Anda di halaman 1dari 12

TUGAS SAINS 1

TEORI KEPERAWATAN DARI SIGNIFIKANSI SEJARAH HUBUNGAN INTERPERSONAL HILDEGARD E. PEPLAU

OLEH

KHAERUDIN SYAFAA (P4200210026 ) IETJE HERMAN (P4200210001) MURTIANI P. (P4200210029) SETHIANA DEWI (P4200210002) VINSENSIA TETTY (P4200210022) WIRDA Y. DULAHU (P4200210006)

2011
2011
TUGAS SAINS 1 TEORI KEPERAWATAN DARI SIGNIFIKANSI SEJARAH HUBUNGAN INTERPERSONAL HILDEGARD E. PEPLAU OLEH KHAERUDIN SYAFAA

PROGRAM MANAJEMEN KEPERAWATAN

PASCA SARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

PEMICU TEORI KEPERAWATAN DARI SIGNIFIKANSI SEJARAH

HUBUNGAN INTERPERSONAL HILDEGARD E. PEPLAU

SITUASI:

Teori Peplau memfokuskan pencermatan ahli teori keperawatan tentang kajian hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal ini menjadi sangat penting ketika dua pihak sedang berinteraksi baik secara formal maupun secara social. Riset tesis / disertasi Sdr akan menggunakan teori Peplau sebagai landasan pengkajian konsep yang akan dieksplorasi sebagai materi tesis / disertasi.

TUGAS:

  • 1. Kaji lebih lanjut tentang fokus dari teori Peplau.

  • 2. Jelaskan asumsi utama dari teori ini.

  • 3. Bagaimana pandangan Peplau tentang teorinya dilihat dari perspektif paradigma keperawatan.

  • 4. Jelaskan

skema model Peplau termasuk tujuannya yang terkait

dengan riset tesis / disertasi.

  • 5. Bagaimana pandangan teorist

lain

tentang

teori

hubungan

interpersonal (hasil browsing internet, minimal 3 (tiga) teorist).

  • 6. Mengapa Sdr menggunakan beberapa konsep yang ada dalam teori ini menjadi konsep yang akan diteliti.

  • 7. Apakah teori ini dapat diterapkan dalam berbagai situasi? Apa yang menjadi kekuatan teori ini sehingga dapat diterapkan di berbagai situasi dan apa yang menjadi kelemahan teori ini sehingga kurang dapat diterapkan (jika ada).

8.

Sejauh mana posisi teori ini dalam mendukung kegiatan riset untuk thesis Sdr.

JAWABAN

  • 1. Fokus fari teori peplau Teori Hildegard E. Peplau (1952) berfokus pada individu, perawat dan proses interaktif yang menghasilkan hubungan antara perawat dan klien. Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan perasaan, dan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik. Artinya suatu hasil proses kerja sama manusia dengan manusia lainnya supaya menjadi sehat atau tetap sehat (hubungan antar manusia). Tujuan keperawatn adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan untuk membantu klien mencapai kematangan perkembangan kepribadian. Oleh sebab itu, perawat berupaya mengembangkan hubungan perawat dan klien melalui peran yang diembannya.

  • 2. Asumsi utama teori peplau Asumsi utama Hildegard E. Peplau yakni mengenai proses interpersonal dimana proses interpersonal yang dimaksud antara perawat dan klien ini menggambarkan metode transformasi energi atau ansietas klien oleh perawat yang terdiri dari 4 fase yaitu :

    • a. Fase orientasi Lebih difokuskan untuk membantu pasien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian askep pada klien tahap ini ditandai dimana perawat melakukan kontrak awal untuk membangun kepercayan dan terjadi pengumpulan data.

    • b. Fase identifikasi Terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perilku pasien dan

memberikan asuhan keperawatan yang tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasi kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dan kepribadian pasien. Respon pasien pada fase identifikasi dapat berupa :

Partisipasi mandiri dalam hubungannya dengan perawat Individu mandiri terpisah dari perawat Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat.

c. Fase eksplorasi Memungkinkan suatu situasi dimana pasien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan/persepsi terhadap situasi. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal. Dalam fase ini perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien dan seluruh aspek yang terlibat didalamnya.

  • d. Fase resolusi Secara bertahap pasien melepaskan diri dari perawat. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi kearah realisasi potensi.

Keempat fase tersebut merupakan rangkaian proses pengembangan dimana perawat membimbing pasien dari rasa ketergantungan yang tinggi menjadi interaksi yang saling tergantung dalam lingkungan sosial. Artinya seorang perawat berusaha mendorong kemandirian pasien.

3.

Pandangan Hildegard E.Peplau tentang teorinya dilihat dari perspektif paradigma keperawatan.

Manusia :

Individu yang berkembang yang mencoba untuk mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh kebutuhan

Memiliki karakteristik biokimia, fisiologis, interpersonal dan kebutuhan

dasar hidup yang selalu berkembang Perkembangan tersebut menjadi interaksi dengan orang lain yang

mampu memenuhi kebutuhan dirinya dan atau membagi pengalamannya Kebutuhan kebutuhan manusia tersebut diorganisasikan melalui

transformasi perilaku yang dapat diobservasi, berdasarkan pengalaman masa lalu, variabel konstektual saat ini, dan harapan pada yang akan datang Memiliki kehidupan yang seimbang sebagai sarana pertahanan dan pengekalan diri dan selalu berupaya untuk mengurangi kecemasan akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi

lingkungan : kekuatan dari luar organisme dan dalam konteks budaya

Lingkungan adalah faktor ekternal yang mempengaruhi

perkembangan manusia dan mencakup antara lain, lingkungan sosial, status ekonomi, dan kesehatan Perawat bertanggung jawab dalam hal memelihara tatanan pengobatan, sebagai bagian dari lingkungan fisik dan sosial, yang berhubungan dengan lingkungan interpersonal

Terapi lingkungan dapat membantu perawat dalam menjaga pola

pertahanan tubuh terhadap penyakit dan meningkatkan pola interaksi yang sehat dengan klien Lingkungan dapat dibagi dalam aspek terstruktur dan tidak

terstruktur. Aspek terstruktur mencakup alat, terapi, aturan dan organisasi bangsal. Aspek tidak terstruktur mencakup interaksi antara perawat dengan klien dan dengan individu yang ada dilingkungan sekitar Perawat berperan sebagai investigator dan fasilitator interaksi lingkungan kesehatan

Kesehatan:

Sebuah simbol kata yang menyiratkan pergerakan personal dan proses manusia yang sedang berlangsung dalam arah kreatif , konstruktif, produktif, pribadi dan kehidupan bermasyarakat.

Sehat adalah simbol perkembangan kepribadian dan proses

kehidupan manusia yang berlangsung secara terus menerus menuju kehidupan yang kreatif dan kontruktif Perilaku sehat adalah perilaku yang memfasilitasi pemenuhan

kebutuhan, kepuasan, kesadaran diri, dan intergrasi pengalaman yang berarti, Ex : Sakit Menurut rentang sehat-sakit atau rentang ansietas (sulifan) manusia

sehat diartikan sebagai manusia yang tidak memiliki ansietas (ketegangan) Intervensi keperawatan berfokus kepada proses membina dan mempertahankan hubungan saling percaya guna memenuhi kebutuhan klien (mengurangi ansietas)

Fase fase pengurangan ansietas adalah fase pengkajian keperawatan, proses identifikasi, intervensi dan resolusi serta evaluasi

Nursing: Sebuah proses terapi interpersonal yang signifikan. Ini fungsi kooperatif dengan proses manusia lain untuk menciptakan kesehatan yang mungkin terjadi untuk individu dalam masyarakat

Keperawatan, merupakan suatu instrumen pendidikan yang memfasilitasi kedisiplinan Tujuan keperawatan,adalah memfasilitasi kesehatan individu berdasarkan prinsip-prinsip keilmuan Aktivitas keperawatan diarahkan untuk membantu klien mencapai kompetensi intelektual dan interpersonal Diaplikasikan untuk membantu klien dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan memulihkan penyakit Sebagai sebuah konsep yang menjadi sumber kekuatan bagi regulasi diri dan sosial, dan eksplorasi serta organisasi faktor-faktor yang dapat mendukung kesehatan Sebagai ilmu dan seni yang memiliki dimensi pengetahuan dasar dan terapan Fokus aktivitas keperawatan adalah masalah yang berhubungan dengan respon manusia terhadap kesehatan aktual dan potensial, yang mencerminkan ruang lingkup aktivitas keperawatan dan kemandirian dalam proses diagnosis, tindakan (terapi), pendidikan dan riset Komponen komponen utama mencakup orientasi, identifikasi, eksplorasi dan resolusi yang terorganisasi dan mempengaruhi proses interpersonal (P – K) secara langsung 4. Jelaskan skema model Peplau termasuk tujuannya yang terkait dengan riset tesis / disertasi.

(dapat dilihat di halaman terakhir).

5. pandangan teorist lain tentang teori hubungan interpersonal (hasil browsing internet, minimal 3 (tiga) teorist).

  • a. Pandangan teori. stack sulivan berfokus pada perkembangan dalam hubungan interpersonal. Ia memandang ahli terapi merupakan kunci dalam terapi klien.

  • b. Pandangan dari abraham maslow mengenai teori interpersonal. Mengembangkan hierarki kebutuhan yang menyatakan bahwa individu dimotivasi oleh tingkat kebutuhan yang bersifat progresif. Setiap tingkat harus dipenuhi sebelum individu menuju tingkat berikutnya. Tingkatan tersebut dimulai dengan tingkatan

kebutuhan fisiologis, kemudian kebutuhan akan keselamatan dan keamanan, kebutuhan memiliki, kebutuhan harga diri, dan akhirnya kebutuhan aktualisasi diri.

  • c. Carl roger mengembangkan terapi yang berhubungan pada klien, didalamnya ahli terapi memainkan peran suportif dengan menunjukkan rasa hormat yang positif dan tidak bersyarat, ketulusan dan sikap memahami serta empati pada klien.

6. Mengapa Sdr menggunakan beberapa konsep yang ada dalam teori ini menjadi konsep yang akan diteliti. Judul tesis yang diteliti mengenai “ pengaruh komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan klien pre-op di rawat inap bedah’. Berdasarkan judul tesis diatas, kami menyimpulkan bahwa:

  • a. Proses interpersonal , proses komunikasi sangat penting agar dapat menciptakan suatu hubungan interpersonal yang baik.

  • b. Ansietas : Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman interpersonal yang lalu dengan yang sekarang ansietas terjadi apabila komunikasi dengan orang lain mengancam keamanan psikologik (sakit jiwa) dan biologic individu. Dalam model peplau ansietas merupakan konsep yang berperan penting karena berkaitan langsung dengan kondisi sakit. Dalam keadaan sakit biasannya tingkat ansietas meningkat. Oleh karena itu perawat pada saat ini harus mengkaji tingkat ansietas klien. Berkurangnya ansietas menunjukkan bahwa kondisi klien semakin membaik.

  • c. Perawat berperan mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan pasien yang bersifat pertisipatif, sedangkan pasien mengendalikan isi yang menjadi tujuan. Hal ini berarti dalam hubungannya dengan pasien, perawat berperan sebagai mitra kerja,

pendidik, narasumber, pengasuh pengganti, pemimpin dan konselor sesuai dengan fase proses interpersonal. Pendidik atau pematangan tujuan yang dimaksud untuk meningkatkan gerakan yang progresif dan kepribadian seseorang dalam berkreasi, membangun, menghasilkan pribadi dan cara hidup bermasyarakat. d. Klien System dari yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia, fisiologis, interpersonal dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan mengintegrasikan belajar pengalaman. Klien adalah subjek yang langsung dipengaruhi oleh adanya proses interpersonal.

Berdasarkan konsep diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan komunikasi terapeutik akan tercipta hubungan interpersonal yang baik yang dapat menurunkan tingkat kecemasan klien.

7. Apakah teori ini dapat diterapkan dalam berbagai situasi? Apa yang menjadi kekuatan teori ini sehingga dapat diterapkan di berbagai situasi dan apa yang menjadi kelemahan teori ini sehingga kurang dapat diterapkan (jika ada). Teori ini dapat diterapkan dalam berbagai situasi karena teori ini

menekankan

pada

hubungan

interpersonal

yang

membutuhkan

komunikasi sebagai media dalam memberikan asuhan keperawatan

pada

berbagai

kondisi.

Kekuatan teori ini adalah :

 

berfokus

pada

hubungan

perawat

klien

sehingga

dapat

meningkatkan kematangan kepribadian klien.

menurunkan kecemasan,

memberikan asuhan keperawatan lebih baik dan mendorong

klien lebih mandiri. Namun demikian, teori ini memiliki kelemahan yaitu :

hanya berfokus pada aspek psikososial klien dalam penyembuhannya.

  • 8. Sejauh mana posisi teori ini dalam mendukung kegiatan riset untuk tesis saudara? Teori ini sangat penting posisi dalam mendukung riset, Karena teori Peplau berfokus pada hubungan interpersonal dan hal ini sangat terkait dengan komunikasi

dalam menurunkan tingkat kecemasan

sehingga sangat sesuai dengan judul tesis.

Fase orientasi

SKEMA MODEL PEPLAU

Perawat BHSP dgn pasien dgn gunakan tehnik komunikasi terapeutik

Pada fase ini dipengaruhi oleh sikap pasien.

Fase identifikasi

Fase orientasi SKEMA MODEL PEPLAU Perawat BHSP dgn pasien dgn gunakan tehnik komunikasi terapeutik Pada fase
Fase orientasi SKEMA MODEL PEPLAU Perawat BHSP dgn pasien dgn gunakan tehnik komunikasi terapeutik Pada fase

Perawat maupun pasien harus menjelaskan persepsi dan harapan masing-msg, pengalaman masa lalu menjadi sumber pengharapan selama proses interpersonal Sikap awal pasien dan perawat penting dalam membengun hubungan kerja , identifikasi masalah dan memutuskan pertolongan yang tepat. Persepsi harapan klien dan perawat lebih kompleks dibanding tahap sebelumnya.karna pasien mulai selektif terhadap penolong.

Fase orientasi SKEMA MODEL PEPLAU Perawat BHSP dgn pasien dgn gunakan tehnik komunikasi terapeutik Pada fase