P. 1
73997717 Laporan Praktikum Kimia Anorganik

73997717 Laporan Praktikum Kimia Anorganik

|Views: 435|Likes:
Dipublikasikan oleh Vicky Visilia

More info:

Published by: Vicky Visilia on May 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (II) AMMONIUM BERHIDRAT DAN TEMBAGA (II) TETRA AMIN SULFAT BERHIDRAT Rabu, 2 November 2011

I.

Tujuan Mempelajari pembuatan tembaga (II) ammonium sulfat berhidrat dan tembaga (II) tetra amin sulfat berhidrat Teori Percobaan Kedua garam ini mempunyai struktur yang berbeda. Pembuatan garam ini sangat sederhana yaitu melalui : pendinginan larutan pekat yang mengandung ion Cu2+, ion ammonium dan sulfat. Garam CuSO4(NH4)2 SO4.6H2O antara CuSO4.5H2O terbentuk sebagai hasil reaksi dan (NH4)2SO4. Garam kupri sulfat pentahidrat

II.

CuSO4.5H2O berwarna biru muda sedangkan garam ammonium sulfat (NH4)2SO4 berwarna putih dan campuran ini menghasilkan larutan yang berwarna biru keruh. Bentuk kristalnya seperti monoklin dengan rumus molekul Cu(NH4)2(SO4)2.6H2O atau CuSO4(NH4)2SO4.6H2O. 4 dari 6 molekul airnya merupakan ion tembaga (II) hidrat, Cu(H2O)4+2 sehingga rumusnya dapat ditulis: Cu(H2O)4(NH4)2.2H2O Pada garam tetra amin yang rekristalisasinya dari larutan ammonia pekat, 4 molekul NH3 akan menggantikan molekul H2O pada ion tembaga (II). Kristalnya juga mengandung Suatu Cu(NH3)4+2 garam yang dan SO4-2. Rumus lewat molekulnya dari adalah larutan Cu(NH3).4SO H2O. terbentuk kristalisasi campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu disebut garam rangkap. Sedangkan garam-garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks, misalnya heksamminkobalt(III) klorida Co(NH3)6Cl3 dan kalium heksasianoferat(III) K3Fe(CN)6. Bila suatu kompleks dilarutkan, akan terjadi pengionan atau disosiasi, sehingga akhirnya terbentuk kesetimbangan antara kompleks

Panas yang terbentuk pada kristalisasi disebut panas pengkristalan. Pertanyaan . Bahan Dan Alat Bahan: • • • • • • Alat: • • • • • • • I. Tembaga (II) tetra amin sulfat hidrat I. Tembaga (II) ammonium sulfat hidrat II.yang tersisa (tidak berdisosiasi). Gelas piala 250 ml Gelas Ukur Corong Corong Buchner Batang pengaduk Kaca arloji Lumpang CuSO4. 5H2O NH4OH 15 N Eter (NH4)2SO4 Alkohol 65% Aquadest Prosedur Kerja I. Suatu zat cair jika didinginkan. III. terjadi gerakan translasi molekul-molekul menjadi lebih kecil dan gaya tarik molekul-molekul makin besar hingga setelah mengkristal molekul mempunyai kedudukan tertentu dalam kristal. Selama pengkristalan terjadi kesetimbangan dan akan turun lagi saat pengkristalan selesai .

7182 – 0. Perbedaan Garam Kompleks : Garam Sederhana : I. Hasil Pengamatan A. Garam kompleks.35 = 5.1768 – 0.7182 gram Massa Kristal sebenarnya = 5. Bedakan garam kompleks dengan garam sederhana ! Jawab 1. Tembaga (II) Tetra Amin Sulfat Hidrat Massa kertas saring = 0.1. eter digunakan karena pelarut dari garam ini 2.35 gram Massa Kristal yang di dapatkan = 5. Tembaga(II) ammonium sulfat hidrat Diketahui : . Pencucian di lakukan untuk menghilangkan unsur pengotor. Apa tujuan pencucian dengan menggunakan eter ? 2.3682 gram larutan berwarna biru tua B. Analisis Data A.1768 gram Massa Kristal sebenarnya = 2.367 = 1. Apa jenis garam yang dihasilkan dari percobaan ini ? 3. Tembaga (II) Ammonium Sulfat Hidrat Massa kertas saring = 0. Hasil pengamatan dan Analisis Data 1. kristal berwarna biru muda 1.8098 gram Larutan berwarna biru muda. percobaan ini menghasilkan garam kompleks Tembaga (II) Ammonium Sulfat Hidrat dan garam kompleks Tembaga (II) Tetra Amin Sulfat Hidrat 3.367 gram Massa Kristal yang di dapatkan = 2.

SO46H2O Mula-mula Reaksi Sisa 0.32 g = 6.Massa CuSO4.5H2O + (NH4 )2.114 g Rendemen = (berat praktek)/(berat teori) x 100% = (5.114 gram) x 100 % = 87% B..012 mol x 399..012 mol 0.SO4 → CuSO4(NH4 ) 0.55 g/mol = 3 gram = 132 g/mol = 399.SO4 = 4.62 g/mol = 3.3 ml = 2 ml = Massa CuSO4(NH4)2SO4...5H2O Berat praktek Mr Cu(NH3 )4SO4.3682 gram)/ (6.012 0..32 g Massa total sisa Massa (NH4)2.010 mol Massa CuSO4(NH4)2SO4.SO4 Mr CuSO4(NH4 )2SO4.022 mol 0.. Tembaga (II) tetra amin sulfat hidrat Diketahui : massa CuSO4..8098 gram = 245..012 mol = 3 gram = 249.6H2O Berat praktek Ditanyakan Penyelesaian : Reaksi yang terjadi : 2.5H2O Massa (NH4 )2.083 gram = 249..55 g/mol = 0.? CuSO4..5 g/mol = 4.3682 gram : Rendemen = .5H2O Mr CuSO4.6H2O = mol x Mr = 0.H2O Volume H2O Volume NH4OH = 2.794 g Massa (NH4 )2.5 g/mol = 5.008 mol = 1.SO4 = mol x Mr = 0.6H2O + .794 g + 1.012 mol mol 0.010 mol x 132 g/mol = 1.012 mol 0.SO4 Mr (NH4 )2.5H2O Mol CuSO4.5H2O Mr CuSO4.

Kemudian kristal disaring untuk memisahkan kristal dari larutannya.008 0.008 1 mol CuSO4. 6 H2O (Kristal biru muda) . 6 H2O) Pembuatan garam rangkap tembaga (II) ammonium sulfat.62 g/mol = 1.57 gram = 35 g/mol H2O → Cu(NH3 ) Ditanya : Rendemen =…….? Reaksi yang terjadi: 4[NH]4OH + CuSO4.032 0. dengan melarutkan kristal CuSO4.8098 gram)/ (1. Setelah ditimbang.H2O + 8H2O Mula-mula Reaksi Sisa 0.5H2O + 4SO4. Kristal yang diperoleh dikeringkan agar air yang masih ada pada kristal menguap sehingga diperoleh kristal yang betul-betul kering.008 0.3% = VII.008 0.H2O Massa Cu(NH3 )4SO4.008 0. PEMBAHASAN Pembuatan Garam Rangkap Tembaga (II) Ammonium Sulfat (CuSO4 (NH4)2 SO4 . diperoleh berat kristal 5.96 gram) x 100 % 92. Adapun reaksinya: CuSO4 5 H2O + (NH4)2 SO4 + H2O  CuSO4 (NH4)2 SO4 .5H2O dan Kristal (NH4)2 SO4 dalam aquadest menghasilkan larutan yang berwarna biru muda.H2O = mol x Mr = 0.96 gram Rendemen = (berat praktek)/(berat teori) x 100% = (1.04 0.008 mol x 245. Larutan dibiarkan menjadi dingin pada suhu kamar sampai terbentuk kristal.Massa NH4OH Mr NH4OH = 1. Lalu dipanaskan agar kristal dapat melarut dan proses reaksi dapat dipercepat akibat pemanasan.3682 gram.5H2O = 1 mol Cu(NH3 )4SO4.

H2O Pada pembuatan garam ini. CuSO4 (NH4)2 SO4 . karena garam rangkap dibentuk apabila dua garam mengkristal bersama-sama dengan perbandingan molekul tertentu. karena apabila ammonia menguap. etil alcohol dapat bereaksi dengan atom pusat Cu2+ membentuk Cu(OH)2.Cu(OH)2 Adapun fungsi etil alcohol yaitu mencegah terjadinya penguapan pada ammonia. Dari hasil rendemen dapat diketahui bahwa masih ada Kristal yang belum terbentuk. Reaksinya: Cu2+ + 2OH. Kemudian kristal dikeringkan dan ditimbang diperoleh berat Kristal 4. dengan Kristal CuSO4. larutan ammonia yang berfungsi sebagai penyedia ligan. Didinginkan pada es batu agar proses pembentukan kristal lebih cepat. kemudian disaring untuk memisahkan kristal dari larutannya. tidak Ditambahkan etil alkohol bercampur dengan larutan melainkan dapat menutupi larutan. Setelah itu kristal dicuci dengan ammonia hidroksi untuk mempermantap ligan dan dicuci dengan etil alcohol untuk mengikat air. 6 H2O yang merupakan garam rangkap.Dari hasil reaksi di atas terlihat bahwa terbentuk garam Tembaga (II) ammonium sulfat. Karena jika tercampur. Pembuatan Garam Kompleks Tembaga (II) tetra amin sulfat hidrat Cu(NH3)4SO4. Garam-garam itu memiliki struktur sendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya.54 gram. diencerkan dengan aquadest dimana H2O ini sebagai pengkompleks Cu2+ yang kemudian ligan H2O ini diganti oleh NH3 karena NH3 sebagai ligan kuat yang dapat mendesak ligan netral H2O sehingga warnanya alkohol berubah setetes dari demi biru tetes menjadi agar biru tua.5H2O yang berfungsi sebagai penyedia atom pusat.H2O + 8 H2O . Adapun reaksinya: 4 NH4OH + CuSO4 5H2O + H2O  Cu(NH3)4SO4. maka ligan akan habis sebab ammonia merupakan penyedia ligan. Dari hasil analisis data diperoleh rendemen sebesar 87 %.

Kristal kupri sulfat anhidrat. Hal ini karena garam rangkap terurai menjadi ion-ion penyusunnya sehingga menghasilkan warna biru muda encer. Hal ini karena garam kompleks terurai menjadi ion-ion penyusunnya. Dari hasil analisis data diperoleh rendemen sebesar 92. dimana CuSO4 anhidrat merupakan penyedia atom pusat dan H2O merupakan penyedia ligan.3 %. Lalu direaksikan lagi dengan NH4OH yang merupakan penyedia ligan dihasilkan larutan biru tua. Perbandingan Beberapa Sifat Garam Tunggal.H2O.+ 2 H2O . Garam rangkap dilarutkan dalam H2O menghasilkan larutan biru muda pekat. Lalu diencerkan dengan H2O lagi menghasilkan larutan biru muda encer. Adapun reaksinya: CuSO4(NH4)2 SO4. Adapun reaksi yang terjadi: CuSO4 + 4 H2O [Cu(H2O)4]2+ + SO42[Cu(H2O)4]2+ + 4 NH3 [Cu(NH3)4]2+ + 4 H2O 2. kristal berwarna biru tua. Garam Rangkap. dan Garam Kompleks. Rendemen yang diperoleh ini sudah cukup baik. Adapun reaksinya: Cu(NH3)4SO4. Cu(NH3)4SO4.Dari reaksi di atas terlihat bahwa terbentuk garam Tembaga (II) tetra amin sulfat hidrat. lalu diencerkan dengan H2O menghasilkan larutan biru muda encer. 1.H2O + H2O [Cu(NH3)4]2+ + SO42. 6 H2O + H2O Cu2+ + 2 SO4 + 2 NH4+ + H2O Garam kompleks dilarutkan dalam H2O menghasilkan larutan biru tua. Terjadinya perubahan warna larutan karena terjadi pergantian ligan H2O menjadi NH3. karena berarti kristal yang diperoleh sudah benar-benar kering. CuSO4 anhidrat direaksikan dengan aquadest (H2O) menghasilkan larutan biru muda.

Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap. sedangkan garam Cu(NH3)4SO4.H2O dapat dibuat dari garam CuSO4. Garam rangkap bau. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Garam kompleks Cu(NH3)4SO4. Kristal garam rangkap dipanaskan melepaskan uap H2O yang tidak menimbulkan bau.5H2O dan (NH4)2SO4 dengan berat yang diperoleh sebesar 5.8098 g dan rendemen 92.H2O menghasilkan bau amoniak.6H2O Sedangkan garam bila dipanaskan tidak menghasilkan kompleks Cu(NH3)4SO4. 6 H2O CuSO4 + (NH4)2SO4 + 6 H2O ↑ Cu(NH3)4SO4. 3. CuSO4(NH4)2SO4. Kamus Kimia. II. Garam rangkap CuSO4(NH4)2SO4.3682 gram dan rendemenya 87 %.com. 2005.3. 2011.6H2O dapat dibuat dari garam CuSO4.H2O CuSO4 (s) + H2O (l) + ↑ NH3 (g) I. 2. Adapun reaksinya: CuSO4(NH4)2SO4. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Bandung : Bumi Aksara . 4. dan H2O. NH4+. SO42+.3 %.H2O menjadi [Cu(NH3)4]2+ dan SO42+. Garam CuSO4(NH4)2SO4.5H2O dan larutan NH4OH dengan berat yang diperoleh 1. http://annisanfushie. Diakses tanggal 15 November 2011 Muliyono.6H2O terionisasi menjadi Cu2+. sedangkan kristal garam kompleks menghasilkan gas ammonia (NH3).wordpress.

Press. Jakarta: UI.Wilkinson. Kimia Anorganik Dasar. 1989. . Cotton.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->