Anda di halaman 1dari 6

Kegunaan Senyawa Sulfida Asam Sulfat Asam sulfat merupakan komoditas kimia yang sangat penting, dan sebenarnya

pula, produksi asam sulfat suatu negara merupakan indikator yang baik terhadap kekuatan industri negara tersebut.[5] Kegunaan utama (60% dari total produksi di seluruh dunia) asam sulfat adalah dalam "metode basah" produksi asam fosfat, yang digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan juga trinatrium fosfat untuk deterjen. Pada metode ini, batuan fosfat digunakan dan diproses lebih dari 100 juta ton setiap tahunnya. Bahan-bahan baku yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini merupakan fluorapatit, walaupun komposisinya dapat bervariasi. Bahan baku ini kemudian diberi 93% asam suflat untuk menghasilkan kalsium sulfat, hidrogen fluorida (HF), dan asam fosfat. HF dipisahan sebagai asam fluorida. Proses keseluruhannya dapat ditulis: Ca5F(PO4)3 + 5 H2SO4 + 10 H2O 5 CaSO42 H2O + HF + 3 H3PO4 Asam sulfat digunakan dalam jumlah yang besar oleh industri besi dan baja untuk menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air sebelum dijual ke industri otomobil. Asam yang telah digunakan sering kali didaur ulang dalam kilang regenerasi asam bekas (Spent Acid Regeneration (SAR) plant). Kilang ini membakar asam bekas dengan gas alam, gas kilang, bahan bakar minyak, ataupun sumber bahan bakar lainnya. Proses pembakaran ini akan menghasilkan gas sulfur dioksida (SO2) dan sulfur trioksida (SO3) yang kemudian digunakan untuk membuat asam sulfat yang "baru". Amonium sulfat, yang merupakan pupuk nitrogen yang penting, umumnya diproduksi sebagai produk sampingan dari kilang pemroses kokas untuk produksi besi dan baja. Mereaksikan amonia yang dihasilkan pada dekomposisi termal batu bara dengan asam sulfat bekas mengijinkan amonia dikristalkan keluar sebagai garam (sering kali berwarna coklat karena kontaminasi besi) dan dijual kepada industri agrokimia. Kegunaan asam sulfat lainnya yang penting adalah untuk pembuatan aluminium sulfat. Alumunium sulfat dapat bereaksi dengan sejumlah kecil sabun pada serat pulp kertas untuk menghasilkan aluminium karboksilat yang membantu mengentalkan serat pulp menjadi

permukaan kertas yang keras. Aluminium sulfat juga digunakan untuk membuat aluminium hidroksida. Aluminium sulfat dibuat dengan mereaksikan bauksit dengan asam sulfat: Al2O3 + 3 H2SO4 Al2(SO4)3 + 3 H2O Asam sulfat juga memiliki berbagai kegunaan di industri kimia. Sebagai contoh, asam sulfat merupakan katalis asam yang umumnya digunakan untuk mengubah sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam, yang digunakan untuk membuat nilon. Ia juga digunakan untuk membuat asam klorida dari garam melalui proses Mannheim. Banyak H2SO4 digunakan dalam pengilangan minyak bumi, contohnya sebagai katalis untuk reaksi isobutana dengan isobutilena yang menghasilkan isooktana.

Senyawa sulfide dalam bidang kedokteran


SENYAWA SULFIDA DAPAT MENGHILANGKAN BAU MULUT Susu Pencampuran susu dengan makanan di mulut sebelum menelan memiliki efek menetralkan bau yang lebih tinggi daripada minum susu setelah makan. Salah satu senyawa dalam susu yang melawan bakteri dalam menghilangkan bau mulut setelah makan adalah allyl sulfida metil atau AMS. Dalam tes dengan cengkeh mentah yang dimasak, susu secara signifikan mengurangi tingkat senyawa belerang yang memberikan rasa bawang putih dan aroma yang tajam. Susu krim memberikan hasil yang lebih baik dari susu diet atau hanya air. Hal ini berdasarkan penelitian yang diambil dari seorang sukarelawan yang diteliti setelah mengkonsumsi makanan dan hubungannya dengan bau tidak sedap di dalam mulut.

Bawang Putih Bantu Cegah Keracunan Makanan Oleh : Innes

Foto : Ist Ghiboo.com - Masakan tanpa bawang putih seperti kurang sedap dan wangi. Dibalik kegunaannya di dapur, bumbu masak yang satu ini juga membantu Anda terlindung dari bahaya keracunan.

Para peneliti dari Washington State University, Amerika, menemukan bahwa kandungan dalam bawang putih atau dikenal sebagai sulfida dialil ternyata 100 kali lebih kuat dari antibiotik populer untuk memerangi salah satu penyebab utama keracunan makanan.

Senyawa sulfida dialil ini mampu menembus sebuah lapisan pelindung yang digunakan oleh bakteri, sehingga membuat bakteri tersebut sulit untuk membuat tubuh menjadi keracunan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam journal of Antimicrobial Chemotherapy ini menemukan bahwa sulfida dialil ini juga lebih cepat membasmi bakteri pemicu keracunan makanan, seperti Campylobacter.

Barbara Rasco, seorang profesor dari Washington State University, Amerika, mengatakan bahwa sulfida dalil bisa diterapkan pada makanan kemasan, seperti kentang atau daging potong.

"Ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan strategi pengobatan baru. Campylobacter adalah bakteri penyebab paling umum dari penyakit disebabkan oleh makanan di Amerika dan mungkin di dunia," jelas peneliti Dr Michael Konkel, dari Washington State University di Amerika Serikat dilansir melalui MedicalDaily.com (24/5).

Senyawa Sulfida dalam Industri


Senyawa sulfide pada pembuatan kertas Pada proses pembuatan kertas teradpat suatu tahap yang disebut dengan tahap paper making. Papda tahap ini bubur kertas atau pulp dimasak dengan white liquor.setelah itu terdapat cairan sisa reaksi. Sisa larutan pemasak (black liquor) mengandung berbagai senyawa organik dan senyawa sulfur disamping NaOH and Na2S yang reaktif. Black liquor diuapkan dalam furnis bersama sodium sulfat (Na2SO4) untuk mendapatkan Na2S, dan sodium karbonat (Na2CO3) dalam bentuk abu. Abu kemudian dituangkan ke tanki besar untuk membentuk green liquor, yaitu campuran dari sodium sulfida dan sodium karbonat. Abu ini kemudian dicampur dengan air dan lime (CaO) yang membentuk larutan hijau (green liquor) dan menghilangkan bahan kimia asalnya yaitu NaOH and Na2S, kalsium karbonat (CaCO3). pada langkah selanjutnya, lime (kalsium oksida) ditambahkan ke dalam green liquor untuk mengubah sodium karbonat menjadi sodium hidroksida sehingga kembali terbentuk white liquor yang akan digunakan kambali dalam proses pulping berikutnya.

Sulfida Dalam BIdang Elektronika Senyawa sulfide yang bereakasi dengan logam Cd atau cadmium maka akan membentuk senyawa CdS,dimana snyawa ini dapat digunkan sebagai bahan semikonduktor. Salah Satu contohnya yaitu pada LDR (Light dependent resistor). Resistansi LDR akan berubah
seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10M dan dalam keadaan terang sebesar 1K atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya

yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.

Kegunaan Epoksida
Epoksida Untuk membuat minyak Epoksidasi terhadap ikatan rangkap asam lemak tidak jenuh dari beberapa minyak nabati telah dilakukan dan juga telah diterapkan dalam skala industri. Saat ini epoksidasi minyak yang paling banyak dikembangkan adalah epoksidasi terhadap minyak nabati yang memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh tinggi seperti minyak kedelai (Goud, 2006). Salah satu produk epoksida yang dapat dihasilkan menggunakan minyak nabati sebagai bahan bakunya adalah senyawa polihidroksi trigliserida. Polihidroksi trigliserida merupakan senyawa turunan dari minyak atau lemak yang memiliki gugus hidroksil lebih dari 2. Senyawa polihidroksi trigliserida ini banyak digunakan sebagai bahan untuk pembuatan poliuretan, bahan aditif untuk plastik, pelumas, surfaktan dan lain-lain sehingga kebutuhan akan senyawa ini menjadi sangat tinggi. Senyawa polihidroksi trigliserida ini dihasilkan melalui reaksi hidroksilasi. Reaksi hidroksilasi meliputi dua tahap reaksi, yaitu reaksi epoksidasi pembentukan cincin epoksida (oksiran) dan diikuti reaksi pembukaan cincin oksiran. Senyawa trigliserida tidak jenuh yang terkandung dalam minyak nabati ini diepoksidasi menggunakan asam peroksi (yang terbuat dari asam karboksilat dan hidrogen peroksida), dan akan menghasilkan senyawa epoksida yang jumlahnya dapat dinyatakan dalam bilangan oksiran. Epoksida minyak dapat digunakan secara langsung sebagai pemlastis dalam matriks polimer untuk menghasilkan suatu material yang sesuai untuk polivinil klorida (PVC), hal ini sangat penting sekali untuk mengendalikan kekentalan PVC selama proses pembuatannya dan sebagai penstabil resin PVC untuk meningkatkan fleksibilitas, elastisitas, kekuatan dan untuk mempertahankan stabilitas polimer terhadap perpindahan panas dan radiasi UV. Reaktifitas cincin oksiran yang tinggi menyebabkan epoksi juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk beberapa bahan kimia, seperti alkohol, glikol, alkanolamin, senyawa karbonil, senyawa olefin, dan polimer seperti poliester, poliuretan, dan resin epoksi (Gan, 1992).

Epoksida sebagai pengawet organic Senyawa epoksida seperti etilen oksida dan propilen oksida dapat membunuh semua mikroba termasuk virus dan spora. Mekanisme epoksida tidak diketahui namun diduga gugus hidroksil etil mengadakan reaksi alkilasi terhadap senyawa antara yang esesnsial bagi pertumbuhan mikroba sehingga merusak system metabolismenya.