Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PASCA PANEN

Perlakuan Pengemas Terhadap Penyimpanan Serealia

Oleh : Pangwita Ritna 20100210001

AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012

I. A. Dasar Teori Pengemasan pada Serealia

PENDAHULUAN

Tujuan pengemasan adalah untuk mempertahankan kualitas benih serealia selama dalam penyimpanan dan atau pemasaran, sehingga benih tetap terjamin data tumbuh dan daya kecambahnya secara normal. Selama benih disimpan akan mengalami proses kemunduran (deteriorasi) daya tumbuh yang ditandai dengan perubahan fisik fisiologis dan biokimia yang pada akhirnya menyebablan hilangnya daya tumbuh benih. Oleh karena itu strategi yang ditempuh dalam teknik pengemasan benih dilakukan dengan membatasi ketersediaan oksigen, pembatasan kadar air, dan pemberian media pelembab yang memadai. Kualitas benih yang terbaik adalah pada saat benih masak fisiologis karena pada saat benih masak fisiologis maka berat kering benih, viabilitas dan vigornya tertinggi. Setelah masak fisiologis kondisi benih cenderung menurun sampai pada akhirnya benih tersebut kehilangan viabilitas dan vigornya. Kemunduran benih didefinisikan sebagai menurunnya kualitas benih, baik secara fisik maupun fisiologis yang mengakibatkan rendahnya viabilitas dan vigor benih sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman menurun.

Serealia Serealia (Bahasa Inggris: cereal), dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian merupakan sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji/bulirnya sebagai sumber karbohidrat/pati. Di Malaysia disebut sebagai bijirin. Kebanyakan serealia merupakan anggota dari suku padipadian dan disebut sebagai serealia sejati. Anggota yang paling dikenal adalah padi, jagung, gandum, dansorgum. Beberapa tanaman penghasil bijian yang juga sering disebut serealia semu (pseudocereals) adalah buckwheat, bayam biji (seed amaranth), dan kinoa. Beberapa serealia juga dikenal sebagai pakan burung berkicau, seperti jewawut dan milet. Walaupun menghasilkan pati, tanaman seperti sagu, ketela pohon, ataukentang tidak digolongkan sebagai serealia karena bukan dipanen bulir/bijinya. Serealia dibudidayakan secara besar-besaran di seluruh dunia, melebihi semua jenis tanaman lain dan menjadi sumber energi bagi manusia dan ternak.

Padi (Oryza sativa ) Kerajaan Divisi Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Poales : Poaceae : Oryza : Oryza sativa Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Kedelai Kedelai merupakan tanamn pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis, merrupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kiota kenal sekarang (Glycine max. L Merril). Berasal dari daerah Manshukukuo ( cina utara ). Di

Indonesia, yang dibudidayakan mulai abad ke-17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah mansyura, Jepang (Asia timur) dan Negara-negaradi Amerika dan afrika. Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagimenjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai danminyak kedelai. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahanindustri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kuekue, permen dan dagingnabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas, cat cair, tintacetak dan tekstil.Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industrimakanan dan non makanan. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakansebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan

minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya. Sedangkan dalambentuk lecithin dibuat antara lain: margarin, kue, tinta, kosmetika, insectisida danfarmasi.

Pengemasan Vakum Pengemasan vakum adalah metode untuk menyimpanmakanan dan menyajikannya untuk dijual. tepat jenis makanan disimpan dalam lingkungan pengap, biasanya dalam paket udara-ketat atau botol untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Lingkungan vakum menghilangkan oksigenatmosfer, melindungi makanan dari merusak dengan membatasi pertumbuhan bakteri aerobik atau jamur, dan mencegah penguapan komponen volatile. Vacuum kemasan ini biasanya digunakan untuk penyimpanan jangka panjang darimakanan kering seperti sereal, kacang-kacangan, sembuh daging, keju, ikan asap,kopi, dan keripik kentang (keripik). Hal ini juga untuk penyimpanan makanansegar seperti sayuran, daging, dan cairan seperti sup dalam jangka pendek karenakondisi vakum tidak dapat menghentikan bakteri dari mendapatkan air yang dapatmendorong pertumbuhan mereka. makanan kemasan Vacuum dapat memperpanjang waktu simpan hingga 3-5 kali (Anonim, 2011) Prinsip kerja mesin ini adalah mengemas produk pada disertai dengan penyedotan (pemvakuman) uap air dari produk yang dikemas tersebut sehinggatanpa gas oksigen pada kemasan (Anonim,2011). Prinsip dari pengemasan vakum adalah dengan menghilangkan oksigen pada kemasan agar bakteri tidak dapat tumbuh, namun ada jenis bakteri(botulism) penyebab penyakit yang lebih suka lingkungan oksigen rendah dantumbuh dengan sangat baik dalam makanan yang telah dikemas vakum.

Pengemasan Sealer Heat sealing merupakan proses penutupan kemasan berbahan plastik menggunakan panas dengan menggabungkan dua jenis plastik berbahan sama. Beberapa alat pengemas yang menggunakan metode heat sealing yaitu hand sealer, vertical sealer, dan cup sealer. Hand sealer merupakan mesin pengemas untuk bahan plastik secara manual yang berdasar pada penggunaan panas untuk menggabungkan dua lapis plastik. Hand sealer digunakan secara manual dengan cara meletakkan bagian yang akan digabungkan kemudian menekannya

dengan head dari mesin tersebut. Panas yang terdistribusi pada bagian alas dan head mesin yang mengakibatkan plastik tersebut lengket dan bergabung. Prinsip heat sealing (pengemasan biasa) adalah penutupan kemasan berbahan plastik menggunakan panas dengan menggabungkan dua jenis plastik berbahan sama. Pengemasan cara biasa memiliki keuntungan diantaranya mudah , murah ,alat sederhana. Kelemahan metode pengemasan ini adalah ada kemungkinan sealing yang kurang sempurna, masih ada celah sehingga udara atau uap air dapat masuk, karena heat sealer dioperasikan secara manual.

B. Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengetahui pengemas yang baik digunakan untuk penyimpanan serealia ( padi dan kedelai ). 2. Mahasiswa mengetahui pengaruh perlakuan kemasan vakum dan sealer terhadap penyimpanan serealia ( padi dan kedelai ). 3. Mahasiswa dapat memilih perlakuan pengemasan yang baik untuk menyimpan ( kedelai dan padi).

II. A. Alat dan Bahan Bahan : Alat : Benih padi Benih kedelai Plastic Label Timbangan Alat pengemas vakum Alat pengemas sealer cooler

METODE

B. Cara Kerja

Benih padi dan kedelai

Ditimbang, padi 10 gr, kedelai 25 gr. Dimasukkan ked lm plastik

Dikemas, vakum dan non vakum.

Dikemas, sealer dan non sealer

Pengamatan

Disimpan pada suhu ruang dan suhu dingi

III.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Susut Berat Penyusutan berat dilakukan dengan metode penimbangan untuk mengetahui selisih berat
awal dengan berat setelah penyimpanan. Pengamatan dilakukan dengan cara menimbang buah dan sayur setiap hari untuk mengetahui penyusutan yang terjadi padapadi dan kedelai. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari sekali dengan 7 kali pengamatan. Untuk mengetahui berapa besar penyusutan yang terjadi pada buah dan sayur dapat dengan menggunakan rumus:

Keterangan: a: berat awal b: berat setelah disimpan


Kelomp ok Berat pada pengamatan ke- (gram) komoditas Perlakuan 1 2 3 4 5 6 7 Susut berat (%)

Vakum ruang Vakum cooler Padi Non vakum ruang Non vakum cooler 1 Vakum ruang Vakum cooler Kedelai Non vakum ruang Non vakum cooler Vakum ruang Vakum cooler Padi Non vakum ruang Non vakum cooler Vakum ruang Vakum cooler Non vakum ruang Non vakum

10

10,32

10,34

10,34

10,42

10,46

10,46

-4,6

10

10,66

10,66

10,87

10,93

11,34

11,34

-13,4

10

10,38

10,77

11,21

11,21

11,38

11,38

-13,8

10

10,1

10,1

10,23

10,25

10,42

10,44

-4,4

25

25,3

25,31

25,43

25,43

25,47

25,47

-1,88

25

25,13

25,16

25,45

25,45

25,66

25,66

-2,64

25

25,16

25,23

25,23

25,38

25,39

25,42

-1,68

25

25,4

25,44

25,44

25,47

25,49

25,46

-1,84

10

10,12

10,12

10,12

10,13

10,13

10,13

-1,3

10

10,16

10,21

10,33

10,41

10,56

10,56

-5,6

10

10,03

10,04

10,09

10,09

10,1

10,1

-1

10

10,5

10,7

10,71

10,72

10,72

10,72

-7,2

25

26,61

27,19

27,2

27,28

27,34

27,35

-9,4

Kedelai

25

26,94

27,44

27,44

27,47

27,51

27,56

-10,24

25 25

26,69 25,47

26,73 26,67

26,75 26,67

26,77 26,69

26,81 26,7

26,81 26,71

-7,24 -6,84

cooler Vakum ruang Vakum cooler Padi Non vakum ruang Non vakum cooler 3 Vakum ruang Vakum cooler Kedelai Non vakum ruang Non vakum cooler Vakum ruang Vakum cooler Padi Non vakum ruang 4 Non vakum cooler Vakum ruang Kedelai Vakum cooler Non vakum ruang 10 10,9 10,92 10,92 10,93 10,93 10,93 -9,3 25 26,44 26,45 26,45 26,45 26,48 26,48 -5,92 25 26,36 26,38 26,4 26,41 26,41 26,43 -5,72 25 25,82 25,82 25,82 25,82 25,83 25,83 -3,32

25

26,06

26,14

26,14

26,14

26,14

26,14

-4,56

25

26,11

26,11

26,11

26,16

26

26

-4

25

25,75

25,75

25,75

25,78

25,78

25,77

-3,08

25

26,53

26,53

26,54

26,55

26,57

26,57

-6,28

25

26,4

26,41

26,41

26,43

26,43

26,47

-5,88

10

10,9

10,91

10,91

10,92

10,92

10,92

-9,2

10

10,96

10,96

10,98

10,98

11

11

-10

10

10,9

10,92

10,93

10,93

10,93

10,93

-9,3

25

26,41

26,42

26,47

26,49

26,51

26,52

-6,08

25

26,12

26,13

26,14

26,15

26,17

26,17

-4,68

25

25,7

25,73

25,76

25,78

25,81

25,81

-3,24

Non vakum cooler

25

25,71

25,73

25,74

25,76

25,78

25,78

-3,12

Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama kurang lebih 7 kali, dimana setiap pengamatan dilakukan 3 hari sekali. Dari pengamatan yang telah dilakukan, disini serealia ( padi dan kedelai ) dilakukan perlakuan pengemasan vakum dan non vakum dan di simpan pada cooler dan suhu ruang. Dari data pengamatan yang dilakukan penyusutan berat yang terjadi pada padi dan kedelai seharusnya setiap hari terjadi penyusutan tetapi yang terjadi, pada beberapa perlakuan pengemasan vakum maupun non vakum berat sampel perlakuan yang terjadi adalah bertambah berat, bukan terjadi penyusutan berat. Hal ini terjadi kemungkinan karena kemasan yang digunakan ( vakum atau non vakum ) terjadi kerusakan, sehingga udara dapat masuk ke dalam kemasan yang mengakibatkan serealia yang disimpan menjadi lembab, karena di dalamnya terdapat udara sehingga mempengaruhi berat benda. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, pada perlakuan menggunakan padi dan kedelai dengan perlakuan vakum ataupun non vakum baik yang disimpan dalam cooler maupun pada perlakuan yang disimpan suhu ruang, terjadi penambahan berat dari pengamatan 1, ke pengamatan selanjutnya. Sehingga diperoleh presentase pada perlakuan padi yang dikemas vakum dan disimpan pada suhu ruang didapat presentasi berat -4,6 %. Pada perlakuan vakum disimpan pada cooler diperoleh presentase susut berat sebesar -13,4 %. Pada perlakuan padi non vakum disimpan pada suhu ruang diperoleh presentase -13,8 %. Dan pada perlakuan padi dikemas non vakum disimpan pada suhu ruang diperoleh presentase -4,4 %. Pada perlakuan kedelai yang dikemas vakum dan disimpan pada cooler diperoleh presentase penyusutan berat 1,88 %. Pada perlakuan kedelai dikemas non vakum dan disimpan pada suhu ruang terjadi penyusutan berat dengan presentase -2,64. Pada perlakuan kedelai dengan pengemasan non vakum yang disimpan pada suhu ruang terjadi penyusutann berat sebesar -1,68 %. Dn pada perlakuan kedelai dengan kemasan non vakum yang disimpan pada cooler terjadi presentase penyusutan berat sebesar -1,84 %. Dari data yang diperoleh presentase yang diperoleh

mempunyai nilai (-) / minus. Presentase paling banyak (-) adalah perlakuan pengemasan dengan vakum dan disimpan pada cooler. Hal ini kemungkinan terjadi karena pada perlakuan ini udara

yang masuk banyak, dan kondisi penyimpan yang lembab, sehingga mengakibatkan penambahan berat pada perlakuan ini.

B. Uji Daya Kecambah Pengujian daya kecambah benih padi dan kedelai dilakukan 3 kali, yaitu pada awal praktikum, tengah dan akhir praktikum. Pengujian daya kecambah dilakukan dengan cara mengecambahkan benih menggunakan petridisk. Daya kecambah benih dapat dihitung dengan rumus:

komoditas

Perlakuan Kontrol Vakum ruang Vakum cooler

ulang an

Pengamatan perkecambahan hari ke1 2 20 3 4 1 4 5 6 7 -

Jumlah biji berkecambah 1 24

% perkecamb ahan 5 0 0 0 0 0 0 0 0 96

1 2 1 2

Padi Non vakum ruang Non vakum cooler Kontrol Vakum ruang Vakum cooler Kedelai Non vakum ruang Non vakum cooler

1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2

15

17

85

10

18

90

15

20

100

12

19

95

Perkecambahan benih merupakan faktor terpenting untuk pengujian kwalitas benih. Pengujian benih dilakukan dengan menggunakan 20 benih (padi dan kedelai) di tanam pada petridisk dengan menggunakan kertas saring. Pengamatan dialkukan selama 7 hari, dengan menghitung jumlah benih berkecambah tiap hari. Pengujian perkecambahan benih dilakukan 3 kali yaitu pada awal praktikum, tengah dan akhir. Pada pengujian daya kecambah yang telah dilakuakn, pada perlakuan dengan menggunakan padi dan kedelai, dari kedua perlakuan tersebut perkecambahan yang baik terjadi pada kedelai, dimana pada salah satu perlakuan perkecambahan kedelai mencapai 100%. %. Hal tersebut menunjukan bahwa dengan menggunakan metode pengemas vakum untuk benih yang disimpan pada ruang terbuka akan lebh efektif. Pengemas sangat mempengaruhi penurunan kwalitas benih. Dengan perlakuan vakum yang berprinsip menghilangkan seluruh udara yang terkandung dalam kemasan menunjukan benih tetap mempunyai daya kecambah yang tinggi. Pada perkecambahan padi hanya terdapat perkecambahan 1 kali dan hal tersebut hanya dengan presentsi 5% hal tersebut dapat disebabkan karena benih padi yang digunakan sudah pernah disimpan sebelumnya, sehingga daya kecambahnya juga semakin menurun

IV. Kesimpulan :

PENUTUP

Pemilihan pengemas sangat menentukan kualitas benih pada saat penyimpanan. Terjadi kerusakan kemasan, sehingga terjadi penambahan berat pada perlakuan.sehingga mengakibatkan presentase penyusutan berat menjsadi minus. Pada perlakuan vakum tidak cocok untuk disimpan pada suhu cooler karena akan mengalami kerusakan, yang akan menurunkan kualitas benih lebih cepat. Benih yang baik untuk dikecambahkan terjadi pada perlakuan kedelai dikemas dengan non vakum dan disimpan pada suhu ruang, perkecambahan mencapai 100%. Pada perlakuan padi tidak terlalu baik untuk dijadikan perkecambahan.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2012. Padi. http://id.wikipedia.org/wiki/Padi. Diakses tanggal 09 Mei 2012. Anonim. 2012. Kedelai http://www.scribd.com/doc/8756939/KEDELAI. Diakses tanggal 09 Mei 2012. Ali Napiah, 2009. Pengaruh Jenis Kemasan Dan Tingkat Kemasakan Buah Terhadap Daya Simpan Benih Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.).

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/44693/A09ana.pdf?sequence=1. Diakses tanggal 09 Mei 2012.