Anda di halaman 1dari 1

OXISOL

Padanan FaO USDA : Feralsol : Oxisol

Soeprapto Hardjo : Latosol

Tanah yang termasuk ordo oxisol merupakan tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. Kandungan liat tinggi tetapi tudak aktif sehingga kapasitas pertukaran kation (KTK) rendah yaitu kurang dari 16 me/100g liat. Banyak mengandung oksida0oksida besi atau oksida Al. berdasarkan pengamatan di lapang, tanah ini menunjukkan batas-batas horison yang tidak jelas. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Latososl(Latosos\l Merah & Latosol Merah Kuning), Laterik, atau Podzolik Merah Kuning. Tanah Oxisol termasuk kelompok tanah merah, bahan induk bersifat masam hingga ultra basa. Ketersediaan unsur P dan K di tanah Oxisol sangat rendah, sebagai akibat dari pelapukan lanjut, dan terikat menjadi bentuk yang tidak tersedia untuk tanaman, yaitu Fe- P, Al-P, Fe Al-P dan bentuk lainnya. Daerah penyebaran oxisol adalah daerah tropis dengan curah hujan tinggi (2000-7000 mm/tahun), terbentuk di daerah tuf, abu atau fan vulkanik yang telah mengalami pelapukan lanjut, dengan bentuk wilayah berombak, bergelombang, berbukit hingga bergunung serta pada ketinggian 10 sampai 1000 m dari permukaan laut. Terdapatnya penyebaran tanah oxisol ini pada ketinggian 10 sampai 1000 m dpl, berarti tanah oxisol dapat di temui di dataran rendah (0-600 m dpl) maupun di dataran tinggi (>600 m dpl), sehingga sangat besar kemungkinan sifat-sifat fisika tanah pada kedua macam daerah akan berbeda pula. Sebab perbedaan sifat fisika tanah sangat di pengaruhi oleh perbedaan faktor-faktor pembentuk tanah seperti iklim,bahan induk, topografi, organisme dan waktu. Keberadaan tanah oxisol di Indonesia berada pada daerah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua,dan Jawa.

FENNY NOVITA SARI / 134110005 AGROTEKNOLOGI 2011