Anda di halaman 1dari 6

2.

Marsupialiasi Marsupialisasi merupakan tindakan membuat suatu surgical window pada

dinding kita, mengevakuasi kista, dan mempertahankan kontinuitas antara kista dengan rongga mulut, sinus maksilaris atau rongga nasal. Bagian dari kista yang diambil hanyalah bagian untuk membentuk suatu lubang (window). Dan sisa lapisan kista ditinggalkan di dalam jaringan (in situ). Melalui proses ini maka terjadi pengurangan tekanan di dalam kista sehingga meningkatkan penyusunan kista dan pengisian tulang. 2.1 Indikasi Kista berukuran besar yang dengan enukleasi dapat menyebabkan kerusakan struktur jaringan sehat di sekitarnya.

Gambar. Radiografi menunjukkan perluasan kista mandibular. Metode marsupialisasi diindikasikan untuk perawatan kista ini.

2.2 Kontraindikasi Apabila akses bedah untuk pengangkatan kista mudah dilakukan dan tidak meninggalkan dinding kista yang dapat menyebabkan terjadinya rekurensi.

2.3 Keuntungan Prosedurnya sederhana dan mengurangi kemungkinan kerusakan pada struktur vital.

2.4 Kerugian Kerugian utamanya adalah pada jaringan patologis yang

ditinggalkan secara in situ tidak dilakukan pemeriksaan histologis. Meskipun pada jaringan yang diambil dari dinding kista bisa dilakukan pemeriksaan patologis, namun ada kemungkinan terdapat lesi yang lebih agresif pada jaringan yang ditinggalkan. Kerugian lainnya yaitu pasien bisa merasa kurang nyaman karena rongga kista harus selalu dijaga kebersihannya untuk mencegah terjadinya infeksi, karena seringnya debris makanan terperangkap pada rongga kista. Ini berarti pasien harus melakukan irigasi pada rogga kista beberapa kali dalam sehari dengan menggunakan syringe. Perlakukan ini bisa berlanjut sampai beberapa bulan, tergantung kepada ukuran dari rogga kista dan tingkat pengisian tulang.

2.5 Teknik Antibiotik profilaksis sistemik biasanya tidak diindikasikan pada marsupialisasi, walaupun obat ini seharusnya digunakan jika kondisi kesehatan pasien memerlukannya. Setelah anestesi area, kista diaspirasi. Jika aspirasi menunjukkan diagnosis suatu kista, prosedur marsupialisasi

dapat dilakukan. Insisi awal biasanya sirkular atau berbentuk elips dan membuat lubang (window) (1 cm atau leih luas) ke dalam rongga kista. Jika tulang telah diperluas dan menipis oleh kista, insisi awal dapat diperluas melewati tulang ke dalam rongga kista. Jika hal ini terjadi isi jaringan lubang (window) harus diambil untuk pemeriksaan patologi. Jika tulang atasnya tebal, suatu lubang osseous (osseous window) diangkat secara hatihati dengan bur dan roungeurs. Kista kemudian diinsisi untuk membuang lubang (window) dari lapisan, yang mana diperlukan unuk pemeriksaan patologi. Kandungan kista dievakuasi dan jika memungkinkan, dilakukan pemeriksaan visual terhadap sisa lapisan dari kista. Irigasi kista membuang beberapa sisi fragmen debris. Dokter harus waspada terhadap area ulserasi atau penebalan dinding kista yang dapat berkemungkinan mengaami perubahan berupa dysplasia atau neoplasia di dalam dinding kista. Dalam hal ini enukleasi keseluruhan kista atau biopsy insisi dari area yang dicurigai harus dilakukan. Jika lapisan kista cukup tebal dan akses dapat dilakukan, bagian pinggir dari dinding kista sekitar lubang (window) dapat dijahit pada mukosa mulut. Jika tidak kavitas harus ditutupi dengan kasa yang berisi benzoin atau suatu antibiotic ointment. Penutup ini dibiarkan selama 10 sampai 14 hari untuk mencegah mukosa mulut dari penyembuhan atas lubang (window) kista. Dalam 2 minggu lapisan kista harus disembuhkan pada mukosa mulut di sekitar pinggiran celah.

Insisi sirkular meliputi mukosa dan periosteum

Pembukaan kortikal bukal dan pengambilan sebagian tulang dengan bur bundar

Pembesaran osseous window dengan rongeur

Pembukaan kista setelah pengambilan tulang

Penjahitan pinggiran luka dengan dinding cystic

Packing kavitas cystic dengan lapisan iodoform

Gambar. Perawatan kista mandibular dengan metode marsupialisasi.

Ketika marsupialisasi kista pada maksiler, dokter memiliki dua pilihan ketika kista menjadi exteriorized: 1.
2.

Kista dapat dibuka secara bedah ke dalam kavitas oral Ke dalam sius maksila atau kavita nasal Untuk kista yang telah menghancurkan sebagian besar maksila dan menggerogoti antrum atau kavitas nasal, kista dapat didekati dari aspek fasial alveolus. Sekali celah ke dalam kista terbentuk, suatu unroofing kedua dapat dilakukan ke dalam antrum maksila ata kavitas nasal terdekat. Jika akses dapat dilakukan, seluruh kista dapat di enukleasi pada poin ini, dimana kavitas kista dapat menjadi berkerut dengan epitel respiratori yang bermigrasi dari sinus maksila atau kavitas nasal yang berdampingan. Pembukaan serta penutupan mulut diperbolehkan untuk penyembuhan. Lapisan kista berkesinambungan dengan lapisan pada antrum atau kavitas nasal. Marsupialisasi jarang digunakan sebagai bentuk tunggal dari perawatan kista. Dalam kebanyakan kasus enukleasi dilakukan setelah marsupialisasi. Jika pembedahan lebih jauh merupakan kontraindikasi karena seiring dengan permasalahan medis, marsupialisasi dapat dilakukan tanpa enukleasi. Kavitas dapat hilang atau tidak seiring waktu. Jika tetap bersih, kavitas seharusnya tidak menjadi masalah.

Sumber: Fragiskos, D. 2007. Oral Surgery. Berlin : Springer. Moore, U.J. 2001. Principles of oral and Maxillofacial Surgery 5th ed. Berlin: Blackwell Science. Pedersen, W.G. 1996, Alih Bahasa Purwanto, Basoeseno. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut. Jakarta : EGC. Wray, David. 2003 .Textbook of General and Oral Surgery. Toronto : Churchill Livingstone. www.exodontia.info/OralBiopsy.html