PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENELITIAN, VERIFlKASI, DAN

PENETAPAN PARTAI POLITIK MENJADI PESERTA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKlLAN RAKYAT, DEWAN PERWAKlLAN RAKYAT DAERAH PROVINSI, DAN DEWAN PERWAKlLAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009 KOMISI PEMILIHAN UMUM,
Menimbang
: a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) huruf c Undang-Uri"dang Nornor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum mempunyai tugas dan wewenang menyusun dan menetapkan pedoman yang bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan berdasarkan peraturan perundang-undangan; b. bahwa berdasarkan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah, menyatakan bahwa pendaftaran dan penetapan peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Rakyat Rakyat, Dewan Daerah Dewan Perwakilan adalah Perwakilan Daerah, merupakan Daerah, dan Dewan satu Perwakilan tahapan Perwakilan salah dan

penyelenggaraan Rakyat Daerah;

Pemilihan Umum A'l9gota

Dewan Perwakilan Dewan

c. bahwa berdasarkan hal tersebut pada ~uruf a dan huruf b serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9 ayat (2) dan Pasal 16 ayat (3) Undang-Undang Nomor

10

Tahun

2008

tentang

Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan PerwakWan Rakyat Daerah, perlu ditetapkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang Pedoman Teknis Tata Cara Peneiitlan, Verifika~, dan Penetapan Partai

-2Politik menjadi Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Tahun

Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah KabupatenjKota 2009;

Mengingat

: 1. Pasal 22E ayat (3) Undang-Undang
Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Peraturan

Dasar Negara Republik

Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan (Lembaran Negara Republik

Perundang-undangan

Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721); 4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4801); 5. Undang-Undang Daerah, dan Nomor 10 Tahun 2008 tentang Daerah Pemilihan (Lembaran

Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4836); 6. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 33 Tahun 2002

tentang Kode Etik Pelaksana Pemilihan Umum;

Memperhatikan

: Keputusan Rapat Pieno Komisi Pemilihan Umum tanggal 4 April
2008;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan

: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENELITIAN, VERIFIKASI, DAN PENETAPAN PARTAI POLITIK MENJADI PESERTA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKlLAN RAKYAT DAERAH PROVINSI, DAN DEWAN PERWAKlLAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009.

-3 -

BABI
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan : 1. Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disebut KPU, adalah lembaga Penyelenggara Pemilihan Umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri. 3. Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum KabupatenjKota, selanjutnya disebut KPU Provinsi dan KPU KabupatenjKota, adalah Penyelenggara Pemilihan Umum di provinsi dan kabupatenjkota. 4. Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah KabupatenjKota, selanjutnya disebut DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota. 5. Partai politik adalah partai politik yang telah mendapatkan pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik dan UndangUndang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. 6. Pimpinan partai politik sesuai dengan tingkatannya adalah Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai politik untuk tingkat pusat, Ketua dan Sekretaris untuk tingkat provinsi dan kabupatenjkota atau sebutan pimpinan lainnya sesuai dengan kewenangan berdasarkan Anggaran Dasar (AD)jAanggaran Rumah Tangga (ART) partai politik yang bersangkutan. 7. Penelitian administratif berkenaan dengan persyaratan partai politik menjadi peserta Pemilu adalah pemeriksaan terhadap bukti tertulis yang berkaitan erat dengan keabsahan pemenuhan persyaratan partai politik menjadi peserta Pemilu secara administratif. 8. Verifikasi faktual berkenaan dengan persyaratan partai politik menjadi peserta Pemilu adalah pemeriksaan dan pencocokan terhadap kebenaran bukti tertulis yang berkaitan erat dengan keabsahan pemenuhan persyaratan partai politik menjadi peserta Pemilu secara faktual.

Pasal 2
(1) Penelitian partai politik sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini, adalah penelitian pemenuhan syarat partai politik untuk rnenjadl calon peserta Pemilu Anggota DPR,DPRDProvinsi, dan DPRDKabupatenjKota Tahun 2009.

-4(2) Penelitian partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan dengan berpedoman pada asas penyelenggara Pemilu, yaitu : a. mandiri; b. jujur; c. adil; d. kepastian hukum; e. tertib penyelenggara Pemilu; f. kepentingan umum; g. keterbukaan; h. proporsionalitas;

i.
j. I.

profesionalitas; akuntabilitas; efektivitas.

k. efislensl: dan

Pasal3
Partai politik calon peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupatenj Kota Tahun 2009, adalah : a. Partai politik bukan peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD

Kabupatenj Kota Tahun 2004; dan b. Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004.

Pasal4
(1) Partai politik Kabupatenj adalah : a. partai politik yang telah disahkan sebagai badan hukum berdasarkan UndangUndang Nomor 31 Tahun 2002 ten tang Partai Politik, tetapi tidak memenuhi persyaratan sebagai partai politik peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004; dan b. partai politik yang telah disahkan sebagai badan hukum berdasarkan UndangUndang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. (2) Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD bukan peserta Pemilu Anggota Kota Tahun 2004 sebagaimana DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD dimaksud dalam Pasal 3 huruf a

KabupatenjKota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b adalah partai politik yang telah disahkan sebagai badan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik dan memenuhi persyaretan sebagai partai politik peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPR~ KabupatenjKota 2004. Tahun

- 5-

PasalS
Partai politik yang telah disahkan sebagai badan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik, tetapi tidak memenuhi persyaratan sebagai partai politik peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dapat menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota ketentuan : a. memenuhi ketentuan Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik; b. memenuhi persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini. Tahun 2009, dengan

Pasal6
Partai politik yang telah disahkan sebagai badan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dapat menjadi KabupatenjKota calon peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Tahun 2009 Tahun 2009 dengan ketentuan memenuhi persyaratan untuk menjadi

peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini.

Pasal7
Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) yang memperoleh sekurangkurangnya 3% (tiga perseratus) jumlah kursi DPR atau memperoleh sekurang-kurangnya 4% (em pat perseratus) jumlah kursi DPRD Provinsi yang tersebar sekurang-kurangnya di

1/2 (setengah) jumlah provinsi seluruh Indonesia, atau memperoleh sekurang-kurangnya
4% (empat perseratus) jumlah kurangnya sebagai di 1/2 (setengah) politik partai peserta kursi DPRD KabupatenjKota jumlah kabupatenjkota Pemilu Anggota yang tersebar sekurangIndonesia, ditetapkan dan DPRD seluruh

DPR, DPRD Provinsi,

KabupatenjKota Tahun 2009.

PasalS
Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004 sebagaimana Anggota dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) yang tidak memenuhi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009, dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dapat menjadi calon peserta Pemilu DPR, DPRD Provinsi, ketentuan : a. bergabung dengan partai politik peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004 yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7; atau

atau d. atau e. bergabung dengan partai politik peserta Pemilu Anggota DPR.. sehingga memenuhi perolehan sekurang-kurangnya jumlah kursi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2004 dapat menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. atau c. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2009 Pasal9 Partai Politik bukan peserta Pemilu Anggota DPR. bergabung dengan partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. sehingga memenuhi perolehan sekurang-kurangnya jumlah kursi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. dengan membentuk partai politik baru dengan nama dan tanda gam bar baru. dan selanjutnya menggunakan nama dan tanda gambar salah satu partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2004 yang bergabung. memiliki sejumlah kursi Anggota DPR hasil Pemilu Anggota DPR. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI. DPRJ) Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009. DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2004. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2004 yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Peraturan ini. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi.6b. Tahun 2009 sebagaimana dimaksud dalam BAB II PARTAI POLITIK BUKAN PESERTAPEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. memenuhi persyaratan verifikasi untuk menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2004 Bagian Kesatu Partai Politik yang Telah Disahkan sebagai Badan Hukum oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik Paragraf 1 Persyaratan Menjadi Calon Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. setelah rnernenuhl persyaratan : . DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2004 yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. DPRD Provinsi.

menyertakan pada provinsi yang bersangkutan.. bendera. memiliki anggota paling sedikit 1. bendera atau lambang negara Republik Indonesia. dalam mengajukan nama dan tanda gambar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf g. pinjam pakai. kesan adanya persamaan. memiliki kepengurusan lengkap paling sedikit di 2/3 (dua pertiga) jumlah kabupaten/kota d. yang mempunyai persamaan pada pokoknya partai politik atau keseluruhan memiliki dengan kemiripan nama. paling rendah 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat.000 (seribu) orang atau 1/1.000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan partai politik sebagaimana dimaksud pada huruf b dan huruf c yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota yang masih berlaku: f. lambang. b. yaitu kantor yang layak. lambang negara lain atau lembaga/badan internasional. dilarang menggunakan nama dan tanda gambar yang sarna dengan : a.7a. cara cara penulisan. serta mempunyai alamat tetap. sewa. lambang lembaga negara atau lambang pemerintah. atau f. mempunyai kantor tetap untuk kepengurusan sebagaimana dimaksud pada huruf b dan huruf c. simbol organisasi gerakan separatis atau organisasi terlarang. c. atau tanda gambar lain. nama. milik sendiri. . d. maupun kombinasi antara unsur-unsur yang terdapat dalam nama. Pasal 10 Partai politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. bendera. baik mengenai bentuk. yang lambang. memiliki kepengurusan lengkap paling sedikit di 2/3 (dua pertiga) dart jumlah provinsi di seluruh Indonesia. nama. mengajukan nama dan tanda gambar partai politik kepada KPU. dan tanda gambar partai politlk lain. yaitu menonjol dan menimbulkan penempatan. c. nama atau gambar seseorang. dan g. e. berstatus badan hukum sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. b. e.

kantor dan alamat tingkat pusat.000 (seribu) b dan orang atau partai c yang oleh 1/1. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh kepengurusan pimpinan partai politik tingkat pusat. DPRD dan DPRD Kabupaten/Kota (2) . Surat kota.000 (satu perseribu) sebagaimana dengan Jumlah dibuktikan dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan dalam Pasal 4 huruf huruf kartu tanda anggota partal politik dimaksud kepemilikan yang masih penduduk adalah data kependudukan yang dikeluarkan instansi yang berwenang g. kepada KPU. dan tanda gambar partai politik dari Departemen f.Pendaftaran partai pilitik Provinsi. pusat partai politik tentang pengurus tingkat provinsi dan pengurus pengurus tingkat c. 8erita Negara Republik Indonesia yang memuat tanda terdaftar bahwa partai politik tersebut b.8- Pasal 11 (1) Partai politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10 dapat menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR dan DPRD Tahun 2009.. Surat keterangan tetap pengurus kabupaten/ d. pemenuhan syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10 dibuktikan dengan dokumen persyaratan. Surat keterangan tetap bahwa dari dilampiri domisili dibidang kependudukan. DPRD Provinsi. meliputi : a. Surat keterangan perundang-undangan. lambang. Surat politik berlaku. kabupaten/kota: dari pengurus tingkat pusat partai politik tentang provinsi. anggota paling sedikit 1. pengurus tingkat dan pengurus keterangan dari pengurus paling pusat sedikit partai 30% politik puluh tentang penyertaan sesuai keterwakilan perempuan (tiga perseratus) dengan peraturan e. menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. Keputusan menjadi badan hukum. yaitu dokumen legal sebagai pendukung atau pinjam Camat/Kepala tersebut dengan dokumen kantor milik sendiri atau sewa rnenvewa Apabila dengan status sewa menyewa atau pinjam pakal atau dengan sebutan . dengan mengajukan pendaftaran untuk menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. yang sah. pernyataan memiliki Hukum dan Hak Asasi Manusia. kantor tetap yaitu kantor yang layak dengan alamat Kelurahan/Kepala Desa atau sebutan lain yang pakai. tentang pendaftaran nama. Pasal 12 Untuk pendaftaran partai politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11.

un 2009. dan h. gambar partai politik sebagai peserta Tahun Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. Tahun 2009 sebagaimana dimaksud oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal atau DPRD Provinsi. diserahkan Pimpinan DPR. DPRD syarat Politik Partai Provinsi.. Nama dan tanda DPRD Provinsi. dan DPRD KabupatenjKota 2009 ukuran 10 x 10 cm Paragraf 2 Pendaftaran Partai Politik Menjadi Calon Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.. Pasal 14 (1) Kepengurusan pimpinan partai politik tingkat pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) mendaftarkan partai politik yang bersangkutan untuk menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi.9lain. bukti pemenuhan Pasal 16 KPU dalam melaksanakan pendaftaran partai politik menjadt calon peserta Pemilu Ta. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. berwarna. Partai Politik menjadi calon Tahun peserta Pemilu Anggota DPR. Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/ Kota Tahun 2009 Pasal 13 Pendaftaran Provinsi. bertugas : Anggota DPR. dan DPRD KabupatenjKota dimaksud Tingkat Pusat kepada KPU. DPRD disahkan dan DPRD KabupatenjKota 2009 dilaksanakan setelah sebagai badan hukum oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. maka jangka waktu sewa menyewa atau pmjarn pakai atau dengan sebutan lain paling singkat sampai dengan penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 15 Surat pendaftaran sebagaimana partai politik dalam menjadi calon peserta Pemilu Anggota Tahun 2009 dilampiri oleh Pasal 11. (2) Formulir pendaftaran partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009. dengan menggunakan formulir Model seri F-Parpol yang disediakan oleh KPU. dan DPRD KabupatenjKota . dan DPRD KabupatenjKota pada ayat (1) ditandatangani sebutan lain partai politik tingkat pusat serta dibubuhi cap/stempel.

10a.. alamat dan nomor telepon kantor pengurus tingkat pusat partai politik. Paragraf3 Penelitian Partai Politik Menjadi Calon Peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. dikembalikan kepada partai politik yang bersangkutan. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. DPRD Provinsi. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009. DPRD Provinsi. Pasal 17 Tanda bukti penerimaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf d bukan merupakan bukti partai po!itik sebagai calon peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 meliputi penelitian administratif dan verifikasi faktual. tanggal. Partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi kesempatan untuk mendaftar kembali dalam jangka waktu pendaftaran. menerima berkas pendaftaran. memberikan tanda bukti penerimaan pendaftaran. meliputi penelitian keabsahan : (2) . c. DPRD Provinsi. hari. b. mencatat dalam register pendaftaran partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. Pasal 20 Penelitian administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. nama partai politik. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2009 Pasal19 Penelitian pemenuhan syarat partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. Pasal18 (1) Berkas pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 yang belum lengkap. memeriksa berkas pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dan berkas kelengkapan administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. dan waktu penerimaan. d. meliputi : 1) 2) 3) 4) nama yang menyampaikan pendaftaran.

000 (seribu) orang atau 1/1. Pasal21 (1) Apabila dalam pelaksanaan penelitian administratif terhadap persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan partai politik sebagaimana dimaksud pada huruf c dan huruf d. c. nama dan tanda gambar partai politik. surat pernyataan keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik paling sedikit 30 % (tuga puluh perseratus) pada kepengurusan partai politik tingkat pusat yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik. dilampiri daftar nama anggota dan fotokopi kartu tanda anggota partai politik yang masih berlaku. surat pendaftaran partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. d. h. fotokopi Berita Negara Republik Indonesia yang memuat tanda terdaftar bahwa partai politik tersebut sebagai badan hukum yang telah dilegalisir oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai politik tingkat pusat atau sebutan lain dan dibubuhi cap/sternpel: b. surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik tingkat pusat berkenaan dengan jumlah kepengurusan partai politik di tingkat kabupaten/kota dan dilampiri dengan surat keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat mengenai pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat kabupaten/kota. . terdapat partai politik yang belum memenuhi ketentuan penelitian administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. paling sedikit di 2/3 (dua pertiga) jumlah kabupaten/kota di provinsi sebagaimana dimaksud pada huruf c. DPRD Provinsi. paling sedikit di 2/3 (dua pertiga) jumlah seluruh provinsi. e.. g. partai politik yang bersangkutan dapat memperbaiki persyaratan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari setelah pernberitahuan secara tertulis dari KPU. f. surat keterangan domisili kantor tetap dan alamat tetap dari Camat atau sebutan lain/Lurah/Kepala Desa atau sebutan lain yang dilampiri dan dokumen yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf g. surat pernyataan memiliki nama anggota partai politik paling sedikit 1. surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik tingkat pusat berkenaan dengan jumlah kepengurusan partai politik di tingkat provinsi dan dilampiri dengan surat keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat mengenai pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat provinsi.11- a.

DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009. apabila dalam perhitungan jumlah kabupaten/kota yang dikalikan 2/3 (dua pertiga) terdapat angka pecahan diatas 0. DPRD Provinsi. jumlah dan susunan kepengurusan partai politik di tingkat provinsi berdasarkan surat keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat mengenai pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat provinsi. surat pernyataan keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat paling sedikit 30 % (tiga puluh perseratus) yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik tingkat pusat. berdasarkan lampiran daftar nama anggota dan fotokopi kartu tanda anggota partal politik yang masih berlaku: e. dilakukan oleh KPU Provinsi yang bersangkutan. (3) (4) Pasal 22 Verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. maka dibulatkan ke atas. c.12(2) KPU meneliti kembali terhadap perbaikan persyaratan administratif yang diajukan oleh partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.000 (seribu) orang atau 1/1000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setlap kepengurusan partai politik di kabupaten/kota.5.. jumlah dan susunan kepengurusan partai politik di tingkat kabupaten/kota berdasarkan surat keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat mengenai pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat kabupaten/kota paling sedikit di 2/3 (dua pertiga) jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan. d. Pasal23 (1) Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dajarn Pasal 22 huruf a dan huruf e. partai politik yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sebagai calon peserta Pemilu Anggota DPR. b. dibuat Berita Acara. meliputi penelitian dan pengecekan kebenaran data mengenai : a. Apabila hasil penelitian administratif oleh KPU terhadap perbaikan persyaratan administratif yang diajukan oleh partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (2).· . Dalam melaksanakan penelitian administratif terhadap pemenuhan syarat partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009. jumlah anggota partai politik sekurang-kurangnya 1. domisili kantor tetap dan alamat tetap serta dokumen pendukunq yang sah. ternyata tidak juga memenuhi persyaratan.

dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak pemberitahuan secara tertulis mengenai hasll penelitian administratif oleh KPU. diJakukan dengan cara : a. b. d. Verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf d. Apabila hasll verifikasi faktual oleh KPU Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). maka kepada partai polltlk yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk memperbaiki daftar nama anggotanya. paling lambat 3 (tiga) hari sejak pemberitahuan oleh KPU KabupatenjKota. (2) (3) (4) . dan huruf e. dilakukan oleh KPUKabupatenjKota yang bersangkutan. Hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat Berita Acara. Pasal24 (3) (4) (1) Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. Dalam hal partai polltik dinyatakan tidak memenuhi syarat di provinsi yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (3). verifikasi faktual di tingkat kabupatenjkota tidak dilaksanakan.. Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ternyata tidak memenuhi syarat. dalam hal jumlah anggota partai politik pada kepengurusan di kabupatenjkota dibawah 100 (seratus) orang verifikasi faktual dilakukan tidak secara acak. dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak pemberitahuan secara tertulis mengenai hasll penelltlan administratif oleh KPU. KPU mengambil dan meneliti secara acak 10% (sepuluh perseratus) dari seluruh nama anggota partai politik pada kepengurusan di kabupatenjkota yang berjumlah di atas 100 (seratus) orang anggota.13- (2) Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (1). apabila hasit penelitian terhadap nama Anggota Partai Politik pada kepengurusan di KabupatenjKota sebagaimana dimaksud pada huruf a terdapat kesalahan. partai politik tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat di provinsi yang bersangkutan. KPU akan melakukan penelitian kembali terhadap daftar nama anggota yang sudah diperbaiki sebagaimana dimaksud pada huruf b dengan cara sebagaimana dimaksud pada ketentuan huruf a. c. huruf d.

Hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat Berita Acara. Hasil verifikasi sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dibuat Berita Acara. maka partai politik yang bersangkutan diberi kesempatan untuk memperbaiki paling lambat 3 (tiga) hari setelah pemberitahuan dari KPU. acara rekapitulasi berdasarkan berita acara hasil dan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam (6) (2) (3) (4) (2) Berita acara rekapitulasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan oleh KPU sebagai dasar untuk menetapkan partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR.14- e. Apabila hasil verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ternyata tidak memenuhi ketentuan Pasal22 huruf c.. DPRD Provinsi. Pasal25 (1) Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf c. partai politik tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat di kabupatenjkota yang bersangkutan. huruf d. dilakukan oleh KPU. . (5) Apabila hasil verifikasi faktual oleh KPU KabupatenjKota sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal27 (1) KPU membuat berita penelitian administratif Pasal 26. ternyata tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. Apabila setelah dilakukan penelitian kembali masih terdapat kesalahan. dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak partai politik yang bersangkutan menyampaikan berkas pendaftaran yang dinyatakan secara lengkap. disampaikan kepada KPU. maka partai politik tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat di kabupatenjkota yang bersangkutan. Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009. Pasal26 Berita Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (4) dan Pasal 24 ayat (6). dan huruf e.

DPRD Provinsi. ditetapkan menjadi partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2009 Pasal 28 (1) Partai politik yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini. dengan Keputusan KPU. setelah memenuhi persyaratan : (2) . dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009. DPRD Provinsi. Pasal 29 KPU mengumumkan secara luas hasil penelitian dan penetapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009.15- Paragraf 4 Penetapan dan Pengumuman Partai Politik Menjadi Peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Ral<yat. DPRD Provinsi. Bagian Kedua Partai Politik yang Disahkan sebagai Badan Hukum Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik Paragraf 1 Persyaratan Menjadi Calon Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2004 dapat menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2009 Pasal 30 Partai politik yang telah disahkan sebagai badan hukum berdasarkan UndangUndang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik dan bukan peserta Pemilu Anggota DPR.. dan kepada partai politik yang bersangkutan disampaikan pemberitahuan disertai alasannya. DPRD Provinsi. Partai Politik yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini tidak ditetapkan menjadi Partai Politik peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.

kesan adanya persamaan. kantor tetap untuk kepengurusan yang layak. bendera atau lambang negara Republik Indonesia. d.000 dibuktikan (satu per politik dengan keterwakilan pada kepengurusan paling sedikit partai politik tingkat 1. yang mempunyai lambang. lengkap paling sedikit di 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Nomor 31 Tahun 2002 b. nama atau gambar seseorang. nama. bendera. yaitu memiliki menonjol dan menimbulkan penempatan. 1/1.16a. serta mempunyai g. dalam mengajukan nama dan tanda gam bar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d. dan tingkat pinjam pakai. . dan nama dan tanda gambar partai politik kepada KPU. bai]. persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan kemiripan nama.. berstatus tentang badan hukurn sesuai dengan Undang-Undang Partai Politik. dan tanda gambar partai politik lain. di tingkat sendiri. simbol organisasi gerakan separatis atau organisasi terlarang. mengajukan yaitu kantor milik alamat tetap. nama.000 (seribu) pada setiap anggota dari orang atau c yang jumlah dimaksud penduduk kepengurusan partai sebagaimana kepemilikan f. memilikikepengurusan kabupaten/kota d. mengenai bentuk. c. memiliki seribu) lengkap paling sedikit di 2/3 (dua per tiga) dari jumlah pada provinsi yang bersangkutan. yang atau tanda gambar partai politik lain. lambang. menyertakan perempuan e. c. kabupaten/kota. cara cara penulisan. lambang lembaga negara atau lambang pemerintah. paling rendah 30% (tiga puluh perseratus) pusat. provinsi sewa. memilikikepengurusan provinsi di seluruh Indonesia. lambang negara lain atau lembaga/badan internasional. mempunyai pada huruf b dan huruf Kartu Tanda Anggota yang masih berlaku. atau f. b. dilarang menggunakan nama dan tanda gam bar yang sama dengan : a. Pasal31 Partai politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30. e. maupun kombinasi antara unsur-unsur yang terdapat dalam nama. bendera.

b. Kepengurusan pengurus pusat partai politik tentang pengurus tingkat provinsi dan pengurus tingkat kabupatn/kota: c. dan DPRDKabupaten/Kota kepada KPU.. dengan menggunakan contoh formulir yang disediakan. f. dan pengurus tingkat kabupaten/kota.17- Pasal32 (1) Partai politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 dan Pasal 31 dapat menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR dan DPRDTahun 2009. lambang. Apabila dengan status sewa menyewa atau pinjam pakai atau dengan sebutan lain. Surat keterangan domisili kantor tetap yaitu kantor yang layak dengan alamat tetap dari Camat/Lurah/Kepala Desa atau sebutan lain yang dilampiri dengan dokumen yang sah. pemenuhan syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal30 dan Pasal31 dibuktikan dengan dokumen persyaratan. dan tanda gambar partai politik dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan dengan surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal atau sebutan lain pada kepengurusan pusat partai politik. dan (2) . e. maka jangka waktu sewa menyewa atau pinjam pakai atau dengan sebuatan lain paling singkat 12 (dua belas) bulan. dengan mengajukan pendaftaran untuk menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. Surat keterangan tentang pendaftaran nama. d. Pasal33 Untuk pendaftaran partai politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32. Berita Negara Republik Indonesia yang memuat tanda terdaftar bahwa partai politik tersebut menjadi badan hukum. DPRD Provinsi. meliputi : a. Surat keterangan dari pengurus pusat partai politik tentang kantor dan alamat tetap pengurus tingkat pusat. yaitu dokumen legal sebagai pendukung bahwa kantor tersebut milik sendiri atau sewa menyewa atau pinjam pakai. pengurus tingkat provinsi. Surat keterangan dari pengurus pusat partai politik tentang penyertaan keterwakilan perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus) sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Pasal36 Surat pendaftaran sebagaimana partai politik dalam menjadi calon peserta Pernllu Anggota Tahun 2009 dilampiri oleh Pasal 32. dan DPRD Kabupaten/kota Tahun 2009. bertugas : .000 dibuktikan berlaku. Nama dan tanda DPRD Provinsi. pernyataan (satu memiliki anggota dimaksud paling sedikit 1. dan DPRD Kabupaten/Kota dimaksud Tingkat Pusat kepada KPU. DPRD Provinsi. Partai Politik menjadi calon Tahun peserta Pemilu Anggota DPR. Surat 1/1. DPRD disahkan dan DPRD Kabupaten/Kota 2009 dilaksanakan setelah sebagai badan hukum oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/ Kota Tahun 2009 Pasal 34 Pendaftaran Provinsi.000 (seribu) pada setiap partai orang atau per seribu) sebagaimana dari jumlah penduduk kepengurusan yang masih partai politik dalam Pasal 4 huruf b dan huruf c yang politik dengan kepemilikan kartu tanda anggota dan DPRD Kabupaten/Kota 2009 ukuran 10 x 10 em Paragraf 2 Pendaftaran Partai Politik Menjadi Calon Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. h. DPRD syarat Politik Partai Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal atau sebutan lain partai politik Tingkat Pusat dan dibubuhi cap/stempel. berwarna. diserahkan Pimpinan DPR. gambar partai politik sebagai peserta Tahun Pemilu Anggota DPR.. Pasal35 (1) Pimpinan partai polltik tingkat pusat mendaftarkan partai politiknya ke KPU untuk menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 dengan menggunakan formulir yang disediakan. bukti pemenuhan Pasal37 KPU dalam melaksanakan pendaftaran partai politik rnenjsdi calon peserta Pemilu Anggota DPR.18g. (2) Surat pendaftaran partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR.

dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2009 Pasal40 Penelitian pemenuhan syarat partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. memeriksa berkas kelengkapan d. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. dalam Pasal 33 dan c. DPRD Provinsi. Pemilu Anggota DPR. meliputi penelitian . partai politik menjadi calon peserta Pemilu Tahun 2009. meliputi : b. pusat partai politik. tanda bukti penerimaan pendaftaran. mencatat dalam register pendaftaran Anggota DPR. Parag raf3 Penelitian Partai Politik Menjadi Calon Peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. memberikan dimaksud dalam Pasal 34. dikembalikan kepada partai politik yang bersangkutan. hari. adalah penelitian administratif dan verifikasi faktual. menerima berkas pendaftaran. dan DPRD Kabupaten/Kota 1) 2) 3) 4) nama yang menyampaikan nama partai politik. Pasal38 Tanda bukti penerimaan bukti partai sebagaimana politik dimaksud dalam Pasal 37 huruf d bukan merupakan sebagai calon peserta Tahun 2009.19a. Pasal41 Penelitian administratif keabsahan: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40.. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009. tanggal. DPRD Provinsi. alamat dan nomor telepon kantor pengurus tingkat surat pendaftaran administrasi sebagaimana sebagaimana dimaksud pendaftaran. dimaksud pada ayat (1) diberi kesempatan untuk (2) Partai politik sebagaimana mendaftar kembali dalam jangka waktu pendaftaran. dan waktu penerimaan. dan DPRD Kabupaten/Kota Pasal39 (1) Berkas pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 yang belum lengkap.

d. surat pernyataan keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik paling sedikit 30 % (tuga puluh perseratus) pada kepengurusan partai politik tingkat pusat yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik.20- a.000 (seribu) orang atau 1/1. paling sedikit di 2/3 (dua pertiga) jumlah seluruh provinsi. f.. paling sedikit di 2/3 (dua pertiga) jumlah kabupaten/kota di provinsi sebagaimana dimaksud pada huruf c. surat pendaftaran partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik tingkat pusat berkenaan dengan jumlah kepengurusan partai politik di tingkat provinsi dan dilampiri dengan surat keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat mengenai pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat provinsi. surat keterangan domisili kantor tetap dan alamat tetap dari Camat atau sebutan lain/Lurah/Kepala Desa atau sebutan lain yang dilampiri dan dokumen yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf g. partai politik yang bersangkutan dapat memperbaiki persyaratan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari setelah pernberltahuan secara tertulis dari KPU. e. surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik tingkat pusat berkenaan dengan jumlah kepengurusan partai politik di tingkat kabupaten/kota dan dilampiri dengan surat keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat mengenai pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat kabupaten/kota. . fotokopi Berita Negara Republik Indonesia yang memuat tanda terdaftar bahwa partai politik tersebut sebagai badan hukum yang telah dilegalisir oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.000 (satu per seribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan partai politik sebagaimana dimaksud pada huruf c dan huruf d. h. b. surat pernyataan memiliki nama anggota partai politik paling sedikit 1. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 ditandatangani oleh Ketua Urnum dan Sekretaris Jenderal partai politik tingkat pusat atau sebutan lain dan dibubuhi cap/ stempel. terdapat partal politik yang belum memenuhi ketentuan penelitian administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41. g. c. c DPRD Provinsi. Pasal42 (1) Apabila dalam pelaksanaan penelitian administratif terhadap persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. dilampiri daftar nama anggota dan fotokopi kartu tanda anggota partai politik yang masih berlaku. nama dan tanda gambar partai politik.

dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009. b. surat pernyataan keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat paling sedikit 30 % (tiga puluh perseratus) yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik tingkat pusat. dibuat Berita Acara. dilakukan oleh KPU Provinsi yang bersangkutan. meliputi penelitian dan pengecekan kebenaran data mengenai : a. Dalam melaksanakan penelitian administratif terhadap pemenuhan syarat partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak pemberitahuan secara tertulis mengenai hasil penelitian administratif olen KPU.21 (2) KPU meneliti kembali terhadap perbaikan persyaratan administratif yang diajukan oleh partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal41.000 (seribu) orang atau 1/1000 (satu perseribu) dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan partai politik di kabupaten/kota. partai politik yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan calon peserta Pemilu Anggota DPR. domisili kantor tetap dan alamat tetap serta dokumen pendukung yang sah. (2) . (3) (4) Pasal43 Verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40. maka dibulatkan ke atas. jumlah anggota partai politik sekurang-kurangnya 1. c. jumlah dan susunan kepengurusan partai politik di tingkat provinsi berdasarkan surat keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat mengenai pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat provinsi. dan DPRDKabupaten/Kota Tahun 2009. berdasarkan lampiran daftar nama anggota dan fotokopi kartu tanda anggota partai politik yang masih berlaku. Pasal44 (1) Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf a. DPRD Provinsi. jumlah dan susunan kepengurusan partai politik di tingkat kabupaten/kota berdasarkan surat keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat mengenai pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat kabupaten/kota paling sedikit di 2/3 (dua pertiga) jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan. Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (1). apabila dalam perhitungan jumlah kabupaten/kota yang dikalikan 2/3 (dua pertiga) terdapat angka pecahan diatas 0. Apabila hasil penelitian administratif oleh KPU terhadap perbaikan persyaratan administratif yang diajukan oleh partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (2). ternyata tidak juga memenuhi persyaratan.5.. d. e. DPRDProvinsi.

b. d. dilakukan dengan cara : a. maka kepada partai politik yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk memperbaiki daftar nama anggotanya. apabila hasil penelitian terhadap nama Anggota Partai Politik pada kepengurusan di Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada huruf a terdapat kesalahan. paling lambat 3 (tiga) hari sejak pemberitahuan oleh KPU. KPU Kabupaten/Kota akan melakukan penelitian kembali terhadap daftar nama anggota yang sudah diperbaiki sebagaimana dimaksud pada huruf b dengan cara sebagaimana dimaksud pada ketentuan huruf a. Verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf d. Hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat Berita Acara. c. partai politik tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat di provinsi yang bersangkutan. verifikasi faktual di tingkat kabupaten/kota tidak dilaksanakan. maka partai politik tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat di kabupaten/kota yang bersangkutan.22- (3) Apabila hasil verifikasi faktual oleh KPU Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). partai politik tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat di kabupaten/kota yang bersangkutan. dilakukan oleh KPUKabupaten/Kota yang bersangkutan. Apabila setelah dilakukan penelitian kembali masih terdapat kesalahan.. Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ternyata tidak memenuhi syarat. Pasal45 (4) (1) Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf b. huruf d. (2) (3) (4) (5) Apabila hasil verifikasi faktual oleh KPU Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (6) . Dalam hal partai politik dinyatakan tidak memenuhi syarat di provinsi yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (3). ternyata tidak memenuhi syarat sebaqaimena dimaksud dalam Pasal 43 huruf b. huruf d. dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak pemberitahuan secara tertulis mengenai hasil penelitian administratif oleh KPU. dan huruf e. dan huruf e. KPU Kabupaten/Kota mengambil dan meneliti secara acak 10% (sepuluh perseratus) dari seluruh nama anggota partai politik pada kepengurusan di kabupaten/kota yang berjumlah di atas 100 (seratus) orang anggota. Hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat Berita Acara.

Tahun 2009. disampaikan kepada KPU. maka partai politik yang bersangkutan diberi kesempatan untuk memperbaiki paling lambat 3 (tiga) hari setelah pemberitahuan dari KPU. (3) Apabila hasil verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ternyata tidak memenuhi ketentuan Pasal 43 huruf c. persyaratan dan DPRD sebagai calon peserta Tahun Pemilu 2009 DPR. oleh berita acara rekapitulasi berdasarkan berita acara hasil dalam administratif dan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud KPU sebagai dasar untuk Pemilu Anggota DPR. dengan Keputusan KPU. dilakukan oleh KPU. Pasal47 Berita Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (4) dan Pasal 45 ayat (6).. ditetapkan menjadi partai politik DPRD KabupatenjKota Anggota DPR. Pasal48 (1) KPU membuat penelitian Pasal47. DPRD Provinsi.23- Pasal46 (1) Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf c. (4) Hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat Berita Acara.DPRD dimaksud Pemilu Kabupasen/Kota dan sebagaimana dalam Peraturan ini. (2) Berita acara rekapitulasi sebagaimana menetapkan dimaksud partai pada ayat (1) digunakan politik menjadi peserta Tahun 2009. dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak partai politik yang bersangkutan menyampaikan berkas pendaftaran yang dinyatakan secara lengkap. (2) Pelaksanaan verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2009 Pasal49 (1) Partai Anggota peserta politik yang memenuhi Provinsi. dan DPRD KabupatenjKota Paragraf 4 Penetapan dan Pengumuman Partai Politik Menjadi Peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. DPRD Provinsi. .

. persyaratan : a. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan DPRD KabupatenjKota disampaikan 2009. DPRD Provinsi. harus memenuhi sebagai peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. mendaftarkan sebagai peserta Pemilu Anggota DPR.24- (2) Partai Politik yang tidak memenuhi ayat (1) tidak ditetapkan DPRD Provinsi. partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. b. BAB III PARTAI POLITIK PESERTA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. DPRD Provinsi. dan kepada partai Pasal KPU mengumumkan secara luas hasil 50 penelitian dan penetapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49. dan DPRD KabupatenjKota 2009. mengenai perolehan kursi sebaqarnana dimaksud dalam dan Tahun 2009. DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2004 Pasal51 (1) Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. dilakukan oleh . DPRD Provinsi. dan DPRD Tahun KabupatenjKota Tahun 2004 yang memenuhi ketentuan Pasal 7 ditetapkan sebagai peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD KabupatenjKota Tahun 2004. c. (3) Untuk dapat ditetapkan sebagai peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi. surat keterangan Pasal 7 dari KPU. menyerahkan fotokopi Berita Negara Republik Indonesia tentang pengesahan sebagai badan hukum yang dlleqallslr oleh Departernen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Partai Politik peserta Pemilu Anggota Tahun pemberitahuan disertai alasannya. (2) Penetapan Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. politik yang bersangkutan menjadi persyaratan sebagaimana dimaksud pada DPR. dan DPRD KabupatenjKota KPU. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 di KPU pada waktu pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini. dan DPRD KabupatenjKota DPRD Provinsi.

dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004 yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 7. Pasal52 Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004 yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 7 dan selanjutnya menggunakan nama dan tanda gambar salah satu partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009. Pasal54 Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. dan DPRD KabupatenjKota yang memenuhi ketentuan Pasal 7. berlaku ketentuan Pasal 43 ayat (1) huruf b dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik dan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51. DPRD Provinsl. menyerahkan nama dan tanda gambar partai politik sebagai peserta Pemilu Anggota DPR. tetapi melakukan penggabungan dengan partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. lebih ketentuan perolehan sekurang-kurangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. tetapi melakukan penggabungan dengan partai politik Tahun peserta 2004 Pemilu Anggota yang tidak DPR. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 berlaku ketentuan Pasal 43 ayat (1) huruf b dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik dan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004 yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 7. DPRD Provinsi. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2004 yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 7. e. sehingga memenuhi ketentuan perolehan sekurang-kurangnya atau lebih jumlah kursi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 berlaku ketentuan Pasal 43 ayat (1) huruf a dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik dan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 ukuran 10 em x 10 em berwarna. Pasal53 Partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. untuk dapat menjadi peserta Pemilu Anggota DPR.. dan DPRD Kabupatenj Kota Tahun 2004 yang bergabung. DPRD Provinsi. .2Sd. DPRD Provinsi. untuk dapat menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. ketentuan atau dan DPRD KabupatenjKota membentuk memenuhi memenuhi Pasal 7 dengan sehingga kursi jumlah partai politik baru dengan nama dan tanda gam bar baru. tetapi melakukan penggabungan dengan partai politik peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi. surat pernyataan untuk memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi. untuk dapat menjadi peserta Pemilu Anggota DPR.

(2) Penetapan partai politik sebagai peserta Pemilu Anggota DPR. ditetapkan KPU. DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dilakukan secara undian dalam sidang pleno terbuka KPU. DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009 Pasal56 (1) Partai politik calon peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 yang memenuhi persyaratan menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 oleh Pasal57 (1) Penetapan nomor urut partai politik sebagai peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. tetapi rnernlllkl sejumlah kursi Anggota DPR hasil Pemilu Anggota DPR. dan Pasal 50. Pasal 49. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2004 yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 7. dan DPRD Kabupaten/Kota pada ayat (1) diumumkan oleh KPU. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2004. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009. (2) Hasil penetapan nomor urut partai polltlk sebagai peserta Pemilu Anggota DPR. sebagai peserta Pemilu Anggota DPR. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI. Tahun 2009 berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam BAB IV PENETAPAN PARTAI POLITIK SEBAGAI PESERTA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. dan dihadiri oleh wakil partai polltlk peserta Pemilu Anggota DPR.. serta diumumkan oleh KPU. DPRD Provinsi.26- Pasal55 Partai polltik peserta Pemilu Anggota DPR. untuk dapat menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Pasal 51. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 oleh KPU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam sidang pleno terbuka KPU. Tahun 2009 sebagaimana dimaksud . DPRD Provinsi. DPRD Provinsi. Pasal 29. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi.

dan KPU Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan penelitian pemenuhan syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009 sebagaimana dlrnaksud dalam Peraturan ini.27BABV KETENTUAN LAIN Pasal58 Penelitian pemenuhan syarat partai politik calon peserta Pemilu Anggota DPR. Dewan Perwakilan Daerah. Panitia Pengawas Pemilu Provinsi. sehingga merugikan dan/atau menguntungkan partai politik calon peserta Pemilu. DPRD Provinsi. Pasal60 Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam penelitian. dan KPU Kabupaten/Kota wajib menindaklanjuti temuan Baden Pengawas Pemilu. KPU Provinsi. DPRD Provinsi.. dan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2). KPU. DPRD Provinsi. dan KPU Kabupaten/Kota. verifikasi. Panitia Pengawas Pemilu Provinsi. Pasal59 (1) Badan Pengawas Pemilu. KPU Provinsi. Dalam hal Badan Pengawas Pemilu. (2) (3) . Badan Pengawas Pemilu. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. dan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota menyampaikan temuan tersebut kepada KPU. DPRD Provinsi. dan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota menemukan kesengajaan atau kelalaian yang dilakukan oleh Anggota KPU. Panitia Pengawas Pemilu Provinsi. dan KPU Kabupaten/Kota. dan DPRD Kabupaten/Kota yang dilaksanakan oleh KPU. dan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota melakukan pengawasan atas pelaksanaan penelitian persyaratan partai politik calon peserta Pemilu Anggota DPR. dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Panitia Pengawas Pemilu Provinsi. dan penetapan partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. harus selesai dilaksanakan paling lambat 9 (sembilan) bulan sebelum hari/tanggal pemungutan suara Pemilu Anggota DPR. KPU Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini. KPU Provinsi. dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009.

dan jadual penyelenggaraan Pemilu Anggota DPR.. DPRD Provinsi. DPRD Provinsi. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 adalah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Peraturan ini. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 dapat memanfaatkan jaringan teknologi untuk keperluan pelaksanaan penelitian dan penetapan partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. Pasal65 Jadual waktu pendaftaran. serta instansijlembaga lain yang dipandang perlu yang berhubungan erat dengan pelaksanaan penelitian pemenuhan persyaratan partai politik menjadi calon peserta Pemilu Anggota DPR. program. penelitian. KPU Provinsi. DPRD Provinsi. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009. . berkenaan dengan keakuratan hasil penelitian. dan berpedoman kepada Peraturan ini. Pasal63 Untuk melaksanakan penelitian pemenuhan persyaratan partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD Tahun 2009. dan halhal lain berkenaan dengan partai politik berlaku ketentuan dalam UndangUndang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pasal 62 Ketentuan berkenaan dengan tata cara penelitian dan penetapan partai politik lokal menjadi peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh CDPRA) dan Dewan Perwakilan Rakyat KabupatenjKota CDPRK)di Provinsi Aceh. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009. DPRD Provinsi. KPU. DPRD Provinsi. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009.28- Pasal61 Untuk keperluan penelitian dan penetapan partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD KabupatenjKota Tahun 2009 adalah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang mengatur tentang tahapan. DPRD Provinsi. dan KPU KabupatenjKota dapat membentuk kelompok kerja dengan susunan personil terdiri dari KPU. verifikasi. dan penetapan partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. dan DPRD KabupatenjKota yang sudah terbangun. KPU Provinsi. DPD. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 64 Formulir dan contoh formulir pendaftaran partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. DPRD Provinsi. KPU dalam pelaksanaan penelitian pemenuhan persyaratan partai politik menjadi peserta Pemilu Anggota DPR. dan KPU KabupatenjKota.

H. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 April 2008 KETUA.29- Pasal66 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.. HAFIZ ANSHARY AZ. . Prof. MA.A. Ttd. Dr.

6. Model F6-Parpol . Lampiran Model FS-Parpol Lernbar Verifikasi Administratif Pengurus Partai Politik Tingkat Pusat. 4. Lampiran Model FI-Parpol Contoh Daftar Susunan Pengurus dan Alamat Kantor Tetap Partai Politik Tingkat Provinsi (Sekurang-kurangnya 2/3 Jumlah Provinsi). dan DPRD Kabupateri/Kota Tahun 2009. Model F5-Parpol 7. 5. Lampiran Model F2-Parpol Contoh Daftar Susunan Pengurus dan Alamat Kantor Tetap Partai Politik Tingkat Kabupateri/Kota (Sekurang-kurangnya 2/3 Jumlah Kabupaten/ Kota di Provinsi yang bersangkutan). 2. Model F-Parpol Contoh Surat Pendaftaran Partai Politik menjadi Calon Peserta Pemilihan Umum Anggota DPR. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI. Lampiran Model F3-Parpol Contoh Daftar Nama dan Alamat Anggota Partai Politik dalam Wilayah Kabupaten/Kota. Model F2-Parpol Contoh Surat Pernyataan Pimpinan Partai Politik Tingkat Pusat mengenai Keberadaan Pen gurus dan Alamat Kantor Tetap Partai Politik Tingkat Kabupaten/Kota.Lampiran : Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2008 Tanggal : 4 April 2008 FORMULIR DAN CONTOH-CONTOH FORMULIR PENDAFfARAN PARTAI POLITIK MENJADI PESERTA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009 1. Model F3-Parpol Contoh Surat Pernyataan Pimpinan Partai Politik Tingkat Pusat mengenai Jumlah Anggota Partai Politik Tingkat Kabupaten/Kota. Berita Acara Verifikasi Administratif Pengurus Partai Politik Tingkat Pusat. Berita Acara Verifikasi Faktual Pengurus Partai Politik Tingkat Pusat. 3. Lampiran Model F6-Parpol Lernbar Verifikasi Faktual Pengurus Partai Politik Tingkat Pusat. Model F4-Parpol Contoh Surat Pernyataan Pimpinan Partai Pojitik Tingkat Pusat mengenai Sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) Keterwakilan Perempuan pada Kepengurusan Partai Politik Tingkat Pusat. DPRD Provinsi. Model F1-Parpol Contoh Surat Pernyataan Pimpinan Partai Politik Tingkat Pusat mengenai Keberadaan Pengurus dan Alamat Kantor Tetap Partai Politik Tingkat Provinsi.

Contoh Berita Acara Kabupaten/Kota. Prof. HAFIZ ANSHARY AZ. Uji Sampling Partai Politik Tingkat 9. Lampiran Model FB-Parpol Lembar Verifikasi Faktual Kepengurusan Kabupaten/Kota. Model F11-Parpol: Contoh Surat Keterangan Alamat Kantor Tetap Partai Politik Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota dari Camat atau sebutan Jain/Lurah/Kepala Desa atau sebutan lain. H. Contoh Berita Acara Verifikasi Administratif oleh Komisi Pemilihan Umum.-2- 8. Model F10-Parpol: Anggota Partai Politik Tiap 12.A. MA. Berita Acara Verifikasi Faktual Pengurus Kabupateri/Kota. Dr. Model F7-Parpol Berita Acara Verifikasi Faktual Pengurus Partai Politik Tingkat Provinsi. Ttd. Model F8-Parpol Partai Politik Tingkat 10. Model F9-Parpol dan Faktual Partai Politik 11. . Ditetapkan di Jakarta pada tang gal 4 April 2008 KETUA. Lampiran Model F7-Parpol Lembar Verifikasi Faktual Kepengurusan Partai Politik Tingkat Provinsi.

. DPRD PROVINSI. Salinan Bcrita Negara Republik Indonesia yang memuat tanda terdaftar Partai Politik mcnjadi Badan Hukum yang telah dilegalisasi olch Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia............. 3...... ............. DAN DPRD KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009 Partai .... .. dan DPRD. Surat Pernyataan memiliki kepengurusan di tingkat provinsi sekurang-kurangnya provinsi di Indonesia (Formulir Model Fl-Parpol). DPRD diri untuk menjadi dan DPRD Provinsi Kabupaten/Kota Tahun 2009.. bersama ini Pimpinan Partai Politik '" calon pescrta Pcmilihan Umum Anggota . dan dilampiri dengan copy kartu tanda anggota yang masih berlaku (Formulir Model F3Parpol).... tcrdiri : I.. Nomor . .............. Didirikan dengan Akte Notaris Tanggal dan telah terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002lUndang-Undang Nomor .. 6. 4.... faximile Nomor ...... Keputusan Pengurus Pusat Partai Politik tentang Pengurus tingkat provinsi dan 2/3 Pengurus tingkat kabupatenlkota tersebut angka 2 dan angka 3~ 5.... mendaftarkan DPR. DPD..... Nomor .. bcralamat di nOlllor telepon tanggal Scsuai kctentuan Pasal 14 Undang-Undang Pcmilihan Umum Anggota DPR............... Surat Keterangan .... Pendaftaran ini dilengkapi dengan bukti pcmenuhan syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 sebanyak 3 (tiga) rangkap... 10 Tahun 2008 tentang 2 Tahun 2008 *)....... 2.........II Contoh Model F-Parpol II PENDAFTARAN PART AI POLITIK MENJADI CALON PESERTA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR. Surat Pernyataan memiliki anggota sekurang-kurangnya jumlah penduduk pada setiap kepengurusan 1000 orang atau 111000 dari partai politik tersebut angka 4......... Surat Pernyataan memiliki kepengurusan di tingkat kabupaten/kota sekurang-kurangnya 2/3 kabupaten Ikota di provinsi tersebut angka 2 (Formulir Model F2-Parpol).

Nama dan tanda gambar partai politik calon peserta pemilu anggota DPR. dan tanda gambar partai politik. berlaku 9. 9. : Nomor 31 Tahun 2002). lambang. 10. . 7. DPRD Provinsi. tetapi tidak menjadi Tahun 2004 dan Partai pcmenuhan syarat Untuk Partai Politik (Badan Hukum Undang-Undang pesertu pcmilu Anggota DPR. Nomor 31 Tahun 2002 dan menjadi peserta Kabupaten/Ksta Tahun 7. 3. 8. dan angka 10.2- 6. *) = corct sesuai keperluan. DPRD Provinsi. dan DPRD KabupateniKota sebanyak 5 (lima) lembar. tersebut dan angka DPRD pcmcnuhan scpanjang sebagaimana 1. dengan melampirkan copy bukti kepemilikan atau sewa atau pinjam. Tahun 2009 ukuran lOx 10 em berwama 30 % (tiga puluh perseratus) (Formulir Model F4- PIMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI . DPRD Provinsi. Jakarta. .. Surat Keterangan mengenai perolehan kursi partai politik di DPR. Untuk Partai Politik (Badan Hukum Undang-Undang pcmilu Anggota syarat partai DPR. angka 2004). dan DPRD Kabupaten/Kota Polltik (Badan Hukum scbagaimana 2. Surat keterangan dari Pengurus Pusat partai politik tentang penyertaan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya Parpol). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008). l~mbang. angka politik yang bersangkutan tidak mengubab nama. DPRD Provinsi. angka 6. dengan ketentuan apabila sewa atau pinjam paling singkat dalam jangka waktu sampai dengan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Surat Keterangan domisili kantor sekretariat tetap partai politik di tingkat provinsi dan kabupatenlkota dari Camat atau sebutan lainiLurah/Kepala Desa atau sebutan lain. KETUA UMUM SEKRETARIS JENDERAL CAP (tanda tang an dan nama tcrang) (tanda tangan dan nama terang) Kctcrllngml 1. tidak berlaku tcrsebut angka 9. dan DPRD KabupateniKota dari KPU. dan tanda gambar Partai Politik dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Surat Keterangan ten tang pendaftaran nama.

SURA T PERNY ATAAN NOMOR . KETUA UMUM SEK. sebagaimana tercantum pada Lampiran Surat Pemyataan ini.ErI' ARIS JENDERAL CAP (tanda tangan dan nama terang) (tanda tangan dan nama terang) . 2. . Yang bertanda tang an dibawah ini : 1. N a rna Jabatan : Sekretaris Jenderal Partai .R. . maka sanggup diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jakarta. Demikian surat pemyataan ini dibuat dengan sebenamya. Nama Jabatan : Ketua Umum Partai .. serta masing- masing memiliki alamat dan kant or tetap. Provinsi.. Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Partai telah memiliki pengurus lengkap di tingkat Provinsi sebanyak . dan apabila temyata di kemudian hari terbukti tidak benar. PIMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI .II Contoh Model FI-Parpol II PIMPINAN PART AI POLITIK TINGKA T PUSA T PARTAI .

........... PIMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI ...........Kctua b. a. a.. SUSUNAN PENGURUS Provinsi: NOMOR NAMA SURAT KEI1UTUSAN NO. .II Lampiran Contoh DAFTAR PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI Model FI-Parpol II .Ketua b. KETUAUMUM SEKRETARIS JENDERAL CAP (tanda tangan dan nama terang) (tanda tangan dan nama terang) .. DAFTAR SUSUNAN PENGURUS DAN ALAMAT PARTAI POLITIK TINGKAT PROVINSI (SEKURANG-KURANGNYA 2/3 JUMLAH PROVINSI) NO. ..Sekretaris c..Bendahara 3.....Sckrctaris c....Sekretaris c. a...Bendahara Jakarta....KARTU TANDA ANGGOTA ALAMAT KANTOR 1..Bcndahara 2. .......... Provinsi: ..Ketua b. Provinsi: ...

Yang bertanda tangan dibawah ini : l. SUR AT PERNY ATAAN NOMOR: . PIMPINAN PART AI POLITIK TINGKA T PUSA T PARTAI . Demikian surat pemyataan ini dibuat dengan sebenamya. telah memiliki pengurus lengkap di tingkat KabupateniKota serta masing-masing dengan alamat dan kantor lengkap. KETUA UMUM SEKRETARIS JENDERAL CAP (tanda tangan dan nama terang) (tanda tang an dan nama terang) . . maka sanggup diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang bcrlaku.II Contoh Model F2-Parpol II PIMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI .Nama 2.. dan apabila temyata di kemudian hari terbukti tidak benar. Jakarta. Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Partai . Jab a tan : Sekretaris Jenderal Partai . Jab a tan : Ketua Umum Partai .Nama 2. l. sebagaimana tercantum pada Lampiran Surat Pemyataan ini..

.........Bendahara 3... ....... 1)IMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI ..Lampiran Contoh DAFTAR PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI Model F2-Parpol . (tanda tangan dan nama terang) ........ Kab/Kota: a.Ketua b.... ........ DAFTAR SUSUNAN PENGURUS DAN ALAMAT PARTAI POLITIK TINGKAT KABUPATEN/KOTA*) (SEKURANG-KURANGNYA 2/3 JUMLAH KABUPATEN/KOTA *) NO......KARTU TANDA ANGGOTA ALAMAT KANTOR 2... SUSUNAN PENGURUS 1.... Kab/Kota: a.Ketua b. Provinsi: ... ...... KETUA UMUM SEKRETARIS JENDERAL CAP (tanda tang an dan nama tcrang) *) = Corer yang tidak diperlukan.................Sekretaris c..Bendahara . NAMA NOMOR SURAT KEP NO.... Kab/Kota: a. .........Sekretaris c......Sekretaris c. ..........Ketua b. Provinsi: .Bendahara .. Provinsi: ..

dan apabila temyata di kemudian hari terbukti tidak benar................... PIMP IN AN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PART AI ... SURATPERNYATAAN NOMOR Yang bertanda tangan dibawah ini 1..... I JUMLAH ANGGOTA KETERANGAN i I 2.... KETUAUMUM SEKRETARIS JENDERAL ..... ..... Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Partai telah mempunyai anggota sebanyak Dengan rincian sebagai berikut NO...... : ............ -1 5.. Demikian surat pemyataan ini dibuat dengan sebenamya....... (tanda tangan dan nama terang) *) = Coret yang tidak diperlukan..... . ......... ............. ......•....... CAP (tanda tangan dan nama terang) ... . ........ : Ketua Umum ............. KABUPATEN/KOTA : orang pada setiap kepengurusan.......... Dst Daftar nama anggota untuk tiap KabupatenJKota*) yang masing-masing dilengkapi j fotocoy kartu tanda anggota sebagaimana terlampir......... 3............. N am a Jabatan : Sekretaris Jenderal Partai " ..................... Nama labatan 2...•... 4........ Jakarta.. .. 1... maka sanggup diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku./1 Model F3-Parpol (( Contoh PIMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI .

. . PIMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI .Lampiran Model F3-Parpol Contoh DAFTAR NAMA DAN ALAMAT ANGGOTA PARTAI POLITIK DALAM WI LA YAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI *) NO NAMA UMUR NOKARTU TANDA ANGGOTA ALAMAT Jakarta. Coret yang tidak diperlukan. KETUAUMUM SEKRETARIS JENDERAL CAP (tanda tangan dan nama terang) (tanda tangan dan nama terang) *):.

maka sanggup diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jakarta. PIMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI KETUA UMUM CAP (tanda tang an dan nama terang) (tanda tang an dan nama terang) . Nama Jabatan 2. . . Dengan rincian sebagai berikut : NO. JUMLAH PENGURUS DEWAN PIMPINAN PUSAT JUMLAH PEREMPUAN DALAM KEPENGURUSAN DPP PROSENTASE Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.II Contoh Model F4-Parpol II PIMPINAN PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI SURATPERNYATAAN NOMOR Yang bertanda tang an dibawah ini 1. . JENDERAL *) = Coret yang tidak diperlukan. SEKRETARIS . N a m a Jabatan : Sekretaris Jenderal Partai . Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Partai telah mempunyai keterwakilan perempuan (sekurang-kurangnya 30%). Ketua Umum . dan apabila ternyata di kemudian hari terbukti tidak benar. : . .

Komisi Pemilihan Umum telah melakukan verifikasi administratifterhadap Jakarta. Ketua Kelompok Kerja Sekretaris Kelompok Kerja .. .II Model FS-Parpol II BERITA ACARA VERIFIKASI ADMINISTRATIF PEN GURUS PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT Pada hari ini tanggal tahun Partai . .

Salinan Berita Negara Republik Indonesia yang memuat tanda terdaftar Partai Politik menjadi Badan Hukum yang telah dilegalisasi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. sebanyak . a... b. 4. . 2.. Pendaftaran Partai Politik Menjadi Peserta Pemilihan Umum Anggota DPR.II Lampiran Model FS-Parpol II LEMBAR VERIFIKASI ADMINISTRATIF PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT PARTAI .. anggota. Surat Pemyataan yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris kepengurusan Jenderal berkenaan dengan jumlah di tingkat KabupatenlKota dalam Provinsi Ada I Tidak tersebut angka 3. Ada Ada I I Tidak Tidak 5. dilampiri copy kartu Ada I Tidak tanda anggota yang masih berlaku. dan DPRD KabupatenlKota Tahun 2009 yang ditandatangani oleh Ketua U mum dan Ada I Tidak Sekretaris Jendcral serta dibubuhi cap.. DPRD Provinsi. Surat Pemyataan yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal berkenaan dengan jumlah Ada I Tidak Ada I Tidak kepengurusan di tingkat Provinsi sebanyak . l. sebanyak . a... Surat Keterangan . Daftar nama Anggota Partai Politik dari liap KabupatenlKota tersebut huruf a. a. b. Pusat mengenai Ada I Tidak Pimpinan di tingkat pengesahan Kepengurusan Kabupaten/Kota tersebut huruf a. Surat pernyataan memiliki anggota di tiap Kabupaten/Kota terse but angka 4 huruf a. Daftar Susunan Pengurus dan alamat Partai Politik tingkat KabupateniKota tersebut huruf b. provinsi...... 3. Surat Keputusan Dewan Kabupaten/Kota. b. c. q.. Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat mengenai tersebut Ada I Tidak pengesahan huruf a. Daftar kepengurusan di tingkat provmsi Susunan Pengurusan dan alamat Partai Politik Ada I Tidak tingkat Provinsi tersebut huruf b... c....

Ada / Tidak 8. Nama dan Tanda Gambar Partai Politik yang akan digunakan dalam Pemilihan Umum Tahun 2009 ukuran lOx 10 Cm Ada / Tidak berwarna sebanyak 5 (lima) lembar. Surat Kcterangan mcngenai perolehan kursi Partai Politik Ada / Tidak DPR. Jakarta. . Surat Kcterangan dari Camat atau sebutan lainiLurahlKepala Desa atau scbutan lain mengenai kepemilikan kantor tetap Ada / Tidak Provinsi disertai copy bukti kepemilikan atau sewa atau pinjam *) 7. dan Tanda Gambar Partai Politik dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ada / Tidak 9.-2- 6. Ketua Kelompok Kerja Sekretaris Kelompok Kerja *) = Coret yang tidak diperlukan. Lambang. . 10. Surat kctcrangan dari Pcngurus Pusat Partai Politik tentang Penyertaan Kctcrwakilan Perempuan. Surat Keterangan tentang Pcndaftaran Nama. DPRD Provinsi. dan DPRD KabupateniKota dari KPU.

Jakarta. Ketua Kclompok Kerja Sekretaris Kelompok Kerja . keterwakilan perempuan (sekurang-kurangnya 30%) Partai Verifikasi faktual tcrsebut menghasilkan temuan sebagaimana tertera dalam Lembar Verifikasi Faktual Partai Politik sebagaimana tertera pada Lampiran. secara faktual terhadap . .II Model F6-Parpol II BERITA ACARA VERIFlKASI FAKTUAL PENGURUS PARTAI POLITIK TINGKAT PUSAT Pada hari ini Komisi Pemilihan Umum Provinsi tanggal telah melakukan tahun verifikasi .

. Verifikasi faktual tersebut menghasilkan temuan sebagaimana tertera dalam Lembar Verifikasi Faktual Partai Politik sebagaimana tertera pada Lampiran. Komisi Pemilihan Umum Provinsi telah melakukan verifikasi secara faktual terhadap Partai .II BERITA ACARA VERIFlKASI FAKTUAL Model F7-Parpol II PENGURUS PARTAI POLITIK TINGKAT PROVINSI Pada hari ini tanggal tahun . KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI KETUA . . Dibuat di pada tanggal .

Ada di alamat yang berbeda dengan dokumen c. Keberadaan Kantor a. Tidak sesuai dengan dokumen 3.II Lampiran Model F7-Parpol II LEMBARAN VERIFIKASI FAKTUAL PENGURUSAN PARTAI POLITIK TINGKAT PROVINSI PARTAI PROVINSI 1. Sekretaris 1) Namalorangnya sesuai dengan dokumen 2) Namalorangnya tidak sesuai dengan dokumen 3) Tidak ada (fiktif) c. Tidak ada (fiktif) 2. Sesuai dengan dokumen b. Bendahara) a. Ketua 1) Namalorangnya sesuai dengan dokumen 2) Namalorangnya tidak sesuai dengan dokumen 3) Tidak ada (fiktif) b. Sekretaris. Daftar Pengurus Inti (Ketua Umum. Sesuai dengan dokumen b. Keberadaan Pengurus Inti a. Bendahara 1) Namalorangnya sesuai dengan dokumen 2) Narna/orangnya tidak sesuai dengan dokumen 3) Tidak ada (fiktif) .

II BERITA ACARA VERIFlKASI FAKTUAL Model FS-Parpol II PEN GURUS PARTAI POLITIK TINGKAT KABUPATEN/KOTA Pada hari ini Komisi Pcmilihan tcrhadap Partai tanggal Umum KabupatcnlKota tahun tclah mclakukan vcrifikasi . *) = Coret yang tidak diperlukan. Dibuat di pada tanggal . sccara faktual . KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPA TEN/KOT A *) KETUA . Verifikasi faktual tcrscbut mcnghasilkan tcmuan scbagaimana tertera dalam Lembar Verifikasi Faktual Partai Politik scbagaimana tertera pada Lampiran. . .

.II Lampiran Model F8-Parpol II LEMBARAN VERIFIKASI FAKTUAL PENGURUS PARTAI POLITIK TINGKAT KABUPATEN/KOTA*) PARTAI KABDPA TEN/KOTA *) PROVINSI 1. *) = Coret yang tidak diperlukan. Tidak sesuai dengan dokumen c. Tidak ada (fiktif) 3. Ketua 1) Narna/orangnya sesuai dengan dokumen 2) Nama/orangnya tidak scsuai dengan dokumcn 3) Tidak ada (fiktif) b. Sesuai dengan dokumen b. Tidak ada (fiktif) . Bendahara) a. Scsuai dengan dokumen b. Ada di alamat yang berbeda dengan dokumen c. Sekretaris. Bendahara 1) Nama/orangnya sesuai dengan dokumen 2) Nama/orangnya tidak sesuai dengan dokumen 3) Tidak ada (fiktif) 5.. . Sckrctaris 1) Nama/orangnya sesuai dengan dokumen 2) Nama/orangnya tidak sesuai dengan dokumen 3) Tidak ada (fiktif) c. Keberadaan Kantor a. Anggota Partai a. Ada di alamat yang berbeda dengan dokumen c. Daftar Pengurus Inti (Ketua Umum. Sesuai dengan dokumen b. Tidak ada (fiktif) 2. . Keberadaan Pen gurus Inti a.

Provinsi a. Kabupaten 2.. verifikasi tersebut provinsi dan kabupatenJkota yang dinyatakan . . .. . Kabupaten c. Kabupaten b. Jumlah dan nama provinsi serta nama kabupaten/kota yang diajukan oleh Partai Politik kabupatenJkota. .. .. Adapun nama provinsi dan kabupatenJkota yang diverifikasi adalah : 1. Dari hasil memenuhi syarat : L.. Kabupaten c. Kabupaten 2. . oleh KPU dan Komisi Pemilihan Umum telah melakukan verifikasi Faktual Partai Verifikasi tersebut didasarkan pada hasil verifikasi administratif verifikasi oleh KPU Provinsi dan KPU KabupatenJKota. . untuk diverifikasi yaitu provinsi dan . Kabupatcn c. Kabupaten b.II Contoh BERITA ACARA VERIFlKASI ADMINISTRATIF DAN FAKTUAL PARTAI POLITIK . Model F9-Parpol II Pada hari ini tanggal tahun '" . . .. Provinsi a.. . . Kabupaten b. . Kabupaten 3. Provinsi dst. dst. Provinsi a.

MA 7. M. MA 2. Samsul Bahri. M. I Gusti Putu Artha. Dr. Andi Nurpati. Demikian Bcrita Acara ini dibuat dengan sebenarnya. Prof. MA 3. M. Sri Nuryanti.Pd 6. Endang Sulastri.Si 4. Abdul Aziz. Dibuat di Jakarta Pada tanggal . Dra. Hafiz Anshary AZ.IP. KOMISI PEMILIHAN UMUM 1. Drs.A. Dr. Prof. MS (Ketua) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) *) = Coret yang tidak diperlukan.Dari data tersebut maka Partai dinyatakan lulus/tidak lulus *) dalam seleksi partai untuk menjadi peserta Pemilihan Umum Tahun 2009.Si 5. Ir. H.. H. Dra. SP. S. . H.

adalah : KabupatenIKota*) KabupatenIKota*) Berita Acara ini dibuat sesuai dengan keadaan sebenamya.... Tidak Sesuai Dcmikian . Kabupaten/Kota 3.. Jakarta. KabupatenIKota 12... .II Contoh Model FIO-Parpol II Pada hari ini Komisi Pemilihan Tanda Anggota.. Hasil uji sampling yaitu 1. dan Surat Pemyataan tersebut dilakukan dengan Anggota Partai Politik.. Kabupaten/Kota*) 7... nama.. Kartu Umum telah melakukan Tanda Tangan. Kartu Tanda Anggota... tanggal tahun verifikasi faktual terhadap . Tanda Tangan. dan Surat Penyataan Anggota pada lampiran. KabupateniKota*) 11.. Kabupaten/Kota*) 5.... Alamat. KabupateniKota*) 15. Daftar Nama. Kabupaten/Kota *) *) sesuai/tidak sesuai/tidak sesuai/tidak sesuai/tidak *) sesuai/tidak sesuai/tidak sesuai/tidak *) sesuai/tidak sesuai/tidak sesuai/tidak *) sesuai/tidak sesuai/tidak sesuai *) sesuai*) sesuai *) sesuai*) sesuai *) sesuai*) sesuai *) sesuai*) sesuai *) sesuai *) sesuai *) sesuai*) 2.. Kabupatcn/Kota*) 8......... KabupatenIKota*) 14. Kabupaten/Kota*) 10. . cara mencocokkan alamat... Kabupaten/Kota 6.. ..• *) = Coret yang tidak diperlukan..... KabupateniKota 9. Kartu Tanda Uji sampling Anggota. Sesuai b... '" KOMISI PEMILIHl\N UMUM KETUA.. Alamat....... KabupateniKota*) sesuailti dak sesuai *) sesuai/tidak sesuai/tidak sesuai *) sesuai*) Jumlah Nama..... .. dan Surat Pemyataan Anggota pada Lampiran a.. KabupatcnlKota*) 4. KabupatenIKota*) 13.

. .... . ••••••• .. Alamat It.. . .... . •••••• 10........""""""""""""'" ••• .... .... .' .""".... . .... """""""""""" . ."". . ." ..' '" SURAT KETERANGAN NOMOR : """""""""""""""""""""'" Yang bertanda tang an dibawah ini : Nama Jabatan Camat/Lurah/Kepala Desa . 10" to' •••• Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarrnya. .. Memiliki kantor tetap..) ."""""... Luas tanah dan bangunan 2..."'. .."""""""'..." Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota") 1.."Provinsi Menerangankan dengan sebenarnya bahwa Partai "".." ••••••• to Of' . ..."'0' to' Status kepemilikan 3.. ... .....'..... ... •••• ."". (Camat/Lurah/Kepala Desa) *) 0) = Coret yang tidak perlu.... .. ."'......... .. Keadaan bangunan 6.""""'. . .. ... . Kabupaten/Kota "".0" •• '. Kecamatan """"" ... .. .." ••••••••• ...... ...""""""'....". .'. . "..II Contoh PEMERINT AH KABUP A TEN/KOT A *) Model Fll-Parpol II KECAMATAN KELURAHAN . "m2 dan luas bangunan .. t.".. dengan rincian : luas tanah. . •••••••••• ..""""'... . .... ... "'". .m2 milik partai/milik pribadi pengurus/sewa*) permanen/semi permanent*) "'.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful