Anda di halaman 1dari 10

PEMUCATAN MINYAK CPO DENGAN MENGGUNAKAN ABSORBEN REFINERY DAN PRODUK TURUNAN CPO Dosen Pembimbing : IRIANTO SASTRO

PRAWIRO , SST

NAMA : NIM :

IM WIRA SAPUTRA 303 2009 122

Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Ketapang 2012

I.

TUJUAN Dengan mempelajari cara pemucatan minyak CPO dengan menggunakan absorben maka

mahasiswa dapat mengetahui dan mengerti perubahan yang terjadi selama proses pemucatan pada minyak CPO.

II.

DASAR TEORI PENGOLAHAN MINYAK GORENG (PEMUCATAN)

Pengertian Bleaching atau pemucatan merupakan proses untuk memperbaiki warna minyak (Estiasih, 2009). Proses ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Misalnya pada minyak ikan tertentu, terutama minyak hasil samping penepungan ikan, kadang-kadang tidak menarik sehingga kenampakannya harus diperbaiki melalui proses pemucatan. Warna minyak ikan juga disebabkan oleh asam lemak bebas beraksi membentuk senyawa berwarna. Adanya logam bebas seperti Fe mempercepat proses perubahan warna tersebut. Konsumen umumnya menghendaki minyak yang bening dan jernih sehingga pada minyak ikan tertentu harus dilakukan proses pemucatan. Tujuan utama proses bleaching adalah menghilangkan warna dari minyak. Selain warna, pemucatan juga berperan mengurangi komponen minor lainnya seperti aroma, senyawa bersulfur dan logam-logam berat. Selain itu, pemucatan juga dapat mengurangi produk hasil oksidasi lemak seperti peroksida, aldehida dan keton. Pada proses pemucatan hanya sedikit komponen yang dihilangkan. Biasanya pemucatan dilakukan setelah proses pemurnian alkali. Metode Bleaching Menurut Estiasih (2009), ada dua metode umum pemucatan, yaitu metode adsorbsi dengan menggunakan adsorben dan metode pemucatan kimiawi. Metode kimia jarang digunakan dan merupakn metode penghilangan warna dengan cara mengoksidasi pigmen dalam minyak menjadi senyawa yang tidak berwarna. Metode ini tidak digunakan untuk minyak makan. Efek merugikan pada pemucatan secara kimiawi adalah selain mengoksidasi pigmen, minyak juga dapat teroksidasi. Bahan kimia yang digunakan pada proses pemucatan kimiawi ini antara lain natrium klorit, hidrogen peroksida, natrium hiperklorat, natrium perpirofosfat, kalium permanganat, asam hidroklorat dan natrium dikromat.

Metode pemucatan yang lainnya menurut Andersen untuk pemucatan minyak sawit dan lemak lainnya yang telah dikenal antara lain : 1. Pemucatan dengan adsorbsi; cara ini dilakukan dengan menggunakan bahan pemucat seperti tanah liat (clay) dan karbon aktif. 2. Pemucatan dengan oksidasi; oksidasi ini bertujuan untuk merombak zat warna yang ada pada minyak tanpa menghiraukan kualitas minyak yang dihasilkan, proses pemucatan ini banyak dikembangkan pada industri sabun. 3. Pemucatan dengan panas; pada suhu yang tinggi zat warna akan mengalami kerusakan, sehingga warna yang dihasilkan akan lebih pucat. Proses ini selalu disertai dengan kondisi hampa udara. 4. Pemucatan dengan hidrogenasi. Hidrogenasi bertujuan untuk menjenuhkan ikatan rangkap yang ada pada minyak tetapi ikatan rangkap yang ada pada rantai karbon kerotena akan terisi atom H. Karotena yang terhidrogenasi warnanya akan bertambah pucat. Jenis Absorben Adsorbsi merupakan suatu peristiwa fisik pada permukaan suatu bahan yang tergantung dari spesifik affinity antara adsorben dan zat yang diadsorbsi (Ketaren, 1986). Adsorbsi dapat diklasifikasikan menjadi adsorbsi fisik dan kimia. Adsorbsi fisik terjadi karena adanya gaya Van der Walls dan bersifat reversibel. Adsorbent yang digunakan dalam adsorbsi fisik harus memiliki luas permukaan yang luas sebagai tempat terkumpulnya solute. Sedangkan adsorbsi secara kimia biasanya bersifat irreversibel. Karena molekul molekul dalam zat padat tiap tiap arah sama maka gaya tarik menarik antara satu molekul dengan yang lain di sekelilingnya adalah seimbang. Sebab daya tarik yang satu akan dinetralkan oleh yang lain yang letaknya simetris. Lain halnya yang ada di permukaan, gaya gaya tersebut tidak seimbang karena pada suatu arah di sekeliling tersebut tidak ada molekul lain yang menariknya. Akibatnya zat tersebut akan mempunyai sifat menarik molekulmolekul gas atau solute ke permukaannya. Metode pemucatan dengan adsorben adalah proses adsorbsi komponen-komponen pigmen dan pengotor dalam minyak dengan menggunakan tanah pemucat (bleaching earth) atau adsorben sintetik. Jenis absorben penting yang digunakan pada proses pemucatan adalah tanah pemucat atau lempung aktif. Kebanyakan tanah pemucat ini terdiri atas mineral aluminium silikat. Penggunaannya pada proses pemucatan minyak umumnya setelah tanah pemucat tersebut diaktifkan. Aktivasi yang biasa dilakukan adalah aktivasi dengan asam. Tujuan aktivasi ini adalah mengaktifkan tapak aktifnya (active site) sehingga dapat berfungsi sebagai adsorben. Jika tidak dilakukan aktivasi, tanah pemucat seperti bentonit dan montmorilonit, tidak mampu menghilangkan warna. Tanah pemucat yang sudah diaktivasi terdapat berbagai tingkatan derajat aktivasi dari netral hingga asam. Tanah pemucat yang lebih asam digunakan untuk memucatkan minyak yang lebih sulit dihilangkan pigmen atau warnanya. Kekurangan penggunaan tanah pemucat yang bersifat asam adalah selama proses pemucatan dapat terjadi hidrolisis terhadap trigliserida sehingga meningkatkan kadar asam lemak bebas. Sebaliknya, tanah pemucat yang kurang asam lebih sulit untuk memucatkan warna tetapi tidak meningkatkan kadar asam lemak bebas.

III.

ALAT DAN BAHAN a. Alat 1. Hot plat 2. Gelas erlemeyer 3. Gelas ukur 4. Spatula 5. Thermometer 6. Kertas saring 7. Kertas PH 8. Timbangan analitik b. Bahan 1. Minyak / CPO 2. Bahan pemucat/ absorben ( arang aktif )

IV.

PROSEDUR KERJA

CPO ditimbang sebanyak 50 gr kedalam beaker glass 250 ml , di amati dan di catat hasil pengamatan terhadap minyak

Kemudian absorben di timbang sebanyak 4%,5%,6%,7% dan dimasukkan ke beaker glass 250 ml

Panaskan sambil diaduk selama 15 menit dengan suhu 105 c

Saring dengan kertas saring

Hasil minyak diamati dan di bandingkan dengan hasil pengamatan sebelum nya

V.

HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN Tabel 1. Hasil pengamatan

Sebelum pemucatan kel Sampel


Berat awal (gr)
( cpo 50 gr + beaker )

Sesudah pemucatan

Warna dan PH Orange PH 4 Orange kemerahan PH 4 Jingga PH 4 Jingga PH 5

aroma

Kekentalan/ endapan Agak kental Tidak endapan Kental Tidak endapan Kental Tidak endapan Kental Ada endapan

Berat akhir(gr)
( cpo + erlemeyer )

Warna dan PH Coklat hitam PH 5 Merah manggis PH 5 Merah manggis PH 5 Agak hitam PH 5

aroma

Kekentalan/ endapan Sedikit kental Tidak endapan Agak kental Tidak endapan Kental Tidak ada endapan Sedikit kental Tidak ada endapan

Absorben 4% + cpo Absorben 5% + cpo Absorben 6% + cpo Absorben 7% + cpo

175,1

Tengik

161

Agak tengik Agak tengik Agak tengik

174,6

Tengik

149.4

177

Tengik

174.2

177

Tengik

44.2

tengik

Tabel 2 hasil perhitungan Sebelum Kel Sampel cpo Beaker kosong ( gr ) 125.1 gr 124.6 gr 127 127 gr gr Beaker kosong+sa mpel 175.1 gr 164.6 gr 177 177 gr gr Sampel cpo 45.3 gr 43 gr Erlemeyer kosong 115.7 gr 106.4 gr 129 gr 108.2 gr Erlemeyer kosong + sampel 161 gr 149.4 gr 174.2 gr 152.4gr
4% x 50 = 2 gr 5% x 50 = 2.5 gr 6% x 50 = 3 gr 7% x 50 = 3.5 gr

sesudah Arang aktif

1 2 3 4

50 gr 50 gr 50 gr 50 gr

45.2 gr 44.2 gr

Hasil perhitungan kelompok 3 : Sebelum reaksi Berat sampel cpo = 50 gr Berat beaker glass kosong = 127 gr Berat beaker glass kosong + berat sampel cpo = 127 gr + 50 gr = 177 gr Sesudah reaksi Berat sampel cpo = 45.2 gr Berat erlemeyer kosong = 129 gr Berat erlemeyer kosong + berat sampel cpo = 129 gr + 45.2 gr = 174.2 gr

VI.

PEMBAHASAN

Pemucatan minyak CPO dalam praktikum kali ini menggunakan adsorben berupa arang aktif yang berasal dari arang (pembakaran kayu yang tidak lagi timbul asap) yang diberi bahan pengaktif berupa HNO 3, H3PO4, sianida, Ca(OH) 2, C aCl 2, Ca3(PO4)2, NaOH, Na 2SO4, SO2, ZnCl 2, Na2CO3, dan uap ai r pada suhu tinggi. Pemberian bahan pengaktif bertujuan untuk m emperbesar luas perm ukaan arang dengan membuka pori-pori yang tertutup, sehingga memperbesar kapasitas adsorbsi terhadap zat warna. Seperti yang terlihat dalam tabel 1. banyak perubahan yang terjadi dalam proses pemucatan minyak CPO, jika dibandingkan antara sebelum dan sesudah penambahan arang aktif kecuali endapan. Tidak terdapat endapan pada minyak baik sebelum dan sesudah proses pemucatan. Perubahan yang dapat dilihat/terjadi dari segi warna, berat, pH disebabkan karena penambahan arang aktif. Arang yang telah diberi tambahan bahan pengaktif, menyebabkan pori-pori permukaan arang yang tertutup akan terbuka lebih besar sehingga besar kemungkinan warna karoten dari minyak CPO diserap oleh arang tersebut, itupun sesuai dengan konsentrasi adsorben yang digunakan, semakin banyak arang aktif yang digunakan maka besar kemungkinan warna yang dihasilkan akan semakin tua, sehingga arang aktif tidak seharusnya digunakan dalam proses pemucatan karena mengakibatkan warna yang tidak baik dan berat CPO semakin banyak berkurang. Dan pH arang adalah basa, sehingga menyebabkan pH minyak CPO yang semulanya asam ikut turun menjadi basa. Sedangkan perubahan yang terjadi pada aroma dan kekentalan minyak disebabkan karena perlakuan dari pemanasan. Terjadi reaksi oksidasi selama proses pemanasan berlangsung, yang membuat aroma CPO semakin tengik dan kekentalan CPO semakin berkurang. Perubahan pada aroma CPO yang seharusnya tidak terjadi, ini tidak sesuai dengan literatur yang ada bahwa fungsi dari arang aktif adalah menyerap aroma yang tidak diinginkan. Hal ini dapat terjadi akibat penambahan konsentrasi dari arang aktif yang tidak sebanding dengan konsentrasi dari CPO yang digunakan dan selain itu diberi perlakuan pemanasan yang terlalu lama (selama 15 menit) dan menggunakan suhu tinggi (suhu 105oc).

VII. a.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil prakrikum tersebut dapat disimpulkan bahwa, proses pemucatan dengan adsorben arang aktif terdapat kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya tidak ada reaksi samping antara arang aktif dan minyak, karena arang aktif hanya bertindak sebagai zat penyerap. Kekurangannya adanya kehilangan minyak dan daya pemucatan yang kurang bagus jika dibandingkan dengan proses kimia. Penghilangan warna jingga dapat di lakukan dengan menggunakan arang aktif

b.

Saran Sebaiknya pada praktikum berikutnya digunakan juga bahan pemucat kimia untuk membandingkan absorben mana yang lebih baik. Lebih meggunakan alat yang standar agar praktikum berjalan dengan baik

DAFTAR PUSTAKA
Buku Job Sheet Refinery Dan Produk Turunan Crude Palm Oil, 2012. http://www.attayaya.net http://regionalinvestment.com/newsipid./id/usserfiles/komoditi/2/oilpalm_profilsingkat.pdf

DJATMIKO,B DAN S KETAREN. 1985 Pemurnian Minyak. Agro Industri Press fereta IPB . Bogor