Anda di halaman 1dari 4

Nama Stasiun TV : SCTV Nama Acara Pembaca Berita Tanggal tayang Waktu tayang Topik Berita : Liputan 6 : Jeremy

Teti : Senin, 16 Januari 2012 : Pukul 15.55 WIB : Kepala Staf Angkatan Udara Menyatakan Pesawat Akademi Angkatan Udara Jatuh Karena Human Error

Pokok-pokok Berita

1. Apa topik dari berita tersebut? - Topik dari berita tersebut adalah jatuhnya pesawat Akademi Angkatan Udara karena human error. 2. Siapa korban dari peristiwa itu? - Yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut ialah Kapten Ali Mustofa, berumur 30 tahun. 3. Kapan jatuhnya pesawat Akademi Angkatan Udara tersebut? - Jatuhnya pesawat Akademi Angkata Udara tersebut, tepat pada hari Jumat, 6 Januari 2012.

4. Dimana lokasi jatuhnya pesawat Akademi Angkatan Udara itu? - Lokasi jatuhnya pesawat Akademi Angkatan Udara tersebut, jatuh di Dusun jetis, Kedungsari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 5. Mengapa pesawat Akademi Angkatan Udara itu bisa jatuh? - Pesawat Akademi Angkatan Udara tersebut jatuh karena human error atau kesalahan penerbang itu sendiri, yang menerbangkan pesawatnya dengan manuver terlalu rendah. 6. Bagaimana Peristiwa tersebut terjadi? - Peristiwa tersebut tersebut terjadi, diawali oleh Kapten Ali Mustofa yang menerbangkan pesawat latih TNI Angkatan Udara dengan jenis T-34 Charlie dari Yogyakarta sebagai bagian dari latihan rutinnya. Pada saat melewati Dusun Jetis, Ali menerbangkan pesawatnya dengan manuver yang terlalu rendah yang mengakibatkan mesin dari pesawat tersebut down, dan pada akhirnya pesawat yang diterbangkannya jatuh dan kepingannya berserakan di persawahan, pepohonan dan tebing.

Sari Berita

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat menyatakan penyebab jatuhnya pesawat latih Akademi Angkatan Udara (AAU) di magelang, awal Januari 2012 diduga karena Human Error. Pesawat latih TNI Angkatan Udara jenis T-34 Charlie dengan nomor LD 3417 Jatuh berkeping-keping di Dusun Jetis, Kedungsari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada hari Jumat, 6 Januari 2012. Akibat peristiwa tersebut, pilot yang merupakan satu-satunya orang yang berada di dalam pesawat itu tewas. Pilot tersebut bernama Kapten Ali Mustofa berumur 30 tahun. Pesawat tersebut diterbangkan oleh Kapten Ali dari Yogyakarta sebagai bagian dari latihan rutinnya. Insiden tersebut membuat badan pesawat pecah yang secara umum terbagi menjadi tiga buah yang terdiri atas bagian kokpit, sayap dan bagian belakang. Sedangkan kepingannya berserakan di persawahan, pepohonan dan tebing.