Anda di halaman 1dari 5

A. Iridaceae Terna perenial dengan akar-akar yang tumbuh dari rimpang, umbi sisik, atau umbi lapis.

Daun-daun pipih memanjang, tersusun sebagai roset akar atau bertunggangan pada batang dalam dua baris, berupih pada pangkalnya. Bunga banci, aktinomorf atau zigomorf, kebanyakan tersusun dalam rangkaian yang bersifat rasemosa, seringkali tampak sangat indah dan menarik. Hiasan bunga terdiri atas tenda yang menyerupai mahkota, berbilangan 3, tersusun dalam 2 lingkaran dengan daun-daun tenda bunga yang sama atau berbeda baik dalam bentuk, struktur ukurannya, tidak lekas gugur. Benang sari 3, berhadapan dengan daun-daun tenda bunga yang di lingkaran luar, kepala sari beruang 2, membuka pada sisi yang membelakangi putik.Bakal buah tenggelam, beruang 3 atau 1, dengan banyak bakal biji yang anatrop.Tangkai putik 3, berlekuk 3 pada ujungnya, kadang pipih melebar seperti daun mahkota atau bersayap.Buahnya buah kendaga yang membuka dengan katupkatup, pada ujungnya terdapat seperti bekas luka yang berbentuk lingkaran. Biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil. Iridaceae mencakup sekitar 1.500-an jenis yang terbagi dalam kurang lebih 60 marga, terutama tersebar di daerah sekitar Laut Tengah, Afrika Selatan dan Amerika. Manfaaat gladiol Di Afrika Selatan digunakan dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk diare dan pilek. Manfaat Brojo lintang Sifat Khas dari Brojo lintang Pahit, mendinginkan, dan agak beracun. Namun berkhasiat sebagai Anti inflamasi, antipiretik, ekspektoran, stomakik, Asma, Radang kerongkongan. Dapat dibuat infus dengan komposisi Glikosida skekanin, belamkandin, dan iridin. Contoh-contoh a. Iris :I. Germanica, I. Florentina, I. Pallida, menghasilkan rimpang yang berguna dalam obat-obatan. b. Gladiolus : G. variabilis, G. psittacinus, G. cardinalis, tanaman hias, penghasil bunga potong. c. Belamcanda : B. chinensis, tanaman hias. d. Crocus : C. sativus, penghasil zat warna kuning (safran) dari kepala putiknya; C. neapalitanus, C. reticulatus, C. aureus, C. susianus, tanaman hias. e. Tigrida : T. pavonia (lilia singa) f. Freesia : F. refracta. g. Antholyza : A. plicata, A. paniculata.

Gladiol Kuning (Gladiolus tristis) Klasifikasi Gladiol Kuning Kingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Liliidae : Liliales : Iridaceae : Gladiolus : Gladiolus tristis Gambar. Gladiolus tristis

Gladiol tristis adalah spesies gladiol dikenal dengan nama umum, termasuk gladiol yang selalu berbunga, tanaman asli Afrika selatan. Hal ini dikenal di beberapa bagian Australia dan pesisir California. Tercermin dari kemudahan pertumbuhan dan toleransi air ketika tumbuh di belahan bumi Utara juga. (Goldblatt, Petrus dan Yohanes Manning. 1998. Gladiol di Afrika Selatan. Vlaeberg: Fernwood Press) Gladiol ini biasanya tumbuh satu setengah sampai satu meter tingginya, Setiap bunga memiliki enam tepal berwarna putih atau krem dengan garis tengah kehijauan atau keunguan. Bunga-bunga memiliki aroma mirip dengan anyelir dan cengkeh Nama Daerah : Gladiol kuning

Brojo Lintang (Belamcanda chinensis) Klasifikasi Brojo Lintang Kingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Liliidae : Liliales : Iridaceae : Belamcanda : Belamcanda chinensis Semak yang tegak dengan akar rimpang yang merayap; 1-1,5 m tingginya. Daun jelas 2 baris, dengan pangkal yang membelah berbentuk pelepah tinggi, bentuk garis atau lanset yang miring, hijau kebiruan, bertepi transparan, yang terendah 30-60 kali 2-4 cm, yang tinggi kecil dan agak berjarak. Batang bercabang hingga berbentuk malai rata, hanya pada ujung Gambar. Belamcanda chinensis

batang ada bunganya. Seludang bunga kecil, berbunga 6-12. Anak tangkai bunga 2-4 cm, tidak rontok. Daun tenda bunga berkuku, memanjang, panjang 2,5-3,5 cm, dari luar kuning dengan tepi oranye, dari dalam oranye dengan noda merah tua; 3 yang terluar yang terbesar, pada pangkalnya ada alur madu yang ungu tua. Bakai buah berparuh pendek. Tangkai putik lebih panjang dari pada benang sari, tidak bercabang lagi. Buah di Jawa jarang berkembang, memanjang, persegi 3 beralur, pecah menurut ruang berkatup 3, tinggi 12 cm. Dari Asia Timur; tanaman bias, juga liar; 1-2.000 m. Bagian yang Digunakan Akar. Nama Daerah Brojo lintang, Jamaka, suliga (Sunda), Semprit, wordi (jawa), Karimenga kulo, katna, ketep, ketew, kiris (minahasa).

B. Velloziaceae Terna perenial atau tumbuhan berkayu dengan batang yang tebal, bercabang-cabang menggarpu, batang tertutup oleh sisa-sisa daun yang telah gugur. Daun sempit memanjang, berujung runcing tersusun sebagai roset batang. Bunga terpisah-pisah pada tangkai yang panjang, berwarna putih, kuning atau biru yang kadang-kadang amat menarik, banci, aktinomorf. Hiasan terdiri atas 6 daundaun tenda bunga yang berlekatan, tersusun dalam 2 lingkaran. Benang sari 6 atau banyak dan tersusun dalam 6 berkas. Kepala sari bangun garis, membuka dengan celah membujur. Bakal buah tenggelam, beruang 3 dengan banyak bakal biji. Tangkai putik 1 dengan kepala putik bangun bongkol atau bercabang 3. Buahnya buah kendaga yang kering atau keras, ujung sering rata atau cekung, penuh dengan bekas-bekas hiasan bunga, bergigi 6, kadang-kadang berduri, membuka dengan membelah ruang. Biji banyak, pipih, mempunyai endosperm dan lembaga yang kecil. Suku ini hanya membawahi 2 marga saja, seluruhnya meliputi 170 jenis, sebagian besar di Amerika Selatan, sebagian kecil di Afrika tropika dan madagaskar. Contoh-contoh Vellozia : V. Arabica. Barbacenia : B. bicolor.

C. Aloeaceae Periodesitas yang annual, sifat akarnya adalah akar serabut. Batangnya memiliki percabangan yang monopodial, arah tumbuh batangnya adalah tegak lurus dengan bentuk batang yang bulat. daunnya tidak lengkap. Bentuk dari daunnya adalah bentuk pedang dengan pangkal dan ujung daun yang rata dan runcing, tepi daunnya rata berduri dengan pertulangan daun yang rata juga. Pada beberapa Aloeaceae merupakan tanaman yang cukup unik karena mengandung berbagai senyawa biologis aktif, seperti mannans asetat, polymannans, antrakuinon, dan berbagai lektin. Lidah buaya juga mengandung sekitar 75 jenis zat yang telah dikenal bermanfaat dan lebih dari 200 senyawa lain yang membuatnya layak digunakan dalam pengobatan herbal. Zat-zat tersebut termasuk enzim yang membantu pencernaan dan mengurangi peradangan, semua jenis vitamin terkecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, gula rantai panjang untuk menyeimbangkan kembali sistem pencernaan; saponin yang berfungsi sebagai anti-mikroba, dan 20 dari 22 jenis asam amino. Contoh-contoh A.barbadensis, Aloe indica, Aloe perfoliata, Aloe vera var. Chinensis. Aloe forbesii, Aloe inermis, Aloe scobinifolia, Aloe sinkatana, dan Aloe striata. (Treutlein, J., Smith, GFS, van Wyk, BE & Wink, W. 2003)

a. Lidah buaya Klasifikasi Lidah buaya Kingdom Divisio Classis Sub classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Lilidae : Liliales : Aloeaceae : Aloe : Aloe verra Gambar. Lidah Buaya

Lidah buaya adalah tak bertangkai atau bertangkai sangat pendek sukulen tanaman tumbuh 60-100 cm (24-39 in) tinggi, menyebar dengan offset. Daun tebal dan berdaging, hijau ke abu-abu-hijau dengan varietas menunjukkan bintik-bintik putih pada permukaan batang atas dan bawah. Tepi daun yang bergerigi dan memiliki gigi putih kecil.

Bunga-bunga diproduksi di musim panas pada lonjakan hingga 90 cm (35 in) tinggi, setiap bunga yang terjumbai, dengan kuning berbentuk tabung corolla 2-3 cm (0,8-1,2 inci) panjang.

Manfaat lidah buaya : Detoksifikasi. Jus lidah buaya adalah peluruh racun alami, tetapi juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang membantu tubuh kita mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan pencernaan. Lidah buaya berguna terutama pada kasus panas perut serta iritasi usus dan tukak lambung, Kesehatan mulut, Perawatan kulit, Diabetes. Setengah sendok jus lidah buaya yang diberikan selama 14 minggu terbukti mengurangi kadar gula darah sebesar 45 persen. Membantu gerakan usus. Aloe lateks mengandung

antrakuinon glycosidesaloin A dan B yang bermanfaat sebagai obat pencahar yang kuat. Bukti ilmiah untuk efektivitas kosmetik dan terapi lidah buaya terbatas dan saat ini sering bertentangan. Meskipun demikian, industri

kosmetik dan pengobatan alternatif secara teratur membuat klaim tentang menenangkan, pelembab, dan sifat penyembuhan lidah buaya, terutama melalui iklan Internet. Aloe vera gel digunakan sebagai suatu bahan dalam lotion tersedia secara komersial, yogurt, minuman, dan beberapa makanan penutup. (Boudreau MD dan Beland FA. 2006)