Anda di halaman 1dari 20

ARTIKEL

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) DALAM MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 2 TOMBARIR

Disusun Oleh :

Maria keles Nim : 03310 424

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI MANADO FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2012

ABSTRAK Judul Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation ( GI ) Dalam Meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 2 Tombariri Nama : Maria Keles Nim : 03 310 424 Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui bagaimana Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation Dapat Meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas VIII b Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu, 2. Mengetahui nilai ketuntasan sisiwa ( 92,5 % ) atau Siswa dalam Penerapam Pembelajaran kooperatif Model Group Investigation (GI) memperoleh nilai hasil belajar Minimal 6,50, 3. Mengetahui apakah Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation ( GI ) dapat membuat siswa merasa bahwa belajar itu menyenangkan, menumbuhkan minat belajar, dan bermanfaat bagi dirinya sendiri. PENDAHULUAN PERUMUSAN MASALAH A LATAR BELAKANG MASAL Ketetapan model pembelajaran berfungsi membantu siswa memperoleh informasih, gagasan, ketrampilan, nilai-nilai, cara berpikir dan pengertian yang diekspresikan mereka. Karena itu posisi guru adalah mengajar siswa bagaimana cara belajar untuk jangka panjang. Sebenarnya pembelajaran harus menciptakan iklim yang memungkinkan siswa meningkatkan kemampuan pembelajaran yang lebih mudah dan efektif dan menyenangkan untuk kehidupan masa depan. Hasil survey di SMP Negeri 2 Tombariri yang menjadi lokasi penelitian diperoleh gambaran beberapa masalah berkaitan dengan aktifitas belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran IPS Terpadu. Hal ini teramati dari sikap seperti Guru mengajar dengan ceramah dan mengharapkan siswa untuk menghafal, mencatat, Dan diam, siswa sering terrlambat masuk kelas, pada saat jam pelajaran, kurang aktif mengikutu meteri pelajaran di kelas, sering tidak menyelesaikan tugas terutama tugas rumah. Beberapa siswa yang di wawancarai mengungkapkan bahwa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran karena adanya kompetisi antara siswa yang pintar dan yang kurang pintar. Mereka juga mengeluh bahwa mereka juga sering mengalami kesulutan dalam mengerjakan tugas karena mereka belum mengerti materi yang di ajarkan, guru hanya memperhatikan siswa siswa yang pintar. Hal ini menyebabkan hasil belajar yang kurang berhasil, dimana ada 6 dari 14 orang siswa memperoleh ninai yang kurang memuaskan atau tidak sesuai dengan nilai standar yang di tetapkan oleh skolah yakni mendapaat nilai 5,00 dari nilai standar 6,50. Memahami permasalahan yang telah dikemukakan, maka perlu di upayakan perbaikan dalam proses pembelajaran. Perbaikan di maksut adalah menyangkut peran guru dan peran siswa dalam proses belajar mengajar. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran adalah model pembelajaran Group Investigation.Model

pembelajaran Group Investigation memberikan peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi siswa untuk bekerjasama saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama, dan melalui penggunaan struktur penghargaan kooperatif, belajar untuk menghargai satu sama lain. Selai unggul dalam membuat siswa memahami konsep-konsep sulit, strategi ini sangat berguna untuk membantu siswa menumbuhkan kemampuan kerjasama. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penelitian tertarik untuk mengkaji dan menerapkan lewat penelitian dengan judul Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) dalam Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 2 Tombariri. B. IDENTIFIKASIH MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat di identifikasih beberapa masalah yang berkaitan dengan pembelajaran mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 2 Tombariri, Yaitu : 1. Hasil belajar siswa rendah, belum mencapai ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh BNSP ( Badan Standar Nasional Pendidikan ) 2. Guru kurang tepat dalam menggunakan model pembelajaran, 3. Penerapan Model Pembelajaran yang tidak efektif, 4. Siswa bersifat pasif bahkan lebih banyak diam, 5. Siswa tidak memiliki antusias untuk mencari hal-hal baruh atau wawasan materi dan akibatnya sulit untuk mencapai kompetensi yang di harapkan. D. PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN Sesuai dengan pembatasan masalah diatas dapat di rumuskan Masalah Penelitian sebagai berikut Apakah Penerapan Pembelajaran Model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu ? Pengertian Mengajar selain siswa yang terlibat dalam pembelajaran maka guru juga mempunyai peran yang amat penting. Mengajar adalah tugas utama guru yang harus sesuai dengan kode etik keguruan. Kegiatan mengajar dari guru menghendaki hadirnya sejumlah anak didik. Mengajar merupakan kegiatan yang mutlak yang memerlukan keterlibatan individu anak didik, jika tidak ada subjek didik maka proses pembelajaran tidak akan jalan. Itulah yang disebut belajartanpa guru biasa dilakukan oleh setiap siswa tetapi mengajar tanpa siswa merupakan halyang tidak mungkin terjadi dan harus melibatkan siswa. Oleh karena itu, mengajar adalah suatu proses, yaitu mengatur, mengorganisasikan lingkungan yang ada pada sekitar anak didik sehingga dari mengajar maka guru haruslah mendorong dam memacuh anak didik untuk melakukan proses pembelajaran secara bersama. Pengertian dan Hakikat Pembelajaran Kooperatif Menuru Jhon & Jhonson dalam Ismail (2000) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerja sama, yakni kerjasama antara siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi yang telah ditentukan. Tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk membangkitkan interaksi yang efektif diantara kelompok melalui diskusi. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran, berdiskusi, untuk memecahkan masalah ( tugas ). Dengan interaksi yang efektif

dimungkinkan sesama anggota kelompok dapat menguasai materi pada tingkat yang relative sejajar. Cirri-ciri Pembelajaran kooperatif Menurut arends dalam Tambelu (2003), pembelajaran yang menggunakan model kooperatif memiliki cirri-ciri sebagai berikut : a) Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajarnya. b) Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. c) Bilamana mungkin, anggota berasal dari segi budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda. d) Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu. Langka-langkah Pembelajaran Kooperatif Fase Fase ke 1 Menyampaikan tujuan dan memotifasi siswa Fase ke 2 Menyajikan Infirmasih Fase ke 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kooperatif

Tingkah Laku Guru

Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotifasi siswa belajar. Guru menyajikan informasih kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau blewat bahan bacaan Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu melakukan transisi secara evisien serta kerjasama

Fase ke -4 Membimbing kelompok Guru membimbing kelompok-kelompok belajar bekerja dan belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Fgase ke 5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempersentasikan hasil kerjanya Fase ke 6 Memberikan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik pengarahan upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Pengertian Pembelajaran dan Tuntas. Belajar tuntas adalah proses belajar yang bertujuan agar bahanajar dikuasai secara tuntas, artinya cara menguasai materi secara penuh.Belajar tuntas ini merupakan strategi pembelajaran yang diindividualisasikan dengan menggunakan pendekatan kelompok. Dengan sistem belajar tuntas diharapkan proses belajar mengajar dapat dilaksanakan agar tujuan instruksional yang akan dicapai dapat diperoleh secara optimal sehingga proses belajar mengajar lebih efektif dan evisien. Tingkat ketuntasan bermacam macam dan merupakan persyaratan yang harus dicapai siswa. Persyaratan penguasaan bahan tersebut berkisar antara 75 % sampai dengan 90 %.

Kerangka Berpikir Kerangka berpikir dalam penelitian tindakan kelas ini dapat digambarkan sebagai berikut : PEMBELAJARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR TANPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) KETUNTASAN BELAJAR PROSES BELAJAR MENGAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) PENINGKLATAN METODE PENELITIAN Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK ) kolaboratif. Metode penelitian ini di gunakan karena sifat dan tujuan dari penelitian ini menekankan pada perbaikan proses pembelajaran. PTK adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan pendidikan dengan melakukan perubahan kearah perbaikan terhadap hasil pendidikan dan pembelajaran. A. DEVINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian yang hendak diamati dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) dalam Ketuntasan belajar. Variabel-variabel didevinisikan sebagai berikut : a) Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (penyelidikan kelompok). Investigasi Kelompok ini sangat cocok untuk kajian-kajian yang bersifat terpadu yang berkaitan dengan pemerolehan, analisis, dan sintesis informasih untuk menyelesaikan masalah masalah multi dimensi. Adanya kerjasama, yakni kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. b) Ketuntasan belajar adalah proses belajar yang bertujuan agar bahan ajaran di kuasai secara tuntas, artinya caramenguasai materi secara penuh. Belajar tuntas ini merupakan strategi pembelajaran yang diindividualisasikan dengan menggunakan pendakatan kelompok. Dengan sistem belajar tuntas diharapkan proses belajar mengajar dapat dilaksanakan agar tujuan instruksional yangakan di capai dapat di peroleh secara optimal sehingga proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari Hasil/Prestasi Belajar siswa. A. SETING PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tombariri Kabupaten Minahasa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kajian Ekonomi. Pada siklus Pertama: Kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan kelangkaan sumberdaya dengan kebutuhan manusia yang terbatas. Untuk Siklus Kedua : Kompetensi dasar mendeskripsikan pelaku ekonomi : Rumahtangga, masyarakat, perusahaan koperasi dan Negara. Subyek penerimaan tindakan

adalah Siswa Kelas VIII B Semester 1 Tahun Ajaran 2011/2012 yang berjumlah 14 orang siswa. B. RANCANGAN PENELITIAN Penyusun rancangan penelitian ini menggunakan rancangan model penelitian tindakan kelas. Dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Perencanaan tindakan 2. Tindakan 3. Pengamatan 4. Refleksi Teknik pengumpulan data Data penelitian di kumpulkan melalui observasi, catatan lapangan dan review. Keabshaan data di periksa dengan triangulasi penyidik, yaitu dengan bantuan pengamat lain, yakni guru mata pelajaran IPS terpadu. Catatan observasi dipergunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas investigasi (penyelidikan) siswa, sedangkan tes yaitu memperoleh data dengan cara mengamati proses belajar dan hasil belajar siswa melalui evaluasi yang dilakukan sebelum tahap pertama dan akhir, dengan membandingkan ketuntasan belajar /daya serap Belajar Siswa sebelum dan sesuda tindakan. Teknik Analisa Data Data di analisa bersama guru partisipan sejak penelitian dimulai, dikembangkan selama proses refleksi sampai proses penyusunan laporan. Teknik Analisis data yang digunakan adalah, model alur, yaitu reduksi data,Displai data dan penarikan kesimpulan (Milles & Huberman, 1989) Analisis data ketuntasan belajar digunakan prosentase untuk menganalisis perbedaan ketercapaian indicator setiap fokus masalah dan ketuntasan belajar, dengan rumus sebagai berikut : P = F 100 % N Dimana : P = Persentase F = Frekuensi Ketuntasan Belajar Siswa N = Jumlah responden ( Arikunto, 2007 : 246 ) HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi hasil penelitian SIKLUS : I 1. Perencanaan Penelitian Kegiatan perencanaan tindakan diawali dengan mengadakan observasi mengenai kemanpuan siswa dan karakreristik siswa. Kemudian menyiapkan silabus, serta menyesuaikan tujuan yang akan dicapai dengan menggunakan lembar kerja siswa yang merupakan panduan belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa, menyiapkan RPP dengan standar kopetensi memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat. Hasil penelitian dalam bentuk hasil belajar siswa di analisa tercapai keberhasilannya. Apabilah hasil belajar siswa sudah memenuhi kriteria perorangan 65% - 90% maka penelitian tindakan ini di lanjutkan. Namun apabilah tercapai keberhasilannya belum memenuhi kriteria tersebut, diadakan refleksi bersama kepala sekolah, pembimbing dan guru mata pelajaran. Hasil dan refleksi tersebut menjadi bahan masukan untuk perbaikan dalam tindakan putaran kedua. 2. Implementasi Tindakan

Penggunaan model pembelajaran model Group Investigation dalam proses pembelajaran sebagai tindakan di kelas dilaksanakan dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut : Tahap1.Mengidentivikasi Topik dan Mengorganisasikan siswa kedalam masing masing kelompok kerja didasarkan pada minat dan bersifat heterogen. Tahap 2. Merencanakan investigasi kelompok Tahap 3. Melaksanakan investigasi Tahap 4. Mempersiapkan Laporan Akhir Tahap 5 Menyajikan Laporan Akhir Tahap 6 evaluasi Table 1 Hasil Tes Evaluasi Siklus I Keterangan No Nama siswa Nilai Tuntas Belum tuntas 1. Intan Benua 65 2. Regina kandow 63 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Milano liju Mario Rasuh Renaldi Paat Hariska Emor Steven Gigir Steven paila Ronaldo Toreh Kalvin Kandow Geraldi Paat Henriko Tampun Mega Wenas Gervasius Tuera Jumlah 40 85 55 50 30 80 40 87 40 75 45 50 805 6 8

Rata-rata : X = 57, 50 % Ketuntasan : secara individu 6 orang = 42, 85 % Secara klasik Keterangan: X = X = 805 = 57,50 % N 8 P = F x 100% = 6 x 100% =42, 85 % N 14 Setalah melihat hasil evaluasi dari 14 orang siswa, dimana rentang nilai yang diperoleh setiap siswa pada siklus 1, berada pada rentang nilai antara 30 87. Dari rentangnilai yang diperoleh itu ada 8 siswa yang tidak tuntas belajar , sebab kriteria tuntas belajar adalah nilai 6.5 atau 65 % ,dan yang tuntas belajar hanya 6 siswa, yaitu siswa yang mendapatkan nilai antara 65 87. Selanjutnya secara klasik karena yang tuntas belajar hanya 6 orang atau 42,85 % dari jumlah

siswa di kelas, dapat disimpulkan bahwa dalam siklus pertama belum dicapai ketuntasan berlajar. Kemudian penilaian di lanjutkan pada siklus ke II Siklus ke II Penelitian putaran keduaini dilakukan dengan memperhatikan hal hal yang harus diperbaiki sebagai kekurangan pada pelaksanaan putaran pertama. Setelah guru memberikan informasih yang jelas tentang pembelajaran kooperatif model groub investigation (GI) / penyelidikan kelompok dalam kegiatan pembelajaran ekonomi, maka suasana pembelajaran menjadi semakin kondusif. Pada akhir kegiatan bembelajaran diadakan tes, dan hasilnya dapat dilihat pada table berikut: Table 2 Hasil Tes Evaluasi Siklus II KETERANGAN NO NAMA SISWA NILAI TUNTAS 13 BELUM TUNTAS

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Intan Benua Regina kandow Milano liju Mario Rasuh Renaldi Paat Hariska Emor Steven Gigir Steven Paila Ronaldo Toreh Kalvin Kandow Geraldi Paat Henriko Tampun Mega Wenas Gervasius Tuera Jumlah

73 75 65 90 75 65 55 65 65 95 65 70 70 75 1003

Jumlah keseluruan : X = 92, 85 % X = 71, 64 % Ketuntasan: secara individu 14 orang secara lasik 92, 85 % Keterangan: X = X = 1003 = 71, 64 % N 14 P = F x 100 % = 13 x 100 % = 92, 85 5% N 14 Setelah melihat hasil evaluasi dan kegiatan-kagiatan kelompok sehari hari didalam kelas dari 14 orang siswa, pada siklus ke dua ini memperoleh peningkatan dengan nilai rata-rata yang di peroleh di kelas adalah 71,14 %. Berdasarkan pada table 2 tersebutu diatas, nampak banyak siswa yang mendapat nilai ` 65 sebanyak 13 siswa (92.85%). Berdasarkan pada criteria keberhasilan penelitian yang telah di tetapkan diatas bahwa apabilah 45 % dari

jumlah siswa yang mengikuti kagiatan pembelajaran telah mendapat nilai 65 maka secara kelompok telah mencapai ketuntasan belajar. Oleh karena itu, dikaitkan dengan criteria ketuntasan belajar tersebut maka hasilpenelitian ini ternyata telah memenuhi criteria tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahawa penerapan model pembelajaran dapat membantu guru menjelaskan bahan ajaran pada siswa-siawa yang lain. Dalam pengertian bahwa penerapan kooperatif model group investigation dalam pembelajaran IPS terpadu di SMP dapat meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan criteria ketuntasan belajar. Penelitian tindakan dalam penerapan pembelajaran model group investigation (sebagai tindakan) pada siswa kelas VIIB semester 1 SMP Negeri 2 Tombariri menghasilkan bahwa kelompok siswa yang mendapat nilai 65 sebanyak 13 siswa ( 92,85 % ), sedangkan mendapat nilai 65 sebanyak 1 siswa ( 7,14%). Berdasarkan pada criteria kaberhasilan penelitian ini bahwa apabila 85 % dari jumlah siswa yang mengikuti kagiatan pembelajaran telah mendapat 65 maka secara kelompok telah tercapai ketuntasan belajar. Oleh karena itu, dikaitkan dengan criteria ketuntasan belajar tersebut maka hasil penelitian ini ternyata telah memenuhi criteria tersebut.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation pada mata pelajaran IPS terpadu dapat meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan criteria ketuntasan belajar.Kesimpulan penelitian tersebut mengarahkan kepada kita bahwa siswa-siswa yang berpotensi akademik yang baik hendaknya diberdayakan oleh guruh dalam membantu menjelaskan bahan ajaran kepada teman-temannya. Mungkin penjelasan materi/bahan ajar oleh guru kurang dapat dipahami oleh siswa-siswa pada umumnya, namun dengan bantuan/bahasa temannya sendiri yang telah memahami pada kesempatan pertama dapat membantu menjelaskan materi tersebut pada teman-teman lain. A. PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 tombariri oleh guru mata pelajaran IPS Terpadu pada siswa kelas VIII B semester 1 tahun ajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa 14 orang.Dalam pelaksanaannya dimonitoring dan diamati/diteliti oleh peneliti dan dosen pembimbing serta guru mata pelajaran IPS lainnya dengan menggunakan lembar observasi. Kegiatan penelitian ini di lakukan dengan dua siklus dan dalam setiap siklus ada dua kali jam pertemuan untuk mengetahui evektifitas penerapan pembelajaran kooperatif Model Group Investigation untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu.Ternyata pada langkah-langkah pembelajaran sebagaimana yang telah di rencanakan dan telah di tetapkan dalam kegiatan pembelajaran hasilnya dapat mengoptimalkan hasil belajar dan mencapai ketuntasan belajar siswa setelah putaran/siklus ke dua dilaksanakan. Setelah melihat hasil evaluasi pada siklus pertama terlihat dari 14 orang siswa, dimana rentang nilai yang diperoleh setiap siswa pada siklus I, berada pada rentang nilai antara 30 87 dari rentang nilai yang diperoleh itu ada 8 siswa yang tidak tuntas belajar, sebab kriteria tuntas belajar adalah nilai 6,5 atau 65 % dan yang tuntas belajar hanya 6 siswa, yaitu siswa yang mendapatkan nilai antara 65-87. Sejanjutnya secara klasikal, yang tuntas belajar hanya 6 orang atau 42,85 % dari jumlah siswa di kelas, dapat disimpulkan bahwa dalam siklus I

belum dicapai ketuntasan belajar secara klasik.Oleh sebab itu peneliti dilanjutkan dengan siklus ke II. Setelah melihat hasil evaluasi dan aktivitas siswa dalam belajar pada siklus ke II ini memperoleh peningkatan.Pada siklus ke II menunjukan bahwa siswa yang mendapat nilai 65 sebanyak 13 siswa (92,85 %), sedangkan mendapat nilai 65 sebanyak 1 siswa (7,14 %).Berdasarkan pada criteria ketuntasan belajar pada penelitian ini bahwa apabila 85 % dari jumlah siswa telah memperoleh nilai 65 maka secara kelompok telah tercapai ketuntasan belajar.Oleh karena itu, dikatakan dengan criteria ketuntasan belajar tersebut maka hasil penelitian ini ternyata telah memenuhi criteria tersebut.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation pada mata pelajaran IPS terpadu dapat meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan criteria ketuntasam belajar. Kesimpulan penelitian tersebut mengarahkan kepada kita bahwa siswa-siswa yang berpot tensi akademik yang baik hendaknya diberdayakan oleh guru dalam membantu menjelaskan bahan ajaran kepada teman-temannya.Mungkin penjelasan materi atau bahan ajar oleh guru kurang dapat dipahami oleh siswasiswa pada umumnya, namun dengan bantuan atau bahasan/penjelasan bersama temannya sendiri yang telah memahami pada kesempatan pertama dapat membantu menjelaskan materi tersebut kepada teman-teman yang lain. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan Pembahasan Penelitian maka dapat disimpulkan halhal sebagai berikut: 1) Nilai rata rata siswa pada siklus kedua, adalah 92,85 % atau ketuntasan belajar siswa adalah 65 sebanyak 13 siswa, sedangkan sebanyak 1 orang siswa mendapat nilai 65. Berdasarkan pada criteria keberhasilan penelitian ini bahwa apabila 85 % dari jumlah siswa yang mengikuti kegiatan pembelajkaran telah mendapat 65 maka secara kelompok telah tercapai ketuntasan belajar, atau siswa dalam kelompoknya ( siswa Kelas VIII B semester 1 dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model group investigation dalam kegiatan pembelajaran nilai ketuntasan belajar siswa secara klasik adalah 92,85 %. 2) Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation dapat membuat siswa meningkatkan hasil belajar atau dapat dikatakan berhasil. 3) Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation dapat di tingkatkan, sebab mampu memberikan rangsangan dan motivasi serta semangat untuk lebih giat belajar baik kepada siswa, untuk mencapai prestasi yang lebihbaik dituntut antusias, kreatif,inovatif dalam setiap proses pembelajaran. B. SARAN 1. Diharapkan setiap guru dapat menggunakan pembelajaran kooperatif model group investigation dalam pelaksanaan pembelajaran dan mampuh memilihmetode yang cocok dengan standar kompetensi yang ditentukan dalam setiap pembelajaran. 2. Diharapkan setiap guru didalan penerapan pembelajaran kooperatif model groupinvestigation harus diterapkan sesering mungkin, sehingga dampak kegiatan pembelajaran dapat bermakna bagi siswa.

DAFTAR PUSTAKA Arikounto Suharsimi 2003 , Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek, Jakarta. Arikounto Suharsimi, 2002, Manajemen dan Pembelajaran. Rineke Cipta . Jakarta Arikounto W .S . 2007. Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Bumi Aksara Djamara B > S dan Zain A 2006, Strategi Belajar Mengajar, Rineke Cipta. Jakarta Harianti,2000,UjicobaModelPembelajaranLuarkelas. (http://www//depdiknas.go.id/pumblikasi/buliting/edisi 14 tahun 2000/htm) Harianto, 2003, Perencanaan Pengajaran, Remaja Rosdya karya,Bandung http://gurupkn.wordprees.com/2007/11/13/metode-games-tournament-tgl/diakses tanggal 25 november 20011 http ://nadhirin.blogspot.com/2008/08/metode-pembelajaran-efektif.html pdf diakses tanggal 18 desember 20011 Ibrahim M, dkk, 2000. Pembelajaran Kooperatif, Surabaya, University Press. Ibrahim, Muslmui , dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA Press Madjid Abdula. 2006, Perencanaan Pembelajaran, Remaja Rosdyakarya, Bandung Nasution, 2001 Berbagi Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar, Bina Akasara Jakarta. Nur, Mohamad, dan Prima Retno Wikandri. 2000 Pengajaran Berpusat Kepada Siswa Dan Pendekatan Konstruktifis Dalam Pengajaran University Negery Surabaya, Surabaya. Pembelajaran Kooperatif Tipe GI oleh Doantara Yasa / Mey15, 20011 (Internet) Ralp.2002, Strategi Belajar dan Hasil Belajar ( http ://www//.ut.ac.id//html/Publikasi/Strategi-bjj.strategi.htm ) Roestiyah, N.K.2001. Strategi Belajar mengajar Jakarta: Penerbit Rineke Cipta. Sukidin, Baswori, Suranto.2002 Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta, Insane Cendekia. Sumantri, Mulyani, dan Jhon Permana. 2002. Strategi Belajar Mengajar.Takarta: CV Maulana. Suroboyo B, 1983, Sistem Pengajaran Modul, Bina aksara, Jakarta. Trianto, 2007, Model-model Pembelajaran inovatif Berorientasi Konstuktivis, Surabaya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas Semester Alokasi Waktu Siklus Ke I. II. III. IV. : EKONOMI : SMP Negeri 2 Tombariri : VIII B : 1 (Satu) : 2 jam pelajaran (2X45 menit) : 1 (Satu)

STANDAR KOMPETENSI : Memahami Kegiatan Pelaku Ekonom di Masyarakat KOMPETENSI DASAR : Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. TUJUAN PEMBELAJARAN : Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, siswa dapat: Mengidentifikasikan arti kebutuhan Mengidentivikasikan jenis-jenis kebutuhan manusia Mengidentivikasi dan Mendiskripsikan faktor-faktor penyebab kebutuhan manusia beraneka ragam dan tidak terbatas Mengidentivikasi dan Mendiskripsikan macam-macam alat penemuan kebutuhan. Menyusun skala prioritas kebutuhan MATERI AJAR / MATERI POKOK : Kebutuhan manusia yang tida terbatas.

V. 1. 2. 3.

VI. A. B. 1. 2. 3.

4. 5.

6. 7. C. 1. 2. VII. VIII.

Skala prioritas kebutuhan SRATEGI PEMBELAJARAN Pendekatan : Kooperatif Model : Group Investigation Metode : - Cerama berfariasih -Diskusi kelompok -Tanya Jawab LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN Langkah Awal / Pendahuluan ( Waktu = 17 menit ) Saling tegur sapa atau memberisalam. (2 Menit) Mengecek kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas. (3 Menit ) Guru Mengadakan pra tes sebelum memulai pelajaran, ( 10 Menit ) Guru mem berikan apersepsi yang relevan dengan materi pokok yangakan di berikan. (5 Menit) Langkah Utama / Kegiatan Inti Watu = 55 Menit Guru membagi siswa dalam 2 kelompok Setiap kelompok di bagi 6-7 orang per kelompok (5 Menit) Guru menjelaskan maksut pembelajaran dan tugas kerlompok Yaitu mengenai kebutuhan manusia yang tida terbatas, dan skala prioritas kebutuhan.( 5 Menit) Guru mem anggil ketua-ketua kelompok untuk di berikan materi, sehingga satu kelompok mendapat materi yang berbeda-beda. ( 5 menit) Materi yang harus di pelajari, diamati, dan didiskusikan setiap kelompok yaitu a) Kelompok 1 mengenai : kebutuhan manusia yang tida terbatas b) Kelompok 2 mengenai: Skala Prioritas Kebutuhan. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif (15 Menit) Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara ketua kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok yaitu: sesuai dengan materi yang di berikan pada masingmasing kelompok didepan kelas @kelompok 5 menit. = 15 Menit Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberikan kesimpulan. (5 Menit) Evaluasi yaitu guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai hasil dari tiap-tiap kelompok. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu. (5 menit) Langkah Penutup / Waktu 15 = Menit Guru memberikan penilaian kepada kelompok-kelompok siswa yang melakukan presentasi, pengamatan dalam diskusi itu. / 5 Menit Guru memberikan post tes kepada siswa sesuai dengan materi pokok yang di berikan. / 10 Menit MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN Sumber belajar : Buku panduan Ilmu pengetahuan Sosial Lingkungan tempat tinggal, sekolah dan masyarakat Media : Gambar Gambar. PENILAIAN Teknik penilaian : Tes Tertulis, Kuis. .

IX. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2.

3.

4.

5.

Bentuk instrumen : Tes Uraian BENTUK INSRUMEN Tes uraian Jelaskan apayang di maksut dengan kelangkaan..? Sebutkan faktor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan..? Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur penbentukan sumberdaya manusia yang berkualitas..? Jelaskan yang dimaksud dengan skala prioritas kebutuhan,dan sebutkan hal-hal yang memengaruhi proritas kebutuhan manusia.? Sebutkan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.? Kunci Jawaban Kelangkaan adalah situasi atau keadaan dimana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Factor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan yaitu : a) Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang b) Ketersediaan sumber daya manusia untuk mengolah factor produksi c) Sifat seraka manusia d) Kurangnya tenaga-tenaga ahli Unsure-unsur pembentukan sumber daya manusia adalah a) Keahlian Dengan keahlian, manusia dapat mengolah sumber daya yang tersedia. b) Kejujuran dan keadilan Merupakan bagian dari sumber daya manusia yang tidak ternilai harganya c) Kekuatan fisik Orang yang kuat secara fisik akandapat bekerja lebih baik untuk pekerjaan yang bersifat fisik, misalnya: kuli angkut di pasar dan pengemudi becak Skala prioritas kebutuhan adalah: urutan kebutuhan yang di susun berdasarkan tingkat kepentingan kebutuhan. Hal-hal yang memengaruhi prioritas kebutuhan manusia adalah: a) Tingkat pendapatan b) Status sosial (kedudukan dalam masyarakat ) c) Lingkungan Jenis-jenis alat pemuas kebutuhan Alat pemuas kebutuhan berdasarkan kelangkaan.Terdiri atas benda ekonomi, dan benda bebas. Benda pemuas kebutuhan berdasarkan tujuan penggunaan, tyerdiri atas benda produksi, dan benda konsumsi. Alat pemuas kebutuhan berdasarkan hubungannya dengan bendalain, terdiri atas benda subtitusi dan benda komplementer. Alat pemuas kebutuhan berdasarkan segi jaminannya, terdiri atas benda bergerak dan benda tidak bergerak. Alat pemuas kebutuhan berdasarkan proses pembuatannya, antara lain barang menta, barang jadi dan barang setengah jadi

Guru Pamong

Februari, 2012 Peneliti

Welvie Robot, spd Nip : 196307081992032012

Maria keles Nim : 03 310 424 MENGETAHUI Kepala sekolah

Drs.Fransiscus X.Adam,M.Pd

NIP : 196010041988031007
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas Semester Alokasi Waktu Siklus Ke I. II. III. : EKONOMI : SMP Negeri 2 Tombariri : VIII B : 1 (Satu) : 2 jam pelajaran (2X45 menit) : II (dua)

STANDAR KOMPETENSI : Memahami Kegiatan Pelaku Ekonom di Masyarakat KOMPETENSI DASAR : Mendeskripsikan Pelaku Ekonomi, Rumah tangga, masyarakat, Koperasi dan Negara TUJUAN PEMBELAJARAN : Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, siswa dapat: Mengidentifikasikan Pelaku utama dalam sector usaha formal. Mendiskripsikan arti BUMN, BUMS, dan kopersi Mendiskripsikan Peran BUMN , BUMS , dan Koperasi bagi masyarakat Mendiskripsikan landasan, azas, dan sumber permodalan koperasi Indonesia. Mengidentifikasikan Prinsip-prinsip Koperasi Indonesia. IV. MATERI AJAR / MATERI POKOK : BUMN BUMS Dan KOPERASI. V. SRATEGI PEMBELAJARAN 1. Pendekatan : Kooperatif 2. Model : Group Investigation

3. Metode

VI. a) b) 1. 2. 3.

4. 5.

6. 7.

c) 1. 2. VII. VIII.

: - Cerama berfariasih -Diskusi kelomp -Tanya Jawab LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN Langkah Awal / Pendahuluan ( Waktu = 17 menit ) Saling tegur sapa atau memberi salam.(2 Menit) Mengecek kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas.(3 Menit ) Guru Mengadakan pra tes sebelum memulai pelajaran,(10 Menit) Guru memberikan apersepsi yang relevan dengan materi pokok yang akan di berikan.(5 Menit) Langkah Utama / Kegiatan Inti Watu = 55 Menit Guru membagi siswa dalam 3 kelompok.Setiap kelompok di bagi 4-5 orang per kelompok.(5 Menit) Guru menjelaskan maksut pembelajaran dan tugas kerlompok Yaitu mengenai BUMN , BUMS , dan KOPERASI.(5 Menit) Guru memanggil ketua-ketua kelompok untuk di berikan materi, sehingga satu kelompok mendapat materi yang berbeda-beda.(5 menit) Materi yang harus di pelajari, diamati, dan didiskusikan setiap kelompok yaitu a) Kelompok 1 mengenai : BUMN b) Kelompok 2 mengenai : BUMS c) Kelompko 3 mengenai : KOPERASI Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif.(15 Menit) Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara ketua kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok yaitu: sesuai dengan materi yang di berikan pada masing-masing kelompok didepan kelas @kelompok 5 menit. = 15 Menit Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberikan kesimpulan .(5 Menit) Evaluasi yaitu guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai hasil dari tiap-tiap kelompok.Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu. (5 menit Langkah Penutup / Waktu 15 = Menit Guru memberikan penilaian kepada kelompok-kelompok siswa yang melakukan presentasi, pengamatan dalam diskusi itu.(5 Menit ) Guru memberikan post tes kepada siswa sesuai dengan materi pokok yang di berikan.(10 Menit) MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN Sumber belajar : buku panduan Ilmi pengetahuan Sosial Lingkungan, tempat tinggal, sekolah masyarakat Media : Gambar Gambar. PENELITIAN Teknik penilaian : Tes Tertulis, Kuis. . Bentuk instrumen : Tes Uraian

IX. 1. 2. 3. 4. 5. 1.

2.

3.

4.

5.

BENTUK INSTRUMEN Tes uraian Apa manfaat koperasi yang di rasakan para anggotanya ..? Jelaskan pengertian pelaku ekonomi, dan sebutkan macam-macam pelaku ekonomi ..? Sebutkan pengertian dari koperasi ..? Sebutkan factor-faktor yang memengaruhi kegiatan konsumsi yang terjadi dalam masing-masing rumahtangga konsumsi .? Sebutkan peran perusahaan sebagai pelaku ekonomi .? Kunci jawaban Manfaat yang di rasakan adalah : - Memberikan kemudahan dan pelayanan yang baik kepada anggotanya. - Sarana pengembangan potensi dan kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, - Meningkatkan kualitas kehidupan anggotanya, - Memperkokoh perekonomian rakyat. Pelaku ekonomi adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan ekonomi. Macam macam pelaku ekonomi yaitu; Rumah tangga keluarga, Perusahaan, Negara, Masyarakat, dan koperasih. Koperasi adalah: suatu kumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum untuk menjalankan usaha bersama dengan cara bekerjasama secara kekeluargaan untuk mencapai kesejahteraan anggotanya. Factor-faktor yang memengaruhi adalah : - Jumlah pendapatan keluarga, - Jumlah anggota keluarga, - Tingkat barang atau jasa, - Status social ekonomi masyarakat. Peranan perusahaan sebagai pelaku ekonomi adalah : - Perusahaan sebagai produser - Perusahaan sebagai komsumen - Perusahaan sebagai distributor. Lolah, Februari 2012 PenelIti

Guru Pamong

Welvie Robot, spd Nip : 196307081992032012 MENGETAHUI Kepala sekolah

Maria Keles Nim : 03 310 424

Drs.Fransiscus X.Adam,M.Pd

NIP : 196010041988031007
SKENARIO PEMBELAJARAN 1 Kegiatan Fase Guru Siswa Alokasi Waktu Metode

Fase Ke I

Memberi salam kepada siswa Melihat kebersian dan kerapian kelas Mengabsen siswa Menanyakan materi yang lalu Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin di capai

Menjawab salam Merapikan tampat duduk dan membersihkan bilah ada kotoran di kelas Menjawab bilah namanya di panggil Menjawab pertanyaan guru Memperhatukan materi yang akan di pelajari

10 Menit

Menggunaka n pembelajara n kooperatif model group investigation (GI)

Fase ke II

Guru membagi siswa untuk membuat kelompok Guru memberikan pertanyaan / masalah kepada siswa Guru mengarahkan siswa membuat rangkuman

Membentuk kelompok Melaksanakan tugas sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh guru Menyampaikan hasil kepada guru yang ada di depan kelas

50 menit

Fase ke III

Evaluasi penutup

mencatat dan menjawab pertanyaan guru

20 Menit

SKENARIO PEMBELAJARAN 2

Kegiatan Fase Guru Siswa

Alokasi Waktu

Metode

Fase Ke I

Memberi salam kepada siswa Melihat kebersian dan kerapian kelas Mengabsen siswa Menanyakan materi yang lalu Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin di capai

Menjawab salam Merapikan tampat duduk dan membersihkan bilah ada kotoran di kelas Menjawab bilah namanya di panggil Menjawab pertanyaan guru Memperhatukan materi yang akan di pelajari

10 Menit

Menggunaka n pembelajara n kooperatif model groub investigation (GI)

Fase ke II

Guru membagi siswa untuk membuat kelompok Guru memberikan pertanyaan / masalah kepada siswa Guru mengarahkan siswa membuat rangkuman

Membentuk kelompok Melaksanakan tugas sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh guru Menyampaikan hasil kepada guru yang ada di depan kelas

50 menit

Fase ke III

Evaluasi penutup

mencatat dan menjawab pertanyaan guru

20 Menit