Anda di halaman 1dari 2

Alat dan keperluan yang harus disediakan 1.

Jarum pungsi dengan nomor 18-22, jarum ini sebaiknya dilengkapi dengan stiller ,mandren dan 3 penghubung ( Three Way Stop Cock ) kalau dapat yang mempunyai kran. Panjangnya jarum paling kurang 7-9 cm dan untuk anak-anak < 5 cm. 2. Nanometer gelas 3. Picagiri sekali pakai dengan beberapa macam ukuran ( 1 cc, 2 cc, 3 cc, 5 cc, 10 cc, 50 cc ) 4. Tabung tabung reagen 5. Tabung tabung kultur 6. Cawan gelas 7. Beberapa helai kain steril dan diantaranya yang berlubang 8. Kasa steril 9. Kapas steril 10. Plester 11. Desinfektan tinktur yodium, alkohol 70 % 12. Larutan prokain 1 2 % atau yang lain 13. Sarung tangan karet steril Dewasa ini sudah beredar jarum pungsi sekali pakai ( disposable ) tanpa 3 penghubung. Teknik pungsi lumbal Melakukan pungsi lumbal mempergunakan tangan kanan ( Right Handed ). Penderita ditidurkan pada sisi kiri dengan tinktur yodium dibuat garis yang menghubungkan bagian teratas krista iliaka / krista iliaka anterior superior kiri dan kanan yang akan bersilang dengan garis yang menghubungkan prosesus-prosesus dari atas kebawah. Persilangan ke 2 garis ini terdapat pada prosesus spinosus dari L4. Tempa pungsi di palpasi dengan jari telunjuk yaitu diantara L4 dan L5 / L3 dan L4 dan diberi tanda daerah tempat akan dilakukan pungsi dan sekitarnya dibersihkan dengan sabun , dibilas, kemudian didesinfeksi dengan tinktur yodium dan setelah itu dengan alkohol 70 %. Tempat pungsi ditutup dengan kain steril berlubang kepada penderita ditanyakan apakah pernah mengalami reaksi alergi karena obat-obatan / suntikan.

Pungsi sisternal ( pungsi sub oksipital ) Bisa dimasukkan dibagian bawah medula oblongata, sehingga lebih berbahaya dibandingkan pungsi lumbal Indikasi pungsi sternal : 1. Bila pungsi lumbal tak mungkin, karena terdapat kelainan pada medula spinalis 2. Bila suatu zat kontras harus dimasukkan untuk menilai kelainan bagian atas meduls spinalis yang menyebabkan sumbatan 3. Untuk membandingkan komposisi kimiawi antara cairan sisternal dan lumbal 4. Untuk memasukkan obat-obatan sedangkan didaerah spinal bawah terdapat sumbatan 5. Memasukkan udara dalam pemeriksaan pneumbenselografi

Kontraindikasi 1. Tumor atau abses di fosa posterior 2. Kelainan kongenital di daerah foramen magnum 3. Tekanan intrakranial yang meningkat Teknik pungsi sisternal Bagian belakang kepala dan leher dicukur setinggi garis yang menghubungkan protub dibersihkan dengan sabun, dibilas dan didesinfeksi seperti pada pungsi lumbal. Penderita ditidurkan pada sisinya dengan kepala dalam keadaan sedikit fleksi / seseorang perawat memegang kepala penderita dengan kedua tangan.