Anda di halaman 1dari 13

Keselamatan Kerja 2012

CHECK LIST ANALYSIS


Checklist analisis adalah metode analisa yang menggunakan daftar tertulis yang terstruktur untuk menganalisa suatu sistem dan didasarkan pada pengalaman (experienced base analysis) dan juga insiden yang sebelumnya terjadi. Checklist analisis ini bersifat sangat detail dan sering digunakan untuk analisa kesesuaian dengan standard yang ada (SOLAS, SOP, Per-UU, dll) serta mudah dilakukan untuk "less experience engineers". Kelebihan lain dari checklist analisis adalah dapat dilakukan pada semua tahap "process life time" tetapi pembuatan daftar cheklistnya sangat dibatasi oleh pengalaman lapangan pembuat cheklist tersebut. Daftar pertanyaan checklist analisis harus terus diaudit dan diperbarui secara berkala (biasanya setiap tahun). Tugas utama tim pembuat checklist adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya dari suatu proses. Setelah bahaya telah diidentifikasi, rekomendasi harus dibuat berupa metode yang memungkinkan untuk meminimalkan potensi bahaya tersebut. Contoh yang paling sederhana adalah to do the list sedangkan contoh yang lebih kompleks dapat berupa jadwal, yang menjabarkan tugas-tugas berdasarkan waktu dan faktor berpengaruh lainnya. Checklist sering dipresentasikan dalam bentuk daftar tugas dengan checkboxes di sebelah kiri daftar tugas tersebut, kemudian tanda centang diberikan dalam checkboxes tersebut setelah tiap-tiap daftar tugas tersebut selesai dilaksanakan. Tujuan dari pada pembuatan check list adalah untuk mengurangi kesalahan atau bahkan kegagalan yang dapat ditimbulkan oleh keterbatasan memori dan perhatian manusia. Cara ini membantu untuk memastikan konsistensi dan kesempurnaan dalam melaksanakan suatu tugas atau kegiatan dan juga untuk memastikan / menjamin bahwa perusahaan telah memenuhi peraturan / standard yang telah ditentukan Hasil dari checklist analisys bisa berupa analisa kualitatif ataupun juga jawaban yang diberikan berupa : yes, no, not applicable, needs more information. Sedangkan sumber data checklist bisa berasal dari, previous checklist used, engineering design procedures, manual prosedur operasi dll. Karakteristik dari checklist analysis: 1. Pendekatan sistematis checklist question yang dipakai berdasarkan pengetahuan sejarahBanyak hazard dapat diidentifikasi dengan menggunakan checklist. 2. Digunakan untuk analisis tingkat tinggi/rinci, termasuk analisis akar penyebab 3. Berlaku untuk setiap kegiatan atau sistem, termasuk masalah peralatan dan faktor manusia. 4. Umumnya dilakukan oleh individu yang terlatih untuk memahami pertanyaanpertanyaan checklist. 5. Terkadang dilakukan oleh sekelompok kecil, belum tentu ahli analisis risiko. 6. Kebanyakan berdasarkan pada wawancara, review dokumentasi, dan pemeriksaan lapangan. 7. Menghasilkan daftar kualitatif dari penentuan kesesuaian dan ketidaksesuaian, dengan rekomendasi untuk memperbaiki ketidaksesuaian.

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 1

Keselamatan Kerja 2012

Paling umum digunakan untuk: 1. Untuk memandu pemeriksaan sistem kritis 2. Juga digunakan sebagai suplemen atau bagian integral dari metode lain, terutama what-if analisis, untuk mengatasi kebutuhan spesifik. 3. Untuk menganalisa akar penyebab (root cause analysis). Contoh: Responses to Checklist Questions for the Vessels Compressed Air System Questions Piping Have thermal relief valves Not applicable been installed in piping runs (e.g., cargo loading and unloading lines) where thermal expansion of trapped fluids would separate flanges or damage gaskets? Compressors Are air compressors intakes Yes, except for intake of Consider rerouting the protected against flammable gases. There is a cargo tank vent to a contaminants (rain, birds, nearby cargo tank vent. different location flammable gases, etc.)? Kekurangan/keterbatasan dari checklist analisis:

Responses

Recommendations

Karena tidak memiliki standard khusus, item-item dalam checklist sangat tergantung pada pengetahuan dan pengalaman para penyusun checklist. Oleh karena itu, pemilihan personel penyusun checklist sangat menentukan keberhasilan projuct, Checklist hanya merupakan yes or no question yang tidak dapat menggambarkan secara detil efisiensi dari suatu subsistem dalam project yang dilaksanakan, Checklist tidak dapat mengurutkan skala prioritas (rangking) suatu hazard, Apabila checklist disusun oleh orang yang kurang berpengalaman, kemungkinan terlewatnya suatu hazard menjadi lebih besar. Tidak mudah untuk diterapkan pada suatu proses/teknologi yang baru. Hanya menyediakan informasi kualitatif.

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 2

Keselamatan Kerja 2012


Prosedur umum untuk membau checklist adalah sebagai berikut: 1. Menentukan aktifitas atau sistem apa yang mau di analisis Dalam tahap ini harus ditentukan fungsi dan juga batasan dari analisis. Contoh 1: Deep Draft Oil Tankers Intended Functions Harbor transit Docking Unloading Loading Boundaries of Analysis Within Scope Operations within the controlled harbors waterways Onboard loading and unloading systems Outside of Scope Operations outside of the harbor Shore side loading, unloading, and storage systems Cargo other than liquids

Contoh 2: Compressed Air System Intended Functions Provide compressed air at 100 psig Remove moisture and contaminants from the air Contain the compressed air Boundaries of Analysis Within Scope Breaker supplying power to the compressor Air hoses and piping at pneumatic equipment Outside of Scope Power supply bus for the compressor Air hose connections on pneumatic equipment

2. Menentukan permasalahan untuk penilaian resiko Tim penilai risiko dalam tahap ini akan diminta untuk mencari di mana kinerja yang tidak tepat atau kegagalan suatu kegiatan dalam suatu sistem yang dapat menyebabkan Masalah keselamatan Masalah lingkungan Dampak ekonomi 3. Membagi aktifitas atau sistem untuk analisis Activity Nur Salim Aris (4209 100 032) Page 3

Keselamatan Kerja 2012


Operation Fungsi Sistem Subsistem Komponen

4. Mengumpulkan atau membuat checklist yang relevan a) Internal checklist Internal checklist merupakan cara terbaik agar sistem lebih maintainable dan juga mudah dioperasikan. Ini akan mencakup factor manusia dan masalah ergonomic. Dalam beberapa kasus, checklist dapat diperbarui secara teratur untuk membantu membangun organizational knowledge dan mencegah masalah/problem terulang kembali. Checklist untuk key equipment harus: Diperiksa Setara dengan spesifikasi dan konfigurasi yang disyaratkan untuk aplikasi yang dipilih. Biasanya didasarkan pada standar desain dai vendor. b) External checklist Contoh dari external checklist adalah sebagai berikut: Persyaratan dalam kode, standard an peraturan. Praktik dan pedoman dari industry Aplikasi pedoman dari vendor. Checklist dikumpulkan dari perusahaan lain atau organisasi dengan aplikasi yang serupa. c) Customized checklist Dikembangkan untuk pelayanan yang spesifik,seperti: Plant audit Procedural audit dll Equipment-specific Questions Piping Topic-area Questions Human factors

Have thermal relief valves been installed Are displays and gauges visible near the in piping runs where thermal expansion of places where the process must be adjusted trapped fluids would separate flanges or or controlled? damage gaskets? Vessels Maintainability

Is a vacuum relief system needed to Have efforts been made to minimize the protect the vessel during cool down or need for special tools, methods, or parts liquid withdrawal? for maintaining this equipment?

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 4

Keselamatan Kerja 2012


Compressors Installation Issues

Are air compressor intakes protected Have steps been taken to isolate sensitive against contaminants (rain, birds, equipment from the vibration of rotating flammable gases, etc.)? equipment?

5. Merespon terhadap pertanyaan dari checklist. Apakah pertanyaan checklist applicable? Apakah ada kelemahan sistem yang berhubungan dengan pertanyaan ini? Level dari dokumentasi dan deskripsi: Complete respon penuh untuk setiap pertanyaan dan daftar lengkap dari rekomendasi yang dihasilkan dari analisis Streamlined - Respon pertanyaan yang menghasilkan saran-saran perbaikan, bersama dengan daftar lengkap dari rekomendasi yang dihasilkan dari analisis. Minimal - daftar lengkap dari rekomendasi yang dihasilkan dari analisis

Contoh dari Complete checklist documentation Responses to Checklist Questions for the Vessels Compressed Air System Questions Piping Have thermal relief valves Not applicable been installed in piping runs (e.g., cargo loading and unloading lines) where thermal expansion of trapped fluids would separate flanges or damage gaskets? Compressors Are air compressors intakes Yes, except for intake of Consider rerouting the protected against flammable gases. There is a cargo tank vent to a contaminants (rain, birds, nearby cargo tank vent. different location flammable gases, etc.)? Responses Recommendations

6. Membagi lebih lanjut unsur-unsur dari aktifitas atau sistem a) Activity Nur Salim Aris (4209 100 032) Page 5

Keselamatan Kerja 2012


b) c) d) e) f) g) h) Tasks Steps Systems Subsystems Components Subassemblies Parts

Subdivision pembagian lebih lanjut dari kegiatan atau sistem hanya terjadi dalam kondisi sebagai berikut: Data Berlaku di tingkat yang lebih tinggi tidak tersedia Para pembuat keputusan memerlukan informasi pada tingkat yang lebih rinci Seringkali, hanya beberapa kegiatan atau sistem harus dibagi lagi. Contoh: Electrical supply to the compressor Lubrication system Seal system Drive system, including the motor Mechanical compression system Control system Relief system 7. Gunakan hasil tersebut dalam decision making Menilai acceptability Mengidentifikasi peluang perbaikan Membuat rekomendasi untuk perbaikan Memberikan alokasi sumber daya untuk perbaikan.

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 6

Keselamatan Kerja 2012


Contoh tampilan-tampilan Checklist:
Checklist 10.2: Chemical Storage Company Facility Location Persons Interviewed Name Title Documents Reviewed Document Title Notes Question Y / N / NA 10.2.1 Are chemicals separated according

Date Date Notes

to the following categories:

Solvents, which include flammable/combustible liquids and halogenated hydrocarbons Inorganic mineral acids (e.g., nitric, sulfuric, hydrochloric, and acetic acids). Bases (e.g., sodium hydroxide, ammonium hydroxide) Oxidizers Poisons Explosives or unstable reactives.

10.2.2

10.2.3

Are caps and lids on all chemical containers tightly closed to prevent evaporation of contents? Is a Material Safety Data Sheet (MSDS) provided for each chemical at the facility? Are hazardous chemicals purchased in as small a quantity as possible? Are the MSDS readily accessible? Is there a HazMat team? Are all chemicals properly logged in on receipt? Is there a list of which chemicals are present at any one time?
Are all chemical containers properly

10.2.4

10.2.5 10.2.6 10.2.7

10.2.8

10.2.9

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 7

Keselamatan Kerja 2012


Question labeled? Is the safety diamond system used? How are chemicals being brought into the facility checked? Y / N / NA Notes

10.2.10 10.2.11 10.2.12

Are flammable or toxic chemicals stored near accommodation or office areas? Are chemical drums and totes lifted over areas where people are present? Are chemicals stored on stable flooring? Are chemical storage areas properly vented? Are chemicals ever stored in a domestic refrigerator? Are storage shelves large enough? Are storage shelves secure? Do storage shelves have proper lips? Are island shelf assemblies avoided? Are there procedures for response to chemical spills in the chemical storage area? Is the storage area made of flammable materials? Does the storage area have an effective fire, smoke and gas warning system? Does the storage area have an effective fire control system? Are incompatible chemicals stored in the same area?

10.2.13

10.2.14

10.2.15

10.2.16

10.2.17 10.2.18 10.2.19

10.2.20

10.2.21

10.2.22

10.2.23

10.2.24

10.2.25

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 8

Keselamatan Kerja 2012

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 9

Keselamatan Kerja 2012


Aplikasi Khusus dari Checklist Analysis 1. Error-likely Situation Checklist Dirancang untuk menilai risiko potensial terhadap sistem dari kesalahan manusia. Ada juga berbagai bentuk faktor manusia dan daftar ergonomic checklist Personil menerapkan teknik yang harus memahami terminologi berikut: o Error-likely situation - masalah faktor manusia yang dapat meningkatkan kemungkinan kesalahan manusia. o Key areas of applicability - bidang kegiatan di mana faktor manusia mungkin relevan o Weaknesses in current practices - hal negatif dari suatu kegiatan yang berkaitan dengan masalah faktor manusia tertentu o Related deviations potensi kecelakaan yang diidentifikasi kelemahan yang meningkatkan risiko o Actions - saran untuk perubahan desain, perubahan prosedural, atau studi lebih lanjut Error-likely Situation Checklist Analysis Weaknesses in Key Areas of Current Related Applicability Practices Deviations

Error-likely Situation

Actions

Keterbatasan: Membutuhkan pengetahuan tentang current practices Sulit untuk diterapkan ke pengoperasi atau aktifitas yang baru, karena lingkungan operasi sering tidak dipahami Umum digunakan pada: Diterapkan untuk aktifitas yang umum seperti: mengangkat dengan crane, unloading a vehicle, barge dll. Hal ini paling efektif bila diterapkan pada kegiatan yang sangat tergantung pada tindakan manusia dan komunikasi. Prosedur: Pilih aktivitas umum untuk menganalisis. Pilih masalah faktor manusia dari error-likely situations checklist. Mengidentifikasi area-area operasi di mana masalah faktor manusia mungkin berlaku. Nur Salim Aris (4209 100 032) Page 10

Keselamatan Kerja 2012


Untuk setiap daerah diidentifikasi, catat kelemahan yang terkait dengan masalah faktor manusia. Brainstorm potensi kecelakaan yang dapat terjadi karena kelemahan saat ini. Menilai risiko saat ini yang terkait dengan setiap potensi kecelakaan dan membuat saran untuk perbaikan jika diperlukan

2. Root Cause Map Pendekatan terstruktur untuk menentukan root causes: Human error Equipment failures Key Areas of Weaknesses Applicability Practices in Current Related Deviations Actions

Error-likely Situation Deficient Procedures

Procedures for The procedures for launching and launching and recovering recovering the the lifeboat could have a lifeboat more user-friendly format

A few minor inconsistencies exist in procedures for launching and recovering the lifeboat (e.g., the recovery procedures do not have a step requiring the deck crew to insert the locking pins for the davits) Inadequate, Bridge No important weaknesses Inoperative, or instrumentation identified for bridge Misleading instrumentation Instrumentation Special deck instrumentation Deck crews and boat crews do not use any special instrumentation while performing small boat launch and recovery operations

Various Make types of procedures incidents user friendly possible and incorporate changes to make procedures consistent

Excessive sway during lowering and raising

________

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 11

Keselamatan Kerja 2012


Root Cause Map Technique:: Awalnya berasal dari pengawasan manajemen risiko risk tree (mort) untuk DOE Savannah River Laboratory. Struktur proses penalaran untuk mengidentifikasi akar permasalahan dengan mengidentifikasi akar penyebab rinci, yaitu, kelemahan dan kekurangan sistem manajemen, untuk setiap kategori utama root cause. Penggunaan peta memastikan konsistensi di semua penyelidikan akar penyebab dan mendukung tren root causes dan categories.

Limitations of the Root Cause Map Technique Membutuhkan alat lain untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan Struktur dan terminologi mungkin tidak cocok dengan budaya organisasi dan sistem manajemen Mempertimbangkan hanya root causes yang tercantum dalam map.

Prosedure penggunaan Root Cause Map 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengidentifikasi sumber kesulitan utama di bagian atas map untuk faktor kausal Step down the root cause path Merekam hasil Lakukan 5 analisis mengapa jika root causes tidak cukup dalam Ulangi langkah 1-4 untuk setiap faktor kausal yang tersisa Gunakan root cause (dan mungkin kategori) untuk menghasilkan rekomendasi, dan tren

Referensi: http://www.oshatrain.org/notes/4bnotes07.html http://cyberships.wordpress.com/ships-production/risk-management/ http://trio-k3.blogspot.com/2009/08/checklist-analysis.html http://www.stb07.com/process-safety-management/process-hazards-analysis.html

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 12

Keselamatan Kerja 2012

Nur Salim Aris (4209 100 032)

Page 13