Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman memotivasi ide-ide baru yang menciptakan terobosan-terobosan

mutakhir baik dalam bentuk inovasi maupun discovery. Perkembangan ini tentu membawa manusia pada berbagai macam kemajuan. Di antaranya adalah kemajuan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, bioteknologi, bisnis, dsb. Kemajuan-kemajuan ini memang ada kalanya baik bagi manusia dan ada kalanya bersifat merusak. Baik di sini berarti dapat memberikan manfaat untuk kehidupan manusia dan lingkungannya. apabila dikatakan merusak (destroy) karena dapat berdampak negatif bagi kehidupan manusia beserta lingkungannya. Salah satu kemajuan yang memiliki dua dampak positif dan negatif adalah kemajuan di bidang bisnis makanan instan (siap saji) baik dalam bentuk kaleng maupun dalam bentuk sachet. Dalam makanan ini biasanya terdapat zat pengawet (preservatives). Bahan pengawet (preservatives) ini dicampurkan dalam makanan instan agar dapat memperpanjang daya tahan makanan. Kebanyakan makanan yang beredar di pasaran bisa bertahan hingga beberapa bulan, bahkan bisa sampai 1 tahun. Namun ada satu alasan lagi, mengapa para produsen makanan mencampurkan bahan pengawet dalam produk mereka. Sebenarnya, hal ini dilakukan agar rasa makanan itu menjadi lebih enak dan warnanya pun menjadi lebih menarik, sehingga konsumen merasa tertarik untuk membelinya. Penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan bahwa banyak produk makanan di pasaran yang tidak menyebutkan atau memalsukan nama dari bahan pengawet yang

tertera. Dalam penelitiannya BPOM menemukan beberapa zat pengawet kimia, di antaranya asam benzoat, kalsium benzoat, asam sorbat, kalium nitrit, dsb. Dalam produk makanan. Bahanbahan pengawet tersebut berkemungkinan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Meskipun demikian, masyarakat luas masih lebih suka memilih makanan siap saji yang mudah dan praktis dari pada yang alami. Padahal di dalam makanan tersebut terdapat pengawet kimia. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang bahaya pengawet beserta dampaknya bagi kesehatan manusia. Atas dasar itulah, penulis mencoba untuk mengulasnya dalam makalah yang berjudul Dampak Penggunaan Bahan Pengawet Dalam Makanan Kemasan A. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut : 1. apa yang masyarakat tau tentang zat pengawet? 2. bagaimanakah pengetahuan masyarakat tentang bahaya zat pengawet dalam makanan kemasan? 3. sejauh mana makanan pengawet berbahaya bagi tubuh bila di konsumsi secara berlebihan? 4. Adakah bahan pengawet yang tidak berbahaya untuk tubuh?

B. Tujuan dan Manfaat Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan dan manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. mengetahui apa itu zat pengawet dan gunanya dalam makanan kemasan 2. mengetahui bahaya dari bahan pengawet 3. mengetahui tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh bahan pengawet bila dikonsumsi secara berlebihan 4. mengetahui bahan-bahan pengawet yang tidak berbahaya bagi tubuh

C. Metode Penulisan Metode penelitian dalam penulisan makalah ini menggunakan metode pengumpulan data. Yaitu secara keseluruhan merupakan hasil studi kepustakaan yang diperoleh dari bukubuku, majalah, Koran dan internet.

BAB II
LANDASAN TEORI A. Pengertian Bahan Pengawet Bahan Pengawet adalah bahan tambahan pangan yang biasanya digunakan dalam bahanbahan makanan instan. Dan digunakan agar makanan tersebut lebih tahan lama. Seperti yang dikemukakan oleh Ueke Riadi (2003:2) bahwa bahan pengawet adalah bahan tambahan pangan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian dan perusakan lainnya terhadap pangan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh fungi, bakteria dan mikroba lainnya. Dalam pengawetan makanan, digunakan bakteria atau mikroba yang berfungsi membantu proses pengawetan. Dan pengawetan tersebut dapat dilakukan dengan cara menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian dari suatu mikroorganisme. Kontaminasi bakteria tersebutlah yang dapat menyebabkan penyakit di dalam tubuh manusia. Bahan Pengawet yang telah siap dicampurkan dengan bahan pangan, dapat pula disebut dengan Pengawet Pangan. Pengawet Pangan adalah cara yang dilakukan untuk menghambat proses fermentasi agar suatu pangan dapat bertahan lebih lama. Dan biasanya pengawet pangan merupakan suatu bahan pangan yang sudah siap untuk dicampurkan dengan makanan yang akan di awetkan. Seperti yang dijelaskan oleh Ueke Riadi (2003:4) bahwa Pengawet pangan adalah upaya untuk mencegah, menghambat pertumbuhan mikroba yang terdapat dalam pangan. Pengawetan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu penggunaan suhu rendah, suhu tinggi, atau dengan penambahan bahan pengawet. Produk-produk pangan dalam kemasan yang

diproses dengan panas atau disebut sterilisasi komersil seperti kornet dalam kaleng atau susu steril dalam kemasan, tidak menggunakan bahan pengawet karena proses termal sudah cukup untuk memusnahkan mikroba pembusuk.