Anda di halaman 1dari 20

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

54

GRUP SIKLIK, GRUP PERMUTASI,
HOMOMORFISMA



Tujuan Instruksional Umum :
Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengenal dan
mengaplikasikan sifat-sifat Grup Siklik, Grup Permutasi dan Homomorfisma Grup

Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah diberikan penjelasan mengenai sifat-sifat Grup Siklik, Grup Permutasi dan
Homomorfisma Grup, mahasiswa minimal 80% dapat :
a. Menjelaskan definisi dari Grup Siklik
b. Menentukan generator dari Grup Siklik
c. Menentukan orde dari Grup Siklik
d. Menentukan Grup Siklik dari suatu Grup
e. Menjelaskan definisi dari Grup Permutasi
f. Menentukan Grup Permutasi dari suatu Grup
g. Menjelaskan definisi dari Homomorfisma Grup
h. Menjelaskan definisi tiga hukum homomorfisma
i. Mengidentifikasi apakah suatu Grup adalah Homomorfisma Grup atau bukan

Deskripsi Singkat :
Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai definisi dan sifat-sifat / syarat-syarat dalam
membentuk suatu Grup Siklik, Grup Permutasi dan Homomorfisma Grup






BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

55

1.1. Grup Siklik

Pada bab 3, telas dibahas mengenai orde dari suatu Grup dan
Subgrup. Pada sub pokok bahasan ini akan dijelaskan suatu orde dari
suatu grup yang setiap unsurnya dapat ditulis sebagai perpangkatan
(positif atau negetif) atau perkalian dari suatu unsur tetap dari Grup
tersebut. Grup yang seperti ini dinamakan Grup Siklik.

Definisi 4.1 : (terhadap perkalian)
Grup (G, .) disebut siklik, bila ada elemen a G sedemikian hingga
G ={a
n
| n Z}. Elemen a disebut generator dari grup siklik tersebut.

Definisi 4.2 : (terhadap penjumlahan)
Grup (G,+) disebut siklik, bila ada elemen a G sedemikian hingga
G ={na | n Z}.

Definisi 4.3 :
Misalkan (G,*) adalah suatu Grup dan a G, maka generator a yang
membangun suatu Subgrup [a] dinamakan Subgrup Siklik dari (G,*).

Jadi yang dimaksud dengan Subgrup Siklik yaitu suatu Subgrup
yang dibangkitkan oleh satu unsur.

Definisi 4.4 :
Misalkan (G,*) adalah suatu Grup dan a G, maka generator a yang
membangun suatu Subgrup [a] dimana [a] = G, maka Subgrup tersebut
dinamakan Grup Siklik.

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

56

Dengan kata lain, Grup Siklik adalah Subgrup yang unsur-unsurnya
merupakan unsur-unsur dari Grup itu sendiri. Suatu Grup Siklik bisa
beranggotakan terhingga banyaknya unsur, bisa juga beranggotakan tak
hingga unsur-unsur.
Grup Siklik yang beranggotakan banyaknya unsur terhingga
dinamakan Grup Siklik berhingga dan Grup Siklik yang beranggotakan
banyaknya unsur tak terhingga dinamakan Grup Siklik tak hingga.

Contoh 4.1 :
Misalkan G = {-1, 1} adalah suatu Grup terhadap operasi perkalian (G, .).
Tentukan Grup Siklik dari Grup tersebut.
Penyelesaian :
Generator dari G = {-1, 1} adalah -1 dan 1
[-1] = {(-1)
n
| n Z}
= {(-1)
0
, (-1)
1
, (-1)
2
, }
= {-1, 1}
[1] = {(1)
n
| n Z}
= {(1)
0
, (1)
1
, (1)
2
, }
= {1}
generator -1 adalah membangun suatu Grup Siklik, sehingga :
[-1] = {-1, 1}
generator 1 adalah membangun Subgrup Siklik, sehingga :
[1] = {1}.

Contoh 4.2 :
Misalkan G = {0, 1, 2, 3} adalah suatu Grup terhadap penjumlahan (G,+).
Tentukan Grup Siklik dari Grup tersebut.


BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

57

Penyelesaian :
Generator dari G = {0, 1, 2, 3} adalah 0, 1, 2 dan 3
[0] = {n(0) | n Z}
= {0}
[1] = {n(1) | n Z}
= {0.1, 1.1, 2.1, 3.1, }
= {0, 1, 2, 3}
[2] = {n(2) | n Z}
= {0.2, 1.2, 2.2, 3.2, }
= {0, 2}
[3] = {n(3) | n Z}
= {0.3, 1.3, 2.3, 3.3, }
= {0, 3, 2, 1}
generator 1 dan 3 adalah membangun suatu Grup Siklik, sehingga :
[1] = [3] = {0, 1, 2, 3}
generator 0 dan 2 adalah membangun Subgrup Siklik, sehingga :
[0] = {0}
[2] = {0, 2}

Contoh 4.3 :
Grup (Z,+) merupakan Grup Siklik tak hingga yang dibangun
oleh 1.
Penyelesaian :
[1] = {, -2.1, -1.1, 0.1, 1.1, 2.1, }
= {, -2, -1, 0, 1, 2, }
Jadi, 1 merupakan genertor yang membentuk Grup Siklik tak hingga.



BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

58

Contoh 4.4 :
Misalkan I
4
= {1, -1, i, -i} adalah Grup bilangan kompleks terhadap
perkalian (I
4
, .). Tentukan Grup Siklik dari Grup tersebut.
Penyelesaian :
Generator dari I
4
= {1, -1, i, -i} adalah 1, -1, i dan -i
[1] = {(1)
n
| n Z}
= {(1)
0
, (1)
1
, (1)
2
, }
= {1}
[-1] = {(-1)
n
| n Z}
= {(-1)
0
, (-1)
1
, (-1)
2
, }
= {-1, 1}
[i] = {(i)
n
| n Z}
= {(i)
0
, (i)
1
, (i)
2
, (i)
3
, (i)
4
, }
= {1, i, -1, -i}
[-i] = {(-i)
n
| n Z}
= {, (-i)
-2
, (-i)
-1
,(-i)
0
, (-i)
1
, (-i), }
= {1, -i, i, -1 }
generator i dan -i adalah membangun suatu Grup Siklik, sehingga :
[i] = [-i] = {1, -1, i,-i}
generator 1 dan -1 adalah membangun Subgrup Siklik, sehingga :
[1] = {1}
[-1] = {1, -1}

Teorema 4.1 :
Setiap Grup Siklik adalah Grup Abelian.
Bukti :
Misalkan (G, .) merupakan Grup Siklik dan a merupakan pembangun dari
G, sehingga G ={a
n
| n Z}.

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

59

Ambil x, y G, sehingga x = a
m
dan y = a
n
, untuk m, n Z.
x . y = a
m
. a
n
= a
m+n
= a
n+m
= a
n
. a
m
= y . x
Jadi, (G, .) merupakan Grup Komutatif.
Misalkan (G, +) merupakan Grup Siklik dan a merupakan pembangun dari
G, sehingga G ={na | n Z}.
Ambil x, y G, sehingga x = na dan y = ma, untuk m, n Z.
x + y = na + ma = (n + m)a = (m +n)a = ma + na = y + x
Jadi, (G, +) merupakan Grup Komutatif.

Contoh 4.5 :
Dari contoh 5.2, tunjukan bahwa Grup Siklik tersebut merupakan Grup
Komutatif.
Penyelesaian :
Generator 1 dan 3 adalah membangun suatu Grup Siklik dari Grup
G = {0, 1, 2, 3} terhadap penjumlahan (G,+).
Misalkanl x, y G, sehingga x = na dan y = ma, untuk m, n Z.
Ambil n = 1 dan m = 2, dan generator a = 3
x + y = na + ma
= (n + m)a
= 1.3 + 2.3
= (1 + 2).3
= 3.3 = 1
y + x = ma + na
= (m + n)a
= 2.3 + 1.3
= (2 + 1).3
= 3.3 = 1
Jadi, Grup Siklik G = {0, 1, 2, 3} merupakan Grup Komutatif.

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

60

1.2. Grup Permutasi

Definisi 4.5 :
Suatu permutasi dari n unsur adalah suatu fungsi bijektif dari himpunan n
unsur ke himpunan itu sendiri.

Untuk memudahkan digunakan bilangan bulat (1, 2, 3, , n) untuk
menyatakan himpunan n unsur.
Permutasi disajikan :
|

\
|
=
) ( ) 3 ( ) 2 ( ) 1 (
3 2 1
n
n

L
L


Contoh 4.6 :
Misalkan permutasi pada himpunan permutasi-permutasi dari bilangan-
bilangan bulat (1, 2, 3, 4, 5) sehingga (1) = 2, (2) = 1, (3) = 4,
(4) = 5 dan (5) = 3.
Ditulis permutasi ini :
|

\
|
=
3 5 4 1 2
5 4 3 2 1


Jika dan adalah dua permutasi, maka hasil kali dari dan
didefinisikan (i) = ((i)) untuk setiap i = 1, 2, 3, , n (yaitu kali ,
berarti pertama kita mengerjakan permutasi kemudian mengerjakan
permutasi pada hasi kalinya).

Contoh 4.7 :
Misalkan dan dua permutasi yang didefinisikan sebagai berikut :
|

\
|
=
3 5 4 1 2
5 4 3 2 1
dan
|

\
|
=
1 2 3 4 5
5 4 3 2 1
. Tentukan dan .

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

61

Penyelesaian :
Untuk menentukan kita definisikan komposisi o , sehingga :
(1) = ((1)) = (5) = 3
(2) = ((2)) = (4) = 5
(3) = ((3)) = (3) = 4
(4) = ((4)) = (2) = 1
(5) = ((5)) = (1) = 2
Jadi
|

\
|
=
2 1 4 5 3
5 4 3 2 1

Untuk menentukan kita definisikan komposisi o , sehingga :
(1) = ((1)) = (2) = 4
(2) = ((2)) = (1) = 5
(3) = ((3)) = (4) = 2
(4) = ((4)) = (5) = 1
(5) = ((5)) = (3) = 3
Jadi
|

\
|
=
3 1 2 5 4
5 4 3 2 1


Definisi 4.6 :
Misalkan A adalah suatu himpunan berhingga dan S(A) adalah himpunan
semua pemetaan bijektif dari himpunan A pada dirinya sendiri, maka
komposisi pemetaan <S(A), o> adalah merupakan Grup Permutasi.

Jadi permutasi dari A jika dan hanya jika S(A) dan himpunan
A berhingga. Sebarang himpunan permutasi-permutasi yang membentuk
Grup disebut Grup Permutasi. Grup dari semua permutasi dari himpunan n
unsur disebut Grup Simetris Berderajat n dan dinyatakan dengan (S
n
,o).
Order dari Grup S
n
adalah n! dan bila n > 2 dimana n bilangan bulat
positif, maka S
n
tidak komutatif.
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

62

Contoh 4.8 :
Orde Grup dari S
2
adalah 2! = 2, sehingga S
2
=
)
`

\
|
|

\
|
1 2
2 1
,
2 1
2 1
.

Contoh 4.9 :
Orde Grup dari S
3
adalah 3! = 6, sehingga S
3
= {
0
,
1
,
2
,
1
,
2
,
3
},
dimana :

|

\
|
=
3 2 1
3 2 1
0
dan
|

\
|
=
2 3 1
3 2 1
1


|

\
|
=
1 3 2
3 2 1
1
dan
|

\
|
=
1 2 3
3 2 1
2


|

\
|
=
2 1 3
3 2 1
2
dan
|

\
|
=
3 1 2
3 2 1
3

Diperoleh tabel komposisi dari Grup ini :

Tabel 4.1.
Komposisi Grup Simetris S
3

O
0

1

2

1

2

3


0

0

1

2

1

2

3


1

1

2

0

3

1

2


2

2

0

1

2

3

1


1

1

2

3

0

1

2


2

2

3

1

2

0

1


3

3

1

2

1

2

0


Grup tersebut tidak komutatif / abelian, dapat dibuktikan bahwa Grup
yang sebanyak-banyaknya terdiri dari 5 unsur yang abelian. Sedangkan S
3

terdiri dari 6 unsur, sehingga S
3
merupakan suatu contoh Grup tidak
abelian dengan unsur terkecil.
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

63

Perhatikan segitiga sama sisi dengan titik sudut 1, 2, 3. Unsur-
unsur
0
,
1
,
2
dapat ditafsirkan rotasi searah jarum jam dari segitiga
sama sisi mengelilingi titik berat di bidang.

sebelum rotasi sesudah rotasi

0
: rotasi 0
o
(360
0
)


1
: rotasi 120
o

2
: rotasi 240
o




Gambar 4.1.
Rotasi S
3
searah jarum jam

Unsur-unsur
1
,
2
,
3
dapat ditafsirkan pencerminan-pencerminan
terhadap garis-garis sudut dari segitiga sama.





1 2
3
1 2
3
1 2
3
2 3
1
1 2
3
3 1
2
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

64

sebelum pencerminan sesudah pencerminan

2
: pencerminan
terhadap garis bagi 1

1
: pencerminan
terhadap garis bagi 2

3
: pencerminan
terhadap garis bagi 3

Gambar 4.2
Pencerminani S
3
terhadap garis-garis bagi sudut

Oleh karena alasan ini, S
3
juga disebut Grup simetris segitiga sama
sisi dengan lambang D
3
yang berarti Grup Dihedral ketiga. Grup Dihedral
ke-n dengan notasi D
n
adalah Grup Simetris segi n yang beraturan.

Definisi 4.7 :
Bila a
1
, a
2
, , a
r
adalah unsur-unsur yang berbeda dari {1, 2, 3, , n},
permutasi S
n
, yang didefinisikan oleh:
(a
1
) = a
2
, (a
2
) = a
3
, , (a
r-1
) = a
r
, (a
r
) = a
1

dan (x) = x bila x {a
1
, a
2
, , a
r
} disebut suatu siklus dari r unsur atau
siklus-r.
1 2
3
1 3
2
1 2
3
3 2
1
1 2
3
2 1
3
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

65

Dari definisi tersebut, bila diperhatikan nilai dari n tak muncul
dalam notasi siklus. Misalnya :
( ) 3 4 2 1
3 1 4 2
4 3 2 1
=
|

\
|
, adalah siklus-4 dalam S
4,
dan
( ) 6 3 5 4 2 1
1 3 5 6 4 2
6 5 4 3 2 1
=
|

\
|
, adalah siklus-6 dalam S
6,
dan
( ) 5 6 2
5 2 4 3 6 1
6 5 4 3 2 1
=
|

\
|
, adalah siklus-3 dalam S
6


Contoh 4.10 :
Tulislah ( ) 2 4 3 1 = dan ( ) 3 1 = , serta ( ) ( ) 4 3 2 1 o = sebagai
permutasi dalam S
4
. Hitunglah o o .
Penyelesaian :
( ) 2 4 3 1 =
|

\
|
=
2 4 1 3
4 3 2 1

( ) 3 1 =
|

\
|
=
4 1 2 3
4 3 2 1

( ) ( ) 4 3 2 1 o =
|

\
|
=
|

\
|
|

\
|
=
3 4 1 2
4 3 2 1
3 4 2 1
4 3 2 1
4 3 1 2
4 3 2 1
o
sehingga
o o

|

\
|
|

\
|
|

\
|
=
3 4 1 2
4 3 2 1
4 1 2 3
4 3 2 1
2 4 1 3
4 3 2 1
o o


|

\
|
=
3 2 4 1
4 3 2 1

( ) 3 4 2 =

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

66

Suatu permutasi yang tidak siklus dapat dipisahkan menjadi
dua atau lebih siklus. Bila adalah suatu permutasi dalam S
n
dan
a {1, 2, 3, , n}, maka orbit atau putaran dari a di dalam terdiri dari
unsur-unsur yang berbeda a, (a),
2
(a),
3
(a), .
Permutasi dapat dipisahkan menjadi beberapa orbit yang berbeda,
dan tiap-tiap orbit diberikan sebagai suatu siklus.
Misalkan
|

\
|
=
6 7 8 1 4 2 5 3
8 7 6 5 4 3 2 1
, dalam S
8
.
Dalam permutasi a, (1) = 3,
2
(1) = (3) = 2,
3
(1) = (2) = 5, dan

4
(1) = (5) = 1. Jadi orbit dari 1 adalah {1, 3, 2, 5}, dan juga merupakan
orbit dari 2, 3 dan 5. Orbit tersebut diberikan oleh siklus-4 yaitu
( ) 5 2 3 1 . Orbit dari 4 dan 7 adalah mereka sendiri, karena tetap
pada mereka. Orbit 6 dan 8 adalah {6, 8}, yang diberikan oleh siklus-2
yaitu ( ) 8 6 . Orbit-orbit dari dapat digambarkan oleh gambar berikut :








Gambar 4.3
Siklus-siklus lepas dari

Dapat kita periksa bahwa hasil dari ( ) ( ) ( ) ( )
7 8 6 4 5 2 3 1 o o o = .
Dikarenakan tidak ada suatu bilangan yang termasuk ke dalam dua siklus
yang berbeda, maka siklus-siklus tersebut disebut siklus yang saling lepas
(disjoint).

1
3
2
5
4
7
6
8
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

67

1.3. Homomorfisma

Sering kali dijumpai adanya dua buah Grup yang memiliki struktur
yang sama, seperti pada Grup multifikatif (perkalian) dari himpunan
bilangan kompleks {1, -1, i, -i} dan Grup dari matriks-matriks
)
`

0 1
1 0
,
0 1
1 0
,
1 1
0 1
,
1 0
0 1
terhadap perkalian matriks, yang
memiliki daftar Cayley yang sama atau identik.
Jika himpunan bilangan kompleks kita misalkan sebagai himpunan
{e, a, b, c} dan Grup dari matriks-matriks kita misalkan sebagai
himpunan {E, A, B, C}, maka daftar Cayley dapat kita buat seperti pada
tabel 5.2. dan tabel 5.3.

Tabel 4.2.
Daftar Cayley {e, a, b, c}
. e a b c
e e a b c
a a e c b
b b c a e
c c b e a

Tabel 4.3.
Daftar Cayley {E, A, B, C}
. E A B C
E E A B C
A A E C B
B B C A E
C C B E A
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

68

Dari tabel 4.2. dan 4.3. dapat kita lihat adanya perpadanan
satu-satu (1 1) antara unsur-unsur dari Grup empat bilangan kompleks
{1, -1, i, -i} dan Grup matriks sedemikian hingga jika x perpadanan
dengan x dan y berpadanan dengan y maka xy berpadanan dengan xy,
dikatakan perpadanan tersebut sebagai mengawetkan hasilkali.
Dapat disimpulkan dari daftar Cayley bahwa kedua Grup tersebut
struktur-strukturnya memiliki sifat yang sama atau identik, yang
dinamakan Isomorpik.

Definisi 4.8 :
Bila (S, .) dan (T, .) adalah merupakan dua Grup, maka fungsi : S T
disebut Homomorfisma Grup, bila :
(a.b) = (a) . (b), a, b S
Bila grup-grup tersebut memiliki operasi berbeda, misalnya (S,*) dan
(T,o), maka fungsi : (S,*) (T,o) disebut Homomorfisma Grup, bila :
(a * b) = (a) o (b), a, b S

Ada beberapa definisi khusus mengenai Homomorfisma adalah sebagai
berikut :

Definisi 4.9 :
a. Monomorfisma adalah suatu Homomorfisma Grup yang injektif.
b. Epimorfisma adalah suatu Homomorfisma Grup yang surjektif.
c. Isomorfisma adalah suatu Homomorfisma Grup yang bijektif.

Definisi 4.10 :
Suatu Homomorfisma dari suatu Grup ke dalam dirinya sendiri dinamakan
suatu Endomorfisma dan suatu Endomorfisma yang bijektif dinamakan
Automorfisma.

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

69

Contoh 4.11 :
Tunjukan bahwa Grup (Z
2
,+) dan (H = {-1, 1}, .) adalah merupakan
Homomorfisma.
Penyelesaian :

Tabel 4.4.
Daftar Cayley Grup (Z
2
,+) dan (H = {-1, 1}, .)
+ 0 1

. -1 1
0 0 1

-1 1 -1
1 1 0

1 -1 1


Dari tabel 4.4. menunjukkan kedua grup (Z
2
,+) dan (H, .) tidak sama,
tetapi dari kedua tabel tersebut menunjukkan suatu kemiripan satu
dengan yang lainnya. Jumlah dari sebarang dua unsur di
(Z
2
,+) berkorespodensi pada hasil kali kedua unsur yang bersesuaian di
(H, .), sehingga terdapat korespodensi 1 1 dari kedua tabel tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa kedua Grup memiliki struktur yang sama. Jadi
kedua Grup tersebut dikatakan Isomorfik.
Sekarang akan ditunjukan bahwa pemetaan : (Z
2
,+) (H, .), untuk
setiap a, b Z
2
. Dari tabel diketahui pemetaan (0) = 1 dan (1) = -1,
sehingga :
(a + b) = (a) . (b)
(0 + 1) = (0) . (1)
(1) = 1 . -1
-1 = -1

Jadi terbukti bahwa : (Z
2
,+) (H, .) suatu Homomorfisma yang
pemetaannya bijektif, sehingga merupakan Isomorfisma.

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

70

Contoh 4.12 :
Misalkan (Z,+) adalah Grup penjumlahan dari semua bilangan
bulat. Tunjukan bahwa (Z,+) yang didefinisikan pemetaan : Z Z
adalah (x) = 2x, x Z, adalah suatu Homomorfisma.
Penyelesaian :
Akan ditunjukkan sifat dari Homomorfisma :
Misalkan x, y Z, maka
(x + y) = 2(x + y)
= 2x + 2y
(x + y) = (x) + (y)
Sehingga adalah suatu Homomorfisma.
Dalam hal ini Homomorfisma merupakan suatu Endomorfisma karena
daerah kawan (kodomain) sama dengan daerah asal (domain), dengan
kata lain pemetaan itu dari sautu Grup ke dalam dirinya sendiri.


4.4. Rangkuman

1. Grup (G, .) disebut siklik, bila ada elemen a G sedemikian hingga
G ={a
n
| n Z}. Grup (G,+) disebut siklik, bila ada elemen a G
sedemikian hingga G ={na | n Z}. Elemen a disebut generator dari
Grup Siklik tersebut.

2. Misalkan (G,*) adalah suatu Grup dan a G, maka generator a yang
membangun suatu Subgrup [a] dimana [a] = G, maka Subgrup
tersebut dinamakan Grup Siklik.


BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

71

3. Misalkan A adalah suatu himpunan berhingga dan S(A) adalah
himpunan semua pemetaan bijektif dari himpunan A pada dirinya
sendiri, maka komposisi pemetaan <S(A), o> adalah merupakan Grup
Permutasi.

4. Bila a
1
, a
2
, , a
r
adalah unsur-unsur yang berbeda dari {1, 2, 3, , n},
permutasi S
n
, yang didefinisikan oleh:
(a
1
) = a
2
, (a
2
) = a
3
, , (a
r-1
) = a
r
, (a
r
) = a
1

dan (x) = x bila x {a
1
, a
2
, , a
r
} disebut suatu siklus dari r unsur
atau siklus-r.

5. Suatu pemetaan : S T dari Grup G ke Grup T disebut
Homomorfisma Grup, bila :
(a.b) = (a) . (b), a, b S
Suatu pemetaan : (S,*) (T,o) dari Grup G ke Grup T disebut
Homomorfisma Grup, bila :
(a * b) = (a) o (b), a, b S

6. Suatu Homomorfisma Grup yang injektif disebut Monomorfisma, suatu
Homomorfisma Grup yang surjektif disebut Epimorfisma, dan suatu
Homomorfisma Grup yang bijektif disebut Isomorfisma.

7. Suatu Homomorfisma dari suatu Grup ke dalam dirinya sendiri
dinamakan suatu Endomorfisma dan suatu Endomorfisma yang bijektif
dinamakan Automorfisma.





BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

72

4.5. Soal-soal Latihan

1. Diketahui matriks
)
`

=
0 1
1 0
,
0 1
1 0
,
1 0
0 1
,
1 0
0 1
M adalah
suatu Grup terhadap perkalian. Tunjukan apakah (M, .) merupakan
suatu Grup Siklik.

2. Diketahui matriks
)
`

=
1 0
0 1
,
1 0
0 1
,
1 0
0 1
,
1 0
0 1
N adalah
suatu Grup terhadap perkalian. Tunjukan apakah (N, .) merupakan
suatu Grup Siklik.

3. Buktikan dengan contoh bahwa Subgrup dari Grup Siklik merupakan
juga Grup Siklik.

4. Diketahui :
|

\
|
=
3 5 4 1 2
5 4 3 2 1
dan
|

\
|
=
1 2 3 4 5
5 4 3 2 1
. Tentukan
apakah :
a. =
b. () = ()

5. Selidiki apakah himpunan permutasi permutasi-permutasi berikut :
a.
)
`

\
|
|

\
|
|

\
|
=
1 2 3
3 2 1
,
1 3 2
3 2 1
,
3 2 1
3 2 1
S
b.
)
`

\
|
|

\
|
=
2 3 1
3 2 1
,
3 2 1
3 2 1
T
terhadap operasi perkalian merupakan suatu Grup.


BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

73

6. Carilah hasil kali dari permutasi-permutasi berikut:
a. (1 4 6 7) o (2 5 3)
b. (1 2 4 5) o (2 3 4)
c. (3 7 2) o (1 5) o (4 2)

7. Carilah orde Grup dari S
4
dan tentukan Grup Dihedral D
4
dengan
gambar dan buatlah tabel komposisinya.

8. Dari fungsi f : R R berikut, manakah yang merupakan suatu
Isomorfisma dari (R,+) ke (R,+).
a.
2
) (
) (
x x
e e
x f

=
b. 3 3 ) ( = x x f
c.
3
) ( x x f =

9. Buktikan bahwa, jika (x) = ln x, x > 0, x R, maka adalah suatu
Isomorfisma dari (R
+
,+) ke (R,+).

10. Carilah semua Homomorfisma Grup dari :
a. Z ke Z
4

b. Z ke D
3