Anda di halaman 1dari 16

PRINSIP KERJA HELIKOPTER KARYA ILMIAH Di ajukan sebagai Tugas Psikomotor Fisika dengan tema Prinsip Kerja Helikopter

Oleh Nama : Angie ang Astono Herman Jefri Rudy Kurniawan Tama Samba .S Yeni Kelas : XI IPA SEKOLAH MENENGAH ATAS MAHA BODHI Jalan Bhakti Bukit Senang Tanjung Balai Karimun T.P 2011/2012

Karya Ilmiah berjudul

PRINSIP KERJA HELIKOPTER

Telah dibaca dan disetujui pada 11 Mei 2012 Oleh

Kepala SMA Maha Bodhi

Pembimbing

Sudirman, S.E, M.Mpub

Jobta Ginting, S.Pd

II

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME karena atas karuniaNya karya ilmiah ini mampu terselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan karya ilmiah dengan tema PRINSIP KERJA HELIKOPTER ini bertujuan untuk memenuhi nilai Psikomotor Fisika penulis, dan juga untuk memberitahukan kepada pembaca mengenai prinsip-prinsip Fisika yang berlaku pada helikopter. Dalam penyelesaian karya ilmiah ini, penulis tentunya menemui banyak kesulitan terutama pada proses penulisan dan kurangnya ilmu pengetahuan.

Namun berkat bantuan anggota kelompok penulis akhirnya karya ilmiah ini mampu selesai tepat pada waktunya walau masih terdapat banyak kekurangan. Karena itu, sepantasnya jika penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Kepala SMAS Maha Bodhi, Sudirman, S.E, M.Mpub atas kepercayaan yang diberikan 2. Bapak Jobta Ginting, S.Pd , selaku guru Fisika atas bimbingan dan pengarahan pada Penulis 3. Orang tua Penulis yang memberikan dorongan secara moral dan spiritual 4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya ilmiah

Penulis menyadari sebagai pelajar yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan karya ilmiah, bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Maka, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Harapan penulis, semoga karya ilmiah ini mampu memberikan pengetahuan mengenai prinsip kerja helikopter pada para pembaca. Tanjung Balai Karimun, 11 Mei 2012

Penulis

III

ABSTRAK Hukum gerak Newton adalah hukum sains yang ditemukan oleh Isaac Newton mengenai sifat gerak benda. Hukum-hukum ini merupakan dasar dari mekanika klasik. Hukum gerak Newton, bersama dengan hukum gravitasi universal dan teknik matematika kalkulus, memberikan untuk pertama kalinya sebuah kesatuan penjelasan kuantitatif untuk fenomena fisika yang luas seperti : gerak berputar benda, gerak benda dalam cairan; projektil; gerak dalam bidang miring; gerak pendulum; pasang-surut; orbit bulan dan planet. Hukum konservasi momentum, yang Newton kembangkan dari hukum kedua dan ketiganya, adalah hukum konservasi pertama ditemukan. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk memberitahukan prinsip kerja Helikopter. Helikopter bekerja dengan menggunakan baling-baling (M/R blades) yang berputar secara cepat sehingga menghasilkan tenaga lift yang kuat dan karena itu helikopter bisa terbang dan mendarat secara vertical. Jika helicopter hanya mempunyai M/R blades, helikopter akan mengalami efek torque, yaitu efek badan helikopter yang ikut berputar saat baling-baling berputar. Sehingga untuk meniadakan efek ini bisa menggunakan baling-baling rotor ekor (T/R blades).

IV

D a f t a r

I s i

Judul I Lembar Pengesahan. II Kata Pengantar. III Abstrak. IV Daftar Isi.. V Bab 1 : Pendahuluan 1.1 Latar Belakang. 1 1.2 Rumusan Masalah............ 1 1.3 Tujuan Penelitian. 2 1.4 Manfaat Penelitian... 2 Bab 2 : Landasan Teori 3 Bab 3 : Pembahasan......... 7 Bab 4 : Kesimpulan ......................... 10 Bab 5 : Daftar Pustaka 11
V

BAB 1: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Teknologi transportasi pada zaman sekarang telah memasuki teknologi yang canggih, telah ditemukan helikopter yang mungkin tidak dapat dibayangkan pada masa lalu. Namun, di balik teknologi transportasi yang sangat canggih ini, masih banyak orang yang tidak mengetahui hal-hal pada helikopter, seperti cara kerja ataupun prinsip kerjanya. Helikopter dapat terbang vertikal dan tidak memerlukan landasan yang besar. Bagaimanakah prinsip kerja yang menyebabkan hal-hal ini? Kedua peristiwa diatas berlandaskan pada prinsip Hukum Newton. Banyak yang hanya mengangumi ciptaan tersebut namun tidak ingin mengetahui prinsip kerja mereka sampai benar-benar diperlukan, peristiwa ini menunjukkan perihal apatisme pada kebanyakan orang.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. 1. Bagaimanakah helikopter mampu terbang dengan menggunakan baling-balingnya? 2. Bagaimana helikopter mampu terbang ke atas udara secara vertikal?

1.3 Tujuan Penulisan Sesuai dengan permasalahan diatas, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Mengetahui cara helikopter terbang dengan menggunakan balingbalingnya 2. Mengetahui alasan mampu-nya helikopter terbang ke atas secara vertikal

1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut. 1. Mampu menjadi ilmu tambahan bagi para pelajar dan setiap orang yang memerlukan pengetahuan ini 2. Dapat berperan sebagai referensi untuk memperkenalkan lebih lanjut mengenai helikopter kepada setiap orang yang membaca

BAB 2: LANDASAN TEORI


Helikopter adalah sebuah pesawat yang mengangkat dan terdorong oleh satu atau lebih rotor (propeller) horizontal besar. Kata helikopter berasal dari bahasa Yunani helix (spiral) dan pteron (sayap). Helikopter yang dijalankan oleh mesin diciptakan oleh penemu Slovakia Jan Bahyl. Helikopter lebih kompleks dan lebih mahal untuk dibeli dan dioperasikan, lumayan lambat, memiliki jarak jelajah dekat dan muatan yang terbatas. Sedangkan keuntungannya adalah gerakannya. Terbatas dalam fasilitas

penambahan bahan bakar dan beban/ketinggian, helikopter dapat terbang ke lokasi mana pun, dan darat di mana pun dengan lapangan sebesar rotor dan setengah diameter. Landasan helikopter disebut helipad.

Sejarah Penemuan Helikopter


Sejak dahulu kala, manusia sudah mempunyai keinginan untuk dapat terbang secara vertikal (ke atas). Penemuan helikopter di awali dengan adanya mainan dari negeri China yang di sebut Chinese tops sekitar tahun 400 SM. Mainan tersebut terbuat dari bulu yang di ikat pada ujung tongkat. Jika tongkat di putar dengan kedua talapak tangan pada posisi ke atas, maka akan menghasilkan gaya angkat, sehingga jika tongkat berbulu tersebut di lepas akan terbang secara vertikal. Pada tahun 1480, seniman Italia bernama Leonardo da Vinci menciptakan desain burung besi berpenggerak mesin mirip baling-baling yang disebut aerial screw (sekrup udara) atau air gyroscope. Meskipun gagasannya baru dituangkan dalam bentuk sketsa di kanvas, namun idenya sangat menginspirasi bagi pengembangan wahana terbang vertikal.

Sekitar tahun 1878, Enrico berkebangsaan Italia juga membuat model helikopter yang terbang dengan mesin uap. Model ini dilengkapi dengan dua rotor yang saling berlawanan, dan tercatat mampu terbang pada ketinggian lebih dari 40 kaki selama 20 detik. Helikopter pertama yang dapat lepas landas secara vertikal dibuat oleh Paul Cornu pada 13 November 1907 di Lisieux, Prancis. Struktur helikopter Paul Conru dibuat sangat sederhana, dengan di lengkapi dua rotor yang terpasang pada keliling roda sepeda yang terletak pada ujung-ujung badan helikopter. Helikopter pertama yang menerbangkan manusia adalah helikopter Breguet-Richet, tahun 1907. Helikopter ini terbang di Douai, Perancis pada 29 September 1907. Ini merupakan mesin pertama yang bisa terbang dengan sendirinya membawa seorang pilot secara vertikal sebagai akibat daya angkat sayap putarnya.

Helikopter Paul Cornu pada tahun 1907

Berikut Jenis Kemudi Helikopter:


Cyclic Stick Kemudi berbentuk tongkat ini umumnya terletak di depan penerbang, di antara kedua kaki. Gerakan cyclic stick akan mengubah besar

sudut M/R blades secara keseluruhan. Akibatnya, arah M/R disc akan berubah, yang selanjutnya akan mengubah arah gerak helikopter. Jika tongkat digerakan ke kiri. M/R disc akan mengarah ke kiri, dan helikopter pun akan terbang ke kiri. Begitu seterusnya. Collective Pitch Control Umumnya terletak di sebelah kiri pinggul penerbang. Fungsinya, untuk mengubah sudut M/R hladessecara individual yang seianjutnya akan membuat lift pesawat berubah. Jika collective pitch dinaikkan, lift akan bertambah, dan helikopter akan membumbung. Rudder Pedal Diletakkan di sekitar kedua telapak kaki penerbang. Pedalpedal ini biasa diinjak untuk mengubah sudut T/R blades. Arah gaya yang dihasilkan putaran T/R blades akan menentukan arah badan pesawat, ke kiri atau ke kanan. Bila sudut T/R blades netral, pesawat akan terbang stabil.

Kursi Lontar pada Helikopter


Dibandingkan pada pesawat biasa khususnya pesawat tempur, pesawat helikopter umumnya tidak dilengkapi dengan kursi lontar. Hal ini disebabkan karena masalah menghadapi rotor helikopter saat meluncurkan kursi lontar sekaligus umumnya helikopter terbang lebih rendah sehingga lebih rentan. Namun demikian pada helikopter Rusia, Kamov Ka-50 Hokum yang menggunakan kursi lontar yang dirancang khusus seperti Zvesda K-37-800. Langkah kerjanya adalah ketika kursi lontar diaktifkan, maka rotor diledakkan dan lepas dari kedudukannya, kemudian kedua sisi atas kaca kokpit membuka dan roket penarik aktif yang menarik pilot dan kirsinya keluar dari badan heli. Meski dirasa rumit, Helikopter masa depan akan dilengkapi dengan kursi lontar

HUKUM GERAK NEWTON Tiga hukum yang menjadi mekanika klasik yang menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. 3 hukum tersebut adalah: Hukum I Newton :

Jika reslultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, benda yang mula-mula diam akan terus diam, sedangkan benda yamg mula-mula bergerak dan akan bergerak terus dengan keceparan tetap Hukum II Newton :

Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, searah dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda Hukum III Newton :

Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris
6

BAB 3: PEMBAHASAN
Prinsip kerja Helikopter
Airfoil (Main Rotor Blades) & Tail Rotor
Pada helikopter ada dua gaya besar yang saling memberi pengaruh. Aliran udara yang bergerak ke depan baling-baling menekan baling-baling sehingga bilah baling-baling terdorong balik ke belakang menghasilkan suatu gaya angkat kecil. Tetapi ketika aliran udara bergerak cepat melewati bagian atas dan bawah bilahbilah baling-baling, tekanan udara yang besar di antara baling-baling otomatis akan mengembang ke seluruh permukaan yang bertekanan lebih rendah, menyebabkan baling-baling terdorong ke atas dan helikopter pun terangkat. Setiap titik di sepanjang baling-baling rotor utama atau main rotor blades (M/R blades) menghasilkan gaya angkat (lift) yang bervariasi. Lift terbesar ada pada ujung terjauh baling-baling. Gaya yang mengangkat helikopter adalah resultante lift yang dihasilkan di atas Main Rotor Shaft (M/R shaft) atau poros rotor utama. Umumnya, di bawah M/R shaft'm pula terdapat titik berat atau Center of Gravity (CG) helikopter.

Arah gerak helikopter akan sangat tergantung dari besarnya pitch atau sudut antara posisi M/R blades saat berputar dengan garis horizontal atau sumbu lateral helikopter.

Bayangkan helikopter yang sedang mengudara. Putaran M/R Blades akan membentuk main rotor disc (M/R disc) dengan M/R shaft sebagai pusat. Disebut disc, karena saat berputar M/R blades akan membentuk seperti kerucut terbalik. Namun, pantasnya baling-baling berputar satu arah, Hukum II Newton memungkinkan terjadinya efek puntir atau torque effect. Efek ini membuat badan pesawat berputar ke arah berlawanan dari arah gerak M/R blades. Mengingat jika
7

dibiarkan penerbangan mengalami efek ini penerbangan akan menjadi tak aman dan nyaman, perancang helikopter memasang baling-baling rotor ekor atau tail rotor blades (T/R blades). T/R Blades berfungsi sebagai anti-torque effect. T/R Bladed sendiri ada dua tipe, yakni tipe dorong (push type) atau tipe tarik (pulltype). Dengan push type, resultan gaya yang dihasilkan T/R disc mendorong pesawat untuk menghasilkan efek anti-torque. Sementara dengan pull type, resultan gaya yang dihasilkan akan menarik pesawat untuk menghasilkan efek anti-torque.

Pada beberapa jenis helikopter, torque effect tidak diredam dengan T/R Blades tetapi dengan Rotor Blades kedua yang dipasang di belakang, di samping, atau di bawah M/R blades dengan arah putar saling berlawanan. Contoh : Yang dipasang di belakang diterapkan pada heli CH-46 Sea Knight, Di samping pada Kaman HH-43B Huskie, dan Di bawah seperti pada Kamov Ka-50 Hokum-A.

Selain ketiga cara di atas, dibuat juga konfigurasi tanpa rotor ekor. Helikopter ini disebut NOTAR (No Tail Rotor) ini memiliki sistem yang sedikit berbeda dengan sistem yang ada dimana memanfaatkan semburan gas panas dari mesin utama yang disalurkan melalui tabung ekor. Contohnya adalah helikopter MD-902 Explorer.

Baling-baling pada helikopter berputar mendorong udara kearah bawah untuk mengangkat helikopter tersebut sehingga bisa terbang keatas. Hal ini berarti

bahwa ilmu fisika yang berlaku pada helikopter adalah Hukum Ketiga Newton yaitu Aksi = Reaksi . Seperti gambar dibawah ini.

BAB 4 : KESIMPULAN
Jadi : Helikopter bekerja berdasarkan prinsip Hukum Newton Saat baling-baling helikopter berputar aliran udara bergerak cepat melewati bagian atas dan bawah bilah-bilah baling-baling, tekanan udara yang besar di antara baling-baling otomatis akan mengembang ke seluruh permukaan yang bertekanan lebih rendah, menyebabkan baling-baling terdorong ke atas dan helikopter pun terangkat. Dengan tidak menggunakan sayap tetap seperti pesawat terbang, maka helikopter bisa terbang dari landas dan mendarat di sebuah tempat secara vertikal dengan menggunakan baling-balingnya

10

BAB 5: DAFTAR PUSTAKA


http://www.engineeringtown.com/kids/index.php/penemuan/218-sejarahditemukannya-helikopter http://www.fisikaasyik.com/home02/content/view/274/44/ http://www.armhando.com/2012/02/bagaimana-cara-kerja-helikopterterbang.html?m=1 http://id.wikipedia.org/wiki/Helikopter http://irengputih.com/8-cara-kerja-mesin-yang-rumit-ternyata-bisa-dijelaskandengan-gambar-gif-loh/4140/ http://irengputih.com/8-cara-kerja-mesin-yang-rumit-ternyata-bisa-dijelaskandengan-gambar-gif-loh/4140/ http://www.engineeringtown.com/kids/index.php/penemuan/218-sejarahditemukannya-helikopter

11