Anda di halaman 1dari 15

STANDARISASI SARANA PRASARANA DAN KOMPENSASI GURU UNTUK MENINGKATKAN KEMAJUAN SEKOLAH SMP MASEHI PSAK UNGARAN

PENYUSUN BUDIYANA S.Pd SMP MASEHI PSAK UNGARAN

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SMP MASEHI PSAK UNGARAN 2010

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Pendidikan bermutu adalah dambaan serta harapan setiap orang ataupun lembaga. Masyarakat dan orang tua mengharapkan agar anak-anak mereka mendapat pendidikan bermutu agar mampu bersaing dalam memperoleh berbagai peluang dalam menjalani kehidupan. Pemerintah mengaharapkan agar setiap lembaga pendidikan itu bermutu, karena dengan pendidikan bermutu dapat menghasilkan sumber daya manusia bermutu yang akan memberi kontribusi kepada keberhasilan pembangunan. Para pemakai lulusan, seperti dunia bisnis dan industri, juga mengharapkan agar pendidikan bermutu sehingga tenaga kerja atau sumber daya manusia yang direkrut merupakan benar-benar produktif. Kualitas serta mutu suatu sekolah menentukan keberhasilan dalam pendidikan dan peningkatan intelegensi anak sedangkan kualitas sekolah yang baik ditentukan oleh jumlah kelulusannya, tersedianya sarana dan prasarana mengajar dan guru Kinerja guru dari hari kehari, minggu ke minggu dan tahun ke tahun terus ditingkatkan. Guru diharapkan mempunyai komitmen untuk terus dan terus belajar, tanpa itu maka guru akan kerdil dalam ilmu pengetahuan, akan tetap tertinggal akan akselerasi zaman yang semakin tidak menentu. Apalagi pada kondisi kini kita dihadapkan pada era global, semua serba cepat, serba dinamis, dan serba kompetitif. Kinerja guru akan menjadi optimal, bilamana diintegrasikan dengan komponen persekolahan, apakah itu kepala sekolah, guru, karyawan maupun anak didik. Rendahnya tingkat kesejahteraan menyebabkan banyak guru yang tidak atau kurang fokus dalam melaksanakan tugas hariannya. Sekedar untuk menambah penghasilan, tidak sedikit guru yang harus mendua atau melakukan pekerjaan sambilan. Kondisi fisik guru di pagi hari yang kurang prima akibat letihnya mencari tambahan penghasilan, jelas menyebabkan kualitas kinerjanya menurun.

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Dari uraian diatas penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana cara meningkatkan sarana prasarana untuk mengembangkan sekolah ? 2. Sejauh mana guru merasa puas atas pemberian kompensasi/gaji/pendapatan oleh pihak sekolah? 3. Apa dampak standarisasi kompensasi/gaji guru dalam meningkatan kinerja guru? 4. Bagaimana hubungan antara pemberian standarisasi sarana prasarana dan gaji guru dengan peningkatkkan mutu sekolah ? C. RUMUSAN MASALAH Upaya strategis apa untuk standarisasi sarana prasarana pembelajaran dan gaji guru untuk meningkatkan kemajuan SMP Masehi PSAK Ungaran ? D. MANFAAT Makalah ini bertujuan mencari solusi untuk meningkatkan kemajuan sekolah SMP Masehi PSAK Ungaran, sehingga menjadi sekolah yang diminati oleh masyarakat, secara khusus masyarakat ungaran dan sekitarnya Secara kelembagaan bertujuan meningkatkan citra lembaga sehingga SMP Masehi PSAK ungaran menjadi sekolah yang mandiri dan mampu memberi sumbangsih yang nyata bagi Yayasan PSAK

BAB II LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN Sarana adalah perlengkapan yang diperlukan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah. Prasarana adalah fasilitas dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi satuan pendidikan.( Lampran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 Tanggal 28 Juni 2007 ) Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses, dan output pendidikan (Depdiknas, 2001:5). Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sekolah sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik. Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, dan moral kerjanya. Sarana pendidikan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, meliputi : gedung tempat belajar,perkantoran, ruang UKS, perpustakaan,buku pelajaran dan prasarana yang lain termasuk tenaga guru sebagai tenaga pendidik. Semakin lengkap fasilitas pendidikan, maka akan semakin lancar dan tertib dalam proses belajar-mengajar Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang atau barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan oleh perusahaan (Hasibuan, 1990:133). Kompensasi kerja adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka (Tohardi,2002:411). Kompensasi kerja merujuk pada semu bentuk upah atau imbalan yang berlaku bagi dan muncul dari pekerjaan mereka, dan mempunyai dua komponen yaitu ada pembayaran keuangan langsung dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi, dan bonus, dan ada pembayaran tidak langsung dalam bentuk tunjangan keuangan seperti asuransi dan uang liburan. Tujuan pemberian kompensasi (balas jasa) adalah (a) ikatan kerja sama; (b) kepuasan kerja; (c) pengadaan efektif; (d) motivasi; (e) stabilitas karyawan; disiplin; (g) pengaruh serikat buruh; dan (h) pengaruh (Hasibuan,1997:137). Selain itu menurut Soekidjo Notoadmodjo ada beberepa keuntungan dengan (f) pemerintah

diberikannya kompensasi pelengkap,yaitu: (1) meningkatkan semangat kerja dan kesetiaan atau loyalitas para karyawan terhadap organisasi atau perusahaan, (2) menurunkan jumlah absensi para karyawan dan adanya perputaran kerja, (3) mengurangi pengaruh organisasi karyawan terhadap kegiatan organisasi, dan (4) meminimalkan biaya-biaya kerja lembur yang berarti mengefektifkan prestasi kerja karyawan (Tohardi, 2002:418). Ada dua azas penting dalam program pemberian kompensasi (balas jasa) supaya balas jasa yang akan diberikan merangsang gairah dan kepuasan kerja karyawan yaitu: (1) azas adil, (2) azas layak dan wajar. Kompensasi kerja adalah persepsi guru terhadap berbagai bentuk upah atau imbalan yang diperoleh dari hasil kerja yang digambarkan melalui dua komponen yaitu: Kompensasi langsung yang meliputi gaji, tunjangan fungsional, tunjangan hari raya, bonus pengabdian, bonus prestasi, uang transportasi makan, uang duka dan biaya pemakaman. Kompensasi tidak langsung meliputi bantuan biaya pengobatan rawat jalan dan rawat inap, dana pensiun, perumahan, beasiswa, penghargaan, formasi jabatan, dan rekreasi. B. SARANA PRASARANA DAN KEMAJUAN SEKOLAH Fungsi sekolah adalah:

Memberi layanan kepada siswa agar mampu memperoleh pengetahuan atau kemampuan-kemampuan akademik yang dibutuhkan dalam kehidupan. Memberi layanan kepada siswa agar dapat mengembangkan ketrampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan. Memberi layanan kepada siswa agar dapat hidup bersama ataupun bekerjasama dengan orang lain. Memberi layanan kepada siswa agar dapat mewujudkan cita-cita atau mengaktualisasikan dirinya sendiri. Untuk mewujudkan fungsi sekolah perlu adanya Kelengkapan prasarana dan

sarana sekolah. Sebuah SMP/MTs sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai


berikut: 1. ruang kelas, 2. ruang perpustakaan, 3. ruang laboratorium IPA, 4. ruang pimpinan, 5. ruang guru, 6. ruang tata usaha,

7. tempat beribadah, 8. ruang konseling, 9. ruang UKS, 10. ruang organisasi kesiswaan, 11. jamban, 12. gudang, 13. ruang sirkulasi, 14. tempat bermain/berolahraga.

( Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 28 Juni 2007 Standard Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) ) C. KOMPENSASI GURU Kesejahteraan merupakan kemampuan memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, bahagia lahir dan batin serta mampu menciptakan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat. Seseorang dapat dikatakan sejahtera apabila tercukupi atau terpenuhi kebutuhan lahir dan batin, sehingga merasa aman, tentram dan makmur dalam kehidupannya. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan guru. Apalagi Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen mengamanatkan guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Pentingnya program kesejahteraan yang diberikan kepada karyawan dalam rangka meningkatkan disiplin kerja karyawan yang dikemukakan oleh Hasibuan (2001:182) adalah: Pemberian kesejahteraan akan menciptakan ketenangan, semangat kerja, dedikasi, disiplin dan sikap loyal terhadap perusahaan sehingga labour turnover relatif rendah. Dengan tingkat kesejahteraan yang cukup, maka mereka akan lebih tenang dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dengan ketenangan tersebut diharapkan para karyawan akan lebih berdisiplin Kompensasi sangat penting bagi karyawan yang bekerja dengan menjual tenaganya baik fisik maupun pikiran kepada suatu organisasi dan memperoleh Kompensasi Kerja, balas jasa sesuai dengan peraturan atau perjanjian yang berlaku dalam organisasi tersebut. Karyawan secara pasti mengetahui besarnya kompensasi yang akan diterimanya. Kompensasi inilah yang akan dipergunakan seorang yang

berprofesi

sebagai

guru

SMP

beserta

keluarganya

untuk

memenuhi

kebutuhankebutuhannya. Besarnya kompensasi ini mencerminkan status, pengakuan, dan tingkat pemenuhan kebutuhan yang dinikmati oleh guru beserta keluarganya. Kompensasi yang diberikan kepada guru sangat berpengaruh pada tingkat kepuasan kerja, motivasi kerja, dan hasil kerja. Apabila kompensasi yang diberikan dengan mempertimbangkan standar kehidupan normal dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan guru maka dengan sendirinya akan mempengaruhi semangat kerjanya, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas setiap pekerjaan yang dilakukan. Hal ini karena tujuan bekerja guru banyak dipengaruhi oleh terpenuhi atau tidaknya kebutuhan minimal kehidupan guru dan keluarganya. Dengan demikian dampaknya adalah meningkatnya perhatian guru secara penuh terhadap profesi dan pekerjaanya. Jika kompensasi yang diberikan semakin besar sehingga kepuasan kerjanya semakin baik. Disinilah letak pentingnya dalam penelitian ini yaitu kompensasi kerja. Berdasarkan uraian di atas, patut diduga ada hubungan antara kompensasi kerja dengan kinerja guru. Artinya semakin tinggi guru mendapatkan kompensasi dari bekerja, maka semakin tinggi pula kinerjanya. Dengan demikian terdapat hubungan positif antara kompensasi kerja dengan kinerjanya (Jurnal Pendidikan Penabur No.04 / Th.IV/ Juli 2005 ) Untuk mendapatkan kinerja yang tinggi diperlukan pemberian kompensasi yang tinggi pula. Dalam hal pemberian kompenasi yang dimaksud lembaga sekolah hendaknya memperhatikan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penentuan standar gaji minimal, pajak penghasilan, penetapan harga bahan baku, biaya transportasi/angkutan, inflasi maupun devaluasi agar guru yang mendapatkan kompensasi dari hasil kerjanya dapat meningkatkan kinerjanya. Hal yang penting juga dalam pemberian kompensasi perlu mempertimbangkan standar dan biaya hidup minimal guru. Karena kebutuhan dasar guru harus terpenuhi. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar guru dan keluarganya, maka guru akan merasa aman. Terpenuhi kebutuhan kebutuhan dan rasa aman memungkinkan guru dapat bekerja dengan penuh motivasi. Sehingga guru diharapkan fokus pada pekerjaan, sehingga mampu meningkatkan kemajuan sekolah dimana guru bekerja.

BAB III KEBERADAAN SMP MASEHI PSAK UNGARAN

A. SARANA PRASARANA Wajah/penampakan gedung sekolah jika di bandingkan dengan sekolah sejenis terasa jauh tertinggal. Laboratorium bahasa tidak ada, laboratorium IPA jika di bandingkan dengan peraturan yang ada menurut penulis hanya berada di kisaran 30 % dari standar minimal. Laboratorium Komputer dari 12 unit, 10 unit diantaranya tergolong Pentium II, yang biaya perawatan lebih mahal karena banyaknya kerusakan yang terjadi akibat usia pemakaian. Perpustakaan yang dimiliki hanya memiliki buku berkisar 10 % dari standar minimal yang disyaratkan oleh peraturan yang berlaku. Ruang UKS, ruang konseling ruang organisasi kesiswaan sangat tidak memenihi kriteria yang ada dan tempat berolah raga yang kurang layak B. KOMPENSASI GURU Sampai saat ini gaji guru yang diterima masih jauh dari standar hidup, PGPS yang digunakan masih PGPS 1997 dengan data terakhir bulan April adalah sebagai berikut :
No Kode Guru

Untuk mencukupi % memiliki pekerjaan luar guru

Jumlah Dibayar kan

Angsuran Pinjaman

Jumlah di terima

A B /DPK C D E F G H/DPK

2,041,90 0 635,00 0 981,60 0 740,50 0 895,90 0 702,00 0 748,70 0 430000 215,00 0 230,00 0 230,00 0 230,00 0 380,00 0 175000

kebutuhan, 70 2 3

di 4 jam 5 6

mengajar, baik dalam biro jasa, kerajinan masyarakat

les privat dan 7 8

2,041,90 0 635,00 0 766,60 0 510,50 0 665,90 0 472,00 0 368,70 0 255,00 0

BAB IV PEMBAHASAN
A. SARANA PRASARANA

Untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan jaman dan tuntutan masyarakat akan adanya sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai, maka perlu adanya pemberdayaan dan peningkatan sarana prasarana sekolah SMP Masehi PSAK Ungaran. Secara bertahap sarana prasarana di tingkatkan menjadi 80% atau lebih dari ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat di upayakan dengan : 1. Memberdayakan siswa untuk merangkai/ membuat alat peraga laboratorium. Misalnya dengan gambar organ tubuh dan lain lain. 2. Secara bertahap meningkatkan kemampuan laboratorium Komputer menjadi minimal generasi Pentium IV, dengan memberdayakan orang tua siswa 3. Memberdayakan Komite sekolah, untuk mendukung keberadaan sekolah sehingga masyarakat terutama masyarakat Kristiani di wilayah Ungaran dapat ikut terlibat mencari solusi dana pengembangan sekolah 4. Mencari terobosan penggalian dana melalui jejaring dengan pemerintah dan lembaga pelayanan Kristen yang tidak mengikat 5. Melibatkan teknisi gereja dalam merawat dan mengembangkan sarana sekolah. 6. Perlu pengadaan alat multi media dalam pembelajaran ( misalnya LCD ) 7. Melibatkan masyarakat ahli di lingkungan warga kristiani, untuk membantu memberdayakan secara maksaimal sarana yang dimiliki sekolah B. KOMPENSASI GURU Gaji guru harus mengacu pada PGPS 2003 x 70 % sesuai dengan ketentuan Yayasan PSAK hal ini dapat dilakukan dengan : 1. Meningkatkan Uang SPP dengan batas kewajaran untuk wilayah Ungaran 2. Bekerja sama dengan PPA/Program Pengembangan Anak, untuk dapat menyalurkan anak asuhannya di SMP Masehi PSAK Ungaran, sehingga dapat memperlancar pembayaran SPP / uang sekolah tiap bulan, 3. Mendorong gereja untuk memberikan bea siswa bagi peserta didik di SMP Masehi PSAK Ungaran 4. Menekan anggaran dalam RAPBS terutama mata anggaran yang bersifat harian yang dapat di hemat. 5. Meningkatkan kerjasama dengan Panti Asuhan Kristiani di wilayah ungaran dan sekitarnya untuk dapat meningkatkan jumlah siswa yang masuk di sekolah

6. Meningkatkan citra sekolah dan rasa bangga kepada peserta didik sehingga sekolah mampu menarik simpati masyarakat umum, dan diharapkan jumlah siswa bertambah, hal ini dilakukan dengan : - Meningkatkan ekstrakurikuler - Mempertahankan mutu lulusan/tingkat kelulusan yang tinggi - Mengikuti lomba yang memungkinkan untuk menang - Meningkatkan kemampuan Seni Kriya

BAB V PENUTUP
A. SIMPULAN Untuk meningkatkan kemajuan sekolah perlu adanya upaya untuk mingkatkan sarana prasarana dan kompensasi guru. Sarana yang memadai akan sangat membantu dalam proses belajar mengajar, dan mampu meningkatkan citra sekolah di mata masyarakat, sehingga sekolah SMP Masehi PSAK Ungaran menjadi sekolah tujuan Kompensasi guru perlu ditingkatkan agar guru dapat terfokus dalam meningkatkan kinerjanya yang akan berdampak pada mutu dan kemajuan sekolah, bekerja dengan tenang tanpa memikirkan kesulitan ekonomi dalam keluarga B. SARAN Untuk seluruh keluarga besar SMP Masehi PSAK Ungaran mari kita bersama-sama memiliki ide kreatif dan inovatif, kita kembangkan sekolah kita sehingga banyak siswa yang dipercayakan Tuhan kepada sekolah kita yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan kita secara bersama-sama

DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (Buku 1). Jakarta: Hasibuan, Malayu S.P. (1997). Manajemen sumber daya manusia. , Jakarta: Gunung Agung. Tohardi, Ahmad. (2002). Pemahaman praktis manajemen sumber daya manusia.

10

Bandung: Mandar Maju Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 28 Juni 2007 Standard Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen http://www.harian-global.com/index.php? option=com_content&view=article&id=35802:agar-guru-lebih-profesionaltunjangan-kesejahteraan-guru-ditingkatkan&catid=56:edukasi&Itemid=6 http://web.pangudiluhur.org/html/artikel.php?p=35 http://www.banjarnegarakab.go.id/menu.php?name=Berita&file=article&sid=565 http://www.lpmpjabar.go.id/index.php/artikel/40-penjaminan-mutu-pendidikan http://bayusatriyawan.files.wordpress.com/2010/01/skripsi-manajemen-pemberianinsentif.pdf http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.01-16%20Kompensasi%20Kerja.pdf http://www.dedisnaini.com

3.1 pengetian sarana dan prasarana


Sarana adalah perlengkapan yang diperlukan untuk menyelenggarakan

11

pembelajaran yang dapat dipindah-pindah. Prasarana adalah fasilitas dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi satuan pendidikan.( Lampran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 Tanggal 28 Juni 2007 ) Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses, dan output pendidikan (Depdiknas, 2001:5). Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sekolah sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik. Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, dan moral kerjanya. Sarana pendidikan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, meliputi : gedung tempat belajar,perkantoran, ruang UKS, perpustakaan,buku pelajaran dan prasarana yang lain termasuk tenaga guru sebagai tenaga pendidik. Semakin lengkap fasilitas pendidikan, maka akan semakin lancar dan tertib dalam proses belajar-mengajar Untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan jaman dan tuntutan masyarakat akan adanya sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai, maka perlu adanya pemberdayaan dan peningkatan sarana prasarana sekolah SMP Masehi PSAK Ungaran. Secara bertahap sarana prasarana di tingkatkan menjadi 80% atau lebih dari ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat di upayakan dengan : 1. Memberdayakan siswa untuk merangkai/ membuat alat peraga laboratorium. Misalnya dengan gambar organ tubuh dan lain lain. 2. Secara bertahap meningkatkan kemampuan laboratorium Komputer menjadi minimal generasi Pentium IV, dengan memberdayakan orang tua siswa 3. Memberdayakan Komite sekolah, untuk mendukung keberadaan sekolah sehingga masyarakat terutama masyarakat Kristiani di wilayah Ungaran dapat ikut terlibat mencari solusi dana pengembangan sekolah 4. Mencari terobosan penggalian dana melalui jejaring dengan pemerintah dan lembaga pelayanan Kristen yang tidak mengikat 5. Melibatkan teknisi gereja dalam merawat dan mengembangkan sarana sekolah. 6. Perlu pengadaan alat multi media dalam pembelajaran ( misalnya LCD )

12

7. Melibatkan masyarakat ahli di lingkungan warga kristiani, untuk membantu memberdayakan secara maksaimal sarana yang dimiliki sekolah

3.2 Pengertian media


Media Pembelajaran adalah suatu bagian integral dari proses pendidikan di sekolah karena itu menjadi suatu bidang yang harus dikuasai oleh setiap guru professional. Kata media barasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah bearti tengah, perantara, atau pengantar (Arsyad, 2002:3). Secara lebih luas Arsyad Menambahkan pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media dapat membantu guru dalam menyalurkan pesan. Bila medianya dirancang dan dibuat dengan baik makin baik pula media itu dalam menjalankan fungsinya sebagai penyalur pesan. Media pembelajaran adalah sumber-sumber belajar selain guru sebagai penyalur atau penghubung pesan ajar yang diadakan atau diciptakan secara terencana oleh guru atau pendidik (Munadi, 2008:5). Sudjana dan Ahmad (2002:102) mengungkapkan ada beberapa alasan mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa, antaralain: 1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. 2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dapat dipahami oleh siswa. 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak hanya komunikasi verbal. 4. Siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar tidak semata-mata mendengarkan penturan guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan.

13

5. Melalui media pengajaran hal-hal yang bersifat abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran alat bantu dalam proses belajar mengajar yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.

3.3 SARANA PRASARANA DAN KEMAJUAN SEKOLAH Fungsi sekolah adalah:

Memberi layanan kepada siswa agar mampu memperoleh pengetahuan atau kemampuan-kemampuan akademik yang dibutuhkan dalam kehidupan. Memberi layanan kepada siswa agar dapat mengembangkan ketrampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan. Memberi layanan kepada siswa agar dapat hidup bersama ataupun bekerjasama dengan orang lain. Memberi layanan kepada siswa agar dapat mewujudkan cita-cita atau mengaktualisasikan dirinya sendiri. Untuk mewujudkan fungsi sekolah perlu adanya Kelengkapan prasarana dan

sarana sekolah. Sebuah SMP/MTs sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai


berikut: 1. ruang kelas, 2. ruang perpustakaan, 3. ruang laboratorium IPA, 4. ruang pimpinan, 5. ruang guru, 6. ruang tata usaha, 7. tempat beribadah, 8. ruang konseling, 9. ruang UKS, 10. ruang organisasi kesiswaan, 11. jamban, 12. gudang, 13. ruang sirkulasi, 14. tempat bermain/berolahraga.

14

( Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 28 Juni 2007 Standard Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) )

15