Anda di halaman 1dari 32

Pertemuan 4

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam


Azis Budi Setiawan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI

Ekonomi Konvensional
Bermula dengan Adam Smith An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776) Latar belakang: Merkantilisme (Uang) Inggris dan Eropa Fisiokrat (Pertanian) di Perancis Classical laissez faire (Free Enterprise) Kapitalisme (Industri). Aliran pemikiran dalam Kapitalisme: Neoklasik, Keynesian, Monetaris, Austrian, dll. Anti tesis: Sosialisme dan Marxisme

Klaim Salah Ilmu Ekonomi

Joseph A. Schumpeter History of Economics Analysis (1954) meliputi the whole span of the more than 2000 years that extends from the beginning to about twenty years after the publication of the Wealth of Nation. Kelemahan besar: Great Gap thesis So far as our subject is concerned we may safely leap over 500 years to the epoch of St Thomas Aquinas (1225-1274). (Schumpeter, p. 74) Seakan-akan 500 tahun sebelum Thomas Aquinas tidak ada ide dan penulisan ekonomi yang berarti, dan zaman kegelapan Eropa seakan-akan adalah peristiwa universal yang menimpa seluruh dunia. Abu Yusuf (w. 182/798); Abu Ubayd (w. 224/838); Qudamah b. Jafar (w. 320/932); al-Mawardi (w. 450/1058); al-Ghazali (w. 505/1111); al-Razi, Ibn Taymiyyah, Ibn Khaldun, al-Maqrizi, dll. Kita perlu mengkaji sejarah pemikiran ekonomi Islam.

Kontribusi Ekonomi Islam dalam Ekonomi Modern: Dihilangkan?


Joseph A. Schumpeter (History of Economic Analysis, 1954) mengatakan terdapat Great Gap selama over 500 years dalam sejarah pemikiran ekonomi dari pertama kali timbul di Yunani pada abad ke-4 SM hingga bangkit kembali di tangan pemikir skolastik Thomas Aquinas pada abad ke-13 M. Samuelson & Nordhaus (Economics, 17th ed., 2002) menyatakan Adam Smith is usually considered the founder of the field of microeconomics in The Wealth of Nations (1776) Macroeconomics did not even exist in its modern form until 1935, when John Maynard Keynes published his revolutionary General Theory of Employment, Interest and Money.

Periodesasi Sebuah Peradaban

Sejarah Emas (Golden Age) Peradaban Islam

Peradaban Barat

Barat Diujung kehancuran Kebangkitan Peradaban Islam

600 M 1300 M

1300 M 2000

2000 M - ?

Fakta Sejarah Ekonomi (1)


Kalau kita lihat dalam sejarah pemikiran ekonomi dunia diatas (bagan perbandingan sejarah pemikiran ekonomi) terjadi penghilangan faktafakta sejarah, dimana andil pemikir-pemikir muslim tertutupi. Joseph Schumpeter dalam Magnum Opus nya menyatakan adanya great gap dalam sejarah pemikiran ekonomi selama 500 tahun (dark ages), rentang antara Aristoteles (367-322 SM) sampai dengan St. Thomas Aquinas (1225-1274 M) suatau masa yang panjang. Periode inilah sebenarnya masa kejayaan Islam terjadi, dan para Mahasiswa eropa berbondong-bondong belajar kenegeri muslim. Mereka menjadi inspirator dan pelopor pencerahan eropa setelah mencuri ideide dari negeri muslim, St. Thomas Aquinas misalnya pemikiran ekonominya banyak bertentangan dengan dogma gereja sehingga para sejarawan menduga dia telah mencuri ide-ide itu dari ekonom muslim.

Fakta Sejarah Ekonomi (2)


Adapun proses pencurian terjadi dalam berbagai bentuk. Pada abad ke-11 dan ke-12, sejumlah pemikir Barat seperti Constantine The African, Adelard of Bath melakukan perjalanan ke Timur Tengah Mereka belajar bahasa Arab dan melakukan studi serta membawa ilmu-ilmu baru ke Eropa. Leonardo Fibonacci atau Leonardo of Pisa belajar di Bougie, Aljazair pada abad ke 12, ia juga belajar matematika dan aritmatika al Khawarizmi (780-850 M) dan sekembalinya dari sana menulis buku Liber Abaci pada tahun 1202. Raymond Lily (1223-1315 M) telah melakukan perjalanan kenegara-negara Arab yang mendirikan lima universitas yang mengajarkan bahasa Arab sehingga banyak yang menerjemahkan karyakarya pemikir muslim. Diantara penerjemah terhadap karya-karya pemikir muslam itu antara lain; Constantine The African, Adelard of Bath, Michael Scot, Herman The German, Dominic Gundislavi, John of Sevile Plato of Tivoli, William of Luna, Robert Chester, Gerrard of Cremona, Theodorus of fntioch, Alfred Sareshel, Berenger of Valancia, dan Mathew of Aquasparta. Selain itu ada penerjemah-penerjemah yahudi diantaranya Jacob of Anatolio, Jacob ben Macher, Ibn Tibbon, Kaloynmus ben Kalonymus, Moses ben Solomon of Solon, Shem Tob ben Isaac of Tortosa, Solomon ibn Ayyub, Todros Todrosi, Zerahiah Gracian, Faraj bin Salim, dan Yaqub ben Abbon Marie. Adapun pandangan ekonomi dari pemikir muslim yang diterjemahkan adalah karya al Kindi, al Farabi, Ibnu Sina, al Ghazali, Ibnu Rusyd, al Khawarizmi, Ibnu Haitham, Ibnu Hazm, Jabir Ibnu Hayan, Ibnu Bajja, dan ar Razi.(26)
(26) Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islami, IIIT, 2002, hal 5.

Fakta Sejarah Ekonomi (3)


Beberapa pemikiran ekonom muslim yang dicuri tanpa pernah disebut sumber kutipannya;(27) Teori Pareto Optimum yang diambil dari Najul Balaqhah Imam Ali; Beberapa Bab Ihya Ulumuddin Al-Ghazali disalin oleh Bar Hebraeus (pendeta Syriac Jacobite Church); Gresham Law dan Oresme Treatise dari kitab Ibnu Taimiyah; Bab dalam Buku Al-Ghazali (Tahafut Al Falasifa, Maqasid Falasifa, Al Munqid, Misykat al Anwar dan Ihya) banyak disalin Raymond Martini Pendeta Gereja Spanyol Ordo Domincian; banyak bab dari al-Farabi yang disalin St. Thomas Aquinas ; dan karya Abu Ubaid Al-Amwal diduga merupakan pemberi inspirasi bagi The Wealth of Nations-nya Adam Smith.
(27) Ibid, hal 5.

Sejarah Ekonomi
Sejarah ekonomi dibagi menjadi dua; 1. pertama, sejarah pemikiran ekonomi yang merefleksikan evolusi pemikiran tentang ekonomi. 2. Kedua, sejarah perekonomian yang menggambarkan bagaimana kondisi perekonomian (dalam ruang dan periode tertentu). Yang pertama bisa membahas biografi ekonom dan juga produk pemikirannya, sedangkan yang kedua merupakan sejarah yang memotret perekonomian dengan kacamata ruang dan waktu tertentu, sehingga bersifat universal untuk seluruh peradaban.

Sejarah Perkembangan Praktik EI


Masa Rasulullah SAW Masa Khulafaur Rasyidin Masa Kekhalifahan setelah Khulafaur Rasyidin; Umayyah, Abasiyah, Utmaniyah, dll. Masa Kolonialisasi oleh Imperealisme Masa Modern

Khalifa Rashidin
Umayyad

The Islamic Empire (632-1798 AD)


(632-661 AD) (611-750 AD) Qutiz Baybars Qawalun Kitbugha Al-Nasir Shaban Barquq Muslims defeated Mongols (Ayn Jalut) Wars against Tartars & Christians Founder of Mamluk Founder of Mamluk Severe economic crisis Ibn Taimiyah & Ibn Qaiyyim Birth of Al-Maqrizi (1364 AD) Arrival of Ibn Khaldun in Egypt Year of economic decline (Ighathat al-Ummah)

Abbassids (750-1258 AD)

Tulun

Mamluk
(935-969 AD)

Ikhshidid

Fatimid Ayyubid Mamluk

(969-1171 AD) (1171-1250 AD) (1250-1517 AD)

Faraj

Muaiyad Monetary reform (Shothur-al-ugood) Barsbay Al-Maqrizi in Mecca (wrote suluk & kitat)

Ottoman

(1517-1798 AD)

Jaqmaq

Al-Maqrizi died in Cairo, Egypt (1441 AD)

Fase-Fase Pemikiran Ekonomi Islam


Fase I: Fase Kenabian dan Khulafaur Rasyidin Al Quran, As Sunnah, Ijtihad Khulafaur Rasyidin Fase II: Fase Dasar-dasar ekonomi Islam (sampai tahun 450 H/ 1058 M) Zaid bin Ali (w. 738), Abu Hanifa (w. 767), al Auzai (w. 774), Malik (w.796), Abu Yusuf (w. 798), Muhammad bin Hassan Al Shabani (w.804), Yahya ibn Adam Al Qarashi (w.818), Imam Syafii (w. 820), Abu Ubaid al Qasim bin Salam (w.838), Ahmad bin Hanbal (w.855), Harits Bin Asad Al Muhasibi (w.859), Junaid Baghdadi (w. 910), Qudamah bin Jafar (w.948), Al Masudi (w. 957), Abu Jafar Al Dawudi (w. 1012), Ibnu Miskawih (w. 1030), al Mawardi (w. 1058). Fase III: Fase Kemajuan (450-850 H/ 1058-1446 M) Ibnu Hazm (w. 1064), al-Sarakhsi (w. 1090), al Tusi (w. 1093), al-Ghazali (w. 1111), al-Dimasyqi (w. 1175), Ibnu Rusyd (w. 1198), Ibnu Taimiyah (w. 1328), Ibnu al Ukhuwah (w. 1329), Ibnu al Qoyyim (w. 1350), asy-Syatibi (w. 1388), Ibnu Khaldun (w. 1404), al-Maqrizi (w. 1442). Fase IV: Fase Stagnasi (850-1350 H/ 1446-1932 M) al-Dawwani (w.1511), Shah Waliullah (1114-1176 H/ 1703-1762 M), Muhammad Abduh (1230 H/ 1787 M), Muhammad Iqbal (1356 H/ 1905 M) Fase V: Fase Kebangkitan/Pemikiran Kontemporer Khursid Ahmad, M.A. Mannan, M. Umer Chapra, M. Nejatullah Siddiqi, Monzer Kahf, dll.

Kategori Analisa Ekonomi Islam


Norma dan Nilai-Nilai Ideal Ekonomi.
Terdapat dalam Sumber Utama hukum Islam: Al Quran dan Sunnah

Aspek legal dan Evaluasi Isu-isu Ekonomi.


Terdapat dalam Fiqh Muamalah.

Analisa dan Aplikasi Historis.

Bentuk Pemikiran Ekonomi Islam


Pembahasan Hal-hal Ekonomi dalam Disiplin Ilmu Tafsir. Contoh: larangan riba, dorongan aktivitas ekonomi untuk kesejahteraan ummat, dll. Pembahasan Isu-isu Ekonomi dalam Disiplin Ilmu Fiqh. Contoh: aspek legal Mudharabah & Musharakah, hukum zakat, dll. Pemikiran Tokoh-Tokoh Islam tentang Ekonomi dalam Konteks Sistem Etika Islam untuk Pembangunan. Contoh: karya ulama, sufi, dan filosof Islam tentang spirit Islam dalam Aktivitas Ekonomi. Pemikiran Ilmuwan Islam tentang Ekonomi sebagai Respon dari Kebutuhan dalam Pembuatan Kebijakan Publik. Contoh: literatur terutama dalam keuangan publik seperti kitab AlAmwal karya Abu Ubaid. Analisa Obyektif dari Perekonomian Nyata. Contoh: karya Ibnu Khaldun dan Ibnu Taimiyyah

BEBERAPA PEMIKIRAN EKONOMI DALAM SEJARAH ISLAM


Sistem Ekonomi Teori Harga Ekonomi Moneter Keuangan Publik Ekonomi Pembangunan Sistem Pengaman Sosial (Social Safety Systems) Pembagian Tenaga Kerja (Divisions of Labour) dan Spesialisasi

Sistem Ekonomi
Abu Ubaid (150-224 H/768-839 M)
- Menekankan keadilan sebagai prinsip utama dalam perekonomian, keseimbangan antara hak-hak individu, publik, dan negara, dengan kepentingan publik berada di atas kepentingan individu. - Kepemilikan tanah oleh individu diletakkan dalam konteks perbaikan produksi pertanian. - Sumber daya publik seperti air, padang rumput, dan api berada dalam kepemilikan negara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ibnu Taimiyyah (1263-1328 M)


- Perekonomian berdasarkan pada mekanisme pasar dengan kebebasan keluar-masuk pasar dan harga sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar. - Intervensi harga oleh pemerintah dibenarkan untuk menegakkan keadilan serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. - Pasar harus dibersihkan dari praktik monopoli, pemalsuan produk, dan praktek-praktek bisnis yang tidak jujur lainnya.

Teori Harga
Abu Yusuf (731-798 M) - Menentang penetapan harga (tasir) oleh pemerintah. - Mendorong pemerintah untuk memecahkan masalah kenaikan harga dengan menambah penawaran dan menghindari kontrol harga. Ibnu Taimiyyah (1263-1328 M) - Harga ditentukan oleh interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran. - Praktek monopoli dilarang untuk menjamin harga yang adil bagi masyarakat. - Harga akibat ketidaksempurnaan pasar akan mempengaruhi kesejahteraan, sehingga intervensi pemerintah dibenarkan. Ibnu Khaldun (1332-1404 M) - Harga adalah hasil dari hukum permintaan dan penawaran. Jika suatu barang langka dan banyak diminta, maka harganya tinggi. Jika suatu barang berlimpah, harganya rendah. - Harga suatu barang terdiri dari tiga unsur: gaji untuk produsen, laba untuk pedagang, dan pajak untuk pemerintah.

Ekonomi Moneter
Imam Al Ghazali (1058-1111 M) - Pertukaran barter memberi berbagai kesulitan bagi manusia, dan uang mengatasi hal itu. - Fungsi dasar uang: alat tukar dan standar nilai. - Fungsi uang ini akan terganggu jika orang meminta uang hanya untuk uang itu sendiri. Ibnu Taimiyyah (1263-1328 M) - Jumlah uang harus sesuai dengan jumlah transaksi yang terjadi untuk menjamin harga yang adil. - Perbedaan nilai intrinsik mata uang yang beredar, akan menyebabkan terjadinya penurunan nilai mata uang, inflasi, dan pemalsuan mata uang. Al Maqrizi (1364-1441 M) - Uang dengan kualitas buruk akan mendorong keluar uang dengan kualitas baik dari pasar (Gresham Law). - Keterkaitan antara jumlah uang beredar dan kenaikan harga-harga (The Quantity Theory of Money). - Inflasi terbagi menjadi dua: inflasi yang disebabkan faktor alamiah dan inflasi yang disebabkan kesalahan manusia.

Keuangan Publik
Abu Yusuf (731-798 M) - Pajak proporsional dari hasil pertanian akan menghasilkan pendapatan lebih besar dan memfasilitasi ekspansi lahan pertanian, daripada pungutan tetap atas tanah. - Dana publik adalah amanah Allah yang harus dipertanggung-jawabkan (good governance). Abu Ubaid (150-224 H/768-839 M) - Pentingnya keseimbangan antara kekuatan finansial pembayar pajak dengan kepentingan dari penerima manfaat pajak - Tarif pajak kontraktual tidak dapat dinaikkan, bahkan dapat diturunkan apabila terjadi ketidakmampuan membayar (Konsep ability to pay). - Perbaikan administrasi pajak agar masyarakat memenuhi kewajiban pajak secara teratur dan sepantasnya (Konsep tax evasion). Ibnu Khaldun (1332-1404 M) - Insentif bekerja dipengaruhi oleh pajak yang tinggi sehingga akan menurunkan produksi dan populasi (karena emigrasi), sehingga pada akhirnya akan menurunkan pendapatan pajak akibat menurunnya basis pajak. - Kebijakan manajemen permintaan di masa resesi berupa penurunan pajak dan pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi (fiscal expansion).

Al Syaibani (750804 M) - Usaha-usaha perekonomian terbagi atas empat macam, yaitu sewa menyewa, perdagangan, pertanian, dan perindustrian. - Sektor pertanian lebih utama karena memproduksi berbagai kebutuhan dasar manusia yang sangat menunjang dalam melaksanakan berbagai kewajibannya. - Dari segi hukum, usaha-usaha perekonomian terbagi dua, yaitu fardhu kifayah dan fardhu ain. Imam Al Ghazali (1058-1111 M) - Produksi barang-barang kebutuhan dasar adalah kewajiban sosial (fardh al kifayah). - Aktivitas produksi dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu industri dasar, aktivitas penyokong, dan aktivitas komplementer yang terkait dengan industri dasar. - Untuk meningkatkan kemakmuran ekonomi, negara harus menegakkan keadilan, kedamaian dan keamanan, serta stabilitas. Shah Waliullah (1703-1762 M) - Konsentrasi pendapatan akan membawa pada produksi barang-barang mewah di perekonomian yang menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan secara sosial, yang pada akhirnya akan meningkatkan penderitaan kaum miskin.

Ekonomi Pembangunan

Sistem Pengaman Sosial


Ibnu Hazm (994-1064 M) - Kebutuhan dasar terdiri dari makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. - Pemerintah bertanggungjawab untuk menjamin kebutuhan dasar kelompok miskin. Ibnu Taimiyyah (1263-1328 M) - Setiap orang harus dijamin standar hidup minimum-nya agar dapat menjalankan kewajibannya terhadap keluarga, masyarakat, dan Tuhan. - Aktivitas pertanian, industri, dan komersial yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, hukumnya adalah fardhu kifayah. Al Syatibi (W. 1388 M) - Syariah bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan di akhirat (maqashid al syariah). - Kemaslahatan manusia dapat terealisasi apabila lima unsur pokok kehidupan diwujudkan dan dipelihara yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. - Maqashid terbagi atas tiga tingkatan yaitu dharuriyat, hajiyat, dan tahsiniyat.

Pembagian Tenaga Kerja


Imam Al Ghazali (1058-1111 M) - Tahapan dan keterkaitan produksi yang beragam mensyaratkan adanya pembagian kerja, koordinasi, dan kerjasama, dengan mempergunakan contoh produk roti yang siap dimakan dengan bantuan mungkin lebih dari seribu pekerja. - Menekankan kebutuhan terhadap pembagian tenaga kerja dengan mempergunakan contoh pabrik jarum, analog dengan Adam Smith yang mempergunakan contoh pabrik peniti. Ibnu Khaldun (1332-1404 M) - Setiap barang memerlukan sejumlah kegiatan dan setiap kegiatan memerlukan sejumlah peralatan dan keahlian. - Organisasi sosial dari tenaga kerja ini harus dilakukan melalui spesialisasi dari pekerja. Hanya melalui spesialisasi dan pengulangan operasi-operasi sederhana-lah maka pekerja akan menjadi trampil dan dapat memproduksi barang dan jasa yang bermutu baik dengan kecepatan tinggi. - Melalui spesialisasi dan kerjasam sosial, upaya manusia menjadi berlipat ganda.

Ibnu Khaldun, 1332-1406 M (Muqaddimah): Father of Economics?


Labor Theory of Value - Tenaga kerja adalah sumber nilai. Ia dibutuhkan untuk pertumbuhan dan akumulasi modal. - Menekankan pentingnya extra effort yang kelak dikenal sebagai marginal productivity. - Usaha dari tenaga kerja, akan meningkatkan produktivitas, dan pertukaran barang dalam pasar yang besar, menjadi alasan utama dibalik kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Demand, Supply, and Prices - Permintaan suatu barang adalah berdasarkan kegunaan (utility) barang tersebut, dan tidak selalu karena kebutuhan. - Perbedaan harga barang bahan makanan yang dihasilkan dari tanah subur dan tanah tidak subur, disebabkan oleh perbedaan dalam biaya produksi. - Laba adalah insentif dari keberanian mengambil resiko. - Ketika barang adalah sedikit dan jarang, harga-nya akan naik.

Ibnu Khaldun, 1332-1406 M (Muqaddimah): Father of Economics?


Money, Growth,and Development - Uang bukan bentuk sebenarnya dari kesejahteraan tetapi hanya alat dimana kesejahteraan akan diraih. - Memperkenalkan teori pertumbuhan berbasis akumulasi modal melalui usaha pekerja. - Tahapan pembangunan ekonomi, dari nomaden ke pertanian, ke perekonomian yang lebih maju dimana kota kecil tumbuh menjadi kota besar. Taxes and Role of Government - Pendapatan pajak meningkat karena kemajuan dunia usaha yang didorong oleh pajak yang ringan, bukan pajak yang berlebihan (Laffer Curve, Supply-Side Economics). Foreign Trade - Barang akan menjadi lebih berharga dengan diperdagangkan lintas negara karena kepuasan masyarakat, laba pedagang, dan kesejahteraan negara semuanya akan meningkat (gains from trade).

Ibnu Khaldun, 1332-1406 M (Muqaddimah): Father of Economics?


Ibnu Khaldun menemukan banyak prinsip-prinsip fundamental ekonomi jauh sebelum kelahiran resmi-nya.
Theory of a division of labor, sebelum Adam Smith Principle of labor value, sebelum David Ricardo Theory of population, sebelum Malthus Role of the state on the economy, sebelum J. M. Keynes Berbagai fenomena dan mekanisme ekonomi seperti teori harga, teori uang, pajak, perdagangan internasional, dll.

Lebih dari itu, Ibnu Khaldun mempergunakan konsep-konsep tersebut untuk membangun sebuah sistem dinamik yang koheren, dimana mekanisme ekonomi secara pasti akan membawa aktivitas ekonomi pada fluktuasi jangka panjang. Without tools, without preexisting concepts, he elaborated a genial economic explanation of the world. His name should figure among the fathers of economic science. (Jean David C. Boulakia. Ibn Khaldun: A Fourteenth-Century Economist. The Journal of Political Economy, Vol. 79, No. 5, (Sep.-Oct., 1971), pp. 1105-1118.)

Wallahualam bishawab Jazakumullah Khoiron Katsiraa


HP 081310920041 aziz_setiawan@yahoo.com