NASKAH BAHAN AJAR AUDIO VISUAL (MULTIMEDIA) Bentuk Tema Judul Durasi No 1 Musik Intro : Bahan Ajar Audio

Visual (Multimedia) : Kursus Elektronika : Cara Kerja IC 555 : 30 menit Audio    2 Pengenalan IC 555 IC 555 adalah salah satu jenis IC digital yang sangat banyak  kegunaannya. IC 555 bisa berfungsi sebagai astable multivibrator dan bisa berfungsi juga sebagai Bistabil Multivibrator Berikut ini adalah pin Out IC 555. Fungsi dari setiap pin adalah: Pin 1(Ground). Pin ini merupakan titik referensi untuk seluruh sinyal dan tegangan pada rangkaian 555, baik rangkaian intenal maupun rangkaian eksternalnya. Pin 2(Trigger). Berfungsi untuk membuat output high, ini terjadi pada saat level tegangan pin trigger dari High menuju < 1/3 Vcc Pin 3(Output). Output mempunyai 2 keadaan, High dan Low Pin 4(Reset). Reset terjadi pada saat pin 4 Low. Pada saat reset, output akan Low. Supaya bisa bekerja, pin 4 harus diberi High. Pin 5(Voltage Control). Jika pin 5  Visual/Video Logo Kemendiknas Logo Hertz Judul Program Nara sumber menunjukkan bentuk fisik IC 555 Nara sumber menunjukkan Pin Out IC 555 Durasi (30’’)

7.diberi tegangan. Pin ini untuk menerima supply DC voltage yang diberikan. C1 detik. pin 6 tertrigger sehingga output akan low. pin 7 akan High Impedance. Pada saat output High.  Nara sumber menunjukkan rangkaian 555 digital yang IC Astabil menggunakan sebagai Multivibrator prinsip tegangan 5 –12V(maksimum 18 V). Cara kerja IC 555 sebagai Astabil Multivibrator. maka pin 7 akan berimpedansi tinggi. maka level tegangan threshold akan berubah dari 2/3 Vcc menjadi V5.7(R2) sehingga pin 2 tertrigger dan output akan high kembali. Pada saat supply diberikan VC1 akan low. Output Low. maka pin 2 ditrigger sehingga output akan High. Untuk membuat output Vcc Pin 7(Discharge). terjadi pada saat tegangan pin 6 dari Low menuju > 2/3 . Low. C1 detik. Setelah 0. Proses pengisian C1 terjadi lagi Demikian proses seterusnya sehingga tegangan output akan High selama 0. Output High. sehingga terjadi proses pengisian C1 dari +Vcc  R1  R2  C1.7(R1+R2)C1 detik maka tegangan VC1 akan mencapai 2/3 Vcc.7 (R1+R2) C1 detik dan kemudian Low selama 0. R2. biasanya 3 akan bekerja jika diberi  Nara sumber menunjukkan rangkaian IC 555 sebagai Astabil multivibrator. Pada saat ini pin 7 akan Low Impedance. sehingga tegangan C1 C1=1/3 akan Vcc discharge melalui R2. pin 7 akan Low Impedance. Pin 8 (Vcc). Setelah 0. Level tegangan trigger akan berubah dari 1/3 Vcc menjadi ½ V5 Pin 6(Threshold).

Berikut seterusnya jika Pin 2 ditrigger kembali. Pin 7 C3 akan berimpedansi rendah. saat tersebut C1 diisi melalui R1 & VR.4 Cara kerja IC 555 sebagai Monostabil Multivibrator Pada saat pin 2 ditrigger Pada pin 3 (output) akan High dan pin 7 akan berimpedansi tinggi. dan pin 7.C1 detik. maka pin 6 (threshold) low akan mencapai tegangan 2/3 Vcc sehingga output akan kembali (rendah).  Nara sumber menunjukkan rangkaian 555 digital yang IC menggunakan sebagai Multivibrator prinsip Monostabil akan dikosongkan(discharge) melalui Disusun Oleh: Tim     HERTZ Electronics Institute: Paulus Wijayacitra Rahmanita Agustin Sukitno Lim David .1 (R1 + VR).  Nara sumber menunjukkan rangkaian IC 555 sebagai Monostabil multivibrator. setelah 1.