Anda di halaman 1dari 2

TUGAS PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM

ISLAMOPHOBIA

Sering kita mendengar istilah Islamophobia, apakah

Islamophobia itu?

Islamophobia adalah ketakutan berlebihan yang tidak memiliki dasar berpikir yang kuat tentang Islam bahkan dapat disebut dengan mengada-ada. Tidak ada pembenaran yang logis di dalamnya, yang ada hanyalah prasangka-prasangka yang terlahir akibat persepsi-persepsi buruk yang terus menerus ditanamkan kepada diri seseorang bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kekerasan, kebencian, egois, tidak toleran dan membatasi pemeluknya dengan aturan-aturan yang ketat sehingga tidak adanya kebebasan di dalamnya yang berujung persepsi bahwa Islam adalah kuno, ekstrem, agama yang membawa kehancuran, dan sebagainya. Istilah Islamophobia ini mulai muncul sekitar akhir 1980-an atau awal 1990-an. Semakin merebak sekitar tahun 1997 di Inggris dan terjadi bnyak peristiwa di sana, dan semakin berkembang setelah adanya peristiwa serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. Kebencian mereka akan Islam juga dibuktikan dengan usaha dan kerja keras sehingga membentuk sebuah tata dunia baru yang menjadikan Islam sebagai agama yang harus dijauhi, ditinggalkan, bahkan kalau perlu dilarang baik pengenaan atribut, pelaksanaan ibadahnya, dan yang paling penting adalah jangan sampai hukum Islam yang adil dan bijaksana mewarnai suatu negeri. Dan faktanya adalah usaha mereka tersebut membuahkan hasil, efek opini global telah menjadikan negara-negara di berbagai belahan dunia baik benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia memiliki satu persepsi tentang Islam. Mereka tidak segan-segan

mengeluarkan dana besar-besaran agar ideologi penjajahan Kapitalisme tetap memiliki pengaruh atas dunia. Contohnya saja di Eropa, kita bisa lihat adanya penolakan pembangunan masjid, menara masjid, peraturan pelarangan wanita memakai cadar bahkan jilbab, perusakan makam, atau juga serangan simbolik seperti melempar kepala babi ke masjid, dan lainnya Selain itu, pada kenyataannya, islamophobia bukan hanya dianggap sebagai ketakutaan, islamophobia bukan hanya menjadi gambaran atau prasangka anti-muslim, tetapi juga menjadi rumusan bagi apa yang boleh dan tidak boleh dibicarakan tentang islam. Bukan hanya berhenti disitu, islamophobia juga berhubungan erat dengan politik identitas. Mengapa saya katakan demikian, dikarenakan pemikiran mengenai islamophobia yang terus berkembang, umat muslim di berbagai negara maju (dimana mereka menjadi kaum minoritas), mereka seakan-akan kehilangan kepercayaan dari lingkungan mereka, mereka sering mendapat cemoohan hingga penyerangan, bahkan mereka juga kehilangan hak atau kebebasan mereksa untuk berbicara di depan publik. Dari sini dapat kita lihat juga bahwa agama digunakan sebagai tameng untuk mendapatkan kekuatan dalam bidang politik, ekonomi ataupun sosial. Inilah yang menjadi tantangan besar bagi muslim terutama bagi mereka yang menjadi kaum minoritas dalam suatu negara. Umat islam harus mampu berbuat lebih banyak untuk memerangi isu islamophobia serta mencitrakan bahwa islam adalah agama yang mampu mengatasi masalah, bukan sebagai pembuat masalah. Manusia hidup dalam berbagai keragaman yang ada. Keragaman itu penting, karena keragaman tersebut dapat memperluas cakrawala pengetahuan kita, membandingkan nilainilai, keyakinan dan gaya hidup yang berbeda, dan membuat penilaian atas mereka. Dalam keragaman yang ada seharusnya dapat membuat kita untuk saling bekerjasam, saling menolong dan saling belajar. Bukan justru sebagai jurang pemisah, saling bertikai atau bahkan saling menjatuhkan.