Anda di halaman 1dari 3

Abstrak Hymen Imperforata merupakan kelainan yang dijumpai pada wanita usia pubertas dengan keluhan perut membesar,

teraba massa intraabdominal yang disertai rasa sakit di abdomen secara periodik setiap bulan atau secara progresif terus menerus akibat akumulasi dari darah menstruasi yang tertahan di dalam cavum uteri (hematometra) serta di dalam vagina (hematokolpos) yang tidak dapat keluar. Insiden terjadinya hymen imperforata adalah sebesar 0.1% dari seluruh wanita usia pubertas. Seorang perempuan usia 15 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan perut terasa nyeri dan terasa ada benjolan di perut. semakin lama semakin membesar selama 4 bulan ini, benjolan tidak hilang timbul, mual (-), muntah (-), BAB & BAK dalam batas normal. Pasien juga mengeluh benjolan pada kelamin bagian dalam dan pasien belum pernah menstruasi. Keyword : hymen imperforata, hematosalfing, hematometri History Seorang perempuan usia 15 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan perut terasa nyeri sejak 1 bulan yang lalu. Pasien merasa ada benjolan di perutnya yang semakin membesar sejak 4 bulan ini. Pasien juga merasakan ada benjolan pada alat kelamin bagian dalam yang berwarna kebiruan. Pasien belum pernah menstruasi dan melakukan aktivitas seksual atau trauma pada perut maupun kelamin. Benjolan tidak hilang timbul, mual (-), muntah (-), BAB & BAK dalam batas normal, demam (-), pusing (-), belum pernah berobat sebelumnya. Riwayat serupa disangkal dan riwayat keluarga tidak ada yang menderita serupa. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, kondisi umum baik, kesadaran compos mentis. Pemeriksaan tanda vital, tekanan darah 110/70 mmHg, suhu tubuh afebris, nadi 86 x/menit, pernafasan 20 x/menit. Pemeriksaan abdomen didapatkan perut membesar, teraba suatu masa pada perut dengan suspek TFU 2 jari di atas umbilikal dengan nyeri tekan abdomen (+). Pada pemeriksaan vaginal pada inspeksi tampak penonjolan hymen berupa membran translusen tipis pada manuver valsalva. Di belakang membran translusen tampak hematocolpos berwarna kebiruan. Kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan darah rutin dan hasilnya masih dalam batas normal. Dari hasil pemeriksaan penunjang berupa USG, didapatkan pembesaran uterus, distensi cavitas endometrium dan membran vesika urinaria ke arah anterior. Kesan yang didapat adalah hematocolpos.

Diagnosis Hymen imperforata dengan hematocolpos

Terapi Pada pasien ini dilakukan operasi incisi hymen/hymenotomi.

Diskusi Hymen imperforata/ Atresia hymen merupakan hymen dengan membrane yang solid tanpa lubang. Hymen imperforata merupakan salah satu dari penyebab Pseudoamenorrhea / Cryptomenorrhea (haid ada, tetapi darah haid tidak keluar) yang bersifat kongenital dan abnormalitas ini terjadi pada bagian distal saluran genitalia wanita. Hymen Imperforata terbentuk karena ada bagian yang persisten dari membran urogenital dan terjadi ketika mesoderm dari primitive streak yang abnormal terbagi menjadi bagian urogenital dari membran cloacal. Hymen

Imperforata tanpa mukokolpos yang berasal dari jaringan fibrous dan jaringan lunak antara labium minora sulit dibedakan dengan tidak adanya vagina. Aplasia dan atresia vagina terjadi karena kegagalan perkembangan duktus mullerian, sehingga vagina tidak terbentuk dan lubang vagina hanya berupa lekukan kloaka. Sebagian kelainan ini tidak dikenali sebelum menarche, setelah itu akan terjadi molimenia menstrualia (nyeri yang siklik tanpa haid), yang dialami setiap bulan. Sesekali hymen imperforata ditemukan pada neonatus atau anak kecil. Vagina terisi cairan (sekret) yang disebut hidrokolpos. Bila diketahui sebelum pubertas, dan segera diberi penanganan asimptomatik, serta dilakukan hymenektomi, maka dari vagina akan keluar cairan mukoid yang merupakan kumpulan dari sekresi serviks. Kebanyakan pasien datang berobat pada usia 13-15 tahun, dimana gejala mulai tampak, tetapi menstruasi tidak terjadi. Darah menstruasi dari satu siklus menstruasi pertama atau kedua yang terkumpul di vagina belum menyebabkan peregangan vagina dan belum menimbulkan gejala. Darah yang terkumpul di dalam vagina (hematokolpos) menyebabkan hymen tampak kebiru-biruan dan menonjol (hymen buldging) akibat meregangnya membran mukosa hymen. Keluhan yang timbul pada pasien adalah rasa nyeri, kram pada perut selama menstruasi dan haid tidak keluar. Bila keadaan ini dibiarkan berlanjut maka darah haid akan mengakibatkan over distensi vagina dan kanalis servikalis, sehingga terjadi dilatasi dan darah haid akan mengisi kavum uteri (Hematometra). Tekanan intra uterin mengakibatkan darah dari kavum uteri juga dapat memasuki tuba fallopi dan menyebabkan hemotosalfing karena terbentuknya adhesi (perlengketan) pada fimbriae dan ujung tuba, sehingga darah tidak masuk atau hanya sedikit yang dapat masuk ke kavum peritoneum membentuk hematoperitoneum. Gejala yang paling sering terjadi akibat over distensi vagina, diantaranya rasa sakit perut bagian bawah, nyeri pelvis dan sakit di punggung bagian belakang. Gangguan buang air kecil terjadi karena penekanan dari vagina yang distensi ke uretra dan menghambat pengosongan kandung kemih. Rasa sakit pada daerah supra pubik bersamaan dengan gangguan air kecil menimbulkan disuria, urgensi, inkontinensia overflow, selain itu juga dapat disertai penekanan pada rectum yang menimbulkan gangguan defekasi. Gejala teraba massa di daerah supra pubik karena terjadinya pembesaran uterus, hematometra, distensi kandung kemih, hematoperitoneum, bahkan dapat terjadi iritasi menyebabkan peritonitis. Pada pasien gejala yang dirasakan sesuai dengan kriteria diagnosis berupa nyeri perut, pembesaran pada uterus tampak penonkolan membran hymen kearah luar dengan warna kebiruan yang menandakan adanya hematocolpos.

Kesimpulan Hymen Imperforata merupakan kelainan yang dijumpai pada wanita usia pubertas dengan keluhan perut membesar, teraba massa intraabdominal yang disertai rasa sakit di abdomen secara periodik setiap bulan atau secara progresif terus menerus akibat akumulasi dari darah menstruasi yang tertahan di dalam cavum uteri (hematometra) serta di dalam vagina (hematokolpos) yang tidak dapat keluar

Referensi 1. 2. 3. Derek, Llewellyn. 2001. Obstetri dan Ginekologi Edisi 6. Jakarta: Hipokrates Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Wim, de Jong dan Sjamsuhidayat. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta:E