Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMEN & PENGUKURAN

PENERAAN ALAT UKUR VOLUMETRI

Pembimbing : Ibu Endang W Disusun oleh : Kelompok 7 Rizky Permatawati Sri Mardiaty Sri Wahyuni 111431025 111431026 111431027

Tanggal Praktikum

: 3 Mei 2012

Tanggal Penyerahan Laporan : 10 Mei 2012

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG ANALIS KIMIA 2011-2012

A. Judul Praktikum Peneraan Alat Ukur Volumetri

B. Tanggal Praktikum Kamis, 3 Mei 2012

C. Pembimbing Endang Widiastuti

D. Tujuan Setelah melakukan percobaan, mahasiswa diharapkan mampu:


Mengkalibrasi peralatan alat ukur volumetrik buret.

E. Dasar Teori Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Sedangkan Kalibrasi volumetrik biasanya digunakan untuk mengkalibrasi peralatan gelas seperti labu ukur, pipet, ataupun buret. Kalibrasi volumetrik ini dilakukan dalam laboratorium dengan pengkondisian suhu 20 derajat celsius (meskipun juga dapat dilakukan pada suhu 27 derajat celsius untuk daerah tropis seperti indonesia. Prinsip dari kalibrasi volumetrik ini adalah dengan mengkonversikan massa air suling yang menempati

alat yang dikalibrasi (misal : labu ukur, pipet, ataupun buret) menjadi volume alat ukur. Kalibrasi standar yang biasa dilakukan dengan membandingkan nasional suatu

terhubung

dengan

standar

maupun

internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. Alat ukur volume merupakan bagian dari perangkat peralatan yang digunakan dalam praktikum kimia analitik. Alat ukur volume yang dikalibrasi dalam percobaan ini meliputi buret, pipet mohr, pipet volumetrik, dan labu takar. Buret merupakan alat ukur volume yang bisa memindahkan beberapa volume sampai kapasitas maksimumnya. Pipet merupakan alat ukur volume yang bisa memindahkan suatu volume dari suatu wadah ke wadah lainnya. Pipet dibedakan menjadi pipet volumetrik dan pipet serologis. Pipet volumetrik hanya bisa memindahkan suatu volume yang tetap, sedangkan pipet serologis atau pipet Mohr merupakan pipet yang bia memindahkan berbagai volume sampai kapasitas maksimumnya. Labu takar merupakan alat ukur volume yang mengandung sejumlah volume cairan yang diisi sampai tanda tera. Kalibrasi alat ukur volume dilakukan untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran volume agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Prinsip kalibrasi alat ukur volume dilakukan dengan mengukur bobot suatu volume air destilat yang dikeluarkan oleh alat ukur volume. Bobot ini kemudian dibandingkan dengan bobot jenis air pada suhu pengukuran volume tersebut dilakukan, sehingga dapat ditentukan nilai ketepatannya. Alat pengukur volume merupakan alat bantu yang penting untuk setiap penentuan kuantitatif, dari sifat dan fungsi dapat dibedakan :

Pipet volume Buret

Labu ukur Pipet merupakan alat untuk mengukur volume kecil. Pipet

volume digunakan untuk mengukur volume tertentu, pipet harus ditera sebelum digunakan yaitu pada penggunaan pipet volume tertentu cairan harus mengalir keluar secra kuantitatif. Buret mempunyai ujung pelepasan yang dapat diatur, berupa tabung kaca dengan ukuran isi 5, 10, 20 atau 50 ml yang bagian bawahnya ditutup dengan kran gelas Buret ditera melalui pelepasannya. Labu ukur adalah labu berleher panjang yang mempunyai bagian bundar (perut) dengan volume 10, 25, 50, 100, 250 atau 1000 ml, yang ditutup dengan sumbat gelas yang diasah atau sumbat dari zat sinafsis. Ruang isinya ditandai dengan batas garis pada lehernya. Hasil akhir analisis kimia secara kuantitatif biasanya menunjukkan konsentrasi suatu senyawa di dalam sampel. Hasil ini biasanya tidak selalu tepat. Oleh karena itu diperlukan cara untuk mengurangi ketidaktepatan tersebut agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Akurasi merupakan tingkat ketepatan

antara nilai terukur dengan nilai yang sebenarnya. Presisi adalah tingkat atau derajat ketepatan antara ukuran-ukuran ulangan pada nilai yang sama, jadi presisi merupakan derajat kepadatulangan suatu hasil pengukuran. Ada dua kelompok kesalahan dapat mempengaruhi akurasi atau presisi dari nilai terukur. Kesalahan pasti adalah suatu kesalahan yang dapat ditentukan dan dapat dihindari atau dikoreksi. Kesalahan ini biasanya konstan, misalnya pada kasus timbangan yang tak terkalibrasi yang biasanya digunakan untuk penimbangan, kesalahan ini kadang-kadang bervariasi, tetapi dapat dihitung dan dikoreksi, seperti suatu buret yang mempunyai kesalahan pada pembacaan volumenya. Kesalahan tak pasti atau kesalahan acak yaitu suatu kesalahan pengukuran yang terjadi secara tak tentu. Kesalahan ini tidak dapat diramalkan atau diduga. Kesalahan ini mengikuti pola distribusi acak. Jadi persamaan matematika mengenai probabilitas

dapat diterapkan pada beberapa kesimpulan dari hasil pengukuran yang mungkin pada sederatan pengukuran. Kesalahan tidak pasti sesungguhnya dikarenakan kemampuan yang terbatas dari analisis. Prasyarat pertama untuk pengukuran yang tepat dan membuatnya sampai volume tertentu adalah alat gelas yang memenuhi syarat, hal-hal yang harus diperhatikan dalam penetapan volume sebenarnya dari wadah gelas adalah : 1. Berat jenis air tergantung pada suhu, sehingga berat satu liter air bukan 1000 gram untuk semua suhu 2. Oleh karena gaya tekan udara, yang pada suhu tertentu tergantung pada tekanan barometer, satu wadah dengan volume besar beratnya akan lebih kecil dibanding apabila ini ditimbang dalam hampa dan seharusnya diadakan koreksi.
3. Volume wadah gelas berubah-ubah dengan suhu. National bureau

of standart telah menerapkan suhu untuk mengadakan kalibrasi peralatan gelas, karena suhu laboratorium biasanya tidak akan tepat 200C, maka alat gelas pada hakikatnya harus dikoreksi bila digunakan pada suhu lain. Oleh karena kesalahan yang disebabkan oleh pemuaian (atau kontraksi) baik dari bejana itu sendiri maupun larutan yang ada di dalamnya.

F. Alat dan Bahan Alat yang digunakan :


Buret Erlenmeyer tutup asah Neraca analitik

Bahan yang digunakan :

Aquadest

G. Prosedur Kerja Kalibrasi Buret 1. Membersihkan dan mengeringkan buret


2. Mengisi buret dengan aquadest hingga 0 / zero mark.

3. Menimbang erlenmeyer bertutup kosong yang bersih dan kering dengan neraca analitik.
4. Menuangkan 2 mL isi dari buret ke dalam erlenmeyer yang

sudah ditimbang tadi, lalu menimbangnya kembali (lakukan penambahan 2 mL secara bertahap sampai volume 50 mL dalam buret habis).
5. Mencatat berat erlenmeyer kosong dan yang sudah terisi

H. Data Pengamatan dan Perhitungan

a. Kalibrasi Buret 1) Data Kondisi


Suhu Percobaan

: 26oC : 667 mmHg : 0,996 gr/ml : Buret 50 mL

Tekanan Udara
Bj air Pada 26oC

Alat yang dikalibrasi

Tabel Kalibrasi Buret Berat Erlenmeyer Kosong (gram) 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 84,4496 Berat Erlenmeyer + Air (gram) 86,5007 88,4720 90,5710 92,6608 94,7073 96,7698 98,8257 100,8995 102,9541 104,9992 107,0637 109,1371 111,1906 113, 2356 115, 3132 117, 3555 119, 4872 121,5115 123,5837 125,6362 127,7214 129,7576 Berat Aquadest (gram) 2,0511 4,0224 6,1214 8,2112 10,2577 12,3202 14,3761 16,4499 18,5045 20,5496 22,6141 24,6875 26,7410 28,7860 30,8636 32,9059 35,0376 37,0619 39,1341 41,1866 43,2718 45,3080

N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Volum e (mL) 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44

23 24 25

46 48 50

84,4496 84,4496 84,4496

131,8276 133,8823 136,0053

47,3780 49,4327 51,5557

Perhitungan Faktor Koreksi Koreksi suhu tidak sama (a) a = {1000 - (1000 x Bj)} x1000 a = {1000- (1000 x 0,996 gr/ml) } x1000 = 4000 mg Koreksi terhadap tekanan (b) b= x 0,996 x 1000 = 874,12mg

Koreksi pemuaian kaca (c) c = 1000 (20 -26C) x 0,025 = -150mg

Jumlah Faktor koreksi : Faktor koreksi = a + b + c = 4000 mg + 874,12 mg -150 mg = 4724,12 mg

Koreksi untuk alat ukur Buret 50 ml : Faktor koreksi ram

Perhitungan Volume buret yang Sebenarnya

Pengukuran Pada Volume 2 mL Massa air seharusnya = (2 mL x0,996 g/ml) 0,24 gram = 1,752 gram Volume Air sebenarnya =
=

% Penyimpangan

Pengukuran pada Volume 4 mL Massa air seharusnya = (4 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 3,744 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 6 mL Massa air seharusnya = (6 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 5,736 gram Volume Air sebenarnya = =

% Penyimpangan

Pengukuran Pada Volume 8 mL Massa air seharusnya = (8 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 7,728 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 10 mL Massa air seharusnya = (10 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 9,720 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 12 mL Massa air seharusnya = (12 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 11,712 gram

Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 14 mL Massa air seharusnya = (14 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 13,704 gram Volume Air sebenarnya = =

% Penyimpangan

Pengukuran Pada Volume 16 mL Massa air seharusnya = (16 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 15,696 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 18 mL Massa air seharusnya = (18 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram

= 17,688 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 20 mL Massa air seharusnya = (20 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 19,680 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 22 mL Massa air seharusnya = (22 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 21,672 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 24 mL

Massa air seharusnya

= (24 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 23,664 gram

Volume Air sebenarnya = =

% Penyimpangan

Pengukuran Pada Volume 26 mL Massa air seharusnya = (26 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 25,656 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 28 mL Massa air seharusnya = (28 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 27,648 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 30 mL

Massa air seharusnya

= (30 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 29,640 gram

Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 32 mL Massa air seharusnya = (32 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 31,632 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 34 mL Massa air seharusnya = (34 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 33,624 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 36 mL

Massa air seharusnya

= (36 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 35,616 gram

Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 38 mL Massa air seharusnya = (38 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 37,608 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 40 mL Massa air seharusnya = (40 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 39,600 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 42 mL Massa air seharusnya = (42 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 41,592 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 44 mL Massa air seharusnya = (44 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 43,584 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 46 mL Massa air seharusnya = (46 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 45,576 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 48 mL Massa air seharusnya = (48 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 47,568 gram Volume Air sebenarnya = =% Penyimpangan =

Pengukuran Pada Volume 50 mL Massa air seharusnya = (50 mL x 0,996 g/ml) 0,24 gram = 49,560 gram Volume Air sebenarnya = = % Penyimpangan =

Grafik skala pengukuran vs volume sebenarnya

60 50 40 30 20 10

) L ( y r a n b S e m u l o V

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 Volum Pemba a (mL) e ca n

I. Pembahasan Tanpa adanya peralatan laboratorium, maka kegiatan praktikum tidak akan dapat berjalan. Sehingga keberadaan peralatan tersebut sangtlah penting. Untuk kegiatan penelitian maka dibutuhkan beberapa alat yang memiliki ketelitian tinggi. Percobaan ini dilakukan untuk menentukan ketelitian alat ukur volumetric. Untuk menentukan ketelitiannya, dilakukan cara peneraan. Peneraan perlu dilakukan pada alat ukur volume, karena kapasitas peralatan volumetrik dapat berubah karena waktu dan penggunaan. Kami hanya melakukan kalibrasi buret saja, karena waktu dan alat terbatas. Dengan ketentuan volume air dalam buret yang dikeluarkan 2 mL sebanyak 25 kali sehingga mencapai volume 50 mL. Dari data pengamatan, terlihat bahwa semakin banyak volume air yang keluar persen penyimpangan semakin kecil, persen penyimpangan terbesar ada pada saat volume 2 mL pertama dikeluarkan yaitu sebesar 17,00 %. Volume nominal yang terbaca pada buret adalah 2,00 mL sedangkan volume sebenarnya adalah 2, 34 mL. selisih antara keduanya adalah 0,34 mL. ini melewatui batas toleransi yaitu 0,02 mL( berdasarkan literature di internet). Sehingga buret ini ini tidak memenuhi standar alat

ukur volumetric karena selisih nominal yang terbaca dengan volume yang sebenarnya melewati batas toleransi. Buret adalah alat ukur yang memiliki ketelitian tinggi, lebih tinggi dari pipet seukuran dan labu takar. Buret digunakan untuk percobaan yang memerlukan ketelitian tinggi. Sehingga buret yang memiliki kesalah melebihi batas toleransinya tidak baik dipakai. Terjadinya persen penyimpangan yang sangat besar karena bebrapa factor, diantaranya yaitu: 1. suhu yang mempengaruhi buret sehingga terjadi pemuaian dan volume buret berubah. 2. Tekanan juga mempengaruhi mempengaruhi volume buret 3. Pengamatan yang dilakukan tiga orang secara bergantian sehingga terjadi kesalahan pembacaan nominal pada buret.

J. Kesimpulan Dari hasil praktikum diperoleh data sebagai berikut Buret


Volume pembacaan (mL) 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 Volume Sebenarnya (mL) 2,34 4,33 6,40 8,50 10,55 12,62 14,69 16,77 18,83 20,88 22,96 25,04 27,09 Penyimpan gan % 17,00 % 8,25 % 6,67 % 6,25 % 5,50 % 5,16 % 4,93 % 4,81 % 4,61 % 4,40 % 4,36 % 4,33 % 4,20 %

28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50

29,15 31,24 33,29 35,42 37,46 39,54 41,60 43,70 45,74 47,82 49,88 52,01

4,11 % 4,13 % 4,03 % 4,17 % 4,06 % 4,05 % 4,00 % 4,04 % 3,95 % 3,96 % 3,92 % 4,02 %

Kalibrasi dibutuhkan untuk menentukan peneraan alat-alat ukur volumetrik.

Alat pengukur volume merupakan alat bantu yang penting untuk setiap penentuan kuanlitatif.

K. Daftar Pustaka Chamidy, Harita.2010.Instrumentasi dan

Pengukuran.Politeknik Negeri Bandung. Day,Jr. dan Underwood.1992. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga.

http//www.

scribd.com/Laporan%20Praktikum%20Analisis

%20Volumetri.htm, diunduh (9 Mei 2012) pkl. 14.15