Anda di halaman 1dari 18

Oleh : Alifiana Hafidian R.

3609 100 012 Sisca Henlita 3609 100 013 Hesti Martadwiprani 3609 100 014 Ainun Dita Febriyanti 3609 100 019 M. Emil Widya Pradana 3609 100 021

Latar Belakang Tinjauan Pustaka Gambaran Umum Analisa Kesimpulan

Ruang yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan sebagai landasan dari lokasi.
Teori lokasi sebagai ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta pengaruh terhadap keberadaan berbagai macam kegiatan.

Adanya kriteria penentuan lokasi dalam setiap kegiatan yang ada


Salah satu contoh kegiatan yang memerlukan analisa kriteria penentuan lokasi yakni sarana pendidikan yang bersifat komersil (Lembaga Bimbingan Belajar)

LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR

SYARAT PENDIRIAN LEMBAGA NON FORMAL


Menurut Kementrian Pendidikan Nasional Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BP-PNFI) Regional IV Kota Surabaya menjelaskan bahwa terdapat beberapa persyaratan dalam proses pendirian lembaga pendidikan nonformal. Adapun persyaratan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Terdapat Dewan Pembina, minimal 1 orang 2. Dewan Pengawas, minimal 1 orang 3. Terdapat pengurus harian yang terdiri dari ketua, bendahara dan sekretaris 4. Photo Copy KTP semua anggota Yayasan/LBB bersangkutan 5. Surat Domisili Lembaga dari pemerintah terkait 6. Bukti poin 1-5 ini dibawa ke Notaris

Lembaga non formal dalam bidang pendidikan yang merupakan milik non pemerintah atau swasta. Kebanyakan bersifat komersil

TEORI CHRISTALLER Suatu pusat aktivitas yang melayani berbagai kebutuhan penduduk harus terletak pada suatu lokasi yang sentral, yaitu suatu tempat/wilayah/kawasan yang memungkinkan partisipasi manusia dalam jumlah yang maksimum, baik yang terlibat dalam aktivitas pelayanan ataupun yang menjadi konsumen. (Tarigan, 2005). Wilayah yang berbentuk heksagonal tersebut merupakan daerah yang penduduknya mampu terlayani oleh adanya tempat sentral tersebut. (Tarigan, 2005).

Kawasan Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) yang menjadi objek studi ini berada di kawasan Surabaya Pusat, khususnya di area SMAN 1, 2, 5, dan 9, atau yang sering disebut dengan SMA Komplek. Secara administratif, kawasan ini terletak di Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, dengan luas wilayah sebesar 180 Ha.

Peta Batas Wilayah Studi

Sebelah Utara : Jl. Ambengan Sebelah Selatan : Jl. Walikota Mustajab Sebelah Barat : Jl. Jaksa Agung Suprapto Sebelah Timur :Jl. Kusuma Bangsa dan Jl. Anggrek

NO.

NAMA LBB

ALASAN
Dekat dengan SMA Komplek

KEUNTUNGAN
Lokasi mudah dijangkau oleh pelajar SMA Komplek

MASALAH
Persaingan dengan LBB lain di sekitar Berdekatan dengan area permukiman Area parkir

MATRIKS KEUNTUNGAN DAN MASALAH PELETAKAN KAWASAN LBB SMA KOMPLEK

SSC

Dekat dengan SMA Komplek 2 GO

Lokasi mudah dijangkau oleh pelajar SMA Komplek Kantor cabang yang letaknya berseberangan

Area parkir Kekurangan ruang kelas

Dekat dengan SMA 3 NURUL FIKRI Komplek Dekat dengan SMA 4 NEUTRON Komplek Dekat dengan SMA Komplek

Lokasi mudah dijangkau oleh pelajar SMA Komplek Lokasi mudah dijangkau oleh pelajar SMA Komplek Lokasi mudah dijangkau oleh pelajar SMA Komplek

QUANTUM EXCELENSIA

Hanya ada satu cabang, sehingga butuh publikasi yang lebih

Dekat dengan SMA 6 PRIMAGAMA Komplek

Lokasi mudah dijangkau oleh pelajar SMA Komplek

Sumber: Survey Primer, 2012

Jika dilihat dari lokasinya terhadap fungsi bangunan sekitar, kawasan LBB ini secara umum berada di kawasan permukiman. Namun apabila ditinjau lebih luas, kawasan LBB ini juga dekat dengan area fasilitas umum, terutama sekolah SMA Komplek yang berada di timur laut. Sementara fasilitas umum yang dominan lainnya adalah perkantoran, berupa Kantor Pemkot Surabaya yang berada di barat daya

Peta Visualisasi Fungsi Kegiatan

SMAN 1,2,5, dan 9

KANTOR PEMKOT

Fungsi kegiatan terdekat lainnya adalah kawasan perdagangan jasa berupa Mall Grand City di sebelah tenggara.

MALL GRAND CITY

Hasil Skoring Analisa Penentuan Lokasi LBB dari Pihak Pengelola LBB
Faktor Penentuan Lokasi LBB Sarana dan Prasarana Aksesibilitas Kedekatan dengan Sekolah Ketersedia an Lahan Kebijakan SSC 3 GO 2 Responden Primagama Nurul Fikri 3 3 Quantum Neutron Excelencia Yogyakarta 2 4 Total 17

4 4

4 4

3 4

4 4

3 3

4 4

22 23

2 1

3 1

2 1

1 2

3 1

2 2

13 8

Sumber: Hasil Analisa, 2012

Hasil Skoring Analisa Penentuan Lokasi LBB dari Pihak Siswa/Siswi yang Kursus
Faktor Penentu an Lokasi LBB Aksesibili tas
Kedekatan dengan Sekolah Kedekatan dengan Rumah

Responden

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

T O T A L 3

16

Sumber: Hasil Analisa, 2012

Hasil skoring dari pihak pengelola LBB: a. Kedekatan dengan sekolah (23 poin) b. Aksesibilitas (22 poin) c. Ketersediaan sarana prasarana (17 poin) d. Ketersediaan lahan (13 poin) e. Kebijakan (8 poin)

HASIL SKORING

Hasil skoring dari pihak siswa/siswi yang kursus di LBB: a. Kedekatan dengan sekolah (16 orang) b. Aksesibilitas (3 orang) c. Kedekatan dengan rumah (1 orang)

Faktor Kedekatan dengan Sekolah dan


Aksesibilitas

Kesesuaian Faktor dengan Teori Lokasi dan Kondisi Eksisting


Adanya SMA 1, SMA 2, SMA 5, dan SMA 9 Surabaya menjadikan kawasan studi sebagai salah satu titik pusat kegiatan pendidikan di Kota Surabaya, sehingga menyebabkan stakeholder LBB untuk memilih mendirikan LBB di kawasan tersebut. Keadaan ini sesuai dengan prinsip teori Christaller yang menyebutkan bahwa distributor mendekati titik pusat kegiatan, dalam hal ini pusat kegiatan pendidikan sebagai pasar mereka.

Kedekatan terhadap Sekolah

Kemudahan Aksesibilitas

Pelayanan terhadap Daerah Sekitar

Kesesuaian Faktor dengan Teori Lokasi dan Kondisi Eksisting Aksesibilitas merupakan salah satu faktor penting yang diperhatikan oleh stakeholder. Keadaan ini menunjukkan bahwa teori Christaller berlaku karena dengan adanya kedekatan, maka dapat dipastikan lokasi mudah dijangkau.

Kedekatan terhadap Sekolah

Kemudahan Aksesibilitas

Pelayanan terhadap Daerah Sekitar

Kesesuaian Faktor dengan Teori Lokasi dan Kondisi Eksisting Dalam teori Christaller terdapat prinsip threshold, yakni seberapa luas pasar yang dapat dijangkau. Berdasarkan kondisi eksisting, selain kegiatan pendidikan juga terdapat kegiatan permukiman, sehingga dengan adanya LBB di kawasan tersebut diharapkan dapat melayani masyarakat sekitar.

Kedekatan terhadap Sekolah

Kemudahan Aksesibilitas

Pelayanan terhadap Daerah Sekitar

Berdasarkan hasil wawancara dan studi literatur, ternyata faktor pemilihan lokasi LBB di sekitar SMA kompleks sesuai dengan teori lokasi Christaller.

Faktor-faktor lain seperti kebijakan dan ketersediaan lahan kurang mempengaruhi dalam pendirian lokasi LBB di sekitar SMA komplek dari sudut pandang para stakeholder, sedangkan faktor ketersediaan sarana dan prasarana memiliki pengaruh namun tidak signifikan dari sudut pandang stakeholder dan Christaller.

Sekian dan Terima Kasih..

Anda mungkin juga menyukai