Anda di halaman 1dari 5

RANGKUMAN MATERI PROSES DAN HASIL PRWARISAN SIFAT

Cara menentukan gamet


Gamet

Jumlah gamet

Cara menentukan gamet

Rumus = 2n N= jumlah alela genotip

Rumus = Separo dari genitp induk

Misal = Kk Bb Dd N= 3 Jumlah gamet 23 = 8

Misal : Kk Bb Dd Gambar 1. KBD 2. KBd 3. KbD 4. Kbd

5. kBD 6. kBd 7. kbD 8. kbd

Khusus n = 0 ( alela tidak ada ) Jumlah gam,et hanya satu

Misal : kk BB DD Gamet : K B D

Contoh : 1. Tentukan gamet L1 BB Jawab : L1 BB berarti n=1 yaitu pada 1 sehingga jumlah gamet 2n = 21 : 2 antara lain : LB L1 BB 1B

2.

Tentukan gamet MMSS Jawab : MMSS berarti n : 1 ( alel tidak ada sehingga jumlah gamet berarti 1 yaitu MS

Percobaan Mendel Dalam percobaannya Mendel menyilangkan kacang ercis berbiji halus dengan ercis berbiji, kisut menghasilkan tumbuhan yang semuanya berbiji halus. Kemudian biji biji halus ini ditanam dan disilangkan lagi sesamanya ternyata menghasilkan tumbuhan biji halus 5474 sedangkan biji kisut 1850 perbandingan biji halus = biji kisut = 3 : 1 Karena keturunan pertama semua tumbuhan berbiji halus berarti sifat halus dominan sedangkan sifat keriput resesif. Sifat yang dominan diberi simbol huruf besar dari huruf pertama sifat dominan. Jadi sifat halus diberi simbol H. Karena sel memiliki sepasang kromosom maka sifat halus diberi simbol HH. Sifat yang resesif diberi simbol huruf kecil dari huruf pertama sifat dominan. Jadi sifat keriput diberi simbol hh. Secara skematis, diagram pewarisan sifatnya sebagai berikut : ( induk ) P HH >< hh ( kisut ) h Hh ( halus ) >< Hh ( Halus )

( Halus ) Sel gamet H F1 ( Keturunan pertama ) P1 Hh ( Halus )

Sel Gamet H h

H HH ( halus ) Hh ( Halus )

h Hh ( Halus ) Hh ( Kisut )

Jadi Ratio / perbandingan genotipenya = HH : Hh : hh 1 : 2 : 1 Ratio fenotipenya = Halus : kisut

Contoh kejadian pembentukan gamet di atas disebut sebagai Hukum Mendel atau Prinsip Segregasi ( Hukum pemisahan gen ) yang berbunyi : pada peristiwa pembentukan gamet, gen yang merupakan pasangannya memisah secara bebas. Setelah Mendel melakukan percobaan diulang ulang dengan hasil yang sama maka disusun kesimpulan sebagai berikut : 1. Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang faktor keturunan yaitu satu faktor dari induk jantan dan satu faktor dari induk betina. 2. Setiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, misal tinggi atau pendek halus atu kisut, hijau atau kuning. Kedua bentuk alternatif ini disebut alel. 3. Bila pasangan faktor terdapat bersama sama dalam satu tanaman, fackor dominan akan menutup faktor resesif. 4. Pada waktu pembentukan gamet pasangan faktor atau masing masing alel akan memisah secara bebas ( Hukum Mendel ! ). 5. Individu galur murni mempunyai pasangan atau sifat ( alel ) yang sama yaitu dominan saja atau resesif saja.

Pewarisan sifat yang dilakukan percobaannya oleh Mendel di atas termasuk Monohibrid dominan penuh artinya pewarisan sifat atau lebih dikenal dengan persilangan dengan satu sifat beda dimana ada gen yang bersifat dominan dan ada gen yang resesif artinya gen yang kuat menutupi gen yang lemah. Monohibrid Bersifat Intermediet Yaitu pewarisan sifat yang sama kuat, tidak ada gen yang dominan dan tidak ada gen yang resesif. Contoh : Persilangan bunga berwarna merah dengan bunga berwarna putih menghasilkan bunga berwarna merah muda pada keturuna pertama. Tentukan : a. Diagram persilangannya. b. Berapakah ratio genotipe dan fenotipe F2 ? Jawab : Langkah 1 : Menentukan sifat persilangan karena sifat keturunan pertama berbeda dengan kedua induk maka sifat persilangannya intermediet ( sama kuat ) Langkah 2 Menentukan genotipe gamet meskipun tidak ada gen yang kuat dan lemah tetapi carnya diambil sifat yang biasanya dominan menggunakan huruf besar dan huruf terdepan sedangkan sifat yang biasanya lemah menggunakan alelnya. Merah : M putih : m ( gen gamet ) Langkah 3 Membuat bagan persilangan induk, genotip tubuh berpasangan homozigot

MM (Merah ) gamet M

><

mm ( putih ) m

Fr Langkah 4

Mm ( Merah muda )

Mencari rasio fenotipe F2 dengan cara menyilangkan F1 dengan sesamanya. F1 / P1 Mm >< Mm ( merah muda ) ( merah muda )

F2

F2 Gamet M m

MM Merah Mm

Mm Merah muda mm Putih Putih

Merah muda

Langkah 5 : Untuk menentukan Rasio fenotipe dihitung berapa jumlah sifat yang dominan. Sifat yang campuran kedua induk dan sifat yang kalah. MM = Merah Mm = Merah muda mm = putih. Jadi rasio fenotipe F2 = Merah : Merah Muda : putih 1 2 1 25% 50% 25% Dihibrid Yaitu pewarisan sifat / persilangan dengan dua sifat beda. Misal : Bunga berwarna putih berbiji halus berarti ada dua sifat yaitu warnamya putih dan bijinya halus. Contoh lain : Rambut hitam keriting berarti ada dua sifat yaitu berwarna hitam dan bentuknya keriting. Persilangan dihibrid pada siswa SMP hanya bersifat dominan penuh saja yang dipelajari. Misal : Bunga berwarna merah berdaun panjang disilangkan dengan bunga berwarna putih berdaun pendek, keturunannya bunga berwarna merah berdaun panjang. Tentukan : a. Genotif F1 b. Rasio fenotipe F2 Jawab: Langkah 1 : Menentukan genotif dari sifat yang dominan dan genotipe dari sifat yang resesif. Sifat yang dominan bila keturunannya yang pertama sama dengan salah satu induk. ( Gen gamet ) Merah = M putih = m

Panjang = P

Pendek = P

Langkah 2 Membuat bagan persilangan induk genotipe tubuh berpasangan selalu homozigot P MM PP >< mm pp ( Merah panjang ) Gamet Mp a) F1 MmPp (Merah panjang ) Jadi genotif F1 nya Mm Pp Langkah 3 Mencari Rasio fenotipe F2 dengan cara menyilangkan F1 dengan sesamanya. ( putih, pendek ) mp

P1 / F1

Mm Pp (Merah panjang

><

Mm Pp ( Merah panjang )

Gamet MP Mp mP mp

MP MM PP Merah panjang MM Pp Merah panjang MmPP Merah panjang Mm Pp Merah panjang

Mp MM Pm Merah panjang MM pp Merah pendek MmPp Merah panjang Mmpp Merah pendek

mP MmPP Merah panjang MmPp Merah panjang mmPP Putih panjang mmPp Putih panjang

mp Mm Pp Merah panjang Mmpp Merah pendek mm Pp Putih panjang mm pp Putih pendek

Langkah 4 Untuk menentukan rasio fenotipe F2 dihitung berapa jumlah fenotipe yang dominan dominan, dominan Resesifm Resesif dominan dan Resesif Resesif Merah panjang : Merah pendek : putih panjang : Putih pendek 9 : 3 : 3 : 1