ANALISIS VARIANSI TUJUAN Analisis Variansi atau Analysis of Variance (ANAVA) digunakan untuk menguji apakah k kelompok mempunyai

rerata yang sama atau tidak PRASYARAT Sebelum suatu data dianalisis menggunakan Anava, data tersebut harus memenuhi prasyarat sebagai berikut: Populasinya seimbang Populasinya independen Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal Populasi-populasi mempunyai variansi yang sama (homogen) PEMBERIAN NAMA DAN MODEL DATA Pemberian nama dan model pada anava bergantung pada jumlah variabel bebasnya. Variabel Variabel Model Nama Bebas Terikat 1 1 Anava 1 jalan 2 1 Anava 2 jalan

ANAVA SATU JALAN Prosedur Pengujian Hipotesis Formulasi Hipotesis : : paling sedikit ada satu rerata yang tidak sama : , untuk setiap j = 1, 2, …, k atau ) : paling sedikit ada satu atau : tidak ada pengaruh ‘variabel bebas’ terhadap ‘variabel terikat’ : ada pengaruh ‘variabel bebas’ terhadap ‘variabel terikat’ 2. Signifikansi 5% 3. Statistik Uji 4. Komputasi Sumber Perlakuan (A) JK JKA db dbA RK RKA F Fobs P Sig.

Daerah Kritik (daerah penolakan) DK atau p < α 6.Galat (G) Total JKG JKT dbG dbT RKG 5. Keputusan 7. Kesimpulan (biasanya membaca hipotesis pada bentuk verbal) .

632 > α = 0. Kesimpulan Tidak ada pengaruh perbedaan dosen terhadap nilai rata-rata mahasiswa.632 360.1 (modul halaman 41). kepada kelas IA diberi pelajaran dengan metode A. Untuk kepentingan analisis data. Signifikansi α = 5% 3. dan C. Komputasi ANOVA Nilai Sig. Bagaimanakah kesimpulan penelitian tersebut? . kepada kelas IB diberi pelajaran dengan metode B. Nilai-nilai mereka adalah sebagai berikut: Metode A: Metode B: Metode C: 4 5 8 7 1 6 6 3 8 6 5 9 3 5 4 Dengan mengambil α = 5%. Statistik Uji 4.1.747 13685. terhadap prestasi belajar.05 à Ho diterima 7.676 . kepada mereka diberi tes yang sama.353 13349.Contoh 1 Dari problem latihan 5. proses analisis menggunakan analisis variansi satu jalan karena terdapat satu variabel bebas dan satu variabel terikat dengan jumlah kelompok pada variabel bebas berjumlah tiga (lebih dari dua). Daerah Kritik (daerah penolakan) DK à Ho diterima p = 0. dan dari kelas IC diambil 5 siswa.804 5.465 . Pada akhir catur wulan. dari kelas IA diambil 4 siswa. : : paling sedikit ada satu rerata yang tidak sama 2. (dosen yang berbeda memberikan pengaruh yang sama) Contoh 2 Untuk melihat apakah ada perbedaan efek tiga metode pembelajaran. yaitu metode A.100 df 2 37 39 Mean Square F 167. B. dan kepada kelas IC diberi pelajaran dengan metode C. dari kelas IB diambil 6 siswa. : : ) Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 335.

283 27. metode mengajar mana yang paling baik? : : paling sedikit ada satu rerata yang tidak sama 2.Jika ternyata metode mengajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar.492 . Jika terdapat k perlakukan maka akan ada bersesuian. Hal ini dilakukan dengan cara memasangkan masingmasing rerata. Statistik Uji 4.050 65. menyebutkan bahwa Ho ditolak yang menandakan ada perbedaan pengaruh antara X dengan Y. Daerah Kritik (daerah penolakan) DK à Ho ditolak p = 0. sehingga perlu dilakukan penulusuran tentang perbedaan tersebut. Signifikansi α = 5% 3.05 à Ho ditolak 7. Formulasi hipotesis H0 : µA = µB H0 : µA = µC H1 : µA ≠ µB H1 : µA ≠ µC Tingkat signifikansi α = 5% Statistik Uji: LSD Komputasi pasang rerata yang H0 : µB = µC H1 : µB ≠ µC .005 2.254 5.142 8. 19.005 < α = 0. Kesimpulan Ada pengaruh perbedaan metode mengajar terhadap prestasi siswa (Metode belajar berbeda memberikan prestasi yang berbeda) Catatan: Uji Komparasi Ganda Karena pada contoh 2.333 df 2 12 14 Mean Square F Sig. Komputasi ANOVA Nilai Siswa : : ) Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 38.

176 0. Upper Bound Lower Bound Metode A Metode B Metode C Metode B Metode A Metode C Metode C Metode A Metode B 2.250* -3.14 -3.68 -. The mean difference is significant at the 0.68 *.002 Kesimpulan Siswa yang diberikan metode pembelajaran A mempunyai prestasi belajar yang lebih bagus daripada siswa yang diberikan metode pembelajaran B.450 3.002 .007 .36 -5.007 . Daerah kritik Keputusan (Rangkuman Uji) Sig µA = µB µA = µC µB = µC Keputusan H0 ditolak H0 diterima H0 ditolak Mean Dif. 2.450 -3.176 .14 -1.64 -4.002 .Multiple Comparisons Nilai Siswa LSD (I) Metode Belajar (J) Metode Belajar Mean Difference (I-J) 95% Confidence Interval Std. Error Sig.36 .700* 1.176 . Siswa yang diberikan metode pembelajaran A dan C mempunyai prestasi belajar yang sama. Contoh 3 Seperti contoh 2 untuk data berikut: Metode A: 2 4 3 Metode B: 8 7 6 9 Metode C: 3 4 5 6 7 (Penyelesaian diserahkan kepada mahasiswa) .72 4.909 .74 -.05 level.039 . Atau: Siswa yang diberikan metode pembelajaran A dan C mempunyai prestasi belajar yang sama dan lebih bagus daripada siswa yang diberikan metode pembelajaran B.700 Kesimpulan µA > µB µA = µC µB < µC 0.700* .969 .969 1.909 1.250* -1.039 0.250 -1.72 3.64 5.450 -2.039 .74 1. Siswa yang diberikan metode pembelajaran C mempunyai prestasi belajar yang lebih bagus daripada siswa yang diberikan metode pembelajaran B.

Menurut masing-masing penerbit. Tentu saja.Contoh 4 Di suatu sekolah pada saat yang hamper bersamaan kedatangan tiga orang salesman dari tiga penerbit bahan belajar mandiri. dan penerbit C. bagaimana kesimpulan penelitian tersebut? (Penyelesaian diserahkan kepada mahasiswa) . penerbit B. kepala sekolah mengujicobakan kepada 3 kelompok. Untuk memilih bahan ajar yang paling baik. Setelah selesai mempelajari bahan tersebut. diberikan tes yang sama. Skor mereka sebagai berikut: Metode A : 87 80 74 82 74 81 97 Metode B : 58 63 64 75 70 73 80 62 71 Metode C : 81 62 70 64 70 72 92 63 Jika diambil α = 5%. sekolah tidak akan membeli ketiganya. dan diasumsikan semua syarat analisis variansi terpenuhi. yaitu penerbit A. namun hanya akan membeli bahan ajar yang paling baik. bahan belajar terbitannya paling baik di antara bahan belajar yang ada.

2.4 Rumusan masalah: (SALAH) à Ya atau Tidak Apakah ada perbedaan efektifitas pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa? Apakah ada perbedaan efektifitas metode mengajar terhadap prestasi belajar siswa? Apakah ada interaksi antara pola asuh orang tua dan metode mengajar terhadap prestasi belajar siswa? (BENAR) Manakah di antara pola asuh orang tua (demokratis.9. pesimistis dan otoriter) yang memberikan efektifitas paling baik terhadap prestasi belajar siswa? Manakah di antara metode mengajar (drill dan inkuiri) yang memberikan efektifitas paling baik terhadap prestasi belajar siswa? a.7. Pada masing-masing pola asuh orang tua.5 Ikuiri 9.4.7.6.6.7. p : paling sedikit ada satu : .5.5.7 7. Untuk kepentingan tersebut diambil sampel random sebanyak 20 siswa untuk diberikan perlakuan dalam pembelajaran matematika dengan metode Drill dan 18 siswa diberikan metode Inkuiri.5.6.6. untuk setiap i = 1.8. (α = 5%): Metode Mengajar Drill Pola Asuh Ortu Demokratis Permisif Otoriter 7.8.6.7. 2. …. manakah pola asuh orang tua yang paling baik? Formulasi Hipotesis Formulasi Hipotesis : .8. Permisif dan Otoriter).7 6.8. q .7.4.5.3.6. manakah metode mengajar yang paling baik? b. untuk setiap j = 1.6 5.6. Di akhir penelitian diadakan tes dengan hasil sebagai berikut.ANAVA DUA JALAN Contoh 1 Seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir ingin mengetahui pengaruh metode mengajar (Drill dan Ikuiri) terhadap prestasi mata pelajaran Matematika di SMAN 2 Surakarta ditinjau dari pola asuh orang tua (Demokratis. ….8. Pada masing-masing metode mengajar.6.6 4.

q : paling sedikit ada satu : tidak ada pengaruh ‘var. terikat’ : tidak ada pengaruh ‘var. Kesimpulan (biasanya membaca hipotesis pada bentuk verbal) . bebas II (kolom)’ terhadap ‘var. Komputasi Sumber Baris (A) Kolom (B) Interaksi (AB) Galat (G) Total JK JKA JKB JKAB JKG JKT db dbA dbB dbAB dbG dbT atau pA < α atau pB < α RK RKA RKB RKAB RKG F FA FB FAB P SigA. …. …. bebas I (baris) dan var. Keputusan 7. bebas I (kolom)’ terhadap ‘var. 2. terikat’ : tidak ada interaksi antara ‘var. terikat’ : ada interaksi antara ‘var. 2. Daerah Kritik (daerah penolakan) DKA DKB DKAB atau pAB < α 6. terikat’ Signifikansi 5% 3. SigB. Statistik Uji 4. bebas I (baris)’ terhadap ‘var. SigAB. bebas I (baris)’ terhadap ‘var. 5. terikat’ : ada pengaruh ‘var.: paling sedikit ada satu : . bebas II (kolom)’ terhadap ‘var. p dan j = 1. bebas II (kolom)’ terhadap ‘var. terikat’ : ada pengaruh ‘var. untuk setiap i = 1. bebas I (baris) dan var.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful