Anda di halaman 1dari 2

Sistem Informasi Akuntansi dapat didefinisikan sebagai kesatuan struktur yang mempekerjakan sumber daya fisik dan komponen-komponennya,

untuk mengubah data-data ekonomi menjadi informasi akuntansi yang diperlukan oleh penggunanya. Mengumpulkan dan mendokumentasikan aktivitas-aktivitas dan transaksi-transaksi yang di laksanakan oleh organisasi. Mengubah data tersebut menjadi sebuah informasi bagi pihak manajemen guna membuat Keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Kemudian memberi pengendalian yang memadai untuk menjaga harta organisasi. Demikian beberapa fungsi penting dari adanya Sistem Informasi Akuntansi. Komponen SIA sendiri terdiri dari beberapa komponen yakni dokumen, prosedur, fungsi terkait (orang-orang), laporan, dan pengendalian internal. Selain itu agar informasi yang yang dihasilkan dapat berguna haruslah memenuhi karakteristik

relevan, tepat waktu, andal, dapat dipahami, lengkap, dan dapat diverifikasi. Awal tahun 2003 merupakan awal munculnya reformasi di bidang keuangan negara, ditandai dengan terbentuknya paket undang-undang keuangan negara. Pemerintah telah berkomitmen untuk menuju kepada pemerintahan yang lebih baik melalui tata kelola keuangan yang sehat dan modern. Lingkup perubahan yang terjadi, diantaranya dalam pengelolaan aset negara. Sesuai Permendagri No.13 tahun 2006 menyatakan bahwa entitas pelaporan dan entitas akuntansi harus menyelenggarakan sistem akuntansi pemerintah daerah. Sistem akuntansi pemerintah daerah tersebut meliputi serangkaian prosedur yang dimulai dari proses pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan

pelaporan keuangan dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan aplikasi komputer. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaksanakan tata kelola keuangan baik sebagai entitas pelaporan maupun sebagai entitas akuntansi. Sebagai entitas pelaporan Pemerintah Daerah wajib melaporkan dan

mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangannya. Neraca merupakan salah satu bentuk laporan keuangan yang di mana di dalamnya berisi aset, kewajiban, dan modal. Dalam bahasan yang saya tulis lebih menitik beratkan pada Aset yakni pada aset tetap. Aset tetap biasanya merupakan komponen aset yang nilainya paling besar dalam neraca suatu entitas organisasi sehingga penyajian dan pengungkapan aset tetap menjadi sangat penting dalam laporan keuangan suatu entitas. Aset tetap merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh untuk melaksanakan kegiatan organisasi, bukan untuk dijual kembali. Dari pengertian ini, sangat jelas bahwa aset tetap adalah investasi yang dilakukan oleh organisasi dalam jangka panjang untuk mendukung kegiatan operasionalnya, sehingga keberadaannya sangat penting untuk ditelusuri dan dipelihara. Barang milik negara/ daerah menjadi sangat penting untuk di kelola dengan semestinya oleh karena itu dibentuklah PP 6 tahun 2006 dan Permendagri 17 tahun 2007. Salah satu aspek, Penatausahaan akan dibahas mendalam, yakni mulai dari proses pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadi obyek penelitian terkait pelaksanaan Penatausahaan Aset Tetap.