Anda di halaman 1dari 3

Tea With Mussolini

Cerita ini berawal dari kota Florence, Italia. Seorang anak bernama Luca yang ibunya telah meninggal harus hidup dengan seorang wanita tua sekretaris ayahnya karena ayahnya tidak mau mengasuhnya. Wanita tua keturunan inggris yang merawatnya bernama Mary Wallace yang merupakan anggota perkumpulan wanita ekpatriat inggris di Florence, Italia. Hal ini terjadi karena kedua orang tuanya memang tidak menikah sehingga ayahnya malu untuk mengakuinya sebagai anaknya. Ayahnya yang bernama Massimo Ghini merupakan seorang pengusaha Italia sedangkan ibunya bernama Clara. Suatu ketika datang seorang wanita Amerika bernama Elsa Morganthal datang berkunjung dan bertemu dengan Luca. Elsa yang mengetahui bahwa ibu Luca telah meninggal dan hanya diasuh oleh Marry Wallace merasa simpati dan memberikan dana untuk kebutuhan Luca masa depan. Setiap hari Luca sekolah seperti anak-anak biasa. Namun Luca selalu bersedih saat menyaksikan teman-temannya yang selalu dijemput orang tuanya saat pulang sekolah. Suatu saat ketika berangkat sekoalah, Luca diajak melihat galeri seni yang terletak di jalan menuju sekolahnya. Saat itu Luca sangat kagum melihat hasil seni yang ada di galeri tersebut. Sejak saat itu Luca mulai menyukai seni dan sering menggambar di masa kecilnya. Suatu hari saat para wanita tua ekspatriat tersebut berada di restoran, terjadi serangan tentara fasis ke dalam restoran tersebut yang menyebabkan kepanikan pengunjungnya. Nyonya Hester yang merupakan janda merasa masih memiliki kekuatan politik dan mengadakan pertemuan dengan Mussolini. Dia mendapat jaminan keselamatan dari Mussolini dan sangat bangga dengan keberhasilannya tersebut. Namun jaminan tersebut tidak terbukti karena semakin buruknya suasana politik yang semakin menjurus ke arah peperangan. Warga Inggris di Italia mulai tidak aman. Ayah Luca yang berpikiran bahwa Italia akan jatuh ke tangan jerman dan era Inggris akan berakhir memutuskan menyekolahkan Luca ke Austria oleh ayahnya untuk belajar bisnis. Beberapa tahun kemudian Luca kembali ke Florence. Sesampainya di rumah dia tidak menemukan Marry Wallace yang mengasuhnya. Saat dia mencari Marry dia bertemu dengan Elsa yang sedang berkunjung karena memang negaranya Amerika tidak terlibat perang.

Keesokan harinya Luca dapat bertemu dengan Marry, namun saat itu Marry sedang bersiap berangkat ke tempat pengasingan yang buruk di kota San Gimignano. Elsa yang prihatin melihat keadaan Italia saat itu membantu orang-orang Inggris secara diam dia dibantu oleh Luca. Luca bertugas mengimkan passport dan bantuan lainnya bagi orang Inggris dan Yahudi yang ada di Italia termasuk membantu kelompok wanita tua tadi untuk dapat tinggal di hotel dari pada tempat pengasingan yang sangat buruk. Kelompok wanita tersebut mengira Mussolini yang menolong mereka selama ini. Di sisi lain Elsa mulai menjalin hubungan asmara dengan seorang pengacara Italia bernama Vittorio. Luca yang saat itu mulai jatuh cinta kepada Elsa merasa cemburu dan patah hati. Setelah Amerika di serang oleh Jepang, maka Amerika menyatakan mereka juga akan terlibat dalam perang. Elsa yang merupakan warga Amerika kini harus bergabung dengan wanita inggris lainnya. Vittorio tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia menipu Elsa dengan janji akan membantu Elsa pergi dari Italia dan mereka akan hidup bersama, padahal dia hanya ingin merebut harta Elsa dan menyerahkan Elsa kepada tentara Jerman. Luca yang mengetahui kebusukan Vittorio hanya diam saja karena telah terbakar api cemburu sampai suatu saat Marry yang mengetahui hal itu memarahi Luca dan mengajarkannya untuk berpikiran dewasa. Setelah menyadari kesalahannya, Luca berniat membantu Elsa bersama dengan temantemannya yang bergabung dalam suatu pergerakan pemberontakan sembunyi-sembunyi. Karena terjadi kesulitan dana, Luca memberikan tabungannya untuk pergerakan tersebut. Elsa yang sudah termakan cinta, tidak percaya dia telah ditipu oleh Vittorio. Namun dengan bantuan Nyonya Hester yang sebenarnya kurang menyukainya Elsa akhirnya percaya dan mau untuk melarikan diri dari Italia. Akhirnya dengan dibantu Luca dan teman-temannya Elsa berhasil keluar dari Italia. Beberapa saat kemuadian, perang semakin berkecamuk. Luca dengan secara tidak sengaja bertemu denga pasukan Skotlandia dan ikut berperang sebagai tentara Skotlandia. Di lain pihak Jerman bermaksud menghancurkan kota San Gimignano tempat para wanita tua Inggris berada. Namun para wanita tua tersebut menghalangi tentara Jerman untuk mengahancurkan kota tersebut. Tiba-tiba tentara Jerman mendapat perintah untuk mundur

dan tak lama kemudian muncul tentara jerman yang disambut dengan meriah oleh warga kota tersebut. Sang mayor meminta agar para wanita tua tesebut agar segera bersiap untuk mengungsi. Namun Nyonya Hester yang sangat bangga atas suaminya menolak dan menyatakan bahwa mereka akan tetap tinggal di Italia. Marry yang melihat Luca menjadi tentara Skotlandia sangat bangga padanya dan mengatakan bahwa Luca sudah menjadi pria Inggris sejati.

Pelajaran yang Dapat Diambil


Dalam Film ini terdapat pelajaran bahwa ketika mengambil keputusan yang menjadi tujuan hidup, kita harus independen dan jangan mudah terpengaruh dan bergantung pada orang lain. Namun jika keputusan tersebut telah diambil kita harus berani menerima konsekuensi dari keputusan yang kita ambil tersebut dan berjuang dengan sekuat tenaga untuk mencapi tujuan tersebut sehingga kesuksesan dapat kita raih. Dalam film ini juga diajarkan untuk menjaga martabat dan harga diri serta kehormatan keluarga, bangsa dan negara, berbuat baik tanpa pilih kasih atau pamrih, dan tidak menjadi orang yang pendendam.

Karakter Tokoh
Luca, Memiliki kepribadian Steadiness, Menyembunyikan emosi, menghindari konflik, rendah hati dan mudah bergaul, tenang tapi cerdas dalam menghadapi masalah. Lady Hester, Memiliki kepribadian Dominan, Orangnya tegas, Tidak mau kalah, Merasa bersaing dengan Elsa, dan memiliki kemauan yang kuat, suka dipuji. Elsa, Memiliki kepribadian Influence, suka berpesta, suka dipuji, tidak tahan melihat penderitaan orang lain, ekpresif, sangat memperhatikan penampilan. Vittori, Memiliki kepribadian Dominan, mengambil alih, ngin menjadi penguasa, berkemauan kuat untuk mencapai tujuannya. Marry Wallace, Memiliki kepribadian Steadiness, menjadi penengah yang baik, menghindari konflik, simpatik dan baik hati.