Anda di halaman 1dari 14

MOTOR ARUS SEARAH PENGUAT SENDIRI SHUNT

PAPER ILMIAH

Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Mesin Listrik II Program Pendidikan Diploma III Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

Disusun oleh :

Ilham Luhur Rachmawan (101321052) Muhammad Fajar Rahmannudin (101321054) Muhammad Rizky Faizal (101321056) Teknik Listrik 2-B

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BANDUNG MEI 2012

1. Konstruksi Motor DC shunt merupakan motor DC penguatan sendiri dengan rangkaian medannya terhubung secara parallel dengan rangkaian jangkar.

Gambar 1.1 Rangkaian motor DC shunt Bagian-bagian motor DC shunt: a. Stator Rangka Rangka mesin merupakan bagian dari tempat mengalirnya fluks magnet, bagian ini terbuat dari bahan ferromagnetic. Fungsi dari rangka adalah untuk meletakkan alat-alat tertentu dan bagian-bagian mesin lainnya.

Inti kutub magnet dan lilitan penguat magnet Kutub-kutub magnet pada mesin listrik menghasilkan fluks magnet. Elektromagnetisme terjadi akibat kutub diberi lilitan penguat magnet yang berfungsi untuk tempat aliran arus.

Sikat komutator Sikat komutator merupakan alat terjadinya proses komutasi. Fungsi utama komutator adalah sebagai penghubung aliran arus jangkar ke terminal luar dan atau dari terminal luar ke jangkar.

b. Rotor Komutator Bagian ini merupakan alat yang berfungsi sebagai penyearah mekanik. Agar menghasilkan penyearah yang baik, jumlah komutator yang digunakan harus banyak.

Jangkar Jangkar memiliki bentuk silinder yang diberi alur pada bagian permukaannya untuk melilitkan kumparan-kumparan tempat terbentuknya GGL imbas.

Lilitan jangkar Lilitan jangkar terdiri atas beberapa kumparan yang dipasang di dalam alur jangkar. Tiap kumparan dapat terdiri atas lilitan kawat atau lilitan batang. Fungsi lilitan jangkar sebagai terbentuknya GGL imbas.

Gambar 1.2 Konstruksi motor DC shunt

2. Prinsip Kerja Motor DC Shunt Sebuah motor listrik adalah sebuah mesin yang merubah energi masukan listrik menjadi energi output mekanik. Motor listrik bekerja berdasarkan hukum Lorenz, bila suatu penhantar dialiri arus yang ditempatkan dalam suatu medan magnet maka akan timbul gaya sebesar: = . .

Pada saat rotor berputar, maka kumparan jangkar juga akan ikut berputar sehingga akan memotong garis gaya magnet, maka pada penghantar tersebut akan diinduksika tegangan listrik (back EMF), yang besarnya adalah: =. .

Tegangan sumber yang diterapkan pada kumparan jangkar digunakan untuk mengatasi GGL lawan dan untuk mengatasi drop tegangan karena adanya tahanan jangkar. = + .

Gambar 2.1 GGL Lawan

Sedangkan torsi yang dihasilkan motor adalah = . = 2 1 = . . . 2

Rugi-rugi daya pada motor DC shunt a. Rugi-rugi tembaga / listrik Rugi tembaga terjadi karena adanya resistansi dalam belitan jangkar dan belitan medan magnet. Rugi tembaga akan diubah menjadi panas dalam kawat jangkar maupun kawat penguat magnet. Desain motor DC dilengkapi dengan kipas rotor tujuannya untuk menghembuskan udara luar masuk ke dalam jangkar dan mendinginkan panas yang terjadi akibat rugi-rugi tembaga. Rugi tembaga pada motor DC shunt diantaranya: Rugi tembaga jangkar ( 2 . ) Rugi tembaga shunt ( 2 . )

b. Rugi-rugi besi / magnet Rugi magnetik terdiri dari: Rugi Hysteresis ( . . 1,2 ) Eddy current ( . 2 . 2 ) Inti pada stator dan inti pada jangkar motor terdiri dari tumpukan pelat tipis dari bahan ferromagnetis. Tujuan dari pemilihan plat tipis adalah untuk menekan rugi-rugi arus Eddy yang terjadi pada motor DC. c. Rugi-rugi mekanik Rugi ini disebabkan adanya celah udara pada motor dan rugi kopel / bearing pada stator

Efisiensi merupakan prosentase perbandingan antara daya output dengan daya input motor dengan formulasi = . 100%

3. Penentuan Parameter (Berdasarkan Pengujian) Untuk mengetahui parameter-parameter motor DC shunt , perlu dilakukan percobaan sebagai berikut: a. Pengukuran resistansi stator

Gambar 3.1 Rangkaian Pengukuran resistansi stator Dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buat rangkaian seperti diatas Beri tegangan DC Catat tegangan dan arus DC Dari hasil percobaan didapat data sebagai berikut: Vdc = 7 Volt Idc = 1,7 Amper Resistansi stator =
7

= 1,7 = 4,11

b. Percobaan beban nol

Gambar 3.2 Rangkaian Pengukuran beban nol Dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Buat rangkaian seperti gambar di atas Atur tegangan sesuai nominal motor Catat V0, I0 dan P0

c. Percobaan hubung singkat

Gambar 3.3 Rangkaian Pengukuran hubung singkat Dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buat rangkaian seperti gambar diatas Tahan rotor agar tidak berputar Catat Vhs, Ihs, Phs

4. Contoh perhitungan Diketahui sebuah motor DC shunt dicatu sumber tegangan 250 volt, menyerap arus 70 A; Rsh=250 ohm; tahanan jangkar 0,5 ohm. Tentukan besarnya arus medan, arus jangkar, ggl yang dibangkitkan, daya input, daya output, daya pada motor, efisiensi, torsi dan total rugi tembaga dan rugi mekanik jika rugi sikat diabaikan dan rugi total 3 kw dan putaran motor 1450 rpm! Penyelesaian: Diketahui: Dit: = .? = ...? =? =..? =..? E = 250 v = 70 A = 0,5 Rsh = 250 =3000 watt = 1450

= ? =? =.? =..?

Jawab: =

250 250

= 1

= = 70 A 1A = 69 Ampere E = V- ( . ) = 250 (69.0,5) = 250 34,5

= . = 215,5 v . 69 A = 14869,5 watt = . = 250 v . 70 A = 17500 watt = = 17500 w 3000 w = 14500 w = =


=215,5 Volt = + = ( 2 . ) + ( 2 . ) = (692 A . 0,5 ) + (12A . 250) = 2380,5 + 250 = 2630,5 watt

. 100% . 100%

14500 17500 2

= 82,85 % = - = 3000w 2630,5 A = 369,5 watt =


2 60 14869 ,5
2.3,14 .145 60

= 97,97 Nm

5. Karakteristik motor DC shunt Motor DC shunt memiliki karakteristik pengoperasian yang agak berbeda dengan motor listrik yang sejenis. Karena medan kumparan parallel terbuat dari kabel yang kecil. Motor ini tidak dapat memproduksi arus yang besar ketika mulai melakukan putaran seperti pada medan kumparan seri. Hal ini berarti motor parallel mempunyai torsi awal yang lemah.

Ketika voltase diaplikasikan ke motor listrik, resistansi yang tinggi pada kumparan parallel menjaga arus mengalir lambat. Kumparan armature untuk motor shunt pada dasarnya sama dengan motor seri dan menggunakan arus untuk memproduksi medan magnetik yang cukup kuat untuk membuat kumparan armature memulai putaran. Seperti halnya motor seri, ketika armature mulai berputar, kumparan tersebut akan memproduksi EMF. EMF balik akan menyebabkan arus pada kumparan armature mulai terkurangi sampai pada level yang sangat rendah. Banyaknya arus pada kumparan armature yang dibutuhkan akan secara langsung berhubungan dengan banyaknya beban ketika motor mencapai kecepatan maksimal. Ketika bebannya sedikit, kumparan armature ini akan membutuhkan arus yang sedikut pula. Namun, ketika motor mencapai rpm yang penuh, kecepatannya akan tetap konstan.

Rangkaian eksitasi motor shunt terletak paralel dengan jangkar. Putaran akan turun dengan naik-nya momen torsi. Pada kondisi tanpa beban, karakteristik motor shunt mirip dengan motor dengan penguat terpisah.

Gambar 5.1 Rangkaian Ekivalen Motor penguat terpisah

Gambar 5.2 karakteristik motor penguat terpisah

Gambar 5.3 karakteristik Motor DC Shunt

Gambar 5.4 Rangkaian Ekivalen Motor DC Shunt

6. Contoh Aplikasi Motor DC shunt Dalam industri, motor DC shunt digunakan pada Mesin bubut, Drills, Boring Mills, pembentuk, dan Spinning. Berikut adalah contoh boring mills, mesin bubut dan mesin spinning yang sering digunakan pada industri.

Gambar 6.1 Boring Mills

Gambar 6.2 Mesin Bubut

Gambar 6.3 Mesin Spinning

7. Pengukuran atau Pengendalian kecepatan Kecepatan motor DC dapat dirumuskan seperti pada persamaan berikut ini: .

Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa kecepatan motor dapat diatur dengan tiga cara yaitu: a. Mengatur Fluks b. Mengatur besar Ra c. Mengatur besar V Berikut kurva karakteristik pengaruh If dan Ia terhadap kecapatan motor

Gambar 7.1 Pengaruh Ia dan If terhadap kecapatan motor

Dari kedua karakteristik tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengatur kecepatan motor dc shunt. Jika terjadi penurunan kecepatan motor akibat kenaikan arus beban (Ia) , maka arus medan (If) diatur (diperkecil) sehingga kecepatan motor tetap dapat dipertahankan pada putaran yang diinginkan.

Daftar Pustaka

Yahya, Sofian. Mesin Listrik II: DIPA Politeknik Negeri Bandung, Bandung: 2010 http://dcelectricmotorss.com/dc-motor-construction/ http://duniaelektronika.blogspot.com/2008/04/mesin-arus-searah.html http://echo-corner.blogspot.com/2011/03/aplikasi-motor-dc.html http://konversi.wordpress.com/2009/06/12/motor-dc-tipe-tipe-belitan/ http://okanandaferry.wordpress.com/ http://tarn2007.blogspot.com/2009_02_01_archive.html http://www.circuitmaniac.com/2009/09/08/types-of-d-c-motors/ http://www.claytonengineering.com/training/myweb6/MElect/FM%2055-5091%20Chptr%2019%20Direct%20Current%20Motors.htm http://www.homofaciens.de/technics-dc-electric-motor-wound-stator_en_navion.html http://www.scribd.com/doc/41961380/Tugas-PME-Mesin-Dc-Shunt-Frisal-Latest-Final http://www.tpub.com/neets/book5/16c.htm http://www.wisc-online.com/objects/ViewObject.aspx?ID=IAU13708 http://zone.ni.com/devzone/cda/ph/p/id/47