Anda di halaman 1dari 37

Golongan IVA Si

Silikon

(Latin, silex, silicis, flint). Davy pada tahun 1800 menganggap silika sebagai senyawa ketimbang suatu unsur. Sebelas tahun kemudian pada tahun 1811, Gay Lussac dan Thenard mungkin mempersiapkanamorphous sillikon tidak murni dengan cara memanaskan kalium dengan silikon tetrafluorida. Pada tahun 1824 Berzelius, yang dianggap sebagai penemu pertama silikon, mempersiapkan amorphous silikon dengan metode yang sama dan kemudian memurnikannya dengna membuang fluosilika dengan membersihkannya berulang kali. Deville pada tahun 1854 pertama kali mempersiapkan silikon kristal, bentuk alotropik kedua unsur ini.

Ikatan kristal dan padatan silikon

Simbol Radius Atom Volume Atom Massa Atom Titik Didih

Si (Silikon) 1.32 12.1 cm3/mol 28.0856 2630 K

Radius Kovalensi
Struktur Kristal Massa Jenis Konduktivitas Listrik

1.11
fcc 2.33 g/cm3 4 x 106 ohm-1cm-1

Elektronegativitas
Konfigurasi Elektron Formasi Entalpi Konduktivitas Panas

1.9
[Ne]3s2p2 50.2 kJ/mol 148 Wm-1K-1

Potensial Ionisasi
Titik Lebur Bilangan Oksidasi Kapasitas Panas Entalpi Penguapan

8.151 V
1683 K 4,2 0.7 Jg-1K-1 359 kJ/mol

Pengertian Silikon

Menurut Annonymous (2007), Silikon (Latin: silicium) adalah merupakan unsur kimia dalam jadual berkala yang mempunyai simbol Si dan nomor atom 14. Silikon adalah sejenis metaloid tetravalen yang kurang reaktif dibandingkan dengan analog kimianya, karbon. Ia merupakan unsur kedua paling berlimpah di dalam kerak Bumi, yaitu mencapai hampir 25.7%. Silikon di dalam tanah liat, feldspar, granit, kuartza dan pasir, kebanyakannya dalam bentuk silikon dioksida (juga dikenali sebagai silika) dan dalam bentuk silikat, Silikon adalah merupakan bagian utama di dalam kebanyakan peranti semikonduktor, dan sekiranya dalam bentuk silika dan silikat, dalam kaca, semen, keramik. Ia juga merupakan bagian dalam silikone, nama yang diberikan kepada berbagai jenis bahan plastik yang sering disebut sebagai silikon. Silikon digunakan secara meluas dalam semikonduktor karena ia mempunyai arus bocoran balikan yang lebih rendah daripada semikonduktor germanium, dan juga karena oksida aslinya mudah dihasilkan di dalam relau dan membentuk antara muka semikonduktor/dielektrik yang lebih baik berbanding dengan hampir semua jenis gabungan bahan.

Silikon dibuat dengan mereduksi kuarsa (quartz) atau sering disebut juga dengan silika ataupun silikon dioksida dengan kokas (C). Proses reduksi ini dilangsungkan di dalam tungku listrik pada suhu 3000 C. Reaksi yang terjadi adalah: SiO2(l) + 2C(s) Si(l) + 2CO2 Silikon yang diperoleh kemudian didinginkan sehingga diperoleh padatan silikon. Namun silikon yang diperoleh dengan cara ini belum dalam keadaan murni. Agar diperoleh silikon dalam bentuk murni diawali dengan mereaksikan padatan silikon yang diperoleh melalui cara di atas direaksikan dengan gas klorin (Cl2), sesuai reaksi berikut: Si(s) + Cl2(g) SiCl4(g) Gas SiCl4 ini mememiliki titik didih 58 C. Uap yang terbentuk kemudian dilewatkan melalui sebuah tabung panas berisi gas H2 sehingga terbentuk Si, berikut reaksinya: SiCl4(g) + 2H2(g) Si(s) + 4HCl(g)

Padatan Si yang terbentuk berupa batangan yang perlu dimurnikan lebih lanjut dengan cara pemurnian zona (zona refining), seperti pada gambar berikut :
Pada pemurnian zona batangan silikon tidak murni secara perlahan dilewatkan ke bawah melalui kumparan listrik pemanas yang terdapat pada zona lebur. Karena pemanasan maka batang silikon tidak murni akan mengalami peleburan. Seperti pada sifat koligatif larutan tentang pemurnian titik lebur larutan dimana titik lebut larutan adalah lebih rendah dibandingkan titik lebur pelarut murni. Pemurnian silikon anolog dengan hal tersebut, silikon murni di anggap sebagai pelarut sedangkan leburan silikon yang mengandung pengotor dianggap sebagai larutan. Berdasarkan sifat koligatif larutan maka titik lebur silikon murni akan akan lebih tinggi dibanding titik lebur silikon yang tidak murni (bagian yang mengandung pengotor).

Hal ini menyebabkan pengotor cenderung mengumpul disilikon yang mengandung pengotor (bagian atas pada zona peleburan). Selama permurnian zona berlangsung maka bagian bawah yang merupakan silikon murni akan bertambah banyak sedangkan bagian atas semakin sedikit. Pengotor yang ada akan terkonsentrasi pada bagian yang sedikit tersebut. Setelah leburan mengalami pembekuan maka akan diperoleh suatu batangan dimana salah satu ujung merupakan silikon paling murni sedangkan silikon yang lain merupakan silikon yang dipenuhi dengan pengotor atau bagian silikon yang paling tidak murni. Walaupun demikian terkadang bagian yang paling murni dari silikon ada pada bagian atas sedangkan bagian yang paling tidak murni berada pada bagian bawah. Bagian yang tidak murni dan tidak murni dapat dipisahkan dengan cara pemotongan.

Bahan permulaan untuk produksi silikon umumnya ada 2 macam bahan yang berasal dari bumi, yaitu pasir (silikon dioksida) dan zat karbon yang telah dibersikan (dari arang, batu bara, serpih-serpihan kayu, dan lain-lain). Jika dkedua bahan tersebut bereaksi bersama pada temperatur tinggi dalam tungku elektronik maka silikon dioksida akan terpisah dari oksidanya menjadi silikon saja. Dalam reaksi ini elemen silikon merupakan asap yang terjadi dalam reaksi pada temperatur tersebut. Kemudian dikondensasi sehingga kira-kira memberikan hasil 98% bahan silikon bersih yang dikenal dengan istilah Silikon Tingkat Metalurgi (metalurgical grade silicon).SiO2 + 2-------> Si + 2CO Dengan hanya berupa sebagian kecil fraksi dari metallurgical grade silicon yang telah dibersihkan maka bahan ini dapat digunakan dalam berbagai macam terapan dalam perakitan piranti-piranti untuk industri semikonduktor. Proses pembersihan Metallurgical grade silicon diselesaikan dengan pengubahan material ini ke dalam Trichlorosilane (SiHCl3), yaitu dengan cara fraksinasi sederhana (atau bisa juga dengan distilasi) sehingga bahan silikon menjadi bahan semikonduktor yang standar. Trichlorosilane kemudian dikurangi dengan H2 supaya sekali lagi memberikan hasil suatu polycrystalline silicon. Reaksi untuk membentuk SiHCl3 adalah sebagai berikut: Si + 3HCI --------> SiH3 + H2 1250o C [hasil reaksi lain +SiCiH4] Fraksinasi terpisah SiHCl3 merupakan hasil utama dari reaksi SiCl3 (silicon tetracloride), doping pengotor klorida (seperti fosfor, boron dan galium) dan klorida logam (seperti besi dan tembaga). Silikon tingkat semikonduktor (yaitu silikon yang kurang lebih terdiri dari 1 bagian per satu milyar impurotas/pengotor) sekarang bisa diproduksi dengan pengurangan temperatur tinggi dari SiHCl3 yang telah bersih. Reaksi kimia ini terjadi dalam suatu kamar yang disebut "decomposer". Reaksi pengurangan yang merupakan reaksi balik dari reaksi di atas adlah sebagai berikut : SiHCl3 + H2 --------> Si + 3HCl 100oC

Reaksi pada silikon

B. Karakteristik silikon
Atom silikon seperti halnya atom karbon, dapat membentuk empat ikatan secara serentak silikon dalam susunan petrahedral, unsur Si mengkristal dengan struktur kubus pusat muka (fcc) seperti intan, silikon bersifat semi konduktor. Dalam siloka SiO2, setiap atom Si terikat pada empat atom O dan tiap atom O terikat pada dua atom Si.
Susunan struktur tersebut membentuk jaringan yang sangat besar, yaitu struktur kristal kovalen raksasa (seperti intan). Kuarsa mempunyai titik leleh tinggi dan bersifat insulator. Kuarsa merupakan bentuk umum untuk silika namun, sesungguhnya bentuk-bentuk silika lain banyak, sehingga umumnya disebut mineral silika. Sebagian besar silika tidak larut dalam air. Hanya silikat dari logam alkali yang dapat diperoleh sebagai senyawa yang larut dalam air. Sifat umum dari mineral silikat adalah kekomplekan anion silikatnya, namun struktur dasarnya merupakan tetrahedral sederhana dari empat atom O disekitar atom pusat Si, tetrahedral ini dapat berupa:

Unit terpisah Bergabung menjadi rantai atau cincin dari 2,3,4 atau 6 gugus Bergabung membentuk rantai tunggal yang panjang atau rantai ganda Tersusun dalam lembaran Terikat menjadi kerangka tiga dimensi SiO44-(aq) + 4H+(aq) Si(OH)4(aq)

Penampilan Sebagai lempengan: kristal dengan permukaan sedikit biru gelap dan mengkilap Ciri-ciri umum Nama, lambang, nomor silikon, Si, 14 Jenis unsur metaloid Golongan, periode, blok 14, 3, p Massa atom standar 28,0855(3) 2 2 Konfigurasi elektron [Ne] 3s 3p Elektron per kelopak 2, 8, 4 (Image) Sifat fisika

Fase Massa jenis (mendekatisuhu kamar) Massa jenis cairan pada t.l. TItik lebur Titik didih Kalor peleburan Kalor penguapan Kapasitas kalor

solid 3 2,33 gcm 3 2,57 gcm 1687 K, 1420 C, 2577 F 3538 K, 2355 C, 5909 F 1 50,21 kJmol 1 359 kJmol 1 1 19,789 Jmol K

Tekanan uap P (Pa) 1 at T 1908 (K) 10 2102 100 2339 1k 2636 10 k 100 k 3021 3537

Struktur kristal Pembenahan magnetik Konduktivitas termal Ekspansi termal Kecepatan suara (batang ringan) Modulus Young Bulk modulus Kekerasan Mohs Nomor CAS Energi sela pita pada 300 K

Kubus intan nonmagnetic 1 1 149 Wm K 1 1 (25 C) 2,6 mm K 1 (20 C) 8433 ms 150 GPa 100 GPa 7 7440-21-3 1,12 eV

Penggunaan Silikon adalah merupakan unsur yang sangat berguna dan juga adalah amat penting dalam bidang perusahaan. Selain itu silikon juga berguna dalam : Pembinaan: Silikon dioksida atau silika dalam bentuk pasir dan tanah liat adalah merupakan ramuan penting dalam konkrit dan batu-bata dan juga dalam penghasilan semen Portland. Tembikar/Enamel - Ia adalah sejenis bahan refraktori yang digunakan dalam pembuatan bahan bersuhu tinggi dan silikatnya digunakan dalam penghasilan enamel dan tembikar. Kaca - Silika daripada pasir adalah merupakan bagian utama dalam kaca. Kaca bisa dihasilkan menjadi beraneka jenis bentuk yang menarik dan berbagai jenis sifat fisika. Silika digunakan sebagai bahan asas dalam pembuatan kaca tingkap, bekas, penebat, dan barang-baranga berguna yang lain. Pelelas - Silikon karbida adalah antara bahan las yang terpenting Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikone. (fungsi silikon dalam pembuatan semikonduktor baca disini sedangkan kegunaan semikonduktor di sini)

Penggunaan penting silikon


Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor, chips, komputer dan sel surya. Untuk tujuan itu diperlukan silikon ultra murni. Silikon juga digunakan dalam berbagai jenis alise dengan besi (baja). Sedangkan senyawa silikon digunakan dalam industri. Silica dan silikat digunakan untuk membuat gelas, keramik, porselin dan semen. Larutan pekat natrium silikat (Na2SiO3), suatu zat padat amorf yang tidak berwarna, yang disebut water glass, digunakan untuk pengawetan telur dan sebagai perekat, juga sebagai bahan pengisi (fillir) dalam detergent. Silikon karbida (SiC), merupakan zat padat yang sangat keras digunakan untuk ampelas (abrasive) dan pelindung untuk pesawat ulang alik terhadap suhu yang tinggi sewaktu kembali kebumi. Silica gel, suatu zat padat amorf yang sangat berfori, dibuat dengan melepas sebagian air dari asam silikat (H2SiO3) atau (SiO2H2O). silica gel bersifat higroskopis (mengikat air) sehingga digunakan sebagai pengering dalam berbagai macam produk.
Bahan-bahan yang mengandung silikon yang dikenal baik a. Keramik. b. Semen c. Kaca d. Silikon e. Zeolit
A. Penyalahgunaan Silikon Di masyarakat, kata silikon bukan lagi hal yang tabu terutama di bidang kecantikan. Penggunaan silikon khususnya yang cair sudah di larang oleh pemerintah sejak tahun 1970. Namun hingga kini masih saja terjadi penyalahgunaan penyuntikan untuk tujuan mempercantik bagian tubuh tertentu para wanita. Hal ini di lakukan karena kurangnya pengetahuan terhadap silikon itu sendiri. Penyuntikan silikon cair tidak mengakibatkan kematian, tetapi dapat mengakibatkan kerusakan jaringan yang bersifat permanen. Kerusakan tersebut terjadi karena silikon cair yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh seperti sifat cairan umumnya akan mencari tempat yang rendah. Sebagian silikon mungkin berkumpul di tempat- tempat tertentu sehingga membentuk benjolan. Silikon bentuk cair dalam dunia medis, menurut dr. Donny V. Istiantoro dari Jakarta Eye Center, digunakan dalam operasi retina. Retina dapat lepas dari posisinya karena berbagai faktor, sehingga perlu dibantu perlekatannya dengan silikon cair.

Sejarah Germanium
Ciri Fisik Germanium Ciri Kimia Germanium

Senyawa* Germanium
Pembuatan dan Langkah Kegunaan Bahaya

Sejarah Germanium

Germanium

pertama kali ditemukan oleh Clemens A. Winkler di Freiberg Jerman pada tahun 1886. Nama Germanium sendiri diambil dari bahasa latin yaitu GermaniaI. Germanium dalam sistem periodik unsur diletakkan pada golongan IV A periode k4.

Germanium padat berbentuk kristal, keras, putih keabu-abuan, memiliki keharuman logam dan struktur kristal yang sama seperti berlian. Selain itu, germanium adalah semikonduktor listrik. Sifat Fisik
Fase Penampilan Massa jenis (sekitar suhu kamar) Massa jenis cair pada titik lebur Titik lebur Titik Didih Kalor Peleburan Kalor Penguapan Kapasitas Kalor :soloid : Putih keabu-abuan : 5.323 g/cm : 5.60 g/cm :1211.40K (938.25 C, 1720.85 E) : 3106 C(2833 C, 5131 E) : 36.94 kJ/mol : 334 kJ/mol : (25 C) 23.222 J/(molK)

Ciri Kimia
Stuructur kristal Bilangan oksidasi elektrogenativitas Energi ionisasi(detil) : cubic face centered : 4 (amphoteric oxide) : 2.01 (skala pauling) : ke-1: 762 kJ/moll ke-2: 1537.5 kJ/mol Jari-jari atom :125 pm Jari-jari atom(terhitung) : 125 pm Jari-jari kovalen : 122 mp

Jenis-jenis Senyawa unsur: * GeO2 * GeCl4 * GeS2 * SiGe

Senyawa-senyawa Germaniun

Germanium tidak larut dalam asam dan basa encer, tetapi larut perlahan dalam asam sulfat pekat dan bereaksi keras dengan alkali cair untuk menghasilkan germinates ( 2-. Germanium terjadi terutama di bilangan oksidasi +4, meskipun banyak senyawa yang dikenal dengan keadaan oksidasi +2. Oksidasi lainnya jarang terjadi seperti +3 ditemukan dalam senyawa. Dua germanium oksida dikenal yaitu Germanium dioksida (Germania) dan monoksida germanium GEO. Dioksida ini dapat diperoleh dengan pemanggangan sulfide germanium dan merupakan bubuk putih yang hanya sedikit larut dalam air tetapi bereaksi dengan alkali untuk membentuk germinates. Monoksida, oksida germaous dapat diperoleh dengan reaksi suhu tinggi dari dengan logam Ge. Senyawa biner lainnya, kalkogen juga dikenal seperti disulpida , diselenide dan monosulfida GES, selenide GeSe, dan telluride GeTe. Bentuk sebagai endapan putih ketika hydrogen sulfide dilewatkan melalui larutan asam kuat yang mengandung Ge (IV). Disulfide ini lumayan larut dalam air dan dalam larutan alkali kaustik atau sulfida basa. Tetapi tidak larut dalam air asam. Germanium klorida diperoleh sebagai cairan berwarna merah, mendidih pada 83 C dengan pemanasan logam dengan klorin. Senyawa-senyawa

Pembuatan Germanium
Logam ini dapat ditemukan:
Argirodite, sulfide germanium dan perak Germanite, yang mengandung 8% dari elemen; Biji seng Batu bara Mineral-mineral lainnya

Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik pengolahan bijih-bijih seng, dan sebagai produk sampingan beberapa pembakaran batubara. Germanium dapat dipisahkan dari logam-logam lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat reaktif. Tehnik ini dapat memproduksi germanium dengan kemurnian yang tinggi.

Langkah-langkah

Germanium dapat dipisahkan dari logam lain dengan penyulingan pecahan dari Tetraklorida stabil. Seperti silikon, bereksi langsung dengan halogen membentuk tetrahalida volatile, dengan oksigen membentuk GeO2 dan dengan alkali membentuk germanite. Ge + 2OH- + H2O GeO32- + 2H2 Seperti SiO2, GeO2 merupakan asam oksida lemah. Germanium hidrida/ germanes dioksidasi menjadi GeO2 dan H2O oleh O2 tetapi tidak flammable seperti silanes. Halida GeF2, GeCl2, GeBr2 dan GeI2dan sulfida GeS diketahui tetapi mereka tidak stabil dan merupakan agen pereduksi kuat. Tetrahalida gan GeS2 diperoleh melalui reaksi langsung dengan element dan kemudian bereaksi dengan Ge, Ge + GeCl4 2GeCl2 Ge + GeS2 2GeS

Kegunaan Germanium

Ketika germanium didoping dengan arsenik, galium atau unsurunsur lainnya, ia digunakan sebagai transistor dalam banyak barang elektronik. Kegunaan umum germanium adalah 1)sebagai bahan semikonduktor. 2)sebagai bahan pencampur logam, 3)sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. 4)Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barang-barang optik lainnya, termasuk pendeteksi infra merah yang sensitif 5)sebagai lensa kamera wide-angle dan microscope objectives dan sebagai agen kemoterapi.

Kegunaan Germanium transistor

1) sebagai pengganti potensial untuk silicon pada chip mini. 2)dalam elektronika termasuk posfor di lampu neon. 3)digunakan di beberapa pedal efek oleh musisi yang ingin memproduksi karakter nada khas 4)Germanium dioksida juga digunakan dalam katalis untuk polimerisasi dalam produksi polyethylene terephtalate. 5) untuk meningkatkan fungsi system kekebalan tubuh pada pasien kanker.

Kegunaan Germanium anorganik

Bahaya

1).Mampu melindungi tubuh dari pertumbuhan tumor dan kanker ganas dengan jalan memperkuat sistem imun. Germanium dibutuhkan oleh tubuh, dalam satu hari minimal 1 mg. Seperti halnya selenium, germanium juga termasuk ke dalam golongan trace mineral. 2)Germanium organik melindungi diri dari akumulasi amyloid, suatu produk oksidatif radikal bebas (berdasarkan riset pada tikus). 3), germanium organik juga melindungi sistein (suatu asam amino sulfhidril) dari oksidasi.

Dilihat dari bentuk gasnya, yang lebih berat dari pada udara sehingga dapat berpindah dengan cepat sepanjang permukaan bumi. Selain itu, sebagi salah satu logam berat, germanium juga memiliki dampak negatif apabila terakumulasi dalam sistem perairan

Sifat fisik

1.
2. 3. 4.

5.
6.

Fasa :padatan Densitas :7,365 g/cm3 (Sn putih) 5,769 g/cm3 (Sn abu-abu) Titik didih : 231,93 C Titik didih :2602 C Panas fusi :7,03 kJ/mol Kalor jenis :27,112 J/molK

Sifat kimia
Bilangan oksidasi :+4,+2, Nomor atom :50 Nomor massa :118,71 Elektronegatifitas :1,96 (skala pauli) imah merupakan logam lunah, fleksibel, dan warnanya abu-abu metalik.

Energi ionisasi 1 :708,6 kJ/mol Energi ionisasi 2 : 1411,8 kJ/mol Energi ionisasi 3 : 2943,0 kJ/mol Jari-jari atom : 140 pm Jari-jari ikatan kovalen : 139 pm Jari-jari van der waals : 217 pm Struktur kristal : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-abu) Konduktifitas termal : 66,8 W/mK

Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta.

Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4.

Timah(II) cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas.

Pyrorefining Yaitu proses pemurnian dengan menggunakan panas diatas titik lebur sehingga material yang akan direfining cair, ditambahkan mineral lain yang dapat mengikat pengotor atau impurities sehingga logam berharga dalam hal ini timah akan terbebas dari impurities atau hanya memiliki impurities yang amat sedikit, karena afinitas material yang ditambahkan terhadap pengotor lebih besar dibanding Sn.

Eutectic Refining Yaitu proses pemurnian dengan menggunakan crystallizer dengan bantuan agar parameter proses tetap konstansehingga dapat diperoleh kualitas produk yang stabil.

Electrolitic Refining Yaitu proses pemurnian logam timah sehingga dihasilkan kadar yang lebih tinggi lagi dari pyrorefining yakni 99,99%( produk PT. Timah: Four Nine ). Proses ini melakukan prinsip elektrolisis atau dikenal elektrorefining.

Timah digunakan sebgai campuran bahan pada beberapa pasta gigi yaitu SnF2. SnO2 digunakan sebagai bahan ampelas atau penggosok permata SnS digunakan pada industry pewarnaan serta proses penyepuhan atau bahan imitasi SnCl4 bersama-sama SnO2 digunakan sebagai pelapis permukaan botol. Timah digunakan sebagai bahan pembentuk paduan. Tetrabutiltimah, dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan di- dan tributil. Dialkil atau monoalkil-timah, dipakai sebagai stabilisator panas dalam pembuatan PVC.

Fasa pada suhu kamar : padatan Densitas :11,34 g/cm3 Titik leleh : 327,5 0C Titik didih : 17490C Panas Fusi : 4,77 kJ/mol Panas Penguapan : 179,5 kJ/mol Kalor jenis : 26,650 J/molK

Bilangan oksidasi : 4,2,-4

Elektronegativitas : 2,33 (skala

pauli) Energi ionisasi 1 : 715,6 kJ/mol Energi ionisasi 2 : 1450,5 kJ/mol Energi ionisasi 3 : 3081,5 kJ/mol Jari-jari atom : 175 pm Radius ikatan kovalen : 146 pm Jari-jari Van Der Waals : 202 pm

Struktur Krista l : kubik berpusat muka Sifat kemagnetan : diamagnetik Resistifitas termal : 208 nohm.m Konduktifitas termal : 35,3 W/mK Timbal larut dalam beberapa asam Bereaksi secara cepat dengan halogen Bereaksi lambat dengan alkali dingin tetapi bereaksi cepat dengan alkali panas menghasilkan plumbit.

Reduksi

bijih timbal dengan besi sulfit

(FeSO3) Metode ini merupakan dasar peleburan (smelting proses) disini dihasilkan timbal dan metal sulfida untuk mendapatkan timbal murni dapat dilakukan dengan metode yang lain. Metode ini jarang digunakan karena cukup mahal dan cukup rumit.

Reduksi

antara timbal sulfida (PbS) dan timbal sulfate/oxide (PbO) Reduksi udara atau reaksi pemanggangan menghasilkan bentuk timbal dan oksida belerang. Sistim ini merupakan dasar peleburan (ore-hearth-smelting) yang digunakan sejak jaman dahulu. Reduksi oksida timbal dengan karbon atau Carbon mono oxide Dalam proses ini meliputi pengerjaan pendahuluan oksida timbal, timbal silikat atau senyawa oksida lainnya dengan Cara pemanggangan dan sintering.

Timbal (II) nitrat Pb(NO3) 2. Satu-satunya senyawa timbal lazim yang larut. Timbal (II) oksida PbO. Timbal monoksida, suatu oksida berwarna kuning. Digunakan dalam pembuatan kaca dan email. Timbal (IV) oksida PbO2. Oksida yang terbentuk dalam akumulator timbal asam. Tetraetil timbal Pb(C2H5)4. Bahan antiketuk yang ditambahkan pada bensin agar mesin kendaraan berjalan halus. Juga merupakan sumber pencemaran udara dari knalpot kendaraan.