P. 1
6. HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI

6. HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI

|Views: 415|Likes:
Dipublikasikan oleh MuRnie Cimbaee FD'e

More info:

Published by: MuRnie Cimbaee FD'e on May 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2014

pdf

text

original

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia (2009) 35(1): 65-74

ISSN 0125 – 9830

HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG SULAWESI UTARA oleh NURDIN MANIK UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung – LIPI
Received 15 November 2007, Accepted 17 February 2009

ABSTRAK

Ikan layang ( Decapterus russelli ) adalah jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi penting yang banyak ditemukan di sekitar perairan Teluk Likupang; tetapi penelitian aspek – aspek biologinya belum pernah dilakukan. Sebagai penelitian pendahuluan, analisa hubungan panjang – berat dan faktor kondisi ikan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat korelasi fungsional antara panjang dengan berat, pola pertumbuhan dan kondisi kesehatan relatif populasi ikan. Analisa berdasarkan data panjang dan berat hasil pengukuran langsung secara acak dari hasil tangkapan nelayan “pajeko” selama 6 bulan, mulai bulan Mei – Oktober 2006. Data dianalisa dengan menggunakan persamaan kurva geometrik, sedangkan faktor kondisi ikan diestimasi dengan formula faktor kondisi relatif. Hasil analisis menunjukkan korelasi antara panjang dengan berat pada setiap bulan sangat signifikan. Nilai b hubungan panjang – berat bulanan umumnya diatas nilai 3, kecuali pada bulan Mei, yaitu b = 3. Ini berarti pertumbuhan ikan layang pada umumnya menyimpang dari hukum kubik ( allometris positif ). Faktor kondisi ikan berkisar antara 1.02 – 0.98, menunjukkan semua sampel ikan layang dalam kondisi baik ( gemuk – gemuk ).

Kata kunci : ikan layang, panjang, berat, pola pertumbuhan, kondisi ikan.

ABSTRACT
LENGTH-WEIGHT RELATIONSHIP AND CONDITION FACTOR OF ROUND SCAD ( Decapterus russelli ) FROM AROUND LIKUPANG BAY WATERS, NORTH SULAWESI. Round scad is an important commercial species which found abundantly in around Likupang Bay waters, but never carried out a study on its biology aspects. As a preliminary research, analysis of length – weight

length. semua konsekuensi yang mungkin timbul oleh sejumlah alternatif dapat dikurangi. Untuk itu.02 – 0. Perikanan ikan layang di daerah ini berkembang terus setiap tahun. While the condition factor ranged 1. mulai bulan Maret sampai Agustus ( LUASUNAUNG 2003 ). terutama untuk mengkonversi statistik hasil tangkapan. 66 . menduga besarnya populasi dan laju – laju mortalitasnya.berat ikan dan distribusi panjangnya perlu diketahui. B/R ). banyak tertangkap di sekitar perairan Teluk Likupang pada musim timur. It meant that the length – weight relationship of layang generally deviated from cubic law ( positive allometric). sehingga harus dikelola dengan baik dan rasional.98. weight. Disamping itu diperlukan juga dalam mengatur perikanan. Y/R ) dan biomasanya ( biomass per recruit. The data were analyzed using the geometric equation. analisa hubungan panjang – berat menurut MERTA ( 1993 ). Demikian juga dikemukakan oleh EVERHART & YOUNGS ( 1981 ).MANIK relationship and fish condition factors had objective. karena dengan berdasarkan informasi biologis. namely to know size of functional correlation between length and weight. fish condition. Key words : Round scad. yaitu menentukan selektifitas alat tangkap agar ikan – ikan yang tertangkap hanya yang berukuran layak tangkap ( VANICHKUL & HONGSKUL dalam MERTA 1993 ). penelitian aspek – aspek biologinya adalah sangat penting. growth model and monthly condition factor based on data collected from May to October 2006. The value of monthly coefficient regression ( b ) generally over from the value of 3. hubungan panjang – berat ikan merupakan pengetahuan yang signifikan dipelajari. misalnya dalam menghitung hasil tangkapan per rekrut ( yield per recruit. perkembangan gonad dan sebagainya. Di dalam ilmu biologi perikanan. kesehatan. PENDAHULUAN Ikan layang ( Decapterus russelli ) adalah jenis ikan perairan pantai (coastal) dan laut dangkal (neritic) yang bersifat stenohalin (ATMAJA & NUGROHO 1995). while condition factors were estimated by the relative condition factor formula. hubungan panjang . growth model. terutama untuk kepentingan pengelolaan perikanan. only b = 3 on May. dimaksudkan untuk mengukur variasi berat harapan untuk panjang tertentu dari ikan secara individual atau kelompok–kelompok individu sebagai suatu petunjuk tentang kegemukan. bahwa analisa hubungan panjang – berat yaitu dapat mengestimasi faktor kondisi atau sering disebut dengan index of plumpness. Salah satu informasi biologi yang penting adalah hubungan panjang – berat dan faktor kondisi ikan. The result showed that monthly correlation of length and weight are very significant. Dalam hubungannya dengan pertumbuhan dan kondisi ikan. Pentingnya pengetahuan ini sehingga BAYLIFF ( 1966 ) menegaskan. Hubungan panjang – berat ikan juga sangat penting artinya di dalam ilmu dinamika populasi. showed that all of round scad specimen within healthful condition ( fats ).

Data yang dianalisis adalah data gabungan ikan jantan dan betina. yaitu : W = q Lb………. 1986 ). well-being) atau keadaan kesehatan relatif populasi ikan atau individu tertentu... sebagai berikut : t^ = b . L = panjang total (cm). Nilai b yang diperoleh akan diuji terhadap nilai 3 dengan Uji-t dari SACHS dalam VAKILY et al.( 2 ) atau Y = a + b . Hubungan panjang – berat Berat ikan sebagai variabel respon dan panjang sebagai variabel prediktor mempunyai hubungan fungsional ( SPARRE et al. ( 1986 )..( 4 ) √ ( 1-r2 ) Sy 67 .……. Tulisan ini berdasarkan data yang dikumpulkan dari kapal–kapal “pajeko “ ( purse – seine ) yang beroperasi di perairan sekitar Teluk Likupang.. X = log L . b = slope dan a = log q = intersep Nilai a dan b pada persamaan ( 3 ) dihitung dengan metoda kuadrat terkecil. BAHAN DAN METODE Bahan Data panjang dan berat yang dianalisis adalah hasil pengukuran langsung secara acak selama 6 bulan ( Mei – Oktober 2006 ) dari hasil tangkapan nelayan purse – seine yang beroperasi di perairan sekitar Teluk Likupang. SULAWESI UTARA yang merupakan salah satu derivat penting dari pertumbuhan untuk membandingkan kondisi (fitness..…………….3 .HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG. 1989 ).. Hubungan panjang – berat dan faktor kondisi secara sistematis mempunyai nilai praktis karena dapat digunakan untuk mengkonversi panjang ke berat atau berat ke panjang ( VAKILY et al. √ ( n -2 )……….. dimaksudkan menjadi masukan untuk penelitian aspek – aspek biologi ikan layang secara terinci di masa yang akan datang. X………………………………………………….………………………………………………………………. q dan b = parameter..…….…………………………………………. Sx ...( 1 ) dimana : W = berat ikan (gram). Persamaan ( 1 ) merupakan persamaan kurva geometrik yang dapat ditransformasikan ke persamaan regresi linear dengan melogaritmakan menjadi : log W = log q + b log L…………………………………………..( 3 ) dimana : Y = log W.....

. Jika tidak sama dengan 3.933400–3. yaitu allometris positif apabila b > 3.………. Hasil Uji .…………. faktor kondisi ikan umumnya antara 0.. Kemudian untuk mengetahui posisi kurva .9783 ( Tabel 2 ).8793 – 0. dan allometris negatif apabila b < 3. sedangkan pada ikan yang kurang pipih antara 1 – 3 ( EFFENDI 1979 ). faktor kondisi dihitung dengan faktor kondisi relatif . maka dilakukan Uji-F melalui analisa kovarian ( STEEL & TORRIE 1991 ). pertumbuhannya allometris. yaitu pertumbuhan panjang tidak secepat pertumbuhan beratnya.MANIK Jika b = 3.…….. Untuk pertumbuhan allometrik..…………………………………………………. lebar dan tinggi ikan adalah sama ( EVERHART & YOUNGS 1981 ). terlihat jelas nilai – nilai koefisien korelasi ( r ) yang merupakan ukuran kesesuaian ( goodness of fit ) garis regresi terhadap data.388204 dengan batas konfidennya masing – masing seperti pada Gambar 1.………. Ini menunjukkan bahwa korelasi antara panjang dan berat pada bulan – bulan pengamatan sangat signifikan. yaitu 68 .( 6 ) W^ dimana : W = berat ikan hasil pengamatan .9891. Nilai – nilai b ( slope ) hasil komputasi berkisar antara 2. yaitu 0.kurva hubungan panjang – berat bulanan yang diperoleh itu sejajar.9377 – 0. menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan layang di perairan sekitar Teluk Likupang umumnya adalah allometris positif ( b >3 ). ( 1986 ). Besar keeratan hubungannya ditentukan oleh masing – masing koefisien determinasinya ( r2 )...0 yang untuk pola pertumbuhan isometris dihitung sebagai berikut : K = 100 .. Pola pertumbuhan allometris positif ini. atau pertumbuhan ikan yang bentuk dan berat jenisnya tidak berubah selama proses pertumbuhannya. yaitu tingkat pertumbuhan panjang. semuanya diatas 0.. yaitu : Kn = W…………………………………………………. berimpit atau berpotongan..( 5 ) L3 Nilai K pada ikan yang badannya agak pipih berkisar antara 2 – 4. W^ = qLb ( berat estimasi ) HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan panjang – berat Dari hasil analisa hubungan panjang – berat bulanan sebagaimana tercantum dalam Tabel 1.. maka pertumbuhannya isometris.98 % dapat dijelaskan oleh besarnya pertambahan panjang melalui hubungan regresinya.t nilai – nilai b tersebut terhadap nilai 3 yang dicantumkan dalam Tabel 2. Faktor kondisi Menurut VAKILY et al. W . yaitu 0.90 ( 90 % ). Artinya pertambahan berat sekitar 88 % ..5 – 2..

3– 22. Monthly length–weight relationship of Decapterus russelli in around Likupang Bay waters. r2 α0. dan hanya 9.9377 0.261804 0.004126 0.005133 0.565691 (0.163459 (0.047737 237 379 494 706 338 264 Remark : value in parentheses is value q in formulation ( 1 ) Tabel 2.5– 24.004152 Sb n Range ( cm ) 12.9666 0.010049) -2.4– 17. Tingginya nilai b tersebut mungkin karena sebagian besar (90.388204 3.9871 0.269025 0.x 0.001763 0.3 9.345384 0.079652 0.6 12.118989 0.005991) 2. Month a b r S2y.9342 0.2– 19.9710 0.027359 0.083601 0. pola isometris ( b = 3 ).933400 3. Hubungan panjang .2 May Jun Jul Aug Sep Oct -1. The t -test of b values obtained against 3 value.002718) -2.4 % contoh yang dalam kondisi baru selesai memijah ( ikan – ikannya kurus ).278340 3.003940) -2.007177) -2.001894 0.002604 0.091163 3.HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG.371924 0.222532 (0.125003 0. Uji-t untuk nilai b yang diperoleh terhadap nilai 3.078832 3.279213 0.104200 0.05 Isometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric Positive allometric Month Sx Sy Result May Jun Jul Aug Sep Oct 0. Table 2.8793 0.033876 0.138457 0.berat bulanan Decapterus russelli di perairan sekitar Teluk Likupang.5 9. Table 1.9702 0.9850 0. Di perairan Maluku – Irian Jaya dan Laut Banda termasuk Halmahera BUSTAMAN & BADRUDIN 69 .9782 0.9743 0.006863) -2.070896 0.9428 b=3 b>3 b>3 b>3 b>3 b>3 pada ikan layang bulan Juni sampai Oktober.024313 0.404547 (0.144086 (0.9891 0.083233 0.6%) contoh ikan layang pada bulan-bulan tersebut dalam kondisi belum dan baru mulai matang gonad ( ikan – ikannya gemuk ).0 11.1 8. SULAWESI UTARA Tabel 1. dan hanya pada bulan Mei.5– 23.025189 0.2– 25.039959 0.997896 (0.

sama dengan di Teluk Ambon.00 cm ) tidak ditemukan. Ini menunjukkan contoh ikan pada bulan . seperti pada Gambar 1. sehingga tidak terjangkau oleh alat tangkap nelayan.98. Menurut keterangan nelayan purse-seine setempat. Perbedaan nilai b seperti ini menurut RICKER ( 1975 ).16 cm ). mengingat contoh ikannya yang belum matang ( rata – rata TL = 16. Faktor kondisi ikan bergantung pada berbagai faktor eksternal lingkungan dan faktor biologis. yaitu b = 2. selain pengaruh proses maturasinya dan 70 . bahkan relatif sama. Nilai tertinggi 1.9302–3. Faktor kondisi Tidak terjadi variasi temporal nilai factor kondisi ikan pada setiap bulan secara ekstrim. b = 2. Komparasi hubungan panjang – berat bulanan melalui analisa kovarian pada peluang 95% ( F 0. maka kepadatan di dalam populasinya sedikit berkurang dan kompetisi antar kelompok umur untuk makanan tidak seperti dalam kondisi di luar musim pemijahan.023. diantaranya kematangan gonad untuk reproduksi.02 dan terendah 0. rata – rata TL = 18. faktor kondisi ikan menurun bukan karena pengaruh proses pemijahan. yaitu b = 2.70 – 21.35 cm ). jenis kelamin dan kematangan gonad ( EFFENDI 1979 ). Hal inilah yang memungkinkan keadaan kondisi atau faktor kondisi ikan meningkat pada bulan Agustus. umur. tidak saja antara populasi yang berbeda dari spesies yang sama. Berarti paling sedikit ada satu hubungan panjang – berat yang berpotongan satu sama lainnya. Secara biologis nilai b berhubungan dengan kondisi ikan. menunjukkan koefisien regresi dan intersepnya berbeda nyata ( Tabel 3 ). sedangkan kondisi ikan bergantung pada makanan. Di Laut Jawa. Sedangkan di periran Maluku Utara.MANIK ( 1993 ) menemukan pola allometris negatif ( b < 3 ). Karena migrasi pemijahan ini.63 – 17. mengatakan karena sering keadaan lingkungan berubah dan atau kondisi ikannya berubah.75 cm.0460 ( MANIK 2005 ). Pada bulan Juni dan September.4200 – 2. sehingga diduga mungkin karena keadaan nutrisi dan makanannya yang kurang optimal. puncak pemijahan layang biasanya pada bulan Agustus dan Desember. Tetapi contoh layang yang terukur pada bulan Agustus umumnya ikan – ikan yang belum matang ( rata – rata TL = 15. pola pertumbuhan ikan ini umumnya isometris. WIDODO ( 1988 ) menemukan pola yang sama ( isometris ) dengan kisaran nilai bnya 2. sama dengan di perairan Maluku Utara ( MANIK 2005 ). Hal ini bisa terjadi karena pengaruh faktor ekologis dan biologis. sehingga hubungan panjang – berat bulanan yang diperoleh tidak dapat digabung.95 ). Hal ini diduga mungkin karena sedang melakukan pemijahan di luar daerah tangkap yang biasanya atau di kedalaman yang lebih dalam.bulan pengamatan dalam kondisi baik dan gemuk. masing masing pada bulan Agustus dan Oktober ( Tabel 4 ). maka hubungan panjang – berat akan sedikit menyimpang dari hukum kubik ( b ≠ 3 ).30 ( SUMADHIHARGA dalam SYAHAILATUA 2004 ). Ini juga ditunjukkan oleh kisaran nilai – nilai b yang sangat berbeda pada setiap bulan. Menurunnya faktor kondisi pada bulan Mei. MERTA ( 1993 ). tetapi juga antara populasi yang sama pada tahun – tahun yang berbeda yang barangkali dapat diasosiasikan dengan kondisi nutrisi mereka. Juli dan Oktober mungkin karena contoh ikan layang yang diukur pada umumnya adalah yang baru selesai memijah ( spent ). sedangkan yang matang gonad ( rata – rata TL = 18.997 – 3.5478.

Sedangkan ikan layang di bagian Utara Selat Malaka sekitar garis isodepth 200 m pertama kali matang gonad pada ukuran 16 cm FL dan musim pemijahannya berlangsung dari bulan April sampai Oktober ( HARIATI et al. Figure 1. SULAWESI UTARA Gambar 1. The confidence limits values of b of monthly length-weight relationship of Decapterus russelli from around Likupang Bay waters. Menurut LE CREN dalam MERTA ( 1993 ). kesesuaian dari lingkungannya atau perkembangan gonadnya. 71 .HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG. variasi temporal faktor kondisi seperti ini diinterpretasikan sebagai indikasi dari berbagai sifat – sifat biologi dari ikan. 2005 ). Batas Konfidensi nilai-nilai b bulanan dari hubungan panjangberat Decapterus russelli dari perairan sekitar Teluk Likupang. kepadatan populasi. seperti kegemukannya.

003637 = 19.00 9.001763 0.353908 36.slope : F = 0.004126 0.36 0. Variasi faktor kondisi bulanan Decapterus russelli dari perairan sekitar Teluk Likupang.981769 2.005133 0.750743 9.195549 54.003637 0.353908/ 0.70 35.376826 4.5. Covariance analysis for comparing monthly length-weight relationship of Decapterus russelli in Likupang Bay waters. Analisa kovarians untuk membandingkan hubungan panjangberat bulanan Decapterus russelli di perairan sekitar Teluk Likupang.Y ) Tabel 4.111274 214.069552 64.002604 0.99 1.01.454920 21.347029 10.intercept : F = 0.769539 0. Mean weight ( gram ) Month Observed value Calculated value CF May Jun Jul Aug Sep Oct 31.069406 0. Table 3.20 31.57 29.02 1.08** F ( 0.687695 45.069406/ 0.355343 1.003773 = 93.091570 68.001894 0. Deviation from regression Σx 2 Month df Σy 2 Σxy df SS MS May Jun Jul Aug Sep Oct 236 378 493 705 337 263 0. The variations of monthly condition factors of Decapterus russelli from around Likupang Bay waters.2406 ) = 3.718275 235 377 492 704 336 262 0.2411 ) = 3.280749 5.105377 13.822002 3. Table 4.83 58.204701 2406 2411 5 8.098375 19.980056 4.73 35.472860 2.99 1.38 31.003773 0.20 9.087886 0.592393 1.097772 0.445195 0.182774 122.75 29.02 _ Remark : x = ( X .5.84157 2416 5 Fitted mean value Comparation between : .01.98 72 .MANIK Tabel 3.00 0.004498 0.030162 3.84 59.961916 23.613814 0.104187 6.867311 1.154962 7.X ) _ y=(Y .30 31.02 .509766 424.004152 Within Pooled Residual Total 2417 2412 20.034447 1.00 0.490418 15.80** F ( 0.

Cetengraulis mysticetus in the Gulf of Panama. Msi atas saran dan bantuannya. M. 3. BUSTAMAN. Hasil analisa kovarian menunjukkan bahwa antar koefisien regresi berbeda nyata.Laut (76) : 44 . SRI JUWANA selaku Pemimpin Redaksi OLDI atas koreksi akhir dan saran – sarannya dan perkenannya menerbitkan tulisan ini. W. Bogor: 112 hal.B dan D. Pengusahaan ikan layang (Decapterus sp) di perairan Maluku – Irian Jaya.HUBUNGAN PANJANG – BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG ( Decapterus russelli ) DARI PERAIRAN SEKITAR TELUK LIKUPANG. Length – weight relationship of the anchoveta. DAFTAR PUSTAKA ATMAJA. 1966. S dan M. Metode biologi perikanan. 10 (3) : 241 . Pen. EDDY YUSRON. Indonesia I (3) : 1 – 10 BAYLIFF. Aspek reproduksi ikan layang deles (Decapterus macrosoma) dan siro (Amblygaster sirm) sebagai pertimbangan dalam pengelolaannya di Laut Jawa. dengan kata lain pertambahan berat lebih cepat dari pada panjangnya. Jur. BADRUDIN 1993. Amin. Dr. SULAWESI UTARA KESIMPULAN 1. Jur. Yayasan Dewi Sri. AZNAM AZIZ. sehingga hubungan – hubungan panjang – berat bulanan tidak dapat digabung. APU penulis juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas koreksi akhir dan saran – sarannya.259. 73 . Terima kasih yang tak terhingga penulis mengucapkan kepada Ibu Prof. I-ATTC. 1979. Kepada Bapak Dr.49. Ini berarti bahwa sebagian besar contoh yang diukur dalam kondisi baik. EFFENDI. Pola pertumbuhan ikan layang ( Decapterus russelli ) di perairan sekitar Teluk Likupang selama pengamatan umumnya allometrik positif ( b > 3 ). NUGROHO (1995). 2. Drs.H. PERSANTUNAN Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung. Pen. Semoga ALLAH SWT membalas semuanya dan selalu memberikan rahmatNya. Variasi temporal faktor kondisi ikan layang bulanan selama penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Per.I. Per. S.

. W. Indonesia 11 (2) : 47 – 56. Tech.Sulawesi Utara. Part 1 – Manual.E. a division of Cornell University Press. 2003. Jurnal Ilmiah Sorihi 4 (1) : 113 . Population biology of Russell’s scad ( Decapterus russelli ) in the Java sea. 389 : 308 – 323. 1975. Per. Pen. Roma. MERTA. VENEMA 1989. J.II ( 1 ) : 1. FAO Fish. SPARRE. FAO Fish. 1993. Per. D. Jur. P. 2004. ICLARM.128. I.D. Hubungan panjang – berat dan faktor kondisi ikan layang ( Decapterus russelli ) dari perairan Maluku Utara.D dan J. Tech. Edisi kedua. W. 74 . Jur. Rep. M. G. WIDODO. MANIK.PDF). A. S. barunajaya. 101/1. J. 1988. 1853 dari perairan Selat Bali..M. Per. URSIN and S. Aspek biologi dan eksploitasi sumberdaya perikanan ikan layang Decapterus russelli dan D. Computers programs for fish stock assessment application for the HP 41 CV calculator.( eds. RICKER. & PAULY.MANIK EVERHART. FAO Fish. In : VENEMA. ) Contributions to tropical fisheries biology.C. Jur. Gramedia Pustaka Utama: 748 hal. Can. com/dwld/docs/20080903122 –MAK2 42. M.: 255 pp.L PALOMARES and D. Prinsip dan prosedur statistika. Pap. Fish. Indonesia. T. N.C. Bd. macrosoma di Teluk Ambon. TAUFIK dan A. Bull. SYAHAILATUA. Suatu pendekatan biometrik. Principles of fishery science. Beberapa aspek reproduksi ikan layang ( Decapterus russelli ) dan ikan banyar (Rastrelliger kanagurta) di perairan Selat Malaka Indonesia. 2005. CHRISTENSEN.44. Makalah disajikan dalam prosiding seminar Riptek kelautan nasional BPPT ( http : // www. Ithaca and London : 349 pp.6. Computation and interpretation of biological statistics of fish populations. 191: 382 pp. 2ndEdition Comstock Publishing Associates. YOUNGS 1981.(306/1) :337 pp. Introduction to tropical fish stock assessment. Pen. STEEL. Sardinella lemuru BLEEKER. ZAMRONI 2005. PAULY 1986.H and W. Pap. Laut ( 73 ) : 35 . Pendugaan musim malalugis biru (Decapterus macarellus ) di perairan sekitar Likupang. E. Fak. Hubungan panjang – berat dan factor kondisi ikan lemuru.S.M. A. LUASUNAUNG. TORRIE 1991. J. Res.G. HARIATI.H. VAKILY.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->