Anda di halaman 1dari 4

KASUS SINDROMA NEFROTIK Identifikasi Nama : Usia : 3 tahun

Anamnesis Keluhan utama RPP : : Bengkak seluruh tubuh

Sejak 1 bulan SMRS penderita mengeluh bengkak pada kedua kelopak mata, terutama saat bangun tidur yang berkurang pada siang dan sore hari. Keluhan bengkak tidak disertai dengan sesak nafas bila beraktivitas. Penderita juga masih dapat tidur dengan satu bantal. Penderita tidak mengeluh sering terbangun tiba-tiba saat tidur karena sesak ataupun karena inginbuang air kecil. Keluhan bengkak disertai denganbuang air kecil yang menjadi jarang, yaitu 2-3 kali sehari dan sedikit jumlahnya 1/4 gelas, berwarna kuning, tanpa disertai rasa nyeri. Keluhan bengkak tidak disertai buang air kecil seperti cucian daging, nyeri kepala, mual dan muntah. BAB biasa. Karena keluhannya penderita berobat ke RSMH Palembang Riwayat penyakit dahulu : Penderita mengalami keluhan yang sama 3bulan yang lalu Riwayat sakit kuning dan kontak dengan penderita sakit kuning, disangkal :

Riwayat penyakit keluarga -

Riwayat sering makan, minum dan buang air kecil pada penderita dan keluarga disangkal

Riwayat bepergian ke daerah endemik malaria disangkal

Diagnosis banding : Sindroma nefrotik Glomerulonefritis akut Nefropati diabetik

Nefropati malaria

Diagnosis kerja Sindroma nefrotik

DISKUSI Sindroma nefrotik adalah gambaran klinis dengan ciri khusus proteinuria masifblebih dari 3,5 gram per 1,73 m2 luas permukaan tubuh per hari disertai hipoalbuminemia kurang dari 3 gram per ml. Pada SN didapatkan pula lipiduri, kenaikan serum lipid, lipoprotein globulin, kolesterol total dan trigliserid, serta adanya sembab sebagai akibat dari proteinemia masif dan hipoproteinemi.

Etiologi Penyakit parenkim ginjal primer misalnya glomerulonefritis. Penyakit metabolik dan jaringan kolagen misalnya diabetis melitus dan SKE Gangguan sirkulasi mekanik misalnya trombosis vena renalis Penyakit keganasan misalnya multipel mieloma Infeksi misalnya malaria Kelainan kongenital misalnya SN kongenital

Patofisiologi Reaksi antigen-antibodi menyebabkan permeabilitas membran basalis glomerulus meningkat diikuti oleh kebocoran protein (albumin). Proteinuri Pada SN terdapat peningkatan peningkatanmembran basalis kapiler-kapiler glomeruli, disertai dengan peningkatan filtrasi proteinplasma dan akhirnya teradi proteinuri. Hipoalbuminemi

Keadaan ini disebabkan hilangnya sejumlah protein tubuh melalui urin (proteinuri), katabolisme albumin, pemasukan protein yang kurang karena nafsu makan menurun dan utilisasi asam amino yang menyertai penurunan fungsi ginjal. Jika kompensasi hepar dalam mensintesis albumin tidak adekuat, akan terjadi hipoproteinemi Edema Hipoalbuminemi menyebabkan penurunan tekanan onkotik dari kapiler glomeruli, diikuti oleh difusi cairan ke jaringan intertisial. Hal tersebut menyebabkan hipovolemi, yang merangsang aktivasi sistem renin-angiotensinaldosteron untuk meningkatkan reabsorpsi natrium beserta air pada tubulus ginjal. Terjadi juga aktivasi saraf simpatik dan katekolamin yang menyebabkan resistensi perifer dan vaskuler gromerulus meningkat.

ANALISA KASUS Penderita adalah seorang anak laki-laki berusia 3 tahun SN sering terjadi pada anak anak

Keluhan utama

: Bengkak seluruh tubuh

Edema merupakan keluhan yang sering menyebabkan penderita SN datang ke rumah sakit. Edema timbul terutama pada pagi hari dan hilang pada siang hari, karena pada malam hari, sewaktu tidur akan terjadi dilatasi pembuluh darah perifer disertai dengan curah jantung meningkat. Hal ini akan menyebabkan ekstravasasi cairan ke interstisial meningkat. Setelah beberapa minggu atau bulan, edema akan menetap. Lokasi edema biasanya mengenai kelopak mata karena merupakan jaringan yang longgar, kemudian menyebar ke tungkai, perut dan genitalia.

Pada penderita dengan keluhan edem harus diperhatikan hal hal sebagai berikut : Kelainan ginjal Edema penderita kelainan ginjal pada awalnya timbul pada kelopak mata pada pagi hari dan hilang pada siang hari. Edema kemudian menjalar ke tungkai, perut dan genitalia. Kelainan jantung

Keluhan bengkak tidak disertai dengan sesak nafas bila beraktivitas. Penderita juga masih dapat tidur dengan satu bantal. Penderita tidak mengeluh sering terbangun tiba-tiba saat tidur karena sesak ataupun karena ingin buang air kecil. Kelainan hepar Riwayat sakit kuning dan kontak dengan penderita sakit kuning, disangkal

Anamnesis berikutnya dimaksudkan untuk mencari kelainan ginjal yang menyebabkan edema : Glomerulonefritis akut Buang air kecil yang menjadi jarang dan sedikit jumlahnya. Keluhan bengkak tidak disertai buang air kecil seperti cucian daging, nyeri kepala, mual dan muntah. Nefropati Diabetik Riwayat sering makan, minum dan buang air kecil pada penderita dan keluarga disangkal Nefropati malaria Riwayat bepergian ke daerah endemik malaria disangkal

DISKUSI PEMERIKSAAN FISIK