Anda di halaman 1dari 1

. . . . .

siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya --: ZAKHARIA 2:8 Ada janji Tuhan yang luar biasa bagi setiap orang percaya, yaitu menjadi Biji Mata-Nya. Tuhan katakan bahwa siapa yang menjamah orang percaya, seolah menjamah Biji Mata-Nya. Tentunya kita akan merasa sangat terganggu dan marah kalau ada yang mau menjamah mata kita, begitulah juga Tuhan akan bersikap bila ada yang mau menjamah kita, karena kita adalah Biji MataNya. Begitu indah dan luar biasa janji Tuhan ini, sebagai Biji Mata Tuhan kita akan sangat aman. Anda mau menjadi Biji Mata Tuhan? Untuk menjadi Biji Mata Tuhan maka kita harus menjadi mata yang sehat, yang berfungsi dengan baik, berarti harus peduli dengan orang-orang di sekitar. Kita harus mau menolong, mau menegur dan memperingatkan orang yang dalam bahaya. Tuhan YESUS katakan apabila kita peduli dengan saudara-saudara yang perlu pertolongan maka berarti kita sudah menolong Tuhan. Seperti halnya mata jasmani yang memerlukan perawatan, begitu juga sebagai Biji Mata Tuhan kita perlu selalu dirawat dengan Firman Tuhan dan diurapi dengan kuasa ROH KUDUS agar selalu dapat melihat dengan tajam dan jelas.

Nas : Mazm 17:8 Pemazmur menggunakan dua lambang yang mengingat kembali kasih dan perhatian Allah terhadap umat-Nya yang setia. 1. 1) "Biji mata" adalah metafora Ibrani yang menyatakan sesuatu yang sangat bernilai dan disayangi. 2. 2) "Naungan sayapmu" adalah metafora yang diambil dari seekor induk ayam yang melindungi anak-anaknya dengan sayapnya; jadi mengungkapkan perlindungan lembut (bd. Mazm 36:8; 57:2; 61:5; 63:8). Kristus menggunakan metafora ini untuk menyatakan kasih-Nya kepada Israel (Mat 23:37). Semua orang percaya harus berdoa agar Allah menjangkau untuk menolong kita pada saat-saat bahaya sebagaimana seseorang secara naluri bertindak untuk melindungi biji matanya dari bahaya (bd. Ul 32:10; Ams 7:2; Za 2:8), dan bahwa Bapa sorgawi selalu siap untuk menyembunyikan dan melindungi kita bagaikan seekor induk ayam melindungi anak-anaknya (Mazm 91:4; Mat 23:37).

Ternyata penglihatan ini bermaksud menegaskan rencana Allah untuk menyatakan kasih-Nya lagi kepada mereka, lewat pemulihan yang tuntas. Yerusalem yang sudah diukur, akan menjadi tempat umat yang tercerai berai itu berkumpul dan menikmati lagi segala berkat-Nya. Demi kemuliaan-Nya, Ia bertindak membela umat-Nya yang telah tercela di penjajahan musuh. Bagi Tuhan, umat yang dikasihi-Nya itu adalah seperti biji mata-Nya. Bukankah ungkapan itu pernah disebut-sebut pada masa lalu (Ul. 32:10; lih. Mzm. 17:8), yang membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mengasihi mereka, walau mereka sering membuat Dia marah bahkan sakit hati. Sedemikian kasih Tuhan, sehingga siapa pun yang mengganggu umat-Nya, sama saja sedang mencolok mata-Nya. Siapa pun mereka itu, tidak akan luput dari pembalasan Tuhan (ayat 9).