Anda di halaman 1dari 27

Gravity Concentration

Kelompok 8 Rizqi Cakti Bramantyo Mt10 1006704732

Pendahuluan
Metode pemisahan gravitasi digunakan untuk memproses berbagai macam bahan, mulai dari logam sulfide berat (sp. gr. 7.5) sampai batubara (sp.gr. 1.3)
Metode ini sudah dimodernisasi dan terbukti efisien untuk konsentrasi dari mineral yang memiliki besar partikel disekitar 50 mm Teknik gravitasi dapat mengembalikan residu yang masih berharga dari mineral berat dalam flotation tailing

Gravity Concentration
Metode Gravity concentration memisahkan mineral dari perbedaan berat jenis oleh gerakan relative sebagai respon dari gravitasi dan satu atau beberapa gaya lainnya. Partikel-partikel yang mempunyai berat jenis yang lebih besar akan jatuh dengan kecepatan yang lebih cepat daripada partikel-partikel yang kecil.

Gravity Concentration
Metode GC sangat baik untuk partikel-partikel kasar. Hal ini secara ekonomis dan teknis akan menguntungkan karena pemisahan air akan lebih mudah, serta zat kimia yang merugikan akan hilang sehingga tidak akan mengganggu proses selanjutnya.
Ada 3 (tiga) cara pemisahan secara gravitasi bila dilihat dari segi gerakan fluidanya, yaitu : - Fluida tenang, contoh dense medium separation (DMS) atau heavy medium separation (HMS). - Aliran fluida horisontal, contoh sluice box, shaking table dan spiral concentration. - Aliran fluida vertikal, contoh jengkek (jig).

Gravity Concentration
Bila jumlah partikel (mineral) di dalam fluida relatif sedikit, maka akan terjadi pengendapan bebas (free settling). Tetapi bila jumlah partikel banyak gerakannya akan terhambat sehingga terbentuk stratifikasi yang terdiri dari 3 (tiga) tahap sebagai berikut :
Hindered settling classification ; klasifikasi pengendapannya terhalang. Differential acceleration pada awal pengendapan ; artinya partikel yang berat mengendap lebih dahulu. Consolidation trickling pada akhir pengendapan ; partikel-partikel kecil berusaha mengatur diri di antara partikel-partikel besar sesuai dengan berat jenisnya. Produk dari proses konsentrasi gravitasi ada 3 (tiga), yaitu : - Konsentrat (concentrate) yang terdiri dari kumpulan mineral berharga dengan kadar tinggi. - Amang (middling) yaitu konsentrat yang masih kotor. - Ampas (tailing) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang harus dibuang.

1. 2. 3.

Prinsip Kerja GC
Rumus Perhitungan:
n = Dh Df n harus > 1,25

Dl Df
dimana Dh = berat jenis mineral berat Dl = berat jenis mineral ringan Df = berat jenis fluida (media) Apabila nilai n besar maka proses akan berjalan mudah, sedangkan bila nilai n < 1,25 proses pemisahan akan berlangsung tidak sempurna dan tidak ekonomis

Prinsip Keja GC
Selain bergantung pada berat jenis, gerakan partikel dalam fluida/media juga bergantung pada ukuran partikel serta sifat permukaan.
Biasanya pada penggunaan mesin ini partikel dengan ukuran < 10mm akan disingkirkan karena ditakutkan dapat mengganggu kinerja mesin. Karena gravity separator amat sensitive pada kehadiran partikel yang amat kecil. Partikel yang amat kecil ini dapat mengganggu kekentalan lumpur sehingga mengurangi ketepatan dari gravity separator.

Gravity Separator
Alat yang digunakan pada metode GC ini disebut gravity separator
Gravity separator ini terbagi berdasarkan ukuran partikel-partikel yang mengendap dalam proses. Peralatan konsentrasi gravitasi yang banyak dipakai adalah : 1. Jengkek (jig) dengan bermacam-macam desain. 2. Meja goyang (shaking table). 3. Konsentrator spiral (Humprey spiral concentrator). 4. Palong / sakan (sluice box).

JIG
Prinsip Kerja
Ini adalah metode tertua dari Gravity Concentration. Jig biasanya digunakan untuk memperoleh logam-logam berat seperti : emas, bijih besi, batu bara. Pemisahan jenis-jenis mineral menurut perbedaan berat jenis (BJ).

JIG
TIPE-TIPE JIG:
Hartz Jig Jenis yang pertama kali dipakai Denver jig Untuk Pemisahan logam-logam berat

Baum Jig Untuk memisahkan partikel partikel ringan seperti batubara.

JIG
Cara kerja Jig
1. Umpan masuk ke saringan. Pemisahan partikel yang berdasarkan perbedaan berat jenis dibantu dengan pulsed water yaitu pergerakan air akibat tekanan dan hisapan secara berfluktuatif 2. Partikel-partikel ringan terbawa arus ke atas dan terbuang sebagai tailings 3. Partikel-partikel berat terus menembus penyaringan (ragging) karena specific gravity-nya yang besar ke arah bawah (poin 2 & 3 pengaruh pulsed water)

JIG
Tahapan Pemisahan :
1. Differential Initial Acceleration dipengaruhi oleh berat jenis dan tahanan fluida 2. Hindered Settling

gerakan partikel yang satu mempengaruhi partikel yang lain


3. Consolidation Trickling pemisahan antara partikel terjadi akibat pengaruh pulsed water atau stroke. Terdapat bed yang merupakan screen dinamis , yang memberikan kesempatan partikel untuk lolos (ukuran kecil & berat) dan tertahan (ukuran bersar & ringan)

JIG
JIGGING ACTION
Rumus dari pergerakan partikel yang berada di cairan kental

m g m D

= massa butir dari mineral = percepatan gravitasi = massa yang terpindah oleh fluida = tahanan fluida terhadap perpindahan partikel

Dx/dt = percepatan

JIG
Jadi dapat disimpulkan :
Percepatan tidak tergantung pada ukuran feed. Percepatan tergantung pada berat jenis partikel feed dan fluida yang dipakai. Ukuran dapat mempengaruhi pemisahan partikel. Untuk memisahkan partikel yang kecil berat dengan partikel yang besar ringan, maka dilakukan siklus jigging yang pendek.

PINCHES SLUICES
Metode pinched sluices dalam berbagai bentuknya telah digunakan untuk memisahkan mineral sejak lama.
Prinsip kerjanya dengan mengalirkan mineral kotor dan dibantu oleh air yang berdasarkan pada perbedaan kecepatan pengendapan. Kemiringan alat sendiri dapat divariasikan, sesuai dengan kebutuhan.

PINCHES SLUICES
Feed masuk kedalam lubang umpan dan mengalir kebawah akibat kemiringan dari pinched sluices. Pada waktu mengalir terjadi pemisahan, partikel berat berada di lapisan atas, dan partikel ringan berada di lapisan bawah. Kedua partikel ini dipisahkan menggunakan pisau splitters. Letak splitters menentukan hasil, bila splitters terlalu kekanan maka menghasilkan produk dengan kualitas rendah, sedang bila terlalu kekiri maka akan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

Concentrating Mechanism
Pulp with 50-65% solid enters

Stratifies as it descend

Splitters
Tray

CONE
Cone mempunyai prinsip kerja yang hampir sama dengan pinched sluices, tetapi biasanya alatnya lebih rumit. Cone merupakan pengembangan dari pinched sluices.
Cone dipakai untuk pemurnian pasir pantai yang mengandung ilmenite dan rutile. Untuk menghasilkan kualitas yang tinggi, cone biasanya disusun empat tingkat. Salah satu cone yang mempunyai kapasitas besar adalah Reichert Cones. Reichert Cones mempunyai kapasitas feed 6590 t h-1 dan feednya 55-70 % solid. Selain itu mampu memproses feed dari ukuran 3 mm menjadi 30 m. Aplikasi penggunaan Reichert Cones yang terbesar adalah di penambangan Palabora di Afrika Selatan.

REICHERT CONE
Wet gravity concentrator designed for highcapacity application Low operation cost

Application Preconcentration tin & gold Recovery of tungsten Concentration magnetite

Specification Capacity Feed size density 30-3mm 55-70%* solid 65-90 th-1

SHAKING TABLE
Prinsip Kerja
Air mengalir pada permukaan, terjadi gesekan antara keduanya sehingga kecepatan air pada bagian atas akan lebih besar daripada di dasar, semakin dekat ke permukaan, kecepatan alir semakin cepat. Partikel berukuran kecil cenderung terhambat geraknya akibat gaya gesekan tersebut. Partikel dengan specific gravity tinggi akan bergerak lebih lambat daripada specific gravity kecil. Akibat aliran air, partikel dapat dipisahkan berdasarkan ukuran dan kepadatannya. Semakin besar jangkauan ukuran partikel, efisiensi pemisahan berkurang.

SHAKING TABLE
Alat ini Terdiri dari :
1. 2. dek yang sedikit condong (A) yang mana masukan terdiri sekitar 25% padatan, dialirkan di kotak masukan dan didistribusikan sepanjang C air cucian didistribusikan sepanjang seiring pada pencuci D. meja bergetar secara longitudinal, melalui mekanisme B, menggunakan gerakan lambat maju dan pengembalian cepat, yang menyebabkan partikel mineral bergerak secara "menjalar" di sepanjang geladak parallel ke arah gerakan.

SHAKING TABLE
Cara Kerja
Pada meja terdapat jalur-jalur yang mempunyai arah menyeberangi meja secara melintang. Ketika meja diberi goncangan, partikel ringan dan padat akan terhambat lajunya akibat friksi sehingga tidak mudah jatuh dan sampai ke ujung meja, sedangkan partikel besar dan ringan akan jatuh ke bagian bawah.

SHAKING TABLE

Wilfley Concentrating Tables

SPIRAL
Spiral bertahun-tahun digunakan untuk berbagai aplikasi dalam pemrosesan mineral, khususnya dalam penanganan tumpukan pasir mineral berat, seperti ilmenite, rutile, zircon, dan dalam pemurnian batu bara.
Humphreys spiral adalah spiral pertama yang diperkenalkan pada tahun 1943. Berat input antara 15 dan 45% berat padatan dan dengan ukuran 3mm sampai 75m dimasukkan dari atas spiral dan mengalir ke bawah spiral. Berbentuk parit-parit yang berkelok kelok ( spiral ) ke bawah. Di tengah-tengah parit ini terdapat saluran pipa yang berupa pipa tempat penampungan konsentrat. Pada spiral ini juga memerlukan adanya air sebagai media pemisah konsentrat.

SPIRAL
Cara Kerja
Pemisahan pada spiral menggunakan prinsip pemisahan berdasarkan berat jenis. Pada parit spiral terjadi pemisahan partikel, partikel berat akan berada dibawah dan keluar melalui pipa penampung sedangkan partikel ringan berada diatas dan terbawa arus air sampai kedasar spiral. Pemisahan ini memanfaatkan gaya sentrifugal karena perputaran air, sehingga partikel ringan akan terdesak ke samping dan partikel berat akan jatuh kebawah.

SPIRAL
Spiral terbuat dengan kemiringan yang berbeda-beda, karena sudut kemiringan mempengaruhi grafitasi pada proses pemisahan. Sudut yang kecil dipakai misalnya dalam pemisahan batu bara dari serpihan sudut yang lebih besar dipakai untuk pemisahan mineral berat umumnya sudut yang paling besar untuk memisahkan mineral berat dengan mineral berat pengotor seperti zircon dari kyanit dan staurolit. Kekurangan: -Karena perlakuan dari spiral tergantung instalasi unitnya, efisiensi pemisahan sangat sensitif. -Kurang seragam dalam memasukkan mineral bisa berakibat langsung pada efisiensi produksi dan pemurnian, khususnya pada spiral batu bara (HollandBatt, 1993).

SEKIAN
& TERIMA KASIH