Anda di halaman 1dari 1

Sofianingtias FH BI/8259

Solubilisasi Fosfat Di dalam tanah terdapat fosfat yang dibuthkan untuk penunjang pertumbuhan tanaman. Fosfat di tanah tersedia dalam bentuk organik maupun anorganik. Walaupun fosfat ada di dalam tanah, namun tanaman dapat mengalami defisiensi fosfat dikarenakan fosfat tersebut tidak dalam bentuk terlarut. Untuk dapat membuat fosfat dalam keadaan terlarut, perlu dilakukan dengan bantuan sekresi asam organik dari sistem perakaran tanaman dan dari mikrobia. Oleh karena itu, mikrobia tanah yang dpaat melarutkan fosfat memegang peranan penting dalammemperbaiki daur fosfor di alam. Mikrobia tanah juga dapat membebaskan fosfat anorganikyang dapat larut (H2PO4) ke dalam tanah melalui dekomposisinsenyawa organikyang banyak mengandung fosfat. Sebaliknya mikrobia tanah lain melalui asimilasi mampu menyebabkan imobilisasi fosfat yang tersedia ke dalam materi selularnya sehingga dapat menyebabkan defisiensi fosfat pada tanaman Pelarutan fosfat yang dilakukan sistem perakaran tanaman dan mikrobia tanah sangat dipengaruhi oleh pH tanah. Pada tanah dengan kadar pH tinggi karena adanya kalsium dapat terjadi endapan kalsium fosfat yang kemudian diubah menjadi bentuk terlarut oleh mikrobia tanah. Sebaliknya pada tanah dengan pH rendah, sedikit kalsium sehingga fosfat akan mengendap bersama logam seperti besi dan alumunium sehingga solubilisasi fosfat oleh mikrobia tanah sulit dilakukan. Bakteri dan jamur pelarut fosfat diantaranya adalah Aspergillus, Penicillium, Pesudomonas, dan Bacillus. Bakteri pelarut fosfat mampu menurunkan pH substrat karena selama proses pelarutan fosfat mengeluarkan asam organik seperti suksinat, format, asetat, propionat, laktonat, glikolat, dan fumarat secara terus-menerus. Beberapa dari asam organik tersebut membentuk khelat dengan kation berupa kalsium dan besi yang mengakibatkan efektivitas pelarutan fosfat meningkat. Oleh karena itu, peranan mikrobia tanah sangat penting dalam penyediaan fosfat terlarut bagii pertumbuhan tanaman karena tanpa asam organik yang dihasilkan mikrobia tanah tersebut, fosfat tidak akan tersolubilisasi dan fosfat akan tetap dalam keadaan immobile. Pustaka: Alexander, M. 1961. Introduction to soil microbiology. John Wiley & Sons, Inc. New York Rao, 1994. Mikroorganisme tanah dan pertumbuhan tanaman. edisi kedua. UI-Press. Jakarta Sperber, J.I. 1957. Solution of mineral phospates by soil bacteria. Nature, Lond., 180: 994995