Anda di halaman 1dari 2

PERIODE I Eksplorasi berjalan pd thn 1825-1900 Keberadaan MIGAS di bawah permukaan diyakini dari data permukaan dengan adanya

seepage (rembesan minyak di permukaan) Akumulasi minyak berada pada kedalaman yang sangat dangkal, antara 200-500m Penemuan gas bersamaan dengan minyak, karena belum memiliki teknologi dan belum banyak diperlukan maka hanya minyak yang dikelola dan gas dibuang karena pada saat itu belum mampu dilakukan pemanfaatan gas Targert reservoar saat itu batupasir dengan porositas dan permeabilitas yang baik dan berumur muda (Pliossen hingga Plistosen), Lokasi Sumur pembobran ada didarat (onshore), karena belum mampu melakukan pengeboran lepas pantai Perangkap MIGAS yang dicari masih perangkap struktur antiklin

Konsep geologi dengan teori pembentukan struktur geoantiklin dan sinklonorium belum mengenal proses geologi yang sekarang ( plate tectonic) Teknologi masih sangat sederhana dengan model geologi direkontruksi dari mengukur kedudukan laposan yang tersungkap selanjutnya perangkap struktur antiklin ditemukan dan bila ditemukan seepage langsung dikerjakan

PERIODE II Tanpa rembesan MIGAS di permukaan orang mulai bisa mencari MIGAS dibawah permukaan dengan membuat kesebandingan model geologi lapangan yang telah terbukti adanya HC dan telah produksi Target kedalaman pengeboran sudah lebih dalam antara 1000m -2000m. Keberadaan gas pada batuan reservoar mulai dikelola dengan membuat instalasi pipa-pipa gas yang disalurkan langsung ke konsumen. Sedang sisanya dibakar dengan menggunakan cerobong yang tinggi keatas permukaan Target reservoar tidak hanya batupasir tetapi juga batuan karbonat Miosen. Diketahui dengan interpretasi lewat penampang seismik dan peta struktur yang berumur Miosen. Pengeboran lepas pantai (offshore) mulai dikembangkan, tidak hanya didarat tetapi masih terbatas pada laut dangkal Perangkap Stratigrafi mulai dikembangkan dengan mengetahui adanya unconformity dan perubahan fasies, khususnya pada lingkunan delta. Perangkap struktur yang berumur Miosen mulai dikerjakan Konsep Geologi mulai maju, minyak dicari pada cekungan tersier posisinya dalam tatanan tektonik regional merupakan cekungan belakang busur Teknologi mulai maju dengan rekontruksi geologi dengan menggunakan gravity dan seismik 2D sehingga terdapatnya cekungan dapat diketahui dengan ketebalan sedimen di atas basement

PERIODE III Eksporasi migas dilakukan dengan dengan menggunakan berbagai macam metode geofisika

Target kedalaman sumur bisa mencapai 6000 m Minyak dan gas yang berada di batuan reservoar telah dimanfaatkan sepenuhnya

Target batuan Reservoar: Batupasir, Batugamping, Batuan Vulkanik, Batuan Kristalin (Basement)

Target area offshore laut dalam dengan memanfaatkan rig Perangkap Stratigrafi mulai dikembangkan dengan mengetahui adanya unconformity dan perubahan fasies, khususnya pada lingkunan delta. Perangkap struktur yang berumur Miosen mulai dikerjakan Konsep geologi sangat maju: Konsep petroleum system, cekungan reff, Geokimia HC Teknologi sudah sangat maju, penggunaan 3D seismic di proses secara 3D, inversi seismik dengan AI dan telah menampilkan atribute seismik. Data sumur pemboran juga lebih maju dengan wireline LOG. Melalui data tersebut dapat dibuat map prositas, permeabilitas dan Vshale. Teknologi pemboran dapat dilakukan secara Directional Drilling, Horizontal Drilling, Fault Drilling, dan Multi lateral Wells.