Anda di halaman 1dari 8

I. II. III. IV.

JUDUL PERCOBAAN HARI/TANGGAL PERCOBAAN SELESAI PERCOBAAN TUJUAN PERCOBAAN

: OKSIGEN : Senin, 12 Maret 2012 : Senin, 12 Maret 2012 :

1. Mengetahui cara pembuatan gas oksigen di laboratorium 2. Mengetahui adanya gas oksigen dalam suatu senyawa V. TINJAUAN PUSTAKA :

Oksigen adalah unsur ketiga terbanyak yang ditemukan berlimpah di matahari, dan memainkan peranan dalam siklus karbon-nitrogen, yakni proses yang diduga menjadi sumber energi di matahari dan bintang-bintang. Oksigen lebih larut dalam air daripada nitrogen. Oksigen mendidih pada 90,20 K (182,95 C, 297,31 F), dan membeku pada 54.36 K (218,79 C, 361,82 F). Oksigen merupakan zat yang sangat reaktif dan harus dipisahkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Pada suhu dan tekanan biasa, oksigen didapati sebagai dua atom oksigen dengan formula kimia O2. Berikut beberapa sifat fisik dan kimia dari oksigen : Sifat Titik leleh Titik didih Dalam air fasa Warna gas Gas Tidak berwarna Larut -183 C Nilai -229 C

Pembuatan oksigen.Oksigen dapat dibuat dalam skala kecil di laboratorium dan dapat juga dibuat dalam skala besar di industri. Di laboratorium : Pemanasan garam Kalium klorat dengan katalisator MnO2

MnO2

2KClO3(s)

KCl(aq) + 3O2(g)

Pemanasan Barium peroksida 2 BaO2 (S) 2 BaO (S) + O2 (g) Pemanasan garam Nitrat 2 Cu (NO3)2 (S) 2 CuO (S) + 4 NO2 (g) + O2 (g) 2 KNO3 (S) 2 NO2 (S) + O2 (g) Secara teknik dalam industry :

Elektrolisi air dengan bantuan elektrolit , menghasilkan hidrogen di katode dan oksigen di anode. 2H2O (l) elektrolisis 2 H2 (g) + O2 (g)

Distilasi bertingkat udara cair

VI.

CARA KERJA

KClO3 Hasil Dalam tabung berpipa + MnO2 Dipanaskan Dikumpulakan gas yang terbentuk Dibiarkan 10 menit Gas diuji dengan kayu yang berpijar

0,5 g KMnO4 Hasil Dalam tabung berpipa + tetes demi tetes H2O2 4,5% Ditutup dengan penutup karet Dikumpulakan gas yang terbentuk Dibiarkan 10 menit Gas diuji dengan kayu yang berpijar

VII.

HASIL PENGAMATAN Prosedur


KClO3

: Hasil pengamatan Dugaan


MnO4

Kesimpulan

KClO3 : serbuk putih


Dlm tabung + MnO2 Dipanaskan Dikumpulakan gas yang terbentuk Dibiarkan 10 menit Gas diuji dengan kayu yang berpijar

2KClO3(s)

KCl(aq) + 3O2(g)

MnO2 adalah sebagai katalis untuk mempercepat reaksi. Gas yang terbentuk adalah gas oksigen dibuktikan dengan uji nyala.

MnO2 : serbuk hitam Pada saat dipanaskan gas mengalir kedalam gelas ukur yang terbalik melalui selang. Uji nyala : kayu yang membara menjadi menyala V gas : 200 ml Waktu : 7 menit

Hasil

0,5 g KMnO4 Dalam tabung berpipa + tetes demi tetes H2O2 4,5% Ditutup dengan penutup karet Dikumpulakan gas yang terbentuk Dibiarkan 10 menit Gas diuji dengan kayu yang berpijar

KMnO4 : serbuk ungu H2O2 4,5% : cair tidak berwarna pada saat H2O2 4,5% ditambahkan tetes demi tetes timbul asap putih dan gas mengalir ke dalam gelas ukur terbalik akan tetapi gasnya

2MnO4-(s) + H2O2(aq) + 2H+(aq) 2Mn


2+ (aq)

Volume gas yang diperoleh sedikit karena tidak dengan pemanasan. Uji nyala tidak bisa. Gas yang terbentuk adalah gas oksigen.

+ 2H2O(l) + 5O2(g)

Hasil

sangat sedikit sekali. Uji nyala : tidak bisa V gas : 15 ml Waktu : 7 menit

VIII.

PEMBAHASAN

Pada percobaan ini kita membandingkan pembuatan gas oksigen dalam laboratorium dengan atau tidak dengan pemanasan. Pertama pembuatan gas oksigen dari KClO3 dengan katalis MnO4 kemudian di panaskan. Persamaan reaksi sebagai berikut:
MnO4

2KClO3(s)

KCl(aq) + 3O2(g) dari reaksi ini dapat menghasilkan larutan KCl

dan juga gas oksigen .Gas yang terkumpul sebanyak 200 ml waktu dikontrol selama 7 menit. Volume gas yang diperoleh cukup besar hal ini disebabkan pengaruh dari pemanasan yang dilakukan sehingga gas yang mengalir ke gelas ukur lebih cepat dan lebih banyak dan juga disebabkan adanya katalis MnO4 yang mempercepat reaksi. Gas yang terbentuk adalah gas oksigen ditandai dengan uji nyala ketika kayu membara di masukkan dalam gelas ukur yang berisi gas oksigen kayu itu menjadi menyala. Hal ini sesuai dengan sifat oksigen yang membesarkan api atau mempercepat proses pembakaran. Percobaan yang kedua adalah mereaksikan KMnO4 dengan H2O2. Tanpa dilakukan pemanasan. Persamaan reaksinya sebagai berikut : 2MnO4-(s) + H2O2(aq) + 2H+(aq) 2Mn2+(aq) + 2H2O(l) + 5O2(g) KMnO4 yang digunakan sebanyak 0,5 gram dan H2O2 ditambahkan tetes demi tetes maka menimbulkan asap putih hal ini disebabkan karena kedua zat ini sama-sama oksidator kuat. Reaksinya sangatlah lambat sehingga untuk menghasilkan gas diperlukan waktu yang lama. Karena salah satu yang mempengaruhi kecepatan reaksinya adalah dengan pemanasan maka karena tanpa pemanasan reaksinya agak lambat dibandingkan dengan reaksi pada percobaan pertama. Gas yang mengalir ke dalam gelas ukur terbalik megalir sangatlah sedikit sekali. Volume gas yang diperoleh adalah sebanyak 15 ml dengan waktu yang dikontrol selama 7 menit. Volume yang di peroleh sangatlah sedikit hal ini disebabkan oleh pada saat penambahan H2O2 sesekali dibuka penutup dari

Erlenmeyer berpipa samping ( tempat terjadinya reaksi ) sehingga di mungkinkan ada gas yang terbentuk atau gag oksigen yang ikut lepas ke udara saat penutup di buka sehingga gas yang mengalir ke gelas ukur terbalik sangatlah sedikit. Dan juga di karenakan sebagian gas yang terkumpul juga terlarut dalam air, karena sifat oksigen yang mudah

terlarut dalam air. Sedikitnya volume gas oksigen yang diperoleh menyebabkan pada saat uji nyala, kayu yang membara tidak bisa menyala.

IX.

KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : 1. Pembuatan gas oksigen di laboratorium dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : a. KClO3 dengan katalis MnO2 yang menggunakan pemanasan b. Mereaksikan permanganat dengan H2O2 tanpa menggunakan pemanasan Dan dapat disimpulkan pembuatan gas oksigen dengan pemanasan akan menghasilkan volume gas oksigen yang banyak dibandingkan pembuatan tanpa pemanasan. 2. Adanya gas oksigen dapat dibuktikan dengan uji nyala yang mana akan menyalahkan kayu yang membara.

X.

JAWABAN PERTANYAAN 1. Persamaan reaksi


MnO2

2KClO3(s)

KCl(aq) + 3O2(g) = 8,16 mmol

mmol KClO3 = 1000 mg / 122,549 mmol O2 yang dihasilkan = volume gas O2 yang dihasilkan =

2. 3. Pada percobaan 1 pembuatan gas dengan pemanasan yang mana dalam waktu 7 mnit terbentuk gas oksigen yang sagat banyak yaitu 200ml dan saat uji nyala dapat menyalakan batang kayu yang membara ,sedangkan pada percobaan kedua pembuatan gas oksigen tanpa pemanasan gas yang di hasilkan selama 7 menit adalah cukup sedikit dibandingkan dengan percobaan pertama yaitu hanya 15 ml.

pada saat uji nyala bara api tidak bisa menyala karena gas yang diperoleh terlalu sedikit dan di mungkinkan oksigen yang terbentuk larut dalam air. 4. Percobaan 1 :
MnO4

2KClO3(s) Percobaan 2 :

KCl(aq) + 3O2(g)

2MnO4-(s) + H2O2(aq) + 2H+(aq) 2Mn2+(aq) + 2H2O(l) + 5O2(g) XI. DAFTAR PUSTAKA :

Amaria,dkk.2012. Penuntun Praktikum kimia Anorganik II Unsur-Unsur Golongan Utama.Surabaya : Laboratorium Kimia Anorganik Unesa. Lee,J.D.1991.Concise Inorganic Chemistry Fourth edition. London : Chapman and Hall. Soetrisno.26Januari2008.Oksigen.Online (http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/oksigen/) diakses pada 17 Maret 2012. Tanpa nama.2012.Oksigen.Online( http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen ) diakses pada 17 Maret 2012.