi masyarakat serta daya dukung yang tersedia menuju pemberdayaan dirinya yang melahirkan partisipasi aktif pada segala bidang kehidupan. salah satu faktor yang menentukan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah keberadaan dan kompetensi Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional sebagai salah satu Pendidik Pendidikan Nonformal yang bertugas menyusun dan mengelola proses pembelajaran di kelompok belajar pendidikan keaksaraan tersebut. Dengan semakin meningkatnya arus modernisasi dan teknologi. sebagai suatu upaya yang efektif dalam menjawab tuntutan tersebut. maupun inovasi. maka kualitas SDM-nya juga harus ditingkatkan agar berdampak positif terhadap peningkatan program pembelajaran.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional tertentu dan penguasaan keterampilan praktis yang sesuai dan selaras dengan kehidupan masyarakat serta tuntutan-tuntutan baru yang menyertainya. baik melalui proses adaptasi. adopsi. yang Page | 2 . Agar program keaksaraan fungsional tersebut dapat dilaksanakan sesuai tujuan yang diharapkan. Pendidikan Nonformal maupun Pendidikan Informal.

4. 5 Tahun 2006. DASAR 1.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional pada gilirannya akan berdampak pula terhadap peningkatan kualitas keluaran pendidikan. sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tanggal 18 September 2006 C. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pendidikan Nasional Pemerintahan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Peraturan Menteri Nomor 8 tahun 2005 tentang Inpres No. Pedoman pelaksanaan gerakan nasional percepatan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dan pemberantasan buta aksara. tanggal 9 Juni 2006 tentang Standar Nasional Pendidikan Organisasi dan Tata Kerja Ditjen PMPTK Gerakan Nasional Percepatan Wajar Dikdas 9 Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara 6. 2. B. Sebagai implikasi untuk mewujudkan pemanfaatan hasil keluaran diklat perlu adanya suatu pedoman penyelenggara diklat yang intinya untuk memastikan kualitas keluaran hasil peserta diklat. 5. PENGERTIAN Page | 3 . 3.

Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional 1. Peningkatan Mutu adalah upaya yang dilaksanakan secara sistematis oleh lembaga pemerintah atau organisasi masyarakat yang kompeten dalam rangka meningkatkan pengetahuan. Tujuan diklat Page | 4 . Tujuan Pedoman Tujuan pedoman ini adalah untuk memberikan acuan/panduan bagi penyelenggaraan diklat keaksaraan fungsional. fasilitator. 3. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) adalah proses pembelajaran untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. TUJUAN 1. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. pamong belajar. keterampilan. instruktur. mengevaluasi proses pembelajaran pada pendidikan keaksaraan fungsional. D. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. 2. tutor. 2. keterampilan dan sikap bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal. konselor. melaksanakan. Tutor keaksaraan fungsional yaitu tenaga yang berasal dari masyarakat yang diberi wewenang dan merencanakan. widyaiswara. 4. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. jemjang dan jenis pendidikan tertentu. Peserta Didik adalah anggota masyarakat yng berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. dan membentuk sikap peserta Diklat agar dapat bekerja secara lebih efektif dan efesien. 5. dosen.

Memberikan pemahaman dan pengetahuan terhadap para pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan keaksaraan. keaksaraan. B. b.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional a. HASIL YANG DIHARAPKAN Meningkatnya kompetensi tutor pendidikan keaksaraan fungsional Terwujudnya profesionalisme tutor pendidikan keaksaraan fungsional BAB 2 PROGRAM PELATIHAN A. Page | 5 . c. Mengoptimalkan pencapaian tujuan penyelenggaraan tentang peyelenggaraan pendidikan program pendidikan keaksaraan. E. Meningkatkan kompetensi dan wawasan PTK-PNF dalam rangka menciptakan PTK-PNF yang profesional dan bermartabat. dalam rangka mengurangi jumlah penduduk buta aksara. BENTUK DIKLAT Bentuk diklat yang diselenggarakan adalah diklat teknis Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional. SASARAN Sasaran kegiatan diklat adalah Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional.

13 . 9. 3. MATERI DIKLAT Materi yang disampaikan dalam penyelenggaraan diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional. 14 Kebijakan Dit. 7. 6. 4.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional C. 2. dapat dilihat pada tabel berikut : N O MATERI JAMPEL PRAKTE TEORI K 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 4 4 2 4 4 6 6 JUMLAH 1. 11 . 10 . 8. 5. 12 .PTK-PNF Kebijakan PNFI (Percepatan Pemberantasan Buta Aksara) Strategi Peningkatan Mutu Tutor KF Identifikasi Kebutuhan Belajar Penyusunan Rencana Pembelajaran Pendidikan Orang Dewasa Dinamika Kelompok Metode Pembelajaran PK Penilaian Hasil Belajar PK Standar Kompetensi Keaksaraan Sertifikasi Pemberian SUKMA Praktek Lapangan Microteaching Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan 2 2 2 6 6 3 4 6 6 2 2 6 6 3 Page | 6 .

peserta ataupun bersama-sama oleh fasilitator dan peserta dengan menggunakan metode ceramah. baik diperankan fasilitator.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional . diskusi kelompok. Page | 7 . berupa : Pokok materi atau silabus dari pokok/topik bahasan. tanya jawab. curah pendapat. Pengalaman peserta dan Jenis-jenis permainan. diskusi panel. 3. Cakupan pendekatan diklat yang Tutor dimaksud dalam penyelenggaraan 1. Proses Langkah proses penyajian/pembahasan setiap Masukan. Pendidikan Keaksaraan Fungsional sebagai berikut: Masukan (Input) Berkenaan dengan apa yang akan disajikan. Proses. Keluaran (Output) Gambaran kongkrit hasil yang dicapai dari langkah proses yang dilakukan melalui masukan yang diberikan antara lain seperti: peserta diklat memahami materi yang disajikan dan laporan hasil pelaksanaan praktek lapangan. Lanjutan dan Mandiri JUMLAH 26 30 56 D. Keluaran (Output). 2. METODE DIKLAT Metode pembelajaran diklat yang Tutor dipergunakan Pendidikan dalam penyelenggaraan Keaksaraan Fungsional menekankan pada strategi pembelajaran melalui tiga (3) pendekatan yaitu Masukan (Input). Artinya tahapan pembahasan/penyajian tercermin satu siklus atau lebih dalam penyajian setiap pokok atau/topik pembelajaran. demontrasi.

lembar peraga (transparan). KRITERIA PESERTA 1. ATK panitia dan ATK fasilitator. 3. ruang sekretariat panitia dan sarana olahraga. ruang makan. 5. modul/diktat/handout. Alat pelajaran berupa. ruang belajar/ruang diskusi. OHP/LCD/Laptop. Bahan belajar. 2. format instrumen dan lembar evaluasi (pre test dan post test). papan tulis/white board + spidol. lembar tugas. meliputi : 1.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional E. didalamnya terdiri dari lembar bacaan. F. 4. 3. 7. MEDIA PENYELENGGARAAN DIKLAT Media yang dipergunakan pada penyelenggaraan diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional. tempat ibadah. 6. Sarana penyelenggaraan TOT. ATK peserta. meja dan kursi. 2. asal bekerja Berlatar belakang pendidikan minimal D III Usia maksimal 50 tahun Masih aktif dalam mengelola pembelajaran pendidikan keaksaraan Bersedia mengikuti proses pelatihan secara Sehat Jasmani (Dibuktikan oleh dengan surat menyeluruh sesuai acara/jadwal yang telah ditetapkan keterangan dokter) dan rohani Disetujui/diajukan pimpinan lembaga tempat kerja Membawa surat tugas dari pimpinan lembaga Page | 8 . terdiri dari asrama. kertas dinding.

metode pembelajaran partisipatif berfungsi untuk melibatkan semua peserta pelatihan dalam Keterlibatan peserta kegiatan itu pembelajaran yaitu kegiatan pembelajaran. STRATEGI DIKLAT Strategi diklat yang dipergunakan pada penyelenggaraan diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan. Dapat berkomunikasi dengan baik. b.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional G. Page | 9 . terdiri dari : 1. program diwujudkan dalam tiga tahapan perencanaan (program planning). pakar dan akademisi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Unsur Fasilitator dapat berasal dari unsur birokrat. d. Menguasai substansi/materi (kompetensi di bidangnya). pakar dan akademisi fungsional. Menguasai metode dan strategi pembelajaran. mempergunakan metode pembelajaran partisipatif. Di dalam proses pembelajaran diklat. H. I. pelaksanaan (program implementation). Direkomendasikan oleh lembaga tempat dia bertugas. SERTIFIKAT Sertifikat diklat harus diterbitkan oleh pimpinan lembaga penyelenggara diklat. PENYELENGGARA Unsur yang menjadi penyelenggara diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional tingkat provinsi/kab/kota. Panitia panitia Faslitator adalah tenaga struktural dan tenaga birokrat. Pengarah/Nara Sumber Pusat Pusat dapat berasal dari unsur Pengarah/Narasumber 2. Unsur 3. c.

K. pelaksanaan kegiatan pelatihan dibebankan pada anggaran DIPA APBN (dana tugas pembantuan PTK-PNF tahun Page | 10 .Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional dan program penilaian (program evaluation) kegiatan pembelajaran. J. WAKTU DAN TEMPAT Waktu pelaksanaan diklat adalah 56 Jam @ 45 menit selama 7 hari Tempat penyelenggaraan diklat dilaksanakan di wilayah penerima dana tugas pembantuan PTK-PNF bagi UPT/UPTD Ditjen PMPTK dan Ditjen PNFI. BIAYA PENYELENGGARAAN DIKLAT Biaya 2008).

4. d. Surat permohonan fasilitator/narasumber c. Surat pemanggilan peserta b. b. pelatihan mengenai: a. Surat ijin tempat pelatihan dan praktek lapangan d. 3. Laporan panitia Materi pelatihan Metode Waktu dan jadwal Proses/alur kegiatan Mengadakan rapat persiapan Menyusun desain kegiatan Membahas desain kegiatan rangka persiapan penyelenggaraan Diklat Tutor Keaksaraan Fungsional. c.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional BAB 3 MEKANISME PENYELENGGARAAN DIKLAT PERSIAPAN Dalam adalah: 1. 6. dan Tim Fasilitator 5. Surat tugas f. Surat undangan pembukaan/penutupan e. 2. Sertifikat 7. Mengecek kesiapan tempat penyelenggaraan (penjajagan) Menyiapkan surat-surat a. kegiatan-kegiatan yang dilakukan awal/koordinasi dengan pihak terkait Menyiapkan SK untuk Kepanitiaan Page | 11 .

buku. 9. spanduk. a. Mengadakan rapat persiapan terakhir (re-check) PELAKSANAAN 1. d. Penerimaan peserta dan fasilitator 2. c. Format instrumen penilaian a. Penugasan/praktek di kelas Page | 12 . tas. Pengarahan Acara Pembukaan/Penutupan MC (pembawa acara) Susunan acara Pembacaan doa Peserta Fasilitator Penyelenggara Butir-butir soal pre-test/post-test 10. Daftar hadir. b. Menempatkan peserta dan fasilitator (sesuai daftar penempatan peserta) 3. c. pembagian kamar peserta. 11. alat tulis. Melaksanakan proses pelatihan 7. dan obat-obatan) 12. fasilitator dan panitia 14. Melaksanakan penjelasan teknis tentang proses diklat kepada peserta 4. Penyampaian kebijakan-kebijakan 8. Penyampaian materi (teori) 9. Dokumentasi 13. Melaksanakan acara pembukaan 6. Bahan belajar diklat: menyusun dan menggandakan bahan belajar diklat 15. Mempersiapkan ATK (kertas.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional 8. b. Melaksanakan pre-test 5.

Melaksanakan (termasuk pre & post-test). Evaluasi dampak diklat 2. Monitoring dan evaluasi perkembangan sasaran diklat 4. 14.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional 10. SERTIFIKAT PELATIHAN Peserta pelatihan yang telah mengikuti diklat berhak untuk mendapatkan “Sertifikat Diklat” yang dikeluarkan oleh Kepala Lembaga penyelenggara. D. Pendampingan dari lembaga penyelenggara terkait Page | 13 . Diskusi pleno hasil praktek kelas dan lapangan dan mengolah hasil evaluasi peserta 11. fasilitator dan penyelenggara 12. Laporan penyelenggaraan kegiatan diklat 3. Penutupan Penyelesaian administrasi Penyusunan laporan penyelenggaraan C. 13. TINDAK LANJUT Tindak lanjut dari diklat ini adalah 1.

c. EVALUASI Dalam penyelenggaraan diklat ini akan dilakukan evaluasi yang meliputi : 1.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional BAB 4 EVALUASI DAN PELAPORAN A. Penguasaan materi Sistematika penyajian Kemampuan menyajikan materi Ketepatan waktu Page | 14 . dengan didasarkan indikator sebagai berikut: a. dan post test. maka akan dilakukan evaluasi terhadap peserta dalam bentuk pretest. pengamatan selama proses pembelajaran. b. Evaluasi terhadap peserta Untuk mengetahui tingkat kemampuan dan keberhasilan peserta dalam menyerap materi diklat. d. Evaluasi terhadap fasilitator Evaluasi untuk mengetahui tingkat efektifitas fasilitator dalam memfasilitasi proses belajar mengajar. 2.

Pencapaian tujuan instruksional k. b. Kerjasama antar fasilitator Evaluasi terhadap program penyelenggaraan Evaluasi terhadap program penyelenggaraan pelatihan mencakup menyangkut evaluasi fasilitas atas kejelasan tujuan. Sikap dan perilaku i. dalam struktur upaya program. Penggunaan bahasa j. PELAPORAN Laporan penyelenggara kegiatan diklat disusun dengan sistematika laporan terdiri dari: Halaman Judul Kata Pengantar Page | 15 . Kerapian berpakaian Penguasaan kelas l. h.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional e. 3. Struktur kegiatan Pelayanan Kesekretariatan Penginapan Ruang belajar Konsumsi Pelayanan kesehatan B. Adapun aspek-aspek program penyelenggaraan yang dievaluasi meliputi: a. f. c. g. e. proses pencapaian tujuan serta hal-hal yang yang diadakan membantu peserta dengan menggunakan format yang telah disediakan. Penggunaan metode dan sarana Cara menjawab pertanyaan Pemberian motivasi f. m. d.

Narasumber/Fasilitator H. Materi D.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Peserta G.Anggaran/Dana I. Kendala yang dihadapi C. Sarana dan Prasarana F. Upaya penanggulangan BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. B. Lampiran Kesimpulan Saran BAB VI PENUTUP Page | 16 . Waktu dan Tempat B. Ruang Lingkup BAB II PELAKSANAAN A. Latar Belakang B.Metode E. Sarana Prasarana C.Pelaksanaan BAB III HASIL. Dasar C. Tujuan D. Penyelenggaraan Kegiatan .Persiapan . KENDALA DAN UPAYA PENANGGULANGAN A. Hasil yang telah dicapai B.

Pedoman ini agar dijadikan standar penyelenggaraan diklat sehingga diklat berlangsung dengan efektif. lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. dapat dijadikan sebagai referensi bagi penyenggara. untuk memberikan acuan/panduan bagi penyelenggaraan diklat keaksaraan fungsional tingkat provinsi/kab/kota. akan ditindaklanjuti melalui surat edaran Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen. Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini. efesien.Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional BAB 5 PENUTUP Pedoman diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan ini disusun. Apabila ada hal-hal yang dirasa kurang jelas dalam pedoman diklat ini. Selain itu pedoman ini. PMPTK). sehingga dapat melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan pihak terkait lainnya. Page | 17 . agar segera berkonsultasi dengan Dit PTK-PNF.

Pedoman Diklat Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional Page | 18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful