Anda di halaman 1dari 21

Identifikasi Bukti Audit

BAB 11

Identifikasi Bukti Audit


Setelah kriteria ditetapkan, langkah

selanjutnya adalah mengidentifikasikan jenis bukti yang akan dikumpulkan, baik sumber bukti yang berasal dari lingkungan internal atau eksternal organisasi auditee dan menentukan metodologi pengumpulan bukti yang akan dipergunakan. Pengumpulan bukti dilakukan oleh auditor mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap tindak lanjut.

Manfaat Identifikasi Bukti Audit


Auditor harus mengidentifikasi secara jelas

sifat, kualitas, dan jumlah bukti audit yang akan dikumpulkan. Manfaat sumber bukti adalah sebagai berikut:
a) Bukti akan digunakan untuk mendukung

temuan, kesimpulan, dan rekomendasi audit. b) Bukti-bukti audit mempunyai peran yang sangat penting terhadap keberhasilan pelaksanaan audit.

Jenis Bukti Audit


Bukti audit adalah informasi yang dikumpulkan dan

digunakan untuk mendukung temuan audit. Auditor harus merencanakan secara cermat jenis bukti yang akan dipergunakan dan sumber dari mana buktibukti tersebut akan diperoleh. Secara umum terdapat empat jenis bukti audit yang dapat dikumpulkan oleh auditor yaitu bukti fisik, bukti dokumenter, bukti kesaksian dan bukti analisis Auditor harus mempertimbangkan tingkat keandalan dan relevansi jenis bukti yang akan dikumpulkan, sesuai dengan tujuan dan lingkup audit.

Bukti Fisik
Bukti fisik dapat diperoleh dari inspeksi

langsung atau pengamatan yang dilakukan oleh auditor terhadap orang, properti, atau kejadian. Bukti tersebut dapat didokumentasikan dalam bentuk memorandum, foto, gambar, bagan, peta, atau contoh fisik.

Bukti Dokumenter
Bukti dokumenter terdiri atas informasi yang

diciptakan seperti surat, kontrak, catatan akuntansi, faktur, dan informasi manajemen atas kinerja. Jenis bukti ini adalah jenis bukti yang paling umum dan dominan, yang dijumpai oleh auditor dalam pelaksanaan audit.

Bukti Kesaksian
Bukti kesaksian (testimonial) diperoleh

melalui permintaan keterangan, wawancara, atau kuesioner dan meliputi perhitungan, pembandingan, pemisahan informasi menjadi unsur-unsur dan alasan yang rasional. Bukti ini dapat juga diperoleh dari pernyataan-pernyataan yang biasanya merupakan jawaban atas pertanyaanpertanyaan atau interviu.

Bukti Analitis
Bukti-bukti audit analitis diperoleh dari data yang telah diverifikasi dan dianalisis. Analisis tersebut dapat meliputi komputerisasi, analisa rasio, tren, dan pola data yang diperoleh dari auditee atau sumber yang relevan lainnya. Pembandingan juga dapat dilakukan dengan

standar industri (benchmarking). Analisis umumnya bersifat angka, misalnya rasio output yang dihasilkan dengan sumber daya yang digunakan. Analisis juga dapat berupa non-angka seperti tren konsistensi keluhan konsumen.

Sumber Bukti Audit


Berdasarkan sumbernya, bukti-bukti audit

dapat berasal dari :


a) Internal Entitas yang Diaudit
b) Eksternal Entitas yang Diaudit c) Sumber-sumber Lain

Internal Entitas yang Diaudit


Bukti-bukti audit berupa dokumen yang

berasal dari internal dapat berbentuk catatan-catatan akuntansi, salinan suratsurat keluar, uraian kerja rencana-rencana kerja, anggaran, laporan audit oleh satuan auditor intern, kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur yang ada, dan sebagainya.

Eksternal Entitas yang Diaudit


Bukti audit berupa dokumen yang berasal

dari eksternal, dapat berupa surat atau memorandum yang diterima oleh entitas, faktur-faktur, kontrak-kontrak, laporanlaporan audit, dan laporan-laporan lainnya yang berasal dari pihak ketiga.

Sumber-sumber Lain
Selain dari kedua sumber di atas, bukti-bukti audit dapat

dikumpulkan dari sumber lainnya, seperti : Peraturan dan kebijakan, petunjuk operasional, dan manual. Informasi keuangan, maupun informasi kinerja lainnya. Hasil pengujian terhadap arsip-arsip yang ada, yang sangat penting untuk direviu meliputi rencana-rencana strategis dan operasional, pengendalian manajemen, risalah-risalah rapat, surat-surat komplain/keluhan yang masuk, serta laporan-laporan hasil reviu dan audit. Bukti-bukti audit yang diperoleh melalui pengamatan.

Panduan Penggunaan Bukti Audit


Jenis Bukti Sumber Bukti Kapan Dibutuhkan

Fisik

Internal

1) Saat auditor ingin mengetahui kondisi entitas yang diaudit melalui gambar. 2) Auditor lebih yakin melakukan pengamatan fisik daripada menerima penjelasan tertulis.
Untuk melihat keabsahan suatu transaksi yang dilakukan oleh auditee, untuk memahami prosedur yang terdapat dalam entitas serta hal-hal lain yang terkait dengan entitas. Jika bukti dokumenter dari sumber internal dirasa kurang memadai atau perlu di-cross-check. Saat auditor perlu memperoleh kesaksian lisan dari pihak yang terkait langsung dengan entitas. Jika auditor merasa bahwa keterangan lisan dan tertulis dari entitas kurang memadai atau perlu di-cross-check. Untuk melakukan perbandingan dalam rangka mengukur kinerja internal entitas berdasarkan data time-series. Untuk membandingkan kinerja internal entitas dengan kinerja entitas lain yang sejenis.

Dokumenter

Internal

Eksternal Testimonial Internal Eksternal Analitis Internal Eksternal

Kecukupan, Kompetensi, dan Relevansi Bukti Audit


Auditor di lapangan akan menemukan

bermacam jenis dan berbagai sumber bukti. Pertanyaan yang timbul adalah berapa jumlah dan jenis bukti yang harus dikumpulkan sehingga dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung kesimpulan dan rekomendasi? Auditor harus mampu mengumpulkan bukti audit yang memenuhi karakteristik seperti kecukupan, kompeten, dan relevan.

Kecukupan, Kompetensi, dan Relevansi Bukti Audit


Pada tahap survei pendahuluan, bukti yang

diutamakan adalah bukti yang relevan. Sementara itu, pada tahap pengujian terinci bukti yang dikumpulkan harus cukup, komperen, dan relevan.

Kecukupan Bukti Audit


Bukti disebut cukup jika jumlahnya

(kuantitas) memenuhi syarat untuk mendukung temuan audit.

Kompetensi Bukti Audit


Bukti disebut kompeten sepanjang bukti tersebut

konsisten dengan fakta, yaitu sah atau valid. Berikut ini bermanfaat untuk menilai kompeten atau tidaknya suatu bukti:
1. 2. 3. 4. 5.

Bukti yang diperoleh dari pihak ketiga Bukti yang diperoleh dari sistem pengendalian yang efektif Bukti yang diperoleh secara langsung melalui pengamatan, perhitungan, dan inspeksi Dokumen asli Bukti kesaksian yang diperoleh dari individu yang independen atau pakar

Relevansi Bukti Audit


Bukti untuk mendukung suatu temuan audit

disebut relevan jika bukti tersebut jelas, mempunyai hubungan yang logis dengan tujuan dan kriteria audit

Ringkasan Studi Kasus 5


Dalam studi kasus akan dijelaskan mengenai

identifikasi bukti audit yang dilakukan oleh tim audit atas Kantor Palayanan Agraria. Pada tahap ini, tim audit hanya mengidentifikasi bukti-bukti audit yang akan dikumpulkan pada saat dilakukan pengujian terinci.

Permasalahan Bukti-Bukti Audit


Bukti audit kadang-kadang dapat menimbulkan masalah-masalah sebagai berikut: 1. Bukti-bukti audit yang berasal dari satu sumber. 2. Bukti-bukti audit yang bersifat oral
Bukti-bukti audit yang sudah tidak up-todate Sumber bukti-bukti audit mempunyai kepentingan pribadi 5. Sampel yang dikumpulkan tidak cukup mewakili. 6. Bukti-bukti audit yang tidak lengkap, yaitu buktibukti audit yang tidak menggambarkan sebab dan akibat. 7. Bukti-bukti audit yang saling bertentangan.
3. 4.

Permasalahan Bukti-Bukti Audit


Setelah tim melakukan identifikasi bukti

audit, langkah selanjutnya adalah menyusun laporan survei pendahuluan untuk menentukan apakah audit dilanjutkan ke tahap pengujian terinci atau berhenti pada tahap survei pendahuluan.