Anda di halaman 1dari 9

SOAL KIMIA KELAS VIII SMP Apr22 SOAL KIMIA KELAS VIII SMP 1.

Bahan-bahan yang termasuk bahan kimia alami adalah . a. detergen b. parfum c. gula tebu d. sakarin 2. Pasta gigi merupakan pemutih gigi karena mengandung . a. fluor b. klor c. mentol d. sabun 3. Sabun dan detergen dapat melarutkan lemak dan minyak karena bersifat . a. hidrofobik b. hidrofilik c. ABS d. berbuih 4. Pestisida yang dapat dipakai untuk membasmi rumput yang menutupi areal perkebunan termasuk kelompok . a. fungisida b. bakterisida c. herbisida d. nematisida 5. Berikut ini yang bukan merupakan upaya pengurangan dampak negatif akibat pemakaian bahan kimia di rumah adalah . a. memakai sesuai aturan b. menggunakan pestisida alami c. memakai bahan kimia yang lebih aman d. menghindari pemakaian bahan kimia 6. Bahan kimia yang bukan termasuk pengawet adalah . a. gula b. natrium benzoat c. asam fosfat d. natrium hidroksida 7. Untuk menambah cita rasa suatu makanan kita dapat menambahkan zat aditif yang termasuk kelompok . a. pengawet b. pewarna c. penyedap d. natrium benzoat 8. Berikut ini yang bukan termasuk narkotika adalah . a. kokain b. heroin c. amfetamin d. putau 9. Rokok dan minuman keras termasuk ke dalam . a. zat adiktif b. psikotropika c. sedativa-hipnotika d. zat adiktif dan psikotropika 10. LSD termasuk obat psikotropika yang dapat menimbulkan persepsi semu tentang suatu benda yang sebenarnya tidak ada

atau disebut juga . a. halusinasi b. paranoid c. rileks d. euphoria 11. Salah satu contoh zat kimia yang dapat dipakai untuk memerahkan warna makanan adalah . a. karoten b. klorofil c. amaranth d. karamel 12. Pestisida yang dapat dipakai untuk membasmi hama tikus termasuk ke dalam kelompok . a. fungisida b. rodentisida c. herbisida d. nematisida 13. Natrium hipoklorit merupakan contoh zat kimia yang dapat berfungsi sebagai . a. pembersih b. pemanis buatan c. pemutih d. pengawet 14. Salah satu contoh zat yang termasuk kelompok psikotropika adalah . a. shabu b. opium c. ganja d. nikotin 15. Beberapa tindakan atau perilaku yang dapat membantu kalian untuk terhindar dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika adalah hal-hal berikut ini, kecuali . a. aktif berorganisasi b. bergaul dengan siapa saja c. rajin beribadah d. rajin berolah raga 16. Zat aditif makanan yang berasal dari bahan kimia dapat berdampak negatif karena . a. diperoleh dari ekstraksi tumbuhtumbuhan b. bahan kimia pada zat aditif sulit diuraikan oleh tubuh c. menambah nafsu makan d. membuat tubuh terasa segar 17. Salah satu zat aditif makanan yang digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes adalah . a. vetsin c. sakarin b. formalin d. tetrazine 18. Zat aditif makanan yang dapat merusak organ hati dan ginjal adalah . a. CFC c. siklamat b. boraks d. MSG 19. Penyakit gondok dapat disebabkan karena tubuh mengalami kekurangan . a. vitamin A b. iodin c. asam benzoat d. klorofil

20. Berikut ini yang termasuk zat aditif yang berfungsi sebagai pengawet, kecuali . a. gula b. asam propionate c. garam d. monosodium glutamat 21. Penggunaan monosodium glutamat (MSG) secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit . a. chinese restaurant syndrome b. xerophtalmia c. gondok d.. diabetes 22. Betakaroten, klorofil, dan eritrosin merupakan contoh zat aditif yang digunakan sebagai . a. pemanis c. penyedap b. pengawet d. pewarna 23. Zat aditif pemanis yang sering digunakan sebagai campuran minuman ringan adalah . a. siklamat c. tetrazine b. formalin d. boraks 24. Berikut ini adalah gejala yang ditimbulkan bila orang mengalami penyakit chinese restaurant syndrome, kecuali . a. tubuh cepat merasa lelah b. sesak nafas c. kepala pusing d. nafsu makan bertambah 25. Berikut ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan zat aditif makanan, kecuali . a. menggunakan zat aditif yang berasal dari alam b. memeriksa komposisi makanan yang terdapat pada kemasan makanan kaleng c. mengurangi penggunaan zat aditif yang merugikan kesehatan d. menggunakan boraks sebagai pengawet makanan 26. Yang dimaksud zat adiktif adalah . a. zat yang dapat menimbulkan efek ketagihan b. zat yang digunakan sebagai campuran makanan c. zat yang dapat meningkatkan ketahanan fisik d. zat yang dapat mengawetkan makanan 27. Rokok dapat digolongkan ke dalam zat adiktif karena . a. dapat meningkatkan kecerdasan akibat nikotin b. dapat meningkatkan selera makan akibat tar c. dapat menambah ketahanan tubuh akibat karbon monoksida d. dapat menimbulkan ketagihan akibat nikotin

28. Racun pada rokok yang dapat menyebabkan sesak napas adalah . a. nikotin b. tar c. karbon monoksida d. asam sianida 29. Yang bukan merupakan efek dari kecanduan alkohol adalah . a. nafsu makan bertambah b. hilangnya kesadaran c. mabuk d. terganggunya sistem saraf 30. Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan penggunaan zat adiktif, dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut, kecuali . a. tidak mencoba untuk meminum minuman keras b. menjauhi minuman keras c. mengedarkan zat adiktif secara sembunyi-sembunyi d. mengurangi pergaulan dengan orang yang meminum minuman keras 31. Yang dimaksud zat psikotropika adalah . a. zat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya b. zat yang dapat menambah tenaga c. zat yang dapat menambah nafsu makan d. zat yang digunakan untuk mengawetkan makanan 32. Berdasarkan efek yang ditimbulkan, zat psikotropika dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu obat . a. stimulan, pengawet, dan depresan b. stimulan, halusinogen, dan depresi c. stimulan, depresan, dan halusinogen d. pengawet, depresi, dan halusinogen 33. Berikut ini adalah zat psikotropika yang termasuk obat halusinogen, kecuali . a. licercik acid dhietilamide (LSD) b. psylocibine c. micraline d. pil ekstasi 34. Zat psikotropika yang dapat menimbulkan rasa takut yang berlebihan dan depresi adalah . a. ganja b. kokain c. morfin d. pil ekstasi 35. Sikap yang dapat dilakukan agar dapat terhindar dari pengaruh negatif zat psikotropika, kecuali . a. sering mengikuti dan melakukan

kegiatan-kegiatan keagamaan b. tidak mencoba untuk menggunakan zat psikotropika c. tidak bergaul dengan pemakai ataupun pengedar zat psikotropika d. menghisap ganja di tempat yang tersembunyi 36. Berikut ini yang merupakan dampak dari minuman keras adalah . a. meningkatnya tindak kejahatan b. menimbulkan kanker saluran pernapasan c. menyebabkan penyempitan pembuluh darah d. timbulnya halusinasi 37. Pencegahan primer sangat diperlukan untuk mencegah . a. pecandu ringan menjadi pecandu berat b. orang sehat menjadi pecandu zat adiktif c. pecandu shabu-shabu menjadi pecandu morfin d. mantan pecandu menjadi pecandu kembali 38. Zat aktif dalam obat antinyamuk jenis oles, adalah . a. diklorvos c. dietiltoluamid b. propoxur d. pirethroid 39. Bahan pemutih pakaian biasanya mengandung senyawa . a. klorin b. ABS c. natrium hidroksida d. hidrofilik 40. Obat analgesik berfungsi untuk . a. menghilangkan gatal-gatal dihidung b. melancarkan saluran pernapasan c. menurunkan panas badan d. menghilangkan rasa nyeri 41. Gas dalam asap rokok yang dapat berikatan dengan hemoglobin adalah . a. karbon monoksida b. karbon dioksida c. oksigen d. nikotin 42. Unsur hara yang terdapat dalam pupuk ZA adalah . a. belerang dan nitrogen b. belerang dan hidrogen c. hidrogen dan nitrogen d. hidrogen dan fosfor 43. Belerang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan . a. asam klorida c. amoniak b. asam sulfat d. pupuk urea 44. Komponen utama yang terdapat pada pembersih adalah . a. sabun dan pewarna b. detergen dan pewangi c. sabun dan detergen d. sabun dan pewangi 45. Kegunaan narkotika dalam bidang kesehatan adalah . a. zat disinfektan b. menghilangkan rasa nyeri dalam pembedahan

c. menghilangkan rasa kantuk d. penenang 46. Bagian dari sabun yang menyukai air atau bersifat polar dinamakan . a. hidrofilik c. ABS b. hidrofobik d. NaOH 47. Bahan pewarna tekstil yang berbahaya jika digunakan sebagai pewarna makanan adalah . a. rhodamine-B c. amarant b. tartrazine d. brilliant blue 48. Insektisida, seperti DDT sangat berbahaya bagi lingkungan karena . a. mengandung bahan-bahan kimia yang merusak tanah b. hanya membasmi nyamuk c. menyesakkan napas d. sukar terurai sehingga cenderung bertahan dalam lingkungan 49. Penambahan zat pengawet bertujuan agar makanan dalam kemasan . a. tidak ditumbuhi oleh bakteri dan jamur b. terasa manis c. terlihat menarik d. tambah lezat 50. Bahan penyedap yang biasa digunakan dalam mi bakso adalah . a. sakarin c. asam benzoat b. tartrazine d. MSG JAWAB DENGAN TEPAT! 1. Apa perbedaan zat adiktif dan psikotropika? Jelaskan! 2. Sebutkan dampak negatif yang ditimbulkan akibat merokok! 3. Sebutkan penggolongan zat psikotropika berdasarkan efek yang ditimbulkannya! Berikan contohnya! 4. Bagaimana ciri-ciri fisik pengguna zat psikotropika? 5. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika? Selamat Datang di Blog Pelajaran IPA - Kimia untuk SMP Senin, 16 Mei 2011 Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF (NAPZA) A. PENGERTIAN DAN PENGGOLONGAN Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. 1. NARKOTIKA Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika terdiri dari 3 golongan : 1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak

digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja. 2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin. 3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein. 2. PSIKOTROPIKA Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika terdiri dari 4 golongan : 1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi. 2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine. 3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital. 4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ). 3. ZAT ADIKTIF Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi : 1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol : a. Golongan A : kadar etanol 1 5 % ( Bir ). b. Golongan B : kadar etanol 5 20 % ( Berbagai minuman anggur ) c. Golongan C : kadar etanol 20 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ). 2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan

alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya. Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan : 1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ). 2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain. 3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ). B. NAPZA YANG SERING DISALAHGUNAKAN

Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah : 1. OPIODA, Terdapat 3 golonagan besar : a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein. b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin. c. Opioda sintetik : Metadon. Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan. Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer. Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh. 2. KOKAIN : Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut. Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju. Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. 3. KANABIS :

3.

Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, Senin, 16 Mei 2011 grass, bhang. Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ), (NAPZA) sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan A. PENGERTIAN DAN PENGGOLONGAN tenggorokan. Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( 4. AMPHETAMINE : pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz. ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif keabuan dan juga tablet. lainnya. Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. Ada 2 jenis Amphetamine : 1. NARKOTIKA a. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine ) Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau Nama jalanan : Inex, xtc. Dikemas dalam bentuk obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik tablet dan capsul. sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan b. Metamphetamine ice penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, Nama jalanan : SHABU, SS, ice. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan Narkotika terdiri dari 3 golongan : botol kaca yang dirancang khusus ( boong ). 1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak 5. LSD ( Lysergic Acid ). digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat Termasuk dalam golongan halusinogen. tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas. Kokain, Ganja. Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran 2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi dan bereaksi setelah 30 60 menit kemudian, menghilang mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin. setelah 8 12 jam. Efek rasa : terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu 3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan menyeramkan dan lama lama menjadikan penggunaanya pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi paranoid. ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein. 6. SEDATIF HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) : Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ). Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur. 7. SOLVENT / INHALASI : Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin. Biasanya digunakan dengan cara coba coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu. Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati. 2. PSIKOTROPIKA Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika terdiri dari 4 golongan : 1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi. 2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine. 3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.

Selamat Datang di Blog Pelajaran IPA - Kimia untuk SMP

4.

Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).

b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin. c. Opioda sintetik : Metadon. Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan. Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer. Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh. 2. KOKAIN : Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut. Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju. Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. 3. KANABIS : Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang. Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ), sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan. 4. AMPHETAMINE : Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. Ada 2 jenis Amphetamine : a. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine ) Nama jalanan : Inex, xtc. Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul. b. Metamphetamine ice Nama jalanan : SHABU, SS, ice.

3. ZAT ADIKTIF Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi : 1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol : a. Golongan A : kadar etanol 1 5 % ( Bir ). b. Golongan B : kadar etanol 5 20 % ( Berbagai minuman anggur ) c. Golongan C : kadar etanol 20 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ). 2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.

3.

Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan : 1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ). 2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain. 3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ). B. NAPZA YANG SERING DISALAHGUNAKAN

Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah : 1. OPIODA, Terdapat 3 golonagan besar : a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.

a. Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ). 5. LSD ( Lysergic Acid ). Termasuk dalam golongan halusinogen. Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas. Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 60 menit kemudian, menghilang setelah 8 12 jam. Efek rasa : terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama lama menjadikan penggunaanya paranoid. 6. SEDATIF HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) : Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ). Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur. 7. SOLVENT / INHALASI : Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin. Biasanya digunakan dengan cara coba coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu. Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati. 8. ALKOHOL : Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %. Nama jalanan : booze, drink. Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan penurunan kesadaran 9. ROKOK: Rokok menimbulkan asap yang berbau tidak sedap. Asap rokok menyebabkan sesak nafas dan batuk-Batuk. Asap mengandung 1.000 bahan kimia yang ada dalam asap rokok . Rokok juga membahayakan orang-orang yang ada disekitarnya . Orang yang seperti itu disebut dengan perokok pasif. Asap rokok mengandung racun, misalnya tar, karbon monoksida, dan nikotin. Berikut ini adalah beberapa bahaya dari racun yang ada dalam asap rokok :

b.

c.

Tar dapat menimbulkan iritasi paru-paru, Sehingga merupakan pemicu kanker paru-paru. Selain itu, dapat menebabkan kanker mulut, laring, perut, dan pankreas . Karbon Monoksida akibatnya adalah suplai Oksigen di dalam tubuh menjadi berkurang. Kekurangan oksigen menyebabkan pernapasan terganggu. Pada ibu hamil, kekurangan oksigen dapat mengganggu perkembangan janin. Sehingga, dapat menyebabkan bayi yang cacat. Nikotin merupakan racun yang menyebabkan ketagihan, peningkatan tekanan darah, dan detak jantung.

C. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial. Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ). Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor : 1. Faktor individual : Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA : a. Cenderung memberontak b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas. c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada d. Kurang percaya diri e. Mudah kecewa, agresif dan destruktif f. Murung, pemalu, pendiam g. Merasa bosan dan jenuh h. Keinginan untuk bersenang senang yang berlebihan i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode j. Identitas diri kabur k. Kemampuan komunikasi yang rendah l. Putus sekolah m. Kurang menghayati iman dan kepercayaan. 2. Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat. Lingkungan Keluarga : a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik b. Hubungan kurang harmonis c. Orang tua yang bercerai, kawin lagi d. Orang tua terlampau sibuk, acuh e. Orang tua otoriter f. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya g. Kurangnya kehidupan beragama. Lingkungan Sekolah : a. Sekolah yang kurang disiplin b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan c. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif

d. Adanya murid pengguna NAPZA.

Lingkungan Teman Sebaya : a. Berteman dengan penyalahguna b. Tekanan atau ancaman dari teman. Lingkungan Masyrakat / Sosial : a. Lemahnya penegak hukum b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung. Faktor faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. D. GEJALA PENYALAHGUNAAN NAPZA 1. Perubahan Fisik : Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif. Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal. Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun. Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan. 2. Perubahan sikap dan perilaku : - Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab. - Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja. - Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin. - Sering mengurung diri, berlama lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain. - Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain. - Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi. - Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia. E. UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA Kita semua harus berupaya untuk terhindar dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika memerlukan peran bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. a. Peran Anggota Keluarga

Setiap anggota keluarga harus saling menjaga agar jangan sampai ada anggota keluarga yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Kalangan remaja ternyata merupakan kelompok terbesar yang menyalahgunakan zat-zat tersebut. Oleh karena itu, setiap orang tua memiliki tanggung jawab membimbing anakanaknya agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan. Karena ketaqwaan inilah yang akan menjadi perisai ampuh untuk membentengi anak dari menyalahgunakan obat-obat terlarang dan pengaruh buruk yang mungkin datang dari lingkungan di luar rumah. b. Peran Anggota Masyarakat Kita sebagai anggota masyarakat perlu mendorong peningkatan pengetahuan setiap anggota masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang. Selain itu, kita sebagai anggota masyarakat perlu memberi informasi kepada pihak yang berwajib jika ada pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan tempat tinggal. c. Peran Sekolah Sekolahperlu memberikan wawasan yang cukup kepada para siswa tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika bagi diri pribadi, keluarga, dan orang lain. Selain itu, sekolah perlu mendorong setiap siswa untuk melaporkan pada pihak sekolah jika ada pemakai atau pengedar zat adiktif dan psikotropika di lingkungan sekolah. Sekolah perlu memberikan sanksi yang mendidik untuk setiap siswa yang terbukti menjadi pemakai atau pengedar narkoba. d. Peran Pemerintah Pemerintah berperan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dengan cara mengeluarkan aturan hukum yang jelas dan tegas. Di samping itu, setiap penyalahguna, pengedar, pemasok, pengimpor, pembuat, dan penyimpan narkoba perlu diberikan sanksi atau hukuman yang membuat efek jera bagi si pelaku dan mencegah yang lain dari kesalahan yang sama.

KUMPULAN SOAL KIMIA MATERI ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA KELAS VIII SMP NEGERI 9 PEMATANGSIANTAR

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Yang tidak termasuk NAPZA adalah ... a. Narkotika c. Aditif b. Psikotropika d. Adiktif Zat yang tidak termasuk dalam Narkotika golongan I adalah ... a. Heroin c. Ganja b. Kokain d. Morfin Jenis Narkotika yang termasuk golongan III adalah ... a. Codein c. Peridin b. Kokain d. Morfin Bahan yang berpotensi tinggi mengakibatkan ketergantungan adalah Narkotika golongan ... a. I c. III b. II d. IV Narkotika yang banyak digunakan dalam terapi adalah jenis narkotika golongan ... a. I c. III b. II d. IV Zat yang dapat menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku adalah jenis ...

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

a. Narkotika c. Aditif b. Psikotropika d. Adiktif Zat berikut yang berpotensi kuat menimblkan sindroma ketargantungan adalah ... a. Amphetamine c. Phenobarbital b. Ekstasi d. DUM Contoh zat psikotropika golongan III adalah ... a. Amphetamine c. Phenobarbital b. Ekstasi d. DUM Diazepam adalah psikotropika golongan ... a. I c. III b. II d. IV Urutan yang benar untuk zat psikotropika yang berpotensi sangat kuat sampai ringan adalah.... a. Ampheramine, Ekstasi, Phenobarbital, DUM b. Amphetamine, Phenobarbital, DUM, Ekstasi c. Ekstasi, Amphetamine, Phenobarbital, DUM d. Ekstasi, Phenobarbital, Amphetamine, DUM Kadar etanol pada minuman beralkohol golongan B adalah ... a. 1-5% c. 5-20% b. 20-50% d. 50-80% Kadar etanol 30% termasuk minuman beralkohol golngan ... a. A c. C b. B d. D Zat berikut yang termasuk zat adiktif adalah ... a. Rokok c. Opioda b. Kanabis d. LSD Berikut adalah efek menggunakan kokain, kecuali ... a. Kehilangan nafsu makan b. Menambah percaya diri c. Pemakai akan mengantuk d. Menghilangkan rasa sakit dan lelah LSD (Lysergic Acid) termasuk dalam Napza golongan ... a. Depresan c. Downer b. Stimulan d. Halusinogen Bahan berbaya dari rokok yang dapat menimbulkan iritasi paru-paru adalah... a. Tar c. Nikotin b. CO d. Kafein Minuman anggur memiliki kadar etanol yang berkisar antara ... a. 1-5% c. 20-50% b. 5-20% d. 50-80% Faktor individu yang dapat menyebabkan kecanduan, kecuali ... a. Cenderung memberontak b. Kurang menghayati iman c. Percaya diri d. Keinginan mengikuti tren Zat adiktif yang cara penggunaannya gas yang dihirup disebut ... a. Alkohol c. LSD b. Inhalasi d. Benzodiazepin Kanabis merupakan nama lain dari... a. Ekstasi c. Morfin b. Ganja d. Heorin