Anda di halaman 1dari 15

FUNGSI BAN

Ban merupakan suatu wadah yang berisi udara, kombinasi keduanya berfungsi menyangga beban dari kendaraan beserta muatanya. Sebagai satu-satunnya bagian dari kendaraan yang bersentuhan dengan permukaan jalan maka di perlukan fungsifungsi lain seperti daya cengkeram, kemudahan di kendalikan dan fungsi lain sebagai bantalan peredam getaran pada kendaran.

KONSTRUKSI BAN Dalam industri ban alat berat saat ini dikenal 2 macam konstruksi ban yaitu ban jenis Bias dan Radial. Ban Bias : konstruksi ban bias mempunyai rangka yang terdiri dari berlapis-lapis bahan tekstil berupa nylon, rayon yang disusun saling-silang. Lapisan tekstil tersebut terdiri dari 10,12,14, 16 atau lebih. Lapis 1,3,5 dan seterusnya pada satu arah sedangkan lapisan lainya 2,4,6 pada arah yang berlainan. Pada konstruksi ini rangka pada bagian mahkota ban (crown) merupakan satu kesatuan dengan bagian samping (sidewall). Dengan demikian pada saat ban bergerak maka bagian tapak ban akan mengalami pergerakan mengikuti pelenturan ban mengakibatkan perubahan luas kontak ban dengan permukaan jalan. Pelenturan ban juga mengakibatkan efek pergerakan saling memotong antar lapisan rangka ban sehingga menimbulkan panas.

KONSTRUKSI BAN

Gambar : Konstruksi Ban

BEBERAPA ISTILAH DALAM STRUKTUR BAN 1. Tread adalah bagian telapak ban yang berfungsi untuk melindungi ban dari benturan, tusukan obyek dari luar yang dapat berusak ban. Tread dibuat banyak pola yang disebut Pattern. 2. Breaker dan Belt adalah bagian lapisan benang ( pada ban biasa terbuat dari tekstil , sedang ban radial terbuat dari kawat) yang diletakkan diantara tread dan Casing. Berfungsi untuk melindungi serta meredam benturan yang terjadi pada Tread agar tidak langsung diserap oleh Casing. 3. Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban. 4. Bead adalah bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan berfungsi seperti angkur yang melekat pada Veleg. KLASIFIKASI BAN

1. BAN BIAS DAN BAN RADIAL Menurut konstruksi dibedakan menurut carcassnya, maka ban dapat digolongkan menjadi ban Bias (Bias-Ply Tire) dan Ban Radial ( Radial-Ply Tire)

A). Ban Bias Ban ini dibuat dengan lapisan serat arah miring. Memiliki tapak (tread) dengan daya serap benturan yang baik sehingga memberikan kenyamanan berkendaraan. Adapun ketahanan terhadap keausan dan guncangan (rol) tidak sebaik ban radial.

B). Ban Radial Lapisan serat pada ban ini menyilang lingkar ban, ditambah lapisan sabuk searah lingkar ban. Karena tipe ban ini terbuat dari serat baja maka Ban ini disebut ban radial baja. Tapaknya lebih kaku, lebih tahan terhadap guncangan dan keausan dari pada tipe bias, namun kurang nyaman pada jalan tidak rata.

2. PERBEDAAN ANTARA BAN BIAS DENGAN BAN RADIAL

Ban pada dasarnya diklasifikasikan ke dalam dua struktur sebagai berikut:

Struktur Bias

Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka (frame) dari ban. Cord ditenun

dengan cara zig-zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Struktur Radial

Untuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan Breaker atau Belt. Ban jenis ini hanya menderita sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial ini juga mempunyai Rolling Resistance yang kecil.

3. BAN BIASA BAN DENGAN MENGGUNAKAN BAN DALAM DAN BAN TANPA BAN DALAM (TUBELESS) Perbedaan konstruksi ban Tube dan Tubeless bisa dilihat pada gambar berikut.

Pada gambar tersebut bisa dilihat bahwa ban tubeless mempunyai inner liner yang pada ban tube lapisan ini tidak ada sama sekali. Inner liner ini lebih membuat kaku bentuk ban sehingga walaupun ban kekurangan angin bentuk ban masih sesuai dengan bentuknya dan tetap menempel pada rim..

POLA-POLA TELAPAK BAN Jenis dan sifat pola telapak ban serta tujuan penggunaannya A. Sifat pola telapak ban RIB adalah : -Tahanan gesekan kecil. -Mengurangi selip ke samping. -Stabilitas pengendalian baik. -Kenyamanan baik. Alur semacam ini dibuat agar dapat mengalirkan air apabila berjalan pada permukaan basah sehingga dapat terhindar dari kemungkinan slip ke samping.Dipakai untuk jalan raya dengan kecepatan tinggi B. Sifat pola telapak LUG adalah : -Daya tarik dan pengereman yang lebih baik. -Daya cengkeram yang baik. Alur melintang pada telapak ban dibuat

untuk traksi agar ban dapat tetap bergerak padapermukaan jalan tanah/lumpur untuk menghindari slip.

C.Sifat pola telapak RIB LUG -Sifat gabungan dari pola telapak RIB dan LUG. Tujuan pembuatan alur ini adalah untuk memperoleh manfaat kedua macam pola telapak, baik RIB maupun LUG. Dipakai untuk jalan berbatu, jalan tanah dan jalan aspal tidak rata.

D. BLOCK

-Traction dan Braking power baik sehingga performancenya baik. -Pengendalian pada jalan tanah maupun jalan aspal, cukup baik. Pola telapak BLOCK mempunyai sifat dan manfaat seperti pola telapak RIB LUG tersebut.

Struktur Ban Bias dan Ban Radial Dari hasil pengembangan hingga saat ini struktur yang biasa digunakan oleh produsen ban adalah sbb:

1. Tread/Telapak Ban:

Gambar: 1 Tread/Telapak Ban adalah bagian dari ban yang kontak langsung dengan permukaaan jalan. Bahan yang digunakan tergantung dari utilitas kendaraan sehingga berpengaruh terhadap ketahanan ban, daya cengkeram dan juga dalam melakukan maneuver.

2. Steel Belts:

Gambar: 2 Menjaga kekokohan struktur ban dan juga menjaga keamanan dari benda-benda yang dapat menusuk permukaan ban.

3. Spiral Layer:

Gambar: 3 Lapisan ini berfungsi agar ban lebih tahan dan lebih mudah melakukan maneuver.

4. Shoulder:

Gambar: 4 Shoulder bagian yang paling tebal pada sebuah ban yang berfungsi melindungi ban dari guncangan maupun benda-benda berbahaya dari luar.

5. Sidewall:

Gambar:
7

Sidewall adalah bagian yang paling lentur pada sebuah ban. Faktor kenyamanan berkendara pada sebuah ban di dapat dari bagian ini.

6. Plycord:

Gambar:

Plycord adalah bagian utama sebuah ban yang melapisi bagian dalam pada sidewall dan juga bagian dalam telatak ban dari tekanan udara dari dalam ban, beban kendaraan dan juga goncangan dari luar. VELEG RODA Pada umumnya roda yang digunakan pada mobil seperti terlihat pada gambar 1. Roda dapat dibagi menjadi veleg dan ban. Veleg roda dan ban ini pada manusia dapat diumpamakan sebagai kaki dan sepatu. Roda meluncur disepanjang jalan sambil memikul berat kendaraan. Ban berfungsi meredam kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan permukaan jalan dan mencegah kejutan ini berpindah ke body.

Gambar 1 . Veleg dan Ban

1). VELEG RODA (DISC WHEEL) Ban tidak dapat dipasang langsung pada mobil, tetapi dipasang pada rodaroda, biasanya veleg (disc wheel). Karena roda merupakan bagian penting yang menyangkut keselamatan mengemudi, maka harus cukup kuat untuk menahan beban vertikal dan horisontal, beban pengendaraan dan pengereman dan berbagai macam tenaga yang tertumpu pada ban. Disamping itu roda harus seringan mungkin. Tambahan pula ban harus dibalance dengan baik, dengan demikian dapat berputar lembut pada putaran tinggi, dan veleg harus dibuat akurat agar dapat mengikat ban dengan baik.

Gambar 2 Penampang veleg roda

a). TIPE VELEG RODA Pada gambar 2 adalah sebuah model roda yang banyak digunakan pada mobil berpenumpang. Beberapa roda ada yang menggunakan ruji-ruji, dan disc wheel yang banyak digunakan ini terbuat dari baja plat yang dipres dalam bentuk tertentu. Rim dilaskan menjadi satu dibagian luar disekeliling roda untuk memungkinkan pemasangan ban. Roda dipasangkan pada hub atau poros (axle
9

shaft) dengan menggunakan empat atau enam buah baut tanam (hub bolt). Mur roda dibuat sedemikian rupa sehingga veleg dapat menempatkan posisinya dengan tepat dan center secara otomatis pada axle hub saat pemasangan. Berat pembalans (balance weight) kadang-kadang ada terpasang diluar disekeliling rim untuk membalance roda. Baut-baut yang dipasangkan pada roda disebut baut-baut hub, dan tutup yang menutupi baut baut ini disebut tutup roda (wheel drop). Veleg roda dapat dibedakan menurut metode pembuatan dan bahannya. Ada dua tipe yang umumnya digunakan sekarang : yaitu baja press dan campuran besi tuang (cast light alloy).

Gambar 3. Tipe veleg roda

VELEG BAJA PRESS Veleg tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang dilas. Disc dibuat dari lembaran baja yang dipres. Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam jumlah yang banyak. Pada umumnya mobil menggunakan tipe ini karena tahan lama dan kualitasnya merata. VELEG DARI BAHAN CAMPURAN BESI TUANG Veleg (cast light-alloy disc wheel) ini terbuat dari bahan campuran biasanya dari aluminium atau magnesium. Pada umumnya digunakan untuk mengurangi berat dan menambah penampilan kendaraan. Hal yang perlu diperhatikan dalam menangani veleg aluminium adalah

Pada kendaraan yang menggunakan veleg aluminium, bila melepasnya untuk sementara, umpamanya untuk rotasi ban, perbaikan, atau bila memasang veleg yang baru pada kendaraan, maka setelah 1500 km roda dipasang periksalah kekerasan mur rodanya. Bila menggunakan rantai ban, berhati-hatilah memasangnya agar tidak merusak veleg aluminium. Gunakanlah khusus untuk veleg aluminium.

10

Bila perlu membalance roda, gunakanlah balance weight khusus untuk veleg aluminium. Gunakanlah palu plastic atau karet dan bukan logam untuk memasangnya. Seperti halnya veleg jenis lainnya, periksalah veleg aluminium secara teratur.

b). SISTEM KODE SPESIFIKASI VELEG Ukuran veleg tercetak pada permukaan veleg itu sendiri. Biasanya meliputi lebar, bentuk dan diameter veleg. Misalnya: 5.50 F x 15 SDC Keterangan 5.50 : Lebar veleg (dalam inchi) F : Bentuk flens veleg 15 : Diameter veleg (dalam inchi)

SDC : Tipe rim

Gambar 4. Kode Spesifikasi Veleg

c). VELEG (Rim) Penggunaan veleg (atau rim) yang betul akan bermanfaat bagi kemampuan ban yang dipakai dan keamanan dalam mengendarai mobil. Menurut standard industri Jepang (JIS), veleg dibagi menjadi enam kategori sebagai berikut : Nama Singkatan Divided Type Rim (D.T.) Drop Center Rim (D.C.) Wide Drop Center Rim (W.D.C.)
11

Semi Drop Center Rim (S.D.C.) Flat Base Rim (I.R.)

Divide Type Rim

Gambar 5. Divide Type Rim Veleg jenis ini digunakan untuk mobil kecil, mesin pertanian, dan kendaraan industri (forklift dan sebagainya). Devide Type Rim paling cocok untuk keperluan buka dan pasang ban secara mudah. Tempat kedudukan bead tidak datar, tetapi miring pada kedua sisi, menurun kearah pusat dan membentuk apa yang dinamakan taper. Bead yang miring mencegah penggeseran dan akan menghasilkan pegangan yang kuat dari bead dan veleg.

Drop Center Rim

Gambar 6. Drop Center Rim Veleg ini digunakan terutama untuk mobil sedan dan truk kecil. Terdiri dari satu bagian saja (Devide type terdiri dari dua bagian). Bentuk bagian tengah yang cekung dimaksudkan untuk memudahkan pemasangan bead. Disini juga ada taper untuk mencegah pergeseran diantara ban dan veleg.

Wide Drop Center Rim

Gambar 7. Wide Drop Center Rim Belakangan ini ban dengan tekanan angin rendah telah digunakan untuk menambahkan kenyamanan dalam mengendarai mobil. Ban-ban tersebut lebih lebar
12

daripada jenis yang biasa dan oleh karena itu, memerlukan suatu Wide Drop Center Rim (lebih lebar). Kebanyakan ban ini digunakan untuk mobil sedan dan truk kecil.

Semi Drop Center Rim

Gambar 8. Semi Drop Center Rim Semi Drop Center Rim digunakan terutama untuk ban truk kecil. Bentuk bagian tengah yang sedikit cekung memudahkan penggantian ban. Kontak antara ban dan veleg diperbesar dengan adanya taper. Hasilnya lebih baik daripada yang diberikan oleh jenis Flat Base biasa. Semi Drop Center Rim terdiri dari 3 bagian untuk memudahkan penggantian ban. Cincin yang dipasang diantara flens dan veleg induk disebut Cincin Pengunci (Lock Ring).Tetapii dewasa ini, veleg dengan 2 bagian (tanpa cincin pengunci) lebih sering digunakan, bagian yang dapat dilepas disebut Cincin Samping (Side Ring).

Flat Base Rim

Gambar 9. Flat Base Rim Flat Base Rim dig Flat Base Rim digunakan untuk truk dan bus. Struktur veleg rata dan kuat dan oleh karena itu, dapat menahan beban yang lebih berat. Seperti pada semi drop center rim, pelepasan dari cincin samping adalah untuk pemasangan dan pelepasan ban. Veleg jenis ini sekarang dibuat lebih lebar. Tempat kedudukan bead sebelah kiri pada gambar 8, tidak begitu jelas kelihatan tetapi ada taper sedikit. Pada sisi dimana cincin samping berada, tidak ada taper. Jadi disini pasangan bead tidak begitu baik, karena itu tidak direkomendasikan pemakaian veleg jenis ini.

Interim Rim

13

Gambar 10. Interim Rim Interim Rim mempunyai konstruksi yang sama dengan Flat Base Rim yang lebar (Wide Base Rim) dan merupakan model yang telah disempurnakan dari Flat Base Rim. Penggunaan veleg yang lebih lebar memberikan pencegahan yang baik terhadap pembangkitan panas dalam ban, umur ban yang pendek.

14

KESIMPULAN

Ban merupakan suatu wadah yang berisi udara, kombinasi keduanya berfungsi menyangga beban dari kendaraan beserta muatanya. Sebagai satu-satunnya bagian dari kendaraan yang bersentuhan dengan permukaan jalan maka di perlukan fungsifungsi lain seperti daya cengkeram, kemudahan di kendalikan dan fungsi lain sebagai bantalan peredam getaran pada kendaran.

15