P. 1
ARTIKEL SEJARAH LOMBOK

ARTIKEL SEJARAH LOMBOK

|Views: 73|Likes:
Dipublikasikan oleh Siti Raudatus Solihah

More info:

Published by: Siti Raudatus Solihah on May 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2012

pdf

text

original

ARTIKEL SEJARAH LOMBOK Tema : Perekonomian Judul : Program Bumi Sejuta Sapi Pemerintah NTB di Lombok Timur .

Program Bumi Sejuta Sapi ata biasa disingkat BSS merupakan suatu program unggulan pemerintah NTB yang teha digalakkan sejak tahun 2009.Hal ini bermula dari komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan program swasembada daging guna memenuhi kebutuhan konsumsi daging nasional seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan ekonomi agar seimbangnya antara tingkat produksi dan konsumsi daging. Dalam program ini pemerintah NTB melakukan usaha peningkatan jumlah ternak sapi di seluruh kawasan NTB baik Pulau Lombok maupun Sumbawa. Jenis ternak sapi yang dikembangkan adalah diutamakan jenis sapi Bali disamping itu jenis sapi lainnya yang dikembangkan yaitu seperti Hissar, Simental, Limousin, Brangus, Frisien Holstein, Brahman, dan sapi-sapi hasil persilangan berbagai jenis tersebut. Di kawasan Lombok Timur pelaksanaan program BSS dilakukan di setiap desa di beberapa kecamatan. Di daerah Lombok Timur terdapat 20 kecamatan dengan 42.524 peternak sapi yang tersebar di setiap desa. Pelaksanaanya dengan cara pemberian dana bantuan program BSS sejumlah Rp. 5.000.000/ekor termasuk biaya pemeliharaanya. Namun, pemberian bantuan tidak ditujukan kepada semua peternak. Bantuan program ini hanya diberikan kepada peternak miskin. Misalnya dari 100 orang peternak diberikan bantuan hanya kepada 40 orang saja. Selain pemberian bantuan berupa keuangan, agar pelaksanaan program BSS ini dapat berjalan dengan optimal, dalam proses perawatan sapi pemerintah melakukan penyuluhan terhadap peternak-peternak di setiap desa sasaran program BSS. Pemerintah berpendapat bahwa pelaksanaan program BSS ini dapat membantu kesejahteraan perekonomian masyarakat. Namun para peternak mengaku

bahwa pekerjaan beternak hanya sebagai pekerjaan sampingan sedangkan pekerjaan utamanya adalah bertani karena jika hanya mengandalkan hasil beternak tentu mereka tidak bisa bertahan hidup karena keuntungan beternak tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama setahun. . Hasil beternak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sedangkan untuk biaya pendidikan tentu tidak mencukupi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->