Anda di halaman 1dari 17

BAB I HUKUM OHM

1.1 . Tujuan Mempelajari hubungan antara tegangan (V), arus listrik (I), dan resistansi (R) dengan salah satunya sebagai parameter. 1.2. Alat alat yang dipergunakan Daftar peralatan dan alat ukur yang digunakan dalam percobaan ini. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama Alat Panel Resistor Resistor 10 Resistor 47 Resistor 100 Resistor 150 Resistor 220 Resistor 330 Resistor 470 Resistor 1000 Amperemeter Voltmeter DC Power Supply Kabel Kode 57674 57720 57728 57732 57734 57736 57738 57740 5774 53163 53159 52230 50148 Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6

1.3. Teori Dasar Dalam suatu rangkaian dimana resistansi (R) dihubungkan dengan sumber tegangan DC dengan melalui sebuah switch

Hubungan antara arus (I) sebagai fungsi dari tegangan (V) atau f = f(V) untuk harga resistansi tertentu dapat digambarkan oleh sebuah kurva yang linear seperti terlihat pada gambar 1-2 untuk harga - harga R yang berbeda didapat kurva yang berlainan. Hubungan antara tegangan (V) sebagai fungsi dari resistansi (R) atau V = f(R) untuk harga arus tertentu dapat digambarkan oleh kurva yang linear seperti terlihat pada gambar 1-3. Sedangkan hubungan antara arus (1) sebagai fungsi dari resistansi (R) atau I = t(R) untuk harga tegangan (V) tertentu dapat digambarkan oleh kurva hiperbolik seperti terlihat pada gambar 1-4.

1.4. Langkah Percobaan Rangkaian yang digunakan dalam percobaan ini seperti terlihat pada gambar I5 di bawah ini :

1. Susunlah rangkaian seperti gambar 1-5. 2. Tunjukkan pada instruktur apakah rangkaian yang telah saudara buat sudah benar. 3. Bila sudah dinyatakan benar maka minta persetujuan kepada instruktur untuk melakukan percobaan sebagai berikut : 3.1. Mendapatkan kurva I = f(V) untuk harga R tertentu. 1. Atur harga V = 1 V. 2. Atur tegangan R = 47 .

3. Saklar ditutup dan ukurlah harga I. Catat hasil pengukuran saudara pada tabel I- 1. 4. Ubah tegangan V untuk harga berikut : 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 V. 5. Ulangi percobaan ini untuk R = 100, 220, 330, dan 470 S2. Catat hasil pengukuran saudara pada tabel I-I

3.2. Mendapatkan kurva V = f(R) untuk harga I tertentu 6. Atur harga R = 10 . 7. Atur harga I = 2 mA 8. Catat hasil pengukuran V pada tabel 1-2 9. Ubah resistansi R untuk harga masing - masing harga berikut : 47, 100, 150, 220, 330, 470, dan 1 k 10.Ulangi seluruh percobaan ini untuk I = 4 mA, 6 mA, 8 mA, dan 10 mA. Catat seluruh hasil pengukuran saudara pada tabel 1-2.

3.3. Mendapatkan kurva I = f(R) untuk harga V tertentu a. Atur harga R = 10 . b. Atur harga V = 2 V c. Catat hasil pengukuran I pada tabel 1-3 d. Ubah resistansi R untuk harga berikut : 47 , 100 , 150 , 220 , 330 , 470 , dan 1 k e. Ulangi percobaan ini untuk V = 4 V, 6 V, 8 V, dan 10 V. Catat seluruh hasil pengukuran pada tabel 1-3.

1.5. Data Hasil Percobaan

Tabel I 1 : I = f (V)R = konstan V (V) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 I (mA) R = 150 R = 100 5 10 20 25 30 40 45 50 60 65 9 20 30 40 50 60 70 80 90 100 R = 220 5 10 15 20 25 25 30 35 40 45 R = 330 R = 470 2,5 5 7,5 10 12,5 15 17,5 20 22,5 25 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 R= 1K 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tabel I 2 : V = f(R) I = konstan R () 100 150 220 330 470 1K I = 2 mA 0,22 0,29 0,41 0,35 1,04 2,20 I = 4 mA 0,41 0,62 0,88 1,40 1,96 4,23 V (Volt) I = 6 mA 0,6 0,95 1,35 1,95 2,94 6,03 I = 8 mA 0,81 1,16 1,79 2,64 3,87 8,24 I = 10 mA 1,01 1,52 2,21 3,31 4,68 10,70

Tabel I 3 : I = f(R) V = konstan R () 100 150 220 330 470 1K I (mA) V=2V 20 10 10 9 4 2 V=4V 40 25 20 10 8 4 V=6V 60 40 25 15 12 6 V=8V 80 50 35 20 16 8 V = 10 V 100 65 45 25 20 10

1.6. Analisa Data 1.6.1. Rangkian dengan I=f(v) untuk harga R tertentu a. Pehitungan secara teori Dalam hukum ohm kita telah mengetahui rumus :

Kita akan menggunakan rumus diatas, untuk menghitung rangkaian dengan I = f(v), R konstan. Diketahui : V = 1 Volt R = 150 Ditanya : I .? Jawab : Dengan rumus yang sama perhitungan dapat dilanjutkan untuk masing masing nilai V dan R, sehingga secara teori diperoleh nilai I untuk masing masing v dan R. Perhitungan berdasarkan teori dapat dilihat di bawah ini.

b. Tabel Perhitungan Teori I= f(v ) R = konstan V (Volt) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 R = 150 6.67 13.33 20.00 26.67 33.33 40.00 46.67 53.33 60.00 66.67 R = 100 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 I (mA) R = 220 4.55 9.09 13.64 18.18 22.73 27.27 31.82 36.36 40.91 45.45 R = 330 3.03 6.06 9.09 12.12 15.15 18.18 21.21 24.24 27.27 30.30 R = 470 2.13 4.26 6.38 8.51 10.64 12.77 14.89 17.02 19.15 21.28 R = 1 k 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

c. Tabel perbandingan perhitungan teori dan percobaan Tabel perbandingan teori dengan percobaan untuk I = f (v) R konstan. V (Volt) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 6.67 13.33 20.00 26.67 33.33 40.00 46.67 53.33 60.00 66.67 I (mA) R = 150 Teori Per cobaan 5 10 20 25 30 40 45 50 60 65 R = 100 Teori 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Percobaan 9 20 30 40 50 60 70 80 90 100 R = 220 Teori 4.55 9.09 13.64 18.18 22.73 27.27 31.82 36.36 40.91 45.45 Percobaan 5 10 15 20 25 25 30 35 40 45

I (mA) V (Volt) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 R = 330 Teori 3.03 6.06 9.09 12.12 15.15 18.18 21.21 24.24 27.27 30.30 Per cobaan 2,5 5 7,5 10 12,5 15 17,5 20 22,5 25 R = 470 Teori 2.13 4.26 6.38 8.51 10.64 12.77 14.89 17.02 19.15 21.28 Percobaan 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 R = 1k Teori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

d. Perhitungan presentase kesalahan Presentase kesalahan dalam suatu percobaan dapat dari dengan menggunakan rumus : %kesalahan Dengan rumus diatas kita akan menghitung presentase kesalahan I = f (v) R = konstan. Dengan menggunakan data yang tersaji pada tabel perbandingan. - Untuk R = 100 saat V = 1 Volt % kesalahan - Untuk R = 150 saat V = 1 Volt % kesalahan - Untuk R = 220 saat V = 1 Volt % kesalahan - Untuk R = 330 saat V = 1 Volt % kesalahan

- Untuk R = 470 saat V = 1 Volt % kesalahan - Untuk R = 1 k saat V = 1 Volt % kesalahan Dengan menggunakan rumus dan cara yang sama kita dapat menghituung presentase kesalahan untuk masing masing nilai V dan R yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil perhitungan untuk presentase kesalahan akan di perlihatkan pada tabel berikut : e. Tabel Presentase Kesalahan V (Volt) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 R = 150 25.03 24.98 0 6.26 9.9 0 3.5 6.2 0 2.5 R = 100 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 % Kesalahan I (mA) R = 220 9.89 10.01 14.96 10.01 9.99 8.32 5.72 3.74 2.22 0.99 R = 330 32,3 17.49 17.49 17.49 17.49 17.49 17.49 17.49 17.49 17.49 R = 470 6.10 6.10 6.10 5.96 5.99 6.02 6.03 5.98 5.99 6.02 R=1k 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

f. Simpulan Adapun simpulana yang dapat ditarik dari percobaan diatas (I =f(v)R = konstan) antara lain sebagai berikut : Rumus yang digunakan pada percobaan ini adalah rumus hukum ohm yaitu , maka besar kecilnya nilai I (arus) sangat tergantung pada besar R jika dianggap v konstan. Jika R semakin besar maka I semakin kecil atau jika R semakin kecil maka I semakin besar.

Seharusnya hasil pengukuran dan perhitungan secara teori memiliki nilai yang sama, perbedaan yang terjadi dapat di sebabkan oleh kurang baiknya kondisi alat prak tikum dan kurang telitinya praktikan dalam membaca alat ukur dan pembuatan hasil.

1.6.2. Rangkaian dengan V= f (R) untuk harga I tertentu a) Perhitungan secara Teori Dalam rangkaian ini kita masih mempergunakan hukum ohm yaitu : Sehingga kita dapat mencari perhitungan secara teori untuk V =f (R) dengan harga I tertentu . Perhitungan berdasarkan pada table : Diketahui : R = 100 I = 2 mA = 2 x 10-3A Ditanya : V.? Jawab : = 2 x 10-3A x 100 = 0.2 Volt Dengan rumus yang sama kita dapat mencari perhitungan secara teori untuk masing-masing nilai V (tegangan) dengan besarnya nlai I (arus) dan R (resistansi) sesuai dengan table di bawah ini :

b) Tabel Perhitungan Secara Teori R () 100 150 220 330 470 1K I = 2 mA 0.2 0.3 0.44 0.66 0.94 2 I = 4 mA 0.4 0.6 0.88 1.32 1.88 4 V (Volt) I = 6 mA 0.6 0.9 1.32 1.98 2.82 6 I = 8 mA 0.8 1.2 1.76 2.64 3.76 8 I = 10 mA 1 1.5 2.2 3.3 4.7 10

c) Perbandingan antara perhitungan teori dan hasil pengukuran percobaan Perbandingan antara perhitungan teori dan hasil pengukuran percobaan untuk V= f( R) I konstan R () 100 150 220 330 470 1K 0.2 0.3 0.44 0.66 0.94 2 V (Volt) I = 2 mA Teori Percobaan 0,22 0,29 0,41 0,35 1,04 2,20 I = 4 mA Teori 0.4 0.6 0.88 1.32 1.88 4 Percobaan 0,41 0,62 0,88 1,40 1,96 4,23 I = 6 mA Teori 0.6 0.9 1.32 1.98 2.82 6 Percobaan 0,6 0,95 1,35 1,95 2,94 6,03

V (Volt) R () 100 150 220 330 470 1K 0.8 1.2 1.76 2.64 3.76 8 I = 8 mA Teori Percobaan 0,81 1,16 1,79 2,64 3,87 8,24 I = 10 mA Teori 1 1.5 2.2 3.3 4.7 10 Percobaan 1,01 1,52 2,21 3,31 4,68 10,70

d) Perhitungan presentase kesalahan Presentase kesalahan dalam suatu percobaan dapat dari dengan menggunakan rumus : %kesalahan Dengan rumus diatas kita akan menghitung presentase kesalahan I = f (v) R = konstan. Dengan menggunakan data yang tersaji pada tabel perbandingan.

- Untuk R = 100 saat I = 2 mA % kesalahan

- Untuk R = 150 saat I = 4 mA % kesalahan - Untuk R = 220 saat I = 6 mA % kesalahan - Untuk R = 330 saat I = 8 mA % kesalahan

- Untuk R = 470 saat I = 10 mA % kesalahan

- Untuk R = 1 k saat I = 8 mA % kesalahan

Dengan menggunakan rumus dan cara yang sama kita dapat menghituung presentase kesalahan untuk masing masing nilai V dan R yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil perhitungan untuk presentase kesalahan akan di perlihatkan pada tabel berikut : e) Tabel perhitungan presentase kesalahan R () 100 150 220 330 470 1K I = 2 mA 10 3.33 6.82 46.97 10.64 10 %Kesalahan V (Volt)= .% I = 4 mA 2.5 3.33 0 6.06 4.26 5.75 I = 6 mA 0 5.56 2.27 1.52 4.26 0.5 I = 8 mA 1.25 3.33 1.70 0 2.93 3 I = 10 mA 1 1.33 0.45 0.30 0.43 7

f) Simpulan Adapun sipuan yang dapat kita ambil dari percobaan diatas ( V = f (R) I konstan antara lain: Rumus yang dipergunakan dalam percobaan ini adalah V= I.R , sehingga besarnya nilai V akan berbanding lurus dengan peningkatan/ penurunan nilai R jika I konstan. Dapat dilihat dalam hasil percobaan nilai V terkecil ialah saat I dan R bernilai terkecil juga demikian juga sebaliknya. Terjadinya kesalahan dalam pengukuran, yang mengakibatkan hasil teori dan percobaan berbeda mungkin disebabkan karena : kondisi alat yang kurang baik, kuran presisinya alat ukur, dan kurang telitnya praktikan dalam membaca alat ukur dan pembulatan hasil. 1.6.3. Rangkaian dengan I=f(v) untuk harga V tertentu a. Pehitungan secara teori Dalam hukum ohm kita telah mengetahui rumus :

Kita akan menggunakan rumus diatas, untuk menghitung rangkaian dengan I = f(v), R konstan. Diketahui : V = 20Volt R = 100 Ditanya : I .? Jawab : Dengan rumus yang sama perhitungan dapat dilanjutkan untuk masing masing nilai V dan R, sehingga secara teori diperoleh nilai I untuk masing masing v dan R. Perhitungan berdasarkan teori dapat dilihat di bawah ini.

b. Tabel Perhitungan Secara Teori R () 100 150 220 330 470 1K V=2 V 20 13.3 9.09 6.06 4.25 2 V=4 V 40 26.6 18.13 12.12 18.51 4 I (mA) V=6 V 60 40 27.27 18.18 12.86 16 V=8 V 60 40 27.27 18.18 12.86 16 V = 10 V 100 66.6 45.6 30.3 21.3 10

c. Tabel Perbandingan Hasil pengukuran dan teori I (mA) R () Teori 100 150 220 330 470 1000 20 13.3 9.09 6.06 4.25 2 V=2V Percobaan Teori 20 10 10 9 4 2 40 26.6 18.13 12.12 18.51 4 V=4V Percobaan Teori 40 25 20 10 8 4 60 40 27.27 18.18 12.86 16 V=6V Percobaan 60 40 25 15 12 6

I (mA) R () Teori 100 150 220 330 470 1000 60 40 27.27 18.18 12.86 16 V=2V Percobaan Teori 80 50 35 20 16 8 100 66.6 45.6 30.3 21.3 10 V=4V Percobaan 100 65 45 25 20 10

d. Perhitungan Presentase Kesalahan Presentase kesalahan dalam suatu percobaan dapat dari dengan menggunakan rumus : %kesalahan Dengan rumus diatas kita akan menghitung presentase kesalahan I = f (v) R = konstan. Dengan menggunakan data yang tersaji pada tabel perbandingan. - Untuk R = 100 saat I = 2 mA % kesalahan

Dengan menggunakan rumus dan cara yang sama kita dapat menghituung presentase kesalahan untuk masing masing nilai V dan R yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil perhitungan untuk presentase kesalahan akan di perlihatkan pada tabel berikut :

e. Tabel Presentase Kesalahan R () 100 150 220 330 470 1K V=2V 0 24.81 10.01 48.51 5.88 0 % Kesalahan I (mA) = % V=4V 0 6.02 10.31 17.49 56.78 0 V=6V 0 0 8.32 17.49 6.69 62.50 V=8V 25 20 22.09 9.10 19.63 100 V = 10 V 0 2.40 1.32 17.49 6.10 0

f. Simpulan Adapun simpulan yang dapat ditarik dari percobaan diatas (I =f(v) V= konstan) antara lai sebagai berikut : Rumus yang digunakan pada percobaan ini adalah rumus hukum ohm yaitu , maka besar kecilnya nilai I (arus) sangat tergantung pada besar R jika dianggap v konstan. Jika R semakin besar maka I semakin kecil atau jika R semakin kecil maka I semakin besar. Seharusnya hasil pengukuran dan perhitungan secara teori memiliki nilai yang sama, perbedaan yang terjadi dapat di sebabkan oleh kurang baiknya kondisi alat prak tikum dan kurang telitinya praktikan dalam membaca alat ukur dan pembuatan hasil.

1.7. Simpulan Umum Dari hasil analisa yang telah dilakukan, maka untuk percobaan I(hukum ohm) ini dapat di tarik simpulan berikut : Percobaan untuk membuktikan hukum ohm dapat dinyatakan berhasil. Ini dapat dilihta dengan presentase kesalahan dangrafik perbandingan yang telah dilakukan dimana presentasenya kesalahan yang terjadi untuk masing-masing percobaan yaitu I = f (V) untuk harga R tertentu, percobaan V = f (R) untuk

harga I tertentu dan percobaan I = f (R) untuk harga V tertentu tidak terlalu besar dan juga grafik dari grafik dapat dilihat bahwa hasil perhiungan secara teori dan pengukuran tidak menunjukkan presentase yang signifikan Rumus yang digunakan adalah rumus hukum ohm

, maka besar kecilnya nilai I (arus) sangat tergantung pada besar R jika dianggap v konstan. Jika R semakin besar maka I semakin kecil atau jika R semakin kecil maka I semakin besar. Rumus yang dipergunakan adalah V= I.R , sehingga besarnya nilai V akan berbanding lurus dengan peningkatan/ penurunan nilai R jika I konstan. Dapat dilihat dalam hasil percobaan nilai V terkecil ialah saat I dan R bernilai terkecil juga demikian juga sebaliknya. Seharusnya hasil pengukuran dan perhitungan secara teori memiliki nilai yang sama, perbedaan yang terjadi dapat di sebabkan oleh kurang baiknya kondisi alat prak tikum dan kurang telitinya praktikan dalam membaca alat ukur dan pembuatan hasil. -