Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM 7 TAKSONOMI PHANEROGAMAE ZINGIBERIIDAE dan LILIIDAE Rabu, 2 Mei 2012

Oleh: Nama NIM Kelas Kelompok Semester Asisten : Rini Sulastri : 1410160067 : Biologi B :3 : IV : 1. Eva Purnama Sari 2. Zaenal Mustopa

LABORATORIUM BIOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012

ZINGIBERIIDAE dan LILIIDAE

I.

TUJUAN 1. Mengenali dan mengamati serta memahami ciri-ciri dari berbagai family dari subkelas Zingiberidae dan Liliidae. 2. Mengklasifikasikan berdasarkan karakteristik masing-masing preparat.

II.

DASAR TEORI Subkelas Zingiberidae sebagian besar berupa herba. Daun pada

umumnya roset batang. Bunga dalam karangan, seringkali ada braktea yang berwarna. Bunga ada yang biseksual ada yang uniseksual, ada hipogyn tetapi sebagian besar Epigyn. Stamen berjumlah 6 dalam dua lingkaran, tetapi serikngkali hanya 5 atau 1 stamen saja yang fungsional sedangkakn sisanya steril atau berubah menjadi stamenodium yang petaloid. Gynoecium tersusun dari 3 karpel, beruang 3 atau kadang-kadang beruang (Tjitrosoepomo, Gembong. 2009). Subkelas Zingiberidae terdiri atas 2 ordo, 9 familia, dan kurang lebih 3800 spesies. Kedua ordo anggota Zingiberidae yaitu ordo Bromeliales dan ordo Zingiberales. Kedua ordo kurang lebih mempunyai jumlah spesies yang sama akan tetapi ordo Bromeliales hanya terdiri atas satu familia yaitu Bromeliaceae. Ordo Zingiberales mempunyai 8 familia yaitu : Strelitziaceae, Heliconiaceae, Musaceae, Lowiaceae, Zingiberaceae, Costaceae, Cannaceae, dan Marantaceae. Zingiberidae menyerupai Liliidae (dan berbeda dari Commelinidae) pada umumnya memiliki nectaries septum dan biasanya memiliki kapal terbatas pada akar. Mereka menyerupai Commelinidae (dan berbeda dari sebagian besar Liliidae) dalam memiliki sepal dan kelopak baik dibedakan dalam warna dan tekstur dan memiliki perbungaan bracted. Sebuah paralel karakteristik menyiripvenasi terlihat pada 8 familinya (Tjitrosoepomo, Gembong. 2010). Ordo Liliidae kebanyakan berupa terna perennial, mempunyai rimpang, umbi sisik atau umbi lapis, kadang-kadang juga berupa semak atau perdu, bahkan berupa pohon, ada pohon, ada pula yang merupakan tumbuhan

memanjat. Daun tersebar pada batang atau merupakan rozet akar. Bunga banci, atau karena adanya reduksi salah satu alat kelaminnya menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf atau zigomorf, biasanya tersusun dalam rangkaian yang bersifat rasemos. Hiasan bunga berupa tenda bunga berbilangan 3 yang tersusun dalam 2 lingkaran, menyerupai mahkota, kadang-kadang seperti kelopak, tetapi jarang dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkota. Benang sari bisanya 6, dalam 2 lingkaran, lingkaran yang dalam sering kali tidak ada. Bakal buah menumpang atau tenggelam (Tjitrosoepomo, Gembong. 2010). Kebanyakan beruang 3 dengan bakal biji yang anatrop. Buahnya buah kendaga atau buah buni. Biji dengan endosperm berdaging atau seperti tanduk. Warga bangsa Liliales mempunyai daerah distribusi yang sangat luas, meliputi semua daerah beriklim sedang dan beriklim tropika, sebagian kecil di daerahdaerah iklim panas. Famili Liliaceae terna dengan rimpang atau umbi lapis, kadang-kadang semak atau perdu berupa tumbuhan memanjat. Daun tunggal, tersebar pada batang atau terkumpul sebagai rozet akar, adakalanya tereduksi dan cabangcabang berubah menjadiklakodium. Bunga kecil sampai sangat besar dan amat menarik, kebanyakan banci, aktinomorf atau sdikit zigomorf. Hiasan bunga berupa tenda bunga yang menyerupai mahkota dengan atau tanpa pelekatan berupa buluh, terdiri atas 6 daun tenda bunga, jaranga hanya 4 atau lebih dari 6, kebanyakan jelas tersusun dalam 2 lingkaran. Benang sari 6, jarang sampai 12 atau hanya 3, bergadapan dengan daun-daun tenda bunga. Tangkai sari bebas atau berlekatan dengan berbagai cara. Kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, jarang dengan suatu liang pada ujungnya. Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, kebanyakan beruang 3, dengan tembuni di sudut-sudut ruang. Buahnya buah kendaga atau buah buni. Biji dengan banyak sekali endosperm, lembaga lurus atau bengkok. Family ini ditaksir meliputi sampai 4000 jenis tumbuhan, terbagi dalam 240 merga yang dikelompokkan lagi dalam 12 anak suku. Daerah distribusinya meliputi seluruh dunia.

III.

ALAT DAN BAHAN Alat : - Buku gambar - Alat tulis - Bahan : - Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan) - Curcuma domestica (Kunyit) - Heliconia metalica (Pisang-pisangan) - Musa x paradisiaca (Pisang Ambon) - Canna indica (Bunga Tasbih) - Gladiolus gandavensis (Bunga Gladiol)

IV. 1.

LANGKAH KERJA Diamati masing-masing preparat struktur daun dan alat-alat yang melengkapinya, sturktur batang, kondisi alat perkembangbiakkan. 2. 3. Dibuat gambar beserta keterangan spesifikasinya yang telah diamati. Klasifikasikan masing-masing preparat berdasarkan karakteristiknya dan kekerabatan diantara preparat.

V.

HASIL PENGAMATAN

VI.

PEMBAHASAN Berdasakan pengamatan yang dilakukan pada praktikum Taksonomi

Phanerogamae mengenai tumbuhan Magnoliophya Subclassis Asteriidae berdasarkan karakteristiknya serta ciri umum meliputi batang, daun, bunga, perhiasan bunga, alat kelamin bunga, bagian yang merupakan ciri khasnya dan distribusi seks-nya. Dari Subclassis Zingiberiidae untuk Famili Zingiberaceae diwakili oleh Curcuma domestica (Kunyit), Famili Heliconiaceae diwakili oleh Heliconia metalica (Pisang-pisangan), Famili Musaceae diwakili oleh Musa x paradisiaca (Pisang Ambon) dan Famili Cannaceae diwakili oleh Canna indica (Bunga Tasbih). Sedangkan dari Subkelas Liliidae untuk Famili Liliaceae diwakili oleh Gladiolus gandavensis (Bunga Gladiol) dan Famili Orchidaceae diwakili oleh Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan). Pengamatan pertama yaitu pada Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan). Klasifikasi ilmiah Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan) : Kingdom Divisi Classis Subclassis Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Lilliopsida : Liliidae : Orchidales : Orchidaceae : Phalaenopsis : Phalaenopsis amabilis

Berdasarkan pengamatan batangnya, Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan) memiliki habitus herba karena tumbuhan ini memiliki batang yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu yang biasanya ditanam menempel pada pohon lain. Percabangan monopodial berpalapah dan batang berbentuk bulat atau silindris. Berdasarkan pengamatan daunnya, memiliki daun tunggal terdiri dari satu helai daun tanpa adanya persendian atau artikulasi pada dasar. Daun tumbuhan ini menempel pada pelepah (ekuitan). Bentuk daunnya sempit atau

lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjang daunnya sehingga dinamakan bangun garis (linier). Mempunyai satu tulang di tengah yang besar membujur daun atau sejajar (rectinervis) dengan tepi daun rata (entire). Memiliki ujung daun yang runcing (acutus) dengan pangkal daun rompang (truncatus) (Tjitrosoepomo,2007,hal 32). Berdasarkan pengamatan bunga

Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan) besar warna tajuk yang menyolok termasuk bunga majemuk karena menghasilkan

banyak helaian bunga dan bersatu dalam kelopak dengan perbungaan rasemosa atau spika yaitu percabangan monopodial atau tidak terbatas, ujung sumbu di utama dapat tumbuh terus menghasilkan bunga-bunga sampai berhenti karena telah tercapai stadium buah. Memiliki 2 buah mahkota bunga (corolla) dan 3 buah kelopak bunga (calix) yang berwarna putih keunguan, dan 1 buah benang sari (stamen). Bagian bawah bunga yang berhadapan dengan sepal dorsal disebut labellum. Bagian yang menonjol pada bunga ini disebut columna, dimana di dalamnya terdapat putik dan kelenjar madu (polen). Distribusi seks Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan) monoesious atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak. Tanaman Phalaeonopsis amabilis memiliki akar yang tumbuh tegak keluar dari tanah yang berfungsi untuk memperoleh udara sehingga bias disebut dengan akar nafas (pneumatophora) yaitu cabang-cabang vertical dari akar (Tjitrosoepomo,2007,hal 96). Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan) dikenal sebagai tanaman hias populer yang dimanfaatkan bunganya. Bunga anggrek sangat indah dan variasinya luar biasanya banyaknya hampir tidak terbatas. Anggrek biasa dijual sebagai tanaman pot maupun sebagai bunga potong. Indonesia memiliki kekayaan jenis anggrek yang sangat tinggi, terutama anggrek epifit yang hidup di pohon-pohon hutan.

Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan) mempunyai peran penting dalam pengembangan tehnik pengobatan herbal yang menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan. Penggunaan obat tradisional dengan bahan tanaman Anggrek telah digunakan dalam pengobatan tradisional dalam upaya untuk mengobati banyak penyakit. Mereka telah digunakan sebagai sumber obat herbal di Cina sejak 2800 SM. Pengamatan kedua yaitu pada Curcuma domestica (Kunyit). Klasifikasi ilmiah Curcuma domestica (Kunyit) : Kingdom Divisi Classis Subclassis Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Lilliopsida : Liliidae : Zingiberales : Zingiberaceae : Curcuma : Curcuma domestica

Berdasarkan pengamatan batangnya, tanaman kunyit berhabitus herba (tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu). batangnya semu yang tidak bercabang dilindungi oleh pelepah-pelepah daun dan segi penampang berbentuk bulat atau silindris. Batangnya menyerupai umbi. Berdasarkan pengamatan daunnya, macam daun tunggal mempunyai selsel menguap tersusun dalam dua baris kadang-kadang jelas mempunyai 3 bagian berupa helaian, tangkai dan upih, selain itu juga lidah-lidah (Pudjoarinto, 1993, hal 413). Memiliki letak daun ekuitan yaitu daun menempel pada pelepah. circumscriptio (bentuk daun) memanjang dengan pertulangan daun (nervatio) menyirip (Penninervis) yaitu daun ini mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun. Tepi daun (margo folii) rata atau entire dan ujung daun (apex folii) meruncing atau acuminatus serta pangkal daun (basis folii) meruncing atau acuminatus.

Berdasarkan pengamatan bungannya, bunga termasuk bunga majemuk karena bunganya

menghasilkan banyak helaian bunga dan bersatu dalam kelopak dengan perbungaan rasemosa atau percabangan monopodial atau tidak terbatas, ujung sumbu di utama dapat tumbuh terus menghasilkan bunga-bunga sampai berhenti karena telah tercapai stadium buah Distribusi seksnya monoesious atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak seta tanaman ini menghasilkan umbi. Kunyit sering digunakan sebagai bumbu untuk memberi warna kuning pada masakan, atau sebagai pengawet. Produk farmasi berbahan baku kunyit misalnya untuk peradangan sendi (arthritis- rheumatoid) atau osteo-arthritis berbahan aktif natrium deklofenak, piroksikam, dan fenil butason dalam bentuk kapsul. Kandungan utama kunyit adalah kurkumin dan minyak atsiri yang berfungsi untuk pengobatan hepatitis, antioksidan, gangguan pencernaan, anti mikroba, anti kolesterol, anti HIV, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara, menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar, anti invasi, anti rheumatoid arthritis (rematik). Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken). Pengamatan ketiga yaitu pada Heliconia metalica (Pisang-pisangan). Klasifikasi ilmiah Heliconia metalica (Pisang-pisangan) : Kingdom Divisi Classis Subclassis Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Zingiberiidae : Zingiberales : Heliconiaceae : Heliconia : Heliconia metalica L.

Berdasarkan pengamatan tanaman Heliconia metalica L. (Pisangpisangan) memiliki batang semu yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu maka, habitusnya termasuk herba dengan percabangan monopodial berpelapah. Berdasarkan referensi, pelepah (vagina) adalah suatu derivat dari daun penumpu.(Ahmad Dasuki,1992,hlm 20) Memiliki bentuk panampang bulat silindris. Berdasarkan pengamatan daunnya, daun Heliconia metalica L. (Pisangpisangan) termasuk daun tunggal karena terdiri atas satu helai daun, dengan filotaksis berseling (folia disthica). Berdasarkan refarensi dinamakan folia disthica karena umumnya tata letak daun tersebar.

(Tjitrosoepomo,2007,hlm.70) Bentuk daun (circumscriptio) bulat telur lonjong (Ovatus-oblongus) dengan pertulangan (nervatio) tipe menyirip (Penninervis) karena mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun. Tepi daun (margo folii) bertipe rata (entire), memiliki ujung daun (apex folii) dengan tipe runcing (Acutus) dan pangkal daun (basis folii) membundar (rounded) (Tjitrosoepomo,2007). Berdasarkan pengamatan bunganya, Heliconia metalica L. (Pisang-pisangan) merupakan bunga majemuk tak terbatas karena bunganya menghasilkan banyak helaian bunga, dengan perbungaan rasmosa yaitu bunga bertangkai nyata. Simetri bunga zigomorf yaitu simetri bilateral yang dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama. Memiliki mahkota (corolla) bertipe ugulatus. Berjumlah banyak berwarna putih kekuningan dan kelopak (calix) banyak berwarna merah. Benang sarinya poliadelfus atau banyak tungkai bersatu dalam lebih dari dua ikatan. Distribusi seksnya monoesious atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak. Tanaman ini mempunyai spata. Heliconia metalica L. (Pisang-pisangan) berbatang semu yang kecil-kecil dan tumbuh berumpun indah ditanam dimuka rumah karena bentuknya kecil

oleh karena itu Heliconia metalica L. (Pisang-pisangan) memiliki manfaat sebagai tanaman hias. Selain itu, untuk obat mencret. Pisang-pisangan juga memiliki kandungan kimia yaitu saponin dan flavonoida, di samping itu daunnya juga mengandung tanin serta bunganya mengandung polifenol. Pengamatan keempat yaitu pada Musa x paradisiaca (Pisang Ambon). Klasifikasi ilmiah Musa x paradisiaca (Pisang Ambon) : Kingdom Divisi Classis Subclassis Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Zingiberiidae : Zingiberales : Musaceae : Musa : Musa x paradisiaca

Berdasarkan pengamatan tanaman Musa x paradisiaca L. (Pisang Ambon) memiliki berbatang semu berpelepah, warna hijau muda sampai cokelat, lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu maka, habitusnya termasuk herba dengan percabangan monopodial berpelapah. Berdasarkan referensi, pelepah (vagina) adalah suatu derivat dari daun penumpu.(Ahmad Dasuki,1992,hlm 20) Memiliki bentuk panampang bulat silindris. Berdasarkan pengamatan daunnya, daun Musa x paradisiaca L. (Pisang Ambon) termasuk daun tunggal lengkap yaitu adanya pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Filotaksis berseling (folia disthica). Berdasarkan refarensi dinamakan folia disthica karena umumnya tata letak daun tersebar. (Tjitrosoepomo,2007,hlm.70) tangkai dan pelepah daun sering bergetah seperti air dan bagian bawah berlilin. Bentuk daun (circumscriptio) bulat telur lonjong (Ovatus-oblongus) dengan pertulangan (nervatio) tipe menyirip (Penninervis) karena mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun. Daunnya mudah koyak oleh karena itu daunnya mudah sobek. Tepi daun (margo folii)

bertipe undultus, memiliki ujung daun (apex folii) dengan tipe menusuk (mucronatus) dan pangkal daun (basis folii) rompang (truncucatus)

(Tjitrosoepomo,2007). Berdasarkan pengamatan bunganya, Musa x paradisiaca L. (Pisang Ambon) merupakan bunga majemuk tak terbatas karena bunganya

menghasilkan banyak helaian bunga, dengan perbungaan rasmosa yaitu bunga bertangkai nyata. Simetri bunga zigomorf yaitu simetri bilateral yang dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama. Selain itu, memilki daun pelindung (spata) berwarna merah, mudah rontok, mahkota bunga tiga buah berwarna putih kekuningan. Tangkai daunnya tersusun seperti gelang sepusat dan muncul dari batang utama. Bunga jantan pada umumnya mempunyai 5 benang sari berwarna kream. dan antara yang satu dengan yang lain ada yang lebih panjang dan ada yang lebih pendek. Kepala putiknya berkantung sangat panjang. Distribusi seksnya monoceous atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama. Musa x paradisiaca L. (Pisang Ambon) memiliki banyak manfaat diantaranya pada penyakit stroke, anemia, gangguan pencernaan, sebagai sumber dari kandungan seratnya yang sangat tinggi, mengurangi rasa nyeri di persendian karena kandungan vitamin B6. Selain itu, untuk meredam stress, kandungan serotonin memiliki kemampuan penenang diyakini sangat ampuh membantu mengurangi emosi bagi orang yang sedang stress. Untuk memelihara berat badan, mencegah osteoporosis karena kandungan kalsium dalam pisang sangat tinggi, yaitu mencapai 6 mg per 100 gram pisang ambon. Manfaat pisang ambon untuk kulit, yaitu untuk masker yang dioleskan ke seluruh wajah dan leher, menyegarkan kulit, mendinginkan kulit kering. Selain manfaat yang banyak, Pisang ambonmemiliki sfek samping untuk bayi. Menurut penelitian terbaru menyimpulkan bahwa kandungan tiramin dalam pisang ambon dan pisang jenis lainnya berefek spasmolitik sehingga bisa

melemahkan peristaltik usus, dimana efek lanjutan dari kandungan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan pencernaan. Pengamatan kelima yaitu pada Canna indica (Bun ga Tasbih). Klasifikasi ilmiah Canna indica (Bunga Tasbih) : Kingdom Divisi Classis Subclassis Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Zingiberiidae : Zingiberales : Cannaceae : Canna : Canna indica

Berdasarkan pengamatan bunga Canna indica (Bunga Tasbih) berhabitus herba (tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu) dengan persimpangan monopodial (kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan mati kalau terjadi kerusakan) dan berbentuk silindris. Pengamatan bagian daunnya merupakan daun tunggal (terdiri dari satu helai daun tanpa adanya persendian atau artikulasi pada dasar) dengan letak daun berselang-seling (alternate). Bentuk daunnya (circumscriptio) yaitu berbentuk seperti jantung (kordatus), pertulangan (nervatio) menyirip atau peninervis yaitu berbentuk seperti bulu burung dengan satu urat daun tengah yang bercabang-cabang menjadi urat-urat daun lateral pada berbagai ketinggian. Tepi daunnya (margo folii) bergelombang atau undulatus yaitu torehan maupun tonjolan tumpul membulat, ujung daun (apex folii) meruncing atau acuminatus serta pangkal daun (basis folii) sagitarus atau panah (Tjitrosoepomo,2007,hal 34). Berdasarkan pengamatan bunganya, merupakan bunga majemuk karena bunganya menghasilkan banyak helaian bunga dan bersatu dalam kelopak berbentuk payung dengan perbungaan rasemosa yaitu percabangan monopodial atau tidak terbatas, ujung sumbu di utama dapat tumbuh terus menghasilkan

bunga-bunga sampai berhenti karena telah tercapai stadium buah dan simetri bunga zigomorf (hanya dapat dibagi oleh satu bidang simetri). Mahkota bunganya melingkupi batang. Selain itu benang sari (stamen) terletak di dalam bunga dan putik (pistillum) juga di dalam bunga. Distribusi seksnya monoesious atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak. Bunga tasbih ini memiliki rasa agak manis dan sejuk. Dapat sebagai penurun panas, menurunkan tekanan darah dan penenang (tranquilize).Bunga tasbih juga berkhasiat untuk menurunkan hipertensi, serta menurunkan panas. Selain itu tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengatasi keputihan,sakit kuning, batuk darah, radang kulit bernanah, dan lain sebagainya. Pengamatan keenam yaitu pada Gladiolus gandavensis (Bunga Gladiol). Klasifikasi ilmiah Gladiolus gandavensis (Bunga Gladiol) : Kingdom Divisi Classis Subclassis Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Lilliopsida : Liliidae : Liliales : Liliaceae : Gladiolus : Gladiolus gandavensis

Berdasarkan pengamatan batangnya, habitus Gladiolus gandavensis (Bunga Gladiol) adalah herba karena tumbuhan ini memiliki batang yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu. memiliki percabangan simpodial jadi batang pokok sukar ditentukan karena dalam perkembangan selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya dengan bentuk batang bulat (silindris) (Tjitrosoepomo,2007,hal 86). Berdasarkan pengamatan daunnya, macam daun tumbuhan ini tunggal terdiri dari satu helai daun tanpa adanya persendian atau artikulasi pada dasar. Daun tumbuhan ini menempel pada pelepah (ekuitan). Bentuk daunnya sempit

atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjang daunnya sehingga dinamakan bangun garis (linier). Mempunyai satu tulang di tengah yang besar membujur daun atau sejajar (rectinervis) dengan tepi daun rata (entire). Pada ujung daunnya yang runcing tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh leih tinggi, hingga ujung daun tampak sempit panjang dan runcing sehingga disebut ujung daun yang meruncing (acuminatus) (Tjitrosoepomo,2007,hal 32). Berdasarkan pengamatan bunganya, termasuk ke dalam bunga majemuk karena bunganya menghasilkan banyak helaian bunga dan bersatu dalam kelopak dengan tipe perbungaan simosa atau tiap-tiap kuncup terminal menghasilkan satu bunga dan percabangan keluar dari kuncup-kuncup aksiler dari braktea (ada atau tidak). Tanaman gladiol akan berbunga sekitar 60-90 hari setelah tanam. Kelebihan dari bunga potong yang satu ini adalah kesegarannya bisa bertahan sampai sekitar satu setengah minggu dan dapat berbunga sepanjang waktu. Warnanya dan penampilannya akan tampil maksimal jika ditanam di kondisi dimana mereka mendapatkan cahaya matahari yang penuh, dan dapat membantu tanaman ini menyimpan energi matahari tersebut untuk masa pertumbuhannya di tahun berikutnya. Perlu diingat juga bahwa bagian tertentu dari bunga gladiol ini mengandung racun, jika dimakan atau disentuh bisa mengakibatkan reaksi iritasi atau alergi. Manfaat dari bunga gladiol ini adalah untuk sarana peralatan tradisional, untuk keperluan agama, ritual ritual tertentu, dan upacara kenegaraan. Bunga gladiol ini adalah salah satu cut-flowers atau bunga potong yang paling banyak dicari orang baik sebagai bunga hias atau untuk keperluan tanaman kebun karena bunga ini sangat menarik perhatian atau "eye-catching".

VII.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan dalam praktikum Zingiberiidae dan Liliidae dapat disimpulkan bahwa: a. Subkelas Zingiberiidae memiliki karakteristik habitus herba mempunyai rhizome dan akar serabut atau umbi akar. Daun tersebar atau berseling, pelepah terbuka atau tertutup. Kelopak dan tajuk bunga pada lingkaran yang terpisah. b. Subkelas Liliidae memiliki karakteristik kebanyakan berupa terna perennial, kadang-kadang juga berupa semak atau perdu, bahkan berupa pohon, ada pohon. Daun tersebar pada batang atau merupakan rozet akar. Bunga banci, atau karena adanya reduksi salah satu alat kelaminnya menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf atau zigomorf. c. Heliconia metalica (Pisang-pisangan) dan Musa x paradisiaca memiliki habitus yang sama. Memiliki kekhasan yang sama yaitu adanya braktea berwarna merah dan bunga majemuk. Sedangkan kunyit memiliki ciri khas filotaksis yang roset batang, selain itu memiliki batang yang merupakan umbi d. Phalaeonopsis amabilis (Anggrek Bulan) memiliki bagian khas yaitu akar nafas. Pada bunganya terdapat bagian yang disebut collumna dan labellum. Sedangkan Gladiolus gandavensis (Bunga Gladiol) memiliki ciri khas bunga dengan berbagai macam warna yang menarik dan terdapat kuncup aksilar dari braktea. Sedangkan Canna indica (bunga Tasbih) memiliki ciri khusus batangnya berpelepah dan bunga yang warnanya menarik.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Reece. Biologi Jilid 2. Jakarta : Erlangga. Kimball, J. W. 2004. Biologi. Jakarta: Eirlangga. Pudjoarinto, Agus dkk. 1993. Botani. Jakarta: Universitas Terbuka. Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press. Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University Pers. Tjitrosomo, Siti Sutarmi. 2005. Botani Umum 3. Bandung: Angkasa. Dasuki, Undang Ahmad. 1992. Fitografi. Bandung : Pusat Ilmu Hayati ITB http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga-tasbih Diakses tanggal 7/05/2012. Pukul 20.00 WIB http://pesona-anggrek.blogspot.com/2012/03/aneka-manfaat-tanamananggrek.html http://elevenmillion.blogspot.com/2009/07/bunga-gladiol-gladiolus.html