Anda di halaman 1dari 1

LAPORAN KASUS

Seorang laki-laki usia 23 tahun, berasal dari dalam kota, masuk rumah sakit pada tanggal 30 April 2012 dengan keluhan utama bengkak pada rahang bawah kanan. Sejak lima hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh bengkak pada rahang bawah kanan yang disertai nyeri dan sakit bila membuka mulut serta nyeri bila menelan, bengkak mula-mula sebesar telur puyuh makin lama makin besar dan berwarna kemerahan, tidak ada demam, ada riwayat sakit gigi, pasien berobat ke dokter spesialis THT dan dirujuk ke RSMH Pasien kemudian ke Bagian THT-KL Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin. Pada pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum pasien baik, kompos mentis, tanda vital baik, tampak bengkak pada regio submandibula kanan ukuran sekitar 5 x 5 sentimeter kemerahan disertai fluktuasi. Pada pemeriksaan tenggorok tidak ditemukan hiperemis pada mukosa mulut dan orofaring, edema tidak ada, pembesaran tonsil tidak ditemukan. Tampak gangren pulpa pada gigi molar kedua kanan bawah. Hasil foto jaringan lunak mandibula dan servikal serta foto toraks dalam batas normal. Dilakukan aspirasi pus pada regio submandibula kanan didapatkan pus lebih kurang satu mililiter warna kuning muda. Kemudian direncanakan insisi abses keesokan harinya. Keesokan harinya tanggal 1 Mei 2012 dilakukan insisi abses submandibula dengan anestesi lokal, didapatkan abses lebih kurang 10 mililiter, warna kuning muda disertai darah. Pasien kemudian dirawat diberikkan terapi ketorolak 60 mg dalam ringer laktat 20 tetes permenit, antibiotik seftriakson 2 x 1000 mg intravena, metronidazol 3 x 500 mg intravena, metilprednisolon 2 x 125 mg. Pasien direncanakan konsul ke bagian gigi. Hasil konsul ke Bagian Gigi dan Mulut tanggal 3 Mei 2012 didapatkan gangren pulpa molar kedua kanan, ginggivitis dan abses submandibula kanan. Dilakukan ekstraksi pada gigi molar kedua kanan.