Anda di halaman 1dari 27

Hubungan Asosiasi

Hasriwiani Habo Abbas, SKM, M.Kes

Hubungan Asosiasi

Hubungan asosiasi dalam bidang epidemiologi adalah hubungan keterikatan atau saling pengaruh antara dua atau lebih variabel, dimana hubungan tersebut dapat bersifat hubungan sebab akibat maupun yang bukan sebab akibat Sedangkan hubungan keterikatan adalah hubungan antara variabel dimana adanya perubahan pada variabel yang satu (independent) akan mempengaruhi variabel yang lainnya (dependent)

Hubungan Asosiasi dibagi dalam 3 jenis


Hubungan semu 2. Hubungan non kausal 3. Hubungan kausal
1.

Hubungan semu

Adalah adanya hubungan antara dua atau lebih variabel yang bersifat semu (tidak benar) atau palsu yang timbul karena faktor kebetulan atau karena adanya bias pada metode penelitian atau cara penelitian yang dilakukan Hubungan semu dapat timbul karena faktor kebetulan yang mengikuti hukum probality (hukum peluang), sehingga tampaknya seperti ada hubungan yang erat serta memenuhi kaidah perhitungan statistik, keadaan semacam ini sering dijumpai pada penelitian dengan random sampel, bila hal ini timbul maka dilakukan pengamatan yang terpisah atau pengamatan berulangkali.

Kesalahan yang dapat timbul dari Hubungan semu


bias

yakni kesalahan yang mungkin timbul pada penyusunan kerangka penelitian (desain penelitian) Pada perhitungan serta penilaian terhadap faktor yang berpengaruh dan faktor risiko yang mendorong proses terjadinya penyakit

Bias
Pemilihan

kelompok yang akan diteliti yang mungkin tidak mewakili populasi yang ingin diketahui
Adalah suatu proses pada penentuan kesimpulan yang cenderung menghasilkan sesuatu yang secara sistematik menyimpang dari hasil yang seharusnya.

BIAS SELEKSI terjadi bila perbandingan dibuat antara kelompok kelompok pasien yang berbeda determinan (atau faktor penentu) dibanding hal yang sama yang sedang diamati. BIAS PENGUKURAN terjadi bila metode pengukuran yang dipakai tidak sama (tidak konsisten) pada kelompok kelompok penderita yang diteliti. BIAS PENGACAU (Confounding) terjadi bila 2 (dua) atau proses berhubungan atau berjalan bersama, dan akibat dari salah satu diantaranya membingungkan atau menyimpangkan efek (akibat) dari yang lainnya.

Hubungan Asosiasi Bukan Kausal


Adalah

hubungan asosiasi yang bersifat bukan hubungan sebab akibat, dimana variabel ketiga nampaknya mempunyai hubungan dengan salah satu variabel yang terlibat dalam hubungan kausal, tetapi unsur ketiga bukan sebagai faktor penyebab

Contoh Hubungan Asosiasi Bukan Kausal

Pada gambar diatas Kita misalkan Berat badan ibu (A), intake kalaori B, & BB (C) B sebagai variabel independen, C sebagai variabel dependen dimana B dianggap mempunyai hubungan sebab akibat dengan C. Adapun (A) sering ditempatkan sebagai variabel penyebab terhadap B bahkan terhadap C, namun demikian bila keadaan ibu dengan gizi cukup dan berat badan normal, maka intake kalori tidak mempunyai hubungan dengan berat badan lahir Sebaliknya pada ibu dengan gizi kurang maka intake kalori akan mempengaruhi berat badan lahir,yang sebenarnya adalah karena berat badan ibu yang rendah

Kesalahan yang sering terjadi pada hubungan asosiasi bukan Kausal


Analisis

sifat karakteristik pejamu dimana variabel tersebut sebenarnya hanya erat hubungannya dengan variabel lainnya yang berfungsi sebagai penyebab

Hubungan Asosiasi Kausal


Adalah

hubungan antara dua atau lebih variabel dimana salah satu atau lebih diantara varaibel tersebut merupakan variabel penyebab kausal (primer & sekunder) terhadap terjadinya variabel lainnya sebagai hasil akhir dari suatu proses terjadinya penyakit

Penyebab Kausal Primer

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Unsur ini dianggap sebagai faktor kausal terjadinya penyakit, dengan ketentuan bahwa walaupun unsur ini ada, belum tentu terjadi penyakit tetapi sebaliknya. Unsur penyebab kausal primer dibagi dalam 5 kelompok : Unsur Penyebab biologis Unsur Penyebab Nutrisi Unsur penyebab kimiawi Unsur penyebab fisika Unsur penyebab psikis Unsur sosial

Unsur Penyebab FISIK


UDARA, GEOGRAFI DAN GEOLOGI, AIR SEBAGAI SUMBER HIDUP DAN SUMBER PENYEBAR PENYAKIT, PENCEMARAN LINGKUNGAN TERMASUK PENCEMARAN UMUM, KIMIAWI DAN RADIASI

Unsur Penyebab BIOLOGIS


MIKRO ORGANISME PENYEBAB PENYAKIT RESERVOAR DAN VEKTOR PENYAKIT TUMBUHAN DAN BINATANG SEBAGAI SUMBER MAKANAN JUGA PEMBAWA PENYAKIT

Unsur Penyebab Kimiawi


Semua unsur dalam bentuk senyawa kimia yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan Unsur ini berada diluar tubuh termasuk jenis zat racun, obat-obatan keras, dll Bentuk senyawa kimia ini dapat berbentuk padat, cair , uap maupun gas

Adapun senyawa kimia yang merupakan produk tubuh yang dapat menimbulkan penyakit tertentua adalah Ureum, Kolestorol, dll

Unsur Penyebab Nutrisi


Semua unsur penyebab yang termasuk golongan zat nutrisi yang dapat menimbulkan penyakit karean kekurangan atau kelebihan zat nutrizi tertentu misalanya protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral & air

Unsur Penyebab PSIKIS


Semua unsur yang bertalian dengan kejadian penyakit gangguan jiwa serta gangguan tingkah laku sosial

Unsur Penyebab SOSIAL


SEMUA BENTUK KEHIDUPAN SOSIAL POLITIK DAN SISTEM ORGANISASI ATAU INSTITUSI YANG BERLAKU BAGI SETIAP INDIVIDU YANG MEMBANGUN MASYARAKAT TERSEBUT SISTEM EKONOMI BENTUK ORGANISASI MASYARAKAT SISTEM PELAYANAN KESEHATAN SETEMPAT KEPADATAN R.TANGGA DAN PENDUDUK, KEBIASAAN HIDUP DAN POLA PRILAKU KESEHATAN MASYARAKAT SETEMPAT. DAN LAIN SEBAGAINYA.

Penyebab Non kausal (Sekunder)

Merupakan unsur pembantu penambah dalam proses kejadian penyakit dan ikut dalam hubungan sebab akibat terjadinya penyakit. Contoh penyakit kardiovaskuler, TBC, Kecelakaan lalulintas dsb, kejadiannya tidak dibatasi hanya pada penyebab kausal saja tetapi harus dianalisis dalam bentuk suatu rantai sebab akibat dimana peranan unsur penyebab sekunder sangat kuat dalam mendorong penyebab kausal untuk dapat secara bersamasama meninbulkan penyakit

3 Faktor dalam menilai hubungan asosiasi Kausal


Faktor keterpaparan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit Setiap perubahan variabel yang merupakan unsur penyebab akan diikuti oleh perubahan pada variabel lainnya sebagai akibat hasil akhir proses Hubungan antara timbulnya penyakit serta proses keterpaparan tidak tergantung atau tidak harus dipengaruhi oleh faktor lainnya diluar variabel tersebut

Menilai Hubungan asosiasi dari suatu Pengamatan


Perlu dianalisis secara cermat apakah hubungan asosiasi tersebut masuk akal atau tidak Harus pula dianalisis apakah hubungan semua asosiasi yang dijumpai pada pengamatan cukup kuat, sehingga memiliki kemaknaan secara biologis Perlu diperhatikan pula,bahwa secara mutlak,hubungan asosiasi yang diamati harus didukung oleh uji statistik yang sesuai Harus diperhatikan secara seksama apakah hubungan asosiasi dari suatu pengamatan epidemiologis tidak dipengaruhi oleh faktor kesalahan atau bias, ataukah timbul karena adanya hubungan asosiasi semu Harus dianalis secara luas, apakah hubungan asosiasi dari hasil pengamatan epidemiologis tidak dipengaruhi oleh faktor lain dimana faktor tersebut ikut mempengaruhi risk yang mendorong timbulnya hubungan asosiasi tersebut

Beberapa kriteria yang menentukan hubungan asosiasi kausal

Kuatnya hubungan asosiasi yakni besar perbedaan antara dua kelompok kategori diamati dimana satu kelompok terpapar (kelompok risk) dan kelompok lainnya yang tidak terpapar (kelompok kontrol) makin kuat kemungkinannya bahwa hubungan asosiasi yang di jumpai merupakan hubungan kausal, maka dihindari berbagai faktor yang dapa menimbulkan bias Adanya hubungan asosiasi berdasarkan derajat keterpaparan atau dosis faktor penyebab, dimana hubungan asosiasi akan tampak mengalami perubahan pada setiap perubahan dosis unsur penyebab (perubahan pada derajat keterpaparan serta nilai risk) baik perubahan yang bersifat positif dan negatif maupun perubahan interaksi

Beberapa kriteria yang menentukan hubungan asosiasi kausal

Adanya konsistensi berbagai hasil penelitian dimana sejumlah penelitian dengan kerangka konsepsional yang sama tetapi pada populasi yang berbeda atau pada peneliti dan dalam cara yang berbeda, dimana hasil penelitian-penelitian tersebut berbeda dalam menemukan hubungan sebab akibat, maka hubungan asosiasi yang dijumpai mengarah pada hubungan asosiasi kausal Untuk menentukan suatu bentuk hubungan asosiasi dari suatu pengamatan harus pula dianalisis apakah hasil yang diperoleh pada pengamatan tersebut bersifat sementara saja, terutama bila diamati secara seksama pada periode antara keterpaparan dengan waktu timbulnya penyakit

Beberapa kriteria yang menentukan hubungan asosiasi kausal

Hasil analisis tentang hubungan asosiasi, harus dibandingkan dengan teori yang sudah diakui, atau sudah diketahui secara jelas, demikian pula dengan berbagai teori yang relevan dan masih sedang dalam pengembangannya Khusus untuk beberapa jenis proses kejadian penyakit tertentu, hubungan asosiasi yang didapatkan pada berbagai pengamatan dapat pula dibandingkan dengan berbagai hasil percobaan dalam laboratorium terutama pada binatang

Konsep Penyebab Jamak


Sehat dan sakit dalam ilmu kesehatan akan selalu terfokus pada manusia sebagai pejamu utama,namun manusia sebagai host berada satu sistem yang tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sekitarnya sebagai suatu ekosistem Contoh penyakit Kholera elthor yang dapat menimbulkan penyakit muntaber, untuk dapat terjadinya penyakit maka diperlukan : 1. Mikro-organisme penyebab Kuantitas/jumlah mikro-organisme Tingkat virulensinya Tipenya dan lain-lain 2. Pejamu - Adanya interaksi antara mikro-organisme dengan jaringan dalam usus pejamu Kemampuan mikro-organisme,reaksi jaringan, imunitas, dan keadaan umum, status gizi pejamu Kontak dengan mikro-organisme sebelumnya , adanya imunitas/vaksinasi pada pejamu Tingkat pengetahuan serta kebiasaan minum dan makan dalam rumahtangga, pengetahuan kesehatan dlll 3. Lingkungan Keadaan lingkungan fisik yang ada sekitarnya dan dapat mempengaruhi kehidupan mikroorganime Keadaan lingkungan sosial seperti kepadatan penduduk atau rumahtangga, kebiasaan yang berhubungan dengan air minum dan makan dll

Tugas

cari kriteria hubungan asosiasi menurt Broad Hill (9 kriteria asosiasi) Mid pekan depan yg 9 november 2009 essay