Anda di halaman 1dari 39

ANTICONVULSION DRUG INTERACTION

OLEH: FADHILLAH ABDULLAH RONNY TANDELA DIAN CHAIRUNNISA YANARITA A. FITRI

1. 2. 3. 4.

260110080112 260110080113 260110080114 260110080117

Potensi setiap obat

Menguntungkan Merugikan

(Rodrigues,2008)

Interaksi Obat
suatu keadaan bilamana suatu obat dipengaruhi oleh penambahan obat lain dan dapat menimbulkan pengaruh klinis

Faktor pengaruh jenis respon interaksi (Rodrigues, 2008):


konsentrasi obat
metabolit obat itu sendiri yang aktif hubungan administrasi obat terhadap respon

dalam dua fase (farmakokintetik dan farmakodinamik) keadaan pasien dalam respon obat juga diperlukan, seperti genetik, usia, penyakit, dan adanya obat lain

Faktor frekuensi dan prevalensi interaksi obat (Bailie, G., 2004):


jumah obat yang diberikan secara bersamaan dan kompleksitasnya

kepatuhan pasien,
keadaan hidrasi dan nutrisi pasien, tingkat penurunan fungsi ginjal dan hati pasien, merokok, penggunaan alcohol genetik dosis obat

Jenis Interaksi Obat (Bailie, G., 2004):


1. Interaksi Farmakodinamik 2. Interaksi Farmakokinetik 3. Interaksi Farmasetik

Obat Antikonvulsan (Rogawski,2004):


obat yang digunakan untuk mengendalikan (mencegah) kejang

(konvulsi) atau menghentikan seri kejang yang berkelanjutan.

Mekanisme Obat Antikonvulsan (Rogawski,2004):


mencegah timbulnya pelepasan listrik yang abnormal pada pangkal sistem saraf pusat,

misalnya fenobarbital dan kloronazepam. Sasaran utama molekul obat antikonvulsan


mengatur tegangan dari saluran sodium dan komponen dari sistem GABA, termasuk reseptor GABAA, GAT-1 transporter GABA, dan GABA transaminase. Target lain mencakup mengatur tegangan dari saluran kalsium , SV2A, dan 2

Interaksi Obat Antikonvulsan (Tatro,2009)

Carbamazepine

Lamotrigine

Phenobarbital

Valproic acid

Hydantoin

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Suspected Memantau konsentrasi serum carbamazepine, mengamati kondisi pasien dengan melihat efek toksisitas setelah diberi cimetidine dan dilakukan penyesuaian dosis.

Carbamazepi Cimetidine ne Carbamaz Cimetid epine* ine* (eg, (eg, Tegretol) Tagame t)

Kadar plasma carbamazepine meningkat dan toksisitas meningkat

Cimetidine menghambat metabolism carbamazepine di hati

Diskusi : kasus toksisitas interaksi carbamazepine dan cimetidine sudah banyak dilaporkan. Terjadi Penurunan bersihan carbamazepine tetapi konsentrasi carbamazepine dalam serum tidak tercapai sesusai kebutuhan. Terjadi sedikit penurunan efek carbamazepine tetapi efek cimetidine masih belum diketahui. Interaksi ini akan penting ketika obat cimetidine diberikan bersamaan dengan carbamazepine selama 4 minggu pertama. Setelah konsentrasi carbamazepine dalam serum tercapai, cimetidine akan mempengaruhi kerja carbamazepine. Simetidine tidak mempengaruhi dosis tunggal carbamazepine.

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Suspected

Hindari kombinasi dengan obat lain. Saat obat diberikan pantau kadar carbamazepine dalam serum, mengamati efek toksisitas setelah obat diberikan, perlu adanya penyesuaian dosis. Diskusi : bersihan dari carbamazepine mengalami penurunan dan waktu paruhnya berkurang. Konsentrasi carbamazepine serum meningkat 38% sampai 128 % dalam 30 hari. Ini dapat kembali membaik jika danazol dihentikan atau dosisnya diturunkan.

Carbamazepi Danazol Carbamazepine ne dapat Carbamaz Danazo meningkatkan epine* l* (eg, konsentrasi serum (eg, Danocr dan meningkatkan Tegretol) ine) efek farmakologis dan toksisitasnya

Danazol menghambat metabolism carbamazepine

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik

Memantau konsentrasi carbamazepine dan mengamati pasien dengan melihat efek farmakologis dan toksisitas dari carbamazepine setelah diberikan diltiazem. Perlu meningkatkan dosis obat carbamazepin setelah pemberian obat diltiazem dihentikan. Diskusi : beberapa kasus menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi carbamazepine dalam serum dan toksisitas akibat dari interaksi antara carbamazepine dan diltiazem. Pada beberapa kasus terjadi peningkatan dosis dalam terapi pemberian obat pada pasien, ini mengakibatkan efdek toksisitas menjadi semakin meningkat. Toksisitas dapat berkurang jika kombinasi obat ini dapat dihentikan atau management kombinasi yang lebih baik.

Carbamazepi Diltiazem ne Carbamaz Diltiaze epine* m* (eg, (eg, Cardize Tegretol) m)

Carbamazepine dapat meningkatkan konsentrasi serum dan efek toksisitas dapat terjadi

Diltiazem Suspected menghambat proses degradasi metabolism carbamazepine

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik

Secara umum Suspected Memantau fluxerine konsentrasi serum menghambat carbamazepine saat aktivitas obat diberikan secara lain, secara bersamaan. khusus interaksi Penyesuaian dosis ini belum diketahui Diskusi : pada beberapa kasus yang telah dilaporkan memaparkan bahwa adanya peningkatan konsentrasi carbamazepine dalam serum dan toksisitas meningkat ketika fluoxetine ditambahkan dalam kombinasi obat. Sebuah studi in vitro menunjukkan bahwa dalam mikrosom hati terlihat adanya penghambatan metabolism carbamazepine akibat dari fluoxetine.

Carbamazepi Fluoxetine ne Carbamaz Fluoxet epine* ine* (eg, (Prozac Tegretol) )

Meningkatkan carbamazepine dalam serum dan toksisitas dapat terjadi

No Interaksi Obat 5 Carbamazepi food ne

Efek Meningkatkan konsentrasi Grapefr carbamazepine dalam serum. uit Meningkatkan efek farmakologis dan juga toksisitas

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Hindari pemberian bersama dengan buah-buahan

Carbamaz epine*(eg, Tegretol)

Adanya Suspected 7 penghambatan metabolism dinding usus dan hati (CYP3AP)

Diskusi : Pada beberapa kasus telah memaparkan bahwa dengan adanya grape fruit saat pemberian carbamazepine, maka konsentrasi carbamazepine dalam serum meningkat sehingga efek toksinya pun menjadi meningkat, berbeda dengan saat pemberian carbamazepine dengan air.

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik

Memantau konsentrasi carbamazepine dalam serum, memantau toksisitas. Penyesuaian dosis saat pemakain carbamazepine, memantau fungsi hati saat diberikan isoniazid Diskusi: Konsentrasi enzim dalam hati meningkat setelah beberapa hari pemberian obat carbamazepine dan isoniazid bersamaan. Walaupun telah dihentikan pemberian obat isoniazid pada pasien, konsentrasi enzim dalam hati masih tetap tinggi setelah 3 hari maka akan kembali ke baseline.

Carbamazepi Isoniazid ne Carbamaz Isoniazi epine* d* (eg, (eg, Nydrazi Tegretol) d)

Carbamazepine dapat bersifat toksik dan isoniazid bersifat hepatotoksik

Isoniazid Suspected menghambat kerja carbamazepine, carbamazepine dapat meningkatkan metabolism isoniazid di hati

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Hindari kombinasi obat, pertimbangkan untuk diberikan obat anti infeksi lainnya yang tidak memberikan interaksi

Carbamazepi Macrolide ne Carbamaz Clarithromy epine* cin* (eg, (Biaxin) Tegretol) Erythromyci n* (eg, EryTab)

Meningkatka n konsentrasi carbamazepin e dan toksisitasnya

Menghambat Established metabolism carbamazepine dalam hati dan menyebabkan clearance carbamazepine menurun

Troleandom ycin* (Tao)

Diskusi: Pada salah satu kasus menunjukan bahwa adanya penurunaan konsentrasi saat obat eritromisin dihentikan. Pada kasus lain memaparkan bahwa saat diberikan obat troleandomycin terjadi peningkatan efek toksik menjadi aku hanya dalam 24 jam. Pada pasien yang diberi obat clarithromycin selama 10 hari konsentrasi dari carbamazepine meningkat. Secara umum Pada beberapa kasus, perlu dilakukan penerapan atau penyesuaian dosis untuk mengurangi efek toksik akibat dari interaksi yang terjadi. Efek toksik akan hilang jika pemberian obat macrolida dihentikan.

No Interaksi Obat

Signifikansi Management Klinik 8 Carbamazepi Nefazodone Meningkatkan Nefazodone Suspected Pemakaian bersama ne efek farmakologis menghambat nefazodone dan Carbamaz Nefazo dan efek toksisitas metabolism dari carbamazepine epine* done*(S carbamazepine (eg, erzone) di hati. Tegretol) Carbamazepine menginduksi metabolism nefazodone Diskusi: Pada beberapa kasus dengan adanya pemberian kombinasi terjadi peningkatan konsentrasi carbamazepine dalam serum, dan saat terjadi penurunan dosis carbamazepine konsentrasi dalam serum masih tetap tinggi. Keadaan dapat kembali semula saat pemberian kombinasi dihentikan. 9 Carbamazepi Propoxyphe Meningkatkan Propoxyphene Suspected Hindari pemakaian ne ne konsentrasi menghambat propoxyphene Carbamaz Propox carbamazepine metabolism di karena efek epine* yphene dalam serum dan hati dan toksisitasnya. (eg, * (eg, terjadinya menurunkan Memantau Tegretol) Darvon toksisitas bersihan konsentrasi ) carbamazepine carbamazepine dalam serum saat diberikan propoxyphene Diskusi: pada beberapa kasus dengan kombinasi dapat mengakibatkan terjadinya interaksi yang mengakibatkan toksisitas pada neurologi. Dan dapat dihentikan jika kombinasi ini dihentikan.

Efek

Mekanisme

No Interaksi Obat 10 Carbamazepi Tricyclic ne Antidepressant s Carbamaz Amitriptyli epine* ne* (eg, Desipramin Tegretol) e* (eg, Norpramin )

Efek Meningkatkan konsentrasi serum carbamazepine , efek farmakologis dan toksisitas

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Lakukan pemantauan saat pemberian carbamazepine dan tricyclic antidepressants. Penyesuaian dosis

Tricyclic Probable antidepressant dan carbamazepine bersaing dalam metabolism di hati

Doxepin* (eg, Sinequan) Imipramine * (eg, Tofranil)

Nortriptylin e* (eg, Pamelor) Diskusi: Suatu penelitian menyatakan bahwa pada pasien yang diberikan imperamine dan carbamazepine, dosis imeramine dibuat lebih rendah dari dosis carbamazepine. Secara umum untuk interaksi antara obat ini terjadi peningkatan konsentrasi dan efek toksik dari obat-obat tersebut.

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Suspected

11 Carbamazepi Verapamil ne Carbamaz Verapa epine* mil* (eg, (eg, Tegretol) Calan)

Pantau konsentrasi carbamazepine serum, mengamati pasien dengan melihat toksisitas yang terjadi sehingga efek dari verapamil hilang. Penyesuaian dosis carbamazepine hingga 40%-50% Diskusi: saat diberikan secara bersama-sama pada beberapa kasus terlihat adanya peningkatan toksisitas carbamazepine selama 36 -96 jam.

Meningkatkan konsentrasi serum carbamazepine, efek farmakologis dan toksisitas

Verapamil mengganggu metabolism carbamazepine

Interaksi Obat Antikonvulsan (Tatro,2009)

Carbamazepine

Lamotrigine

Phenobarbital

Valproic acid

Hydantoin

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik

12 Lamotrigine

carbamaze Kadar serum Metabolism Probable Penyesuaian dosis pine carbamazepine lamotrigin lamotrigine. Amati Lamotrigi Carbam menurun dan meningkat dan parameter klinis ne* (eg, azepine efeknya menurun. efek toksiknya saat pemberian obat. Lamictal) * (eg, Meningkatkan meningkat Amati efek Tegretol toksisitas dari toksisitas yang ) carbamazepine terjadi. Diskusi : pada beberapa kasus membuktikan bahwa carbamazepine dapat menurunkan konsentrasi dari lamptrigine. Dengan adanya penyesuaian dosis kombinasi ini dapat berlangsung lebih baik.

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Pasien yang mendapat terapi antiepilepsi gabungan harus memperhatikan dosis dan efeknya.

13 Lamotrigine Valproic acid Lamotrigi Divalproex ne* (eg, Sodium* Lamictal) (eg, Depakote)

Valproate Sodium* (eg, Depacon)

Valproic Acid* (eg, Depakene) Diskusi: beberapa kasus menunjukkan adanya penurunan kadar asam valproic 25%. Pada beberapa pasien, asam valproat dapat mengurangi pembersihan total dari lamotrigin selama 21% dan waktu paru eliminasi meningkat 37,4-48,3 jam.

Konsentrasi valproic acid dalam serum menurun sedangkan konsentrasi lamotrigin meningkat dan toksisitas pun meningkat

Valproic acid Probable dapat menghambat metabolism lamotrigine

Interaksi Obat Antikonvulsan (Tatro,2009)

Carbamazepine

Lamotrigine

Phenobarbital

Valproic acid

Hydantoin

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik

14

Barbitura Konsentrasi Valproic acid Established Memantau te valproic barbiturate dalam menghambat konsentrasi acid plasma meningkat metabolism barbiturate dalam Phenobar Divalpr , efek Phenobarbital serum. Dosis bital* oex farmakologisnya barbiturate perlu Sodium meningkat dan dikurangi. Primidone (Depak efek yang (eg, ote) merugikan Mysoline) meningkat Valproi c Acid* (eg, Depake ne) Diskusi: metabolism dari fenobarbital akan dihambat dengan adanya asam valproat. Dalam suatu peneltian, perlu dilakukan penurunan dosis fenobarbital sebesar 30 % ketika asam valproat diberikan. Hal ini terjadi karena parameter klinis yang terjadi tidak sesuai.

Phenobarbit al

Interaksi Obat Antikonvulsan (Tatro,2009)

Carbamazepine

Lamotrigine

Phenobarbital

Valproic acid

Hydantoin

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Established Memantau kadar serum, mengamati pasien dengan melihat aktivitas kejang dan toksisitas dari obat selama 1 bulan baik sesudah minum obat atau sebelum minum obat.

15

Valproic acid

Carbamazepin e Divalproe Carbamaze x Sodium* pine* (eg, (Depakote Tegretol) ) Valproate Sodium* (eg, Depacon)

Penurunan konsentrasi valproic acid dan peningkatan konsentrasi carbamazepin e

Valproic Acid* (eg, Depakene) Diskusi: carbamazepine dapat menurunkan kadar serum dan meningkatkan pembersihan asam valproat. Carbamazepine dapat meningkatkan metabolism asam valproat di hati. Dan bebarapa kasus menyebabkan adanya hepatotoksik akibat dari interaksi yang terjadi.

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Memantau parameter klinispasien dan melakukan penyesuaian dosis

16 Valproic Acid Cholestyra mine Divalproe Cholest x Sodium yramine (Depakote * (eg, ) Questra n) Valproic Acid* (eg, Depakene )

Bioavailibilitas dan konsentrasi valproic acid dalam serum menurun. Efek farmakologisnya meningkat

Cholestyramin Suspected e mengganggu proses absorpsi valprooic acid dalam GI

Diskusi: pemberian asam valproat bersamaan dengan cholestyramine mengakibatkan penurunan 21 % puncak konsentrasi serum asam valproat dan penurunan 15 % AUC asam valproat.

No Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik Probable Penyesuaian dosis valproic acid dan felbamate. Pemantauan konsentrasi valproic acid

17 Valproic acid Felbamate Divalproe Felbam x ate*(Fe Sodium*( lbatol) Depakote)

Konsentrasi Menghambat valproic acid metabolism dalam serum valproic acid meningkat dan adanya toksisitas

Valproate Sodium (eg, Depacon)

Valproic Acid* (eg, Depakene ) Diskusi: kadar asam valproat dan AUC meningkat sebagai akibat dari penurunan bersihan dari felbamate. Felbamate dapat mempengaruhi peningkatan protein plasma asam valproat akibat adanya metabolism yang dihasilkan.

No Interaksi Obat
18 Valproic Acid Salicylate Valproic Aspirin* (eg, Acid* (eg, Bayer) Depakene) Bismuth Subsalicylate (eg, PeptoBismol)

Efek

Mekanisme

Signifikansi Management Klinik


Ketika aspirin diberikan bersamaan dengan valproic acid maka perlu dilakukan pemantauan pada pasien dengan melihat konsentrasi dalam serum dan efek toksik yang dihasilkan

Peningkatan Aspirin merubah Suspected fraksi bebas jalur metabolism dari valproic dari valproic acid acid sehingga muncul racun yang dihasilkan

Magnesium Salicylate (eg, Doan's) Salsalate Amigesic) (eg,

Sodium Thiosalicylate

Diskusi : secara in vitro asam salisilat memiliki sifat yang sama dengan asam valproat. Aspirin terbukti mengganggu proses metabolism asam valproat pada beberapa kasus. Toksisitas terjadi setelah aspirin terurai di dalam serum. Kadar konsentrasi asam valproat dapat berkurang jika pemberian aspirin dihentikan.

Interaksi Obat Antikonvulsan (Tatro,2009)

Carbamazepine

Lamotrigine

Phenobarbital

Valproic acid

Hydantoin

No

Interaksi Obat

Efek

Mekanisme

Signifikansi Klinik 2 Delayed Moderate Probable

Management

Hydantoins

Amiodarone

Ethotoin(Peganone)

Fosphenytoin (Cerebyx)
Mephenytoin Phenytoin (eg, Dilantin)

Amiodarone (Cordarone)

Peningkatan konsentrasi hydantoin dalam serum dengan gejala toksisitas. Hydantoins dapat menurunkan kadar amiodarone dalam serum. (Tatro,2009)

Penurunan metabolisme hydantoins dan peningkatan metabolisme amiodarone. (Tatro,2009)

Memantau konsentrasi obat dan pasien diamati terhadap toksisitas atau hilangnya efek terapetik saat kombinasi obat ini digunakan. Lakukan penyesuaian dosis.Karena efek mungkin tertunda selama beberapa minggu. Pemantauan jangka panjang diperlukan. (Tatro,2009)

Diskusi: Konsentrasi fenitoin dalam serum meningkat sebanyak 2 kali lipat dengan gejala toksisitas (misalnya, ataksia, nistagmus, lesu, vertigo) ketika amiodarone diberikan pada pasien yang sebelumnya memiliki konsentrasi phenytoin dalam serum yang stabil. Amiodarone dapat menghambat metabolisme fenitoin di hati dan meningkatkan waktu paruh fenitoin sebesar 30% menjadi 150% dan mengurangi clearance oleh 25% sampai 61%. Sebuah studi dosis tunggal pada 7 pasien sehat memperlihatkan bahwa amiodarone dapat menurunkan klirens fenitoin dari 1,57-1,17 L / jam dengan perubahan ikatan protein. Fenitoin dan amiodarone sangat mudah terikat protein, dimana dengan adanya fenitoin dapat meningkatkan pengikatan amiodarone terhadap protein (Tatro, 2009).

2 Hydantoins

Anticoagulants

Efek

Mekanisme

Signifikansi Klinik
2 Delayed Moderate Probable

Management

Ethotoin(Peganone) Fosphenytoin (Cerebyx) Phenytoin Dilantin) (eg,

Dicumarol Warfarin (eg, Coumadin)

Peningkatan konsentrasi Mekanisme belum hydantoin dalam diketahui secara serum dengan pasti (Tatro,2009). kemungkinan toksisitas, serta peningkatan risiko pendarahan (Tatro,2009)

Memantau pasien untuk tanda-tanda atau gejala respon untuk hydantoins atau antikoagulan saat menerima kombinasi atau ketika memulai atau menghentikan obat (Tatro,2009)

Diskusi: Suatu penelitian menyebutkan peningkatan konsentrasi fenitoin dalam serum yang disertai dengan gejala toksisitas bila diberikan bersamaan dengan warfarin. Namun pada penelitian ini tidak diukur konsentrasi serum sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai interaksi antara antikoagulan dan fenitoin. Fenitoin dapat meningkatkan waktu protombin ketika diberikan kepada pasien yang sedang menggunakan terapi warfarin, sehingga dapat menyebabkan pendarahan yang cukup parah. Mekanisme ini belum diketahui secara pasti, namun fenitoin dapat menggantikan warfarin pada sisi aktif protein yang berikatan dengan warfarin sehingga dapat meningkatkan metabolisme (Tatro,2009).

3 Hydantoins Antineoplastic

Efek

Mekanisme

Signifikansi Klinik 2 Delayed Moderate Suspected

Management

Fosphenytoin (Cerebyx) Phenytoin Dilantin)

Bleomycin (eg,Blenoxane) Carboplatin Carmustine BiCNU) Cisplatin Methotrexate (eg, Trexall) Vinblastine Velban) (eg, (eg,

(eg,

Konsentrasi fenitoin dalam serum mungkin akan menurun, yang mengakibatkan hilangnya efek terapi (Tatro,2009).

Penurunan absorpsi atau peningkatan metabolisme fenitoi n (Tatro,2009).

Memantau fenitoin dalam serum dan menyesuaikan dosis fenitoin dengan tepat. IV fenitoin mungkin berguna. (Tatro,2009)

Diskusi : Penurunan konsentrasi fenitoin terjadi jika diberikan pada pasien yang sedang melakukan kemoterapi. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa penyerapan fenitoin menurun secara signifikan menjadi 22%. Suatu penelitian menyebutkan bahwa penurunan konsentrasi serum bila diberikan pada dosis IV dan suatu studi farmakokinetik menyebutkan peningkatan metabolism fenitoin (Tatro,2009).

Hydantoins

Chloramphenicol

Efek

Mekanisme

Signifikansi Klinik 2 Delayed Moderate Suspected

Management

Ethotoin(Peganone) Fosphenytoin (Cerebyx) Phenytoin Dilantin) (eg,

Chloramphenicol (eg, Chloromycetin)

Peningkatan konsentrasi fenitoin dalam serum dengan potensi toksisitas. Konsentrasi kloramfenikol juga dapat berubah. (Tatro,2009).

Perubahan dalam metabolisme fenitoi n (Tatro,2009).

Jika kloramfenikol Harus digunakan pada pasien yang menggunakan fenitoin, monitor konsentrasi serum untuk kedua obat dan menyesuaikan dosis sesuai kebutuhan (Tatro,2009). .

Diskusi : Kloramfenikol dapat meningkatkan konsentrasi fenitoin serum pada beberapa pasien, seiring dengan gejala toksisitas pada fenitoin. Sebuah studi retrospektif menyatakan bahwa pasien yang menggunakan fenitoin dan kloramfenikol memiliki insiden yang lebih besar terhadap toksisitas fenitoin dibandingkan dengan pasien yang menggunakan fenitoin dengan tetrasiklin atau dengan kloramfenikol. Meskipun tidak spesifik penelitian ini namun diduga bahwa kloramfenikol dapat mengganggu metabolism fenitoin. Dalam studi lain, semua dari 11 pasien yang menerima fenitoin dan kloramfenikol memiliki konsentrasi kloramfenikol pada serum dengan puncak yang toksik dibandingkan dengan 9 dari 17 pasien yang menerima kloramfenikol. Fenitoin memiliki efek yang kompleks terhadap kloramfenikol dengan cara menginduksi enzim mikrosomal hepatik dan bersaing dalam pengikatan sel-sel hepatosit (Tatro,2009).

Hydantoins

Carbamazepine

Efek

Mekanisme

Signifikansi Klinik 2 Delayed Moderate Suspected

Management

Ethotoin(Peganone) Fosphenytoin (Cerebyx) Mephenytoin Phenytoin Dilantin) (eg,

Fenitoin mengurangi Carbamazepin (eg, konsentrasi Tegretol) karbamazepin dalam serum. Efek dari karbamazepin pada fenitoin adalah bervariasi. (Tatro,2009).

Kemungkinan perubahan dalam metabolisme, termasuk peningkatan metabolisme dari karbamazepin yang dihasilkan dari induksi enzim. Karbamazepin dapat mengurangi bioavailabilitas fenitoin. (Tatro,2009).

Memantau konsentrasi serum kedua obat, terutama ketika memulai atau menghentikan obat. Alter dosis yang diperlukan untuk mempertahankan efek terapi dan menghindari toksisitas. (Tatro,2009).

Diskusi : Fenitoin dapat mengurangi konsentrasi karbamazepin dalam serum, karena akibat induksi enzim. Pengaruh karbamazepin terhadap fenitoin lebih bervariasi. Tidak ada penjelasan jelas untuk hasil yang bervariasi. Meskipun enzim yang diinduksi oleh karbamazepin dapat menyebabkan penurunan konsentrasi fenitoin dalam serum, ada juga bukti bahwa karbamazepin dapat mengurangi bioavaibilitas fenitoin. Suatu penelitian ditemukan bahwa karbamazepin dapat meningkatkan kadar fenitoin,fenitoin yang kadar konsentrasinya tinggi ini kemudian menginduksi metabolisme karbamazepin , sehingga konsentrasi karbamazepin rendah dari yang diharapkan. Suatu penelitian melaporkan bahwa toksisitas fenitoin dapat terjadi pada konsentrasi fenitoin yang tinggi (Tatro,2009).

Hydantoins

Cimetidine

Efek

Mekanisme

Signifikansi Klinik 2 Delayed Moderate Established

Management

Ethotoin (Peganone) Fosphenytoin (Cerebyx) Phenytoin Dilantin) (eg,

Cimetidine Tagamet)

(eg,

Peningkatan konsentrasi hydantoin dalam serum, meningkatkan efek farmakologis (Tatro,2009).

Penghambatan Metabolisme simetidin di hati (Tatro,2009).

Memantau level Hydantoin dalam serum dan mengamati respon pasien ketika memulai atau menghentikan simetidin. Sesuaikan dosis hydantoin sesuai kebutuhan. (Tatro,2009).

Diskusi : Dalam studi dan laporan kasus yang melibatkan pasien epilepsi yang menerima pengobatan dengan fenitoin, pemberian bersamaan simetidin secara konsisten menghasilkan peningkatan level serum fenitoin dan gejala toksisitas fenitoin diamati pada beberapa pasien. Temuan serupa, dengan tingkat peningkatan sebagai sebanyak 140%,diamati secara retrospektif terhadap pasien rawat inap yang menerima simetidin dan fenitoin secara bersamaan, pasien non-epilepsi yang diberikan fenitoin untuk indikasi neurologis atau jantung dan pada sukarelawan sehat menerima simetidin (400 sampai 2.400 mg / hari) dan fenitoin (250 atau 500 mg sebagai dosis tunggal). Ada bukti bahwa peningkatan tingkat fenitoin dalam serum tergantung dosis (Tatro,2009).

Hydantoins

Disulfiram

Efek

Mekanisme

Signifikansi Klinik

Management

Ethotoin (Peganone) Fosphenytoin (Cerebyx) Phenytoin Dilantin) (eg,

Disulfiram (Antabuse)

Level hydantoin dalam serum dapat meningkat, mengakibatkan peningkatan dalam efek farmakologis dan toksisitas dari hydantoins (Tatro,2009).

Disulfiram 2 Memantau level menghambat Rapid hydantoin dalam enzim mikrosomal Moderate serum dan hati yang Established mengamati pasien memetabolisme untuk toksisitas hydantoins. hydantoin Selain itu, atau penurunan disulfiram dapat aktivitas hydantoin mengganggu laju jika disulfiram eliminasi hydantoins ditambah dengan mekanisme atau dihentikan kompetitif dari regimen (Tatro,2009). pengobatan. Sesuaikan dosis hydantoin sesuai kebutuhan (Tatro,2009).

Diskusi : Beberapa studi dan sejarah kasus telah menunjukkan bahwa disulfiram pemberian bersamaan secara signifikan meningkatkan kadar fenitoin serum, yang dapat mengakibatkan toksisitas fenitoin Dalam sebuah penelitian terhadap 4 pasien epilepsi yang menerima pengobatan jangka panjang dengan fenitoin, pemberian bersamaan disulfiram menghasilkan 100 sampai 500% % peningkatan level fenitoin dalam serum. Peningkatan ini cepat, terjadi dalam waktu 4 jam dari dosis pertama disulfiram. Level fenitoin meningkat sepanjang perjalanan 9-hari terapi dan terus meningkat selama beberapa hari setelah disulfiram dihentikan. Dalam penyelidikan lain, kenaikan 73% pada t dan penurunan 34% dalam tingkat clearance metabolisme fenitoin diamati pada 5 relawan setelah pemberian bersamaan disulfiram (Tatro,2009).

13

Hydantoins

Isoniazid

Efek

Mekanisme

Signifikansi Klinik 2 Delayed Moderate Established

Management

Ethotoin (Peganone) Fosphenytoin (Cerebyx) Phenytoin Dilantin) (eg,

Isoniazid Nydrazid)

(eg,

Konsentrasi hydantoin dalam serum dapat meningkat, menghasilkan peningkatan efek farmakologis dan toksisitas dari hydantoins. Dalam dosis terapi umum, toksisitas fenitoin tampaknya paling menonjol pada pasien yang asetilator lambat isoniazid. (Tatro, 2009).

Isoniazid menghambat enzim mikrosomal hati yang memetabolisme hydantoins (Tatro, 2009).

Memantau konsentrasi hydantoin dalam serum dan mengamati pasien untuk toksisitas hydantoin atau penurunan aktivitas hydantoin jika Isoniazid dita mbah atau dihentikan dari regimen pengobatan. Sesuaikan dosis hydantoin sesuai kebutuhan. (Tatro, 2009).

Diskusi: Interaksi ini sudah banyak diketahui, dengan dokumentasi yang diperoleh dari studi klinis dan kasus reports. Insiden pasien mengalami toksisitas SSP saat menerima fenitoin dan isoniazid bersamaan berkisar dari 11% menjadi 27%, dibandingkan dengan 3% dari pasien diberikan fenitoin saja. Pasien yang telah menerima fenitoin 300 mg setiap hari selama bertahun-tahun tanpa efek samping dapat menimbulkan gejala toksisitas setelah pemberian isoniazid. Isoniazid menghambat secara reversibel metabolisme fenitoin. Toksisitas fenitoin selama pemberian bersamaan isoniazid tampaknya terjadi terutama pada pasien yang memiliki asetilator lambat isoniazid (Tatro, 2009).

DAFTAR PUSTAKA
Bailie, George R., Curtis A. Johnson, Nancy A. Mason, dan Wendy L. St. Peter. 2004.

Medfacts, Pocket Guide of Drug Interaction, 2nd Edition. International: Bone Care
International. Dalimunthe, Aminah. 2009. Interaksi pada Obat Antiikroba. Medan: Departement Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Sumatra Utara. Available at: repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3612/1/10E00503.pdf (diakses pada tanggal 24 Maret 2012). Rodrigues, A. David (ed.). 2008. Drug-Drug Interaction, 2nd Edition, Volume 179. New York: Infroma Healthcare USA, Inc. Rogawski MA, Lscher W (July 2004). The neurobiology of antiepileptic drugs. Nat. Rev. Neurosci. 5 (7): 55364. doi:10.1038/nrn1430. PMID 15208697 Tatro,D. 2009. Drug Interaction Fact. Wolter Kluwers Health Inc.