Anda di halaman 1dari 15

PENGENALAN SERANGGA SEBAGAI HAMA TANAMAN

Nama NIM

: Abdul Azis : G111 10 270

Kelompok : III Asisten : Ika Rahmatika

JURUSAN ILMU HAMA DAN PENYAKIT FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR 2010

I.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kata Hortikultura berasal dari Bahasa Latin hortus yang artinya kebun

dan

colere

yang

artinya

membudidayakan.

Jadi

hortikultura

adalah

membudidayakan tanaman di kebun. Konsep ini berbeda dengan Agronomi, yang merupakan membudidayakan tanaman di lapangan. Budidaya di kebun bersifat lebih intensif, padat modal dan tenaga kerja. Namun, hortikultura akan akan menghasilkan pengembalian, apakah berupa keuntungan ekonomi atau kesenangan pribadi, yang sesuai dengan usaha yang intensif tersebut. Praktek hortikultura merupakan tradisi yang telah berkembang sejak sangat lama. Hortikultura merupakan perpaduan antara ilmu, teknologi, seni, dan ekonomi. Praktek hortikultura modern berkembang berdasarkan pengembangan ilmu yang menghasilkan teknologi untuk memproduksi dan menangani komoditas

hortikultura yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi maupun kesenangan pribadi. Dalam prakteknya, semua itu tidak terlepas dari seni. Komoditas hortikultura berbeda dengan komoditas agronomi. Pada umumnya komoditas hortikultura dimanfaatkan dalam keadaan masih hidup sehingga perisibel (mudah rusak), dan air merupakan komponen penting dalam kualitas. Di lain pihak, komoditas agronomi dimanfaatkan sesudah dikeringkan, sehingga tidak hidup lagi. Tergantung pada cara pemanfaatannya, suatu spesies yang sama bisa tergolong menjadi komoditas hortikultura atau agronomi. Sebagai contoh, jagung (Zea mays). Jagung yang dipanen muda untuk sayuran (baby corn) atau sebagai jagung manis rebus (sweet corn) adalah komoditas hortikultura, tetapi jagung yang dipanen tua untuk makanan pokok, tepung maizena, atau makanan ternak adalah tanaman agronomi. Jagung tersebut walaupun sama spesiesnya, tetapi cara produksi dan pemanfaatan hasilnya sangat berbeda. Demikian pula kelapa, kalau dipanen muda untuk es kelapa, buah ini termasuk hortikultura, tetapi kalau dipanen tua untuk santan atau produksi minyak, dia menjadi komoditas agronomi. Sehingga kami perlu menegetahui jeis penyakit yang menyerang tanaman holtikultura.

1.2
1.2.1

Tujuan dan Kegunaan Tujuan


Adapun tujuan diadakannya praktikum mengenai penyakit penting pada

tanaman

hortikultura

adalah

untuk

mengetahui

penyakit-penyakit

yang

menyerang tanaman hortikultura seperti kentang, tomat, cabai, dan pisang, gejala yang ditimbulkan, dan penyebarannya. 1.2.1. Kegunaan Adapun kegunaan dari praktikum penyakit penting pada tanaman hortikultura yaitu untuk membantu memberikan informasi tentang gejala-gejala tanaman yang berpenyakit dan juga cara penaggulangannya.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Tanaman Cabai (Capsicum sp.)


Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak

dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker (Bano, 1980). 2.2.1 Penyakit Antraknosa pada Cabai Penyakit antraknosa pada tanaman cabai disebabkan oleh Gloesporium piperantum, penyakit antraknosa pada saat musim hujan ini berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila lebih dari 80 rH dengan suhu 32 derajat selsius biasanya gejala serangan penyakit antraknosa pada buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam (Yusuf,2010). Sedangkan pada biji dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah menjadi kecambah dapat menimbulkan rebah kecambah. Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman (Yusuf, 2010). 2.2.2 Penyakit Bercak Daun Cabai Salah satu penyakit penting yang menyerang tanaman cabai yaitu bercak daun. Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan Cercospora capsici. Gejala serangan penyakit ditandai dengan bercak-bercak bulat kecil kebasahbasahan. Berikutnya bercak akan meluas dengan garis tengah + 0,5 cm. Di pusat bercak nampak berwarna pucat sampai putih dengan tepinya berwarna lebih tua. Serangan yang berat (parah) dapat menyebabkan daun menguning dan gugur, ataupun langsung berguguran tanpa didahului menguningnya daun (Anonim, 2010).

Daur Hidup Cercospora capsici terbawa biji dan mungkin bertahan pada sisa-sisa tanaman sakit selama satu musim. Penyakit dapat timbul di persemaian, meskipun cenderung lebih banyak pada tanaman tua. Penyakit dibantu oleh cuaca yang panas dan lembab (Rumahlewang, 2010).

2.2

Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.)


Tanaman kentang asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan

oleh penduduk di sana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran tinggi. Bunga sempurna dan tersusun majemuk. Ukuran cukup besar, dengan diameter sekitar 3cm. Warnanya berkisar dari ungu hingga putih (Rismundar, 1990). Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan (Rismundar, 1990).

2.2.1

Penyakit Busuk Umbi Kentang

Penyakit yang terdapat pada tanaman kentang yaitu salah satunya busuk umbi yang disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora. Gejalanya daun akan menguning dan mnggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian dilakukan dengan pergiliran penggunaan bibit yang baik dan pencegahannya dengan menggunakan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

2.3

Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum)


Tomat adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli

Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan

tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang (Peralta, 2001). Tomat kemungkinan berasal dari daratan tinggi pantai barat Amerika Selatan. Setelah Spanyol menguasai Amerika Selatan, mereka menyebarkan tanaman tomat ke koloni-koloni mereka di Karibia. Spanyol juga kemudian membawa tomat ke Filipina, yang menjadi titik awal penyebaran ke daerah lainnya di seluruh benua Asia. Spanyol juga membawa tomat ke Eropa. Tanaman ini tumbuh dengan mudah di wilayah beriklim Mediterania (Smith, 1994).

2.4.1

Penyakit Antraknosa pada Tomat Salah satu penyakit yang menyeraang tanaman tomat yaitu

antraknosa tomat yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. Pada buah bercak yang berwarna hijau kelabu kebasah-basahan meluas menjadi bercak yang bentuk dan besarnya tidak tertentu. Pada buah hijau bercak berwarna

coklat tua, agak keras dan berkerut. Bercak mempunyai batas yang cukup tegas, dan batas ini tetap berwarna hijau pada waktu bagian buah yang tidak sakit matang ke warna yang biasa. (Rumahlewang, 2010).

2.4

Tanaman Pisang (Musa sp.)


Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di

Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang (Kardinan, 2002). 2.5.1 Penyakit Hawar Daun Pisang Salah satu penyakit yang menyerang tanaman pisang yaitu hawar daun pisang yang disebabkan oleh Xanthomonas c pv musae. Gejala yang tampak pada Dalam pertanian, hawar adalah salah satu dari gejala serangan suatu patogen tumbuhan. Serangan hawar ditandai dengan perubahan penampilan

tumbuhan secara cepat, diawali dengan layu pada sebagian besar jaringan (terutama daun), kemudian diikuti klorosis yang cepat (hanya beberapa hari), menjadi coklat, lalu kematian jaringan di bagian permukaan. Gejala awal dapat berupa suatu lesi/bercak melingkar di daun yang semakin lama semakin membesar.(Adam, 1990). Hawar kebanyakan menyerang daun atau bunga (sehingga sering disebut sebagai hawar daun) dan menyebabkan kerugian besar karena penyakit ini menyerang mendadak dan menyerang areal yang luas (Adam, 1990). 2.4.1 Penyakit Bercak Daun Cercospora pada Pisang Salah satu penyakit yang menyerang tanaman pisang yaitu bercak daun cercospora yang disebabkan oleh Cercospora musae. Gejala pertama tampak jelas pada daun ke-3 dan ke-4 dari pucuk sebagai bintik-bintik memanjang, berwarna kuning pucat dengan ukuran panjang 1-2 mm atau lebih, arahnya sejajar dengan tulang daun. Sebagian dari bintik-bintik tersebut berkembang menjadi bercak berwarna coklat tua sampai hitam, jorong atau bulat panjang, yang panjangnya 1 cm atau lebih, lebarnya kurang dari sepertiga panjangnya. Pada daun yang lebih tua pusat bercaknya mengering, berwarna kelabu mudah dengan tepinya berwarna coklat tua dan dikelilingi oleh halo berwarna kuning cerah (Rumahlewang, 2010). Pengendalian dengan tidak mengusahakan pisang secara komersial di lahan miskin. Kesuburan tanah harus dipertahankan dengan pemupukan yang tepat. Untuk mengurangi sumber infeksi daun-daun mati di sekeliling pohon dipotong dan dibakar. Jika dirasa perlu tanaman dapat disemprot dengan mankozeb (Dithane M-45) atau propineb (Antracol) (Rumahlewang, 2010).

III.

METODOLOGI

3.1

Waktu dan Tempat


Proses kegiatan praktikum mengenai pengenalan penyakit pada tanaman

hortikultura yaitu dilaksanakan pada hari Senin, 22 November 2010 Pukul 15.30 WITA - selesai di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. 3.2

Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam proses kegiatan praktikum mengenai

pengenalan penyakit pada tanaman perkebunan yaitu buku gambar, pensil, penghapus dan mistar. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu : Sampel tanaman hortikultura yang terserang penyakit antraknosan pada tomat. Sampel tanaman hortikultura yang terserang penyakit busuk daun pada tomat. Sampel tanaman hortikultura yang terserang penyakit bercak daun Cercospora pada pisang. Sampel tanaman hortikultura yang terserang penyakit busuk buah pada kentang. Sampel tanaman hortikultura yang terserang penyakit bercak daun pada cabai. Sampel tanaman hortikultura yang terserang penyakit hawar daun pada pisang. Sampel tanaman hortikultura yang terserang penyakit antraknosa pada cabai.

3.2

Prosedur Kerja
Mengambil jenis sampel penyakit tanaman yang tealah disediakan. Menentukan jenis penyakit yang menyerang melalui gejala-gejala yang ditimbulkan. Mengambil perlengkapan gambar. Menggambar sampel tanaman yang terserang penyakit. Memberi nama, jenis penyakit, serta menuliskan gejala pada gambar.

IV. 4.1 Hasil

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan proses kegiatan yang dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

4.1.1

Antraknosa Pada Cabai


Patogennya : Gleosporium piperantum

4.1.2

Bercak Daun Cabai


Patogennya : Cercospora capsici

4.1.3

Busuk Buah Kentang


Patogennya : Erwina carotovora

4.2.1.

Antraknosa Pada Tomat


Patogennya : Colletotricum sp.

4.1.4

Hawar Daun Pisang


Patogennya : Xanthomonas C. pv. musae

4.1.5

Bercak Daun Cercospora Pada Pisang


Patogennnya : Cercospora musae

4.2 Pembahasan
Antraknosa pada cabai disebabkan oleh Gleosporium piperantum dengan gejala mula-mula bintik-bintik kecil berwarna kehitaman dan berlekuk bintik pada buah yang masih hijau atau sudah masak. Bintik bintik ini tepinya berwarna Bintik-bintik kuning membesar dan memanjang bagian tengahnya semakin gelap. Bercak daun cabai disebabkan oleh pathogen Cercospora capsici dengan gejala pada daun terdapat bercak bercak bulat kecil kebasah bercak-bercak kebasah-basahan. Bercak dapat meluas hingga mempunyai garis tengah 0,5 cm atau lebih, pusatnya berwarna pucat sampai putih dengan tepi yang lebih tua warnanya. Bercak-bercak yang tua dapat berlubang, daun cepat menguning dan gugur atau bercak langsung gugur tanpa menguning terlebih dahulu dahulu. Busuk buah kentang yang disebabkan oleh patogen Erwinia carotovora dengan gejala adanya bintik bintik hitam atau berwarna kecoklat bintik-bintik kecoklatan yang menyebar luas pada buah serta akan mengalami pembusukan pada bagian dalam buah. Dengan adanya penyakit ini menimbulkan penurunan kualitas hasil produksi buah tanaman serta kerusakan pada buah tanaman yang lain. Antraknosa pada tanaman tomat ini d disebabkan oleh Colletotricum sp.. Colletotricum sp. menyerang pada buah yang ada di pohon menyebabkan buah busuk kering dan gugur sebelum tua. Gejala yang ditimbulkan akibat

Colletotricum sp. ini adalah bercak atau bintik warna hitam agak cekung dan sedikit retak pada permukaan kulit buah, daun dan bunga. Infeksi penyakit antraknosa ini akan tetap aktif pada masa penyimpanan buah dan sayuran yang mengakibatkan penurunan kualitas sayuran dan buah-buahan sehingga harga jualnya menjadi rendah. Hawar daun pisang disebabkan oleh pathogen Xanthomonas c. pv. musae dengan gejala mula-mula timbul bercak-bercak jorong atau bulat telur, kadang berbentuk berlian, kemudian membesar dan berwarna coklat pucat, dengan tepi yang berwarna coklat kemerahan, dikelilingi halo berwarna kuning cerah. Bercak daun Cercospora pada tanaman pisang ini disebabkan oleh cendawan Cercospora musae dengan gejala pertama tampak jelas pada daun ke-3 dan ke-4 dari pucuk sebagai bintik-bintik memanjang, berwarna kuning atau hitam kecoklatan, arahnya sejajar dengan tulang daun. Penyakit ini

menyebabkan daun pisang lebih cepat kering, sehingga jumlah daun berkurang. Disamping itu buah cepat masak sebelum waktunya.

V.

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil kegiatan praktikum, maka kami dapat menyimpulkan bahwa penyakit yang terdapat pada tanaman hortikultura sangat berpengaruh terhadap penghasilan petani karena mempengaruhi tingkat kualitas serta hasil produktivitas yang menurun. Dan merupakan masalah yang harus segera ditangani. Dan dapat disimpulkan bahwa : a. Antraknosa pada cabai disebabkan oleh Gleosporium piperantum b. Bercak daun cabai disebabkan oleh Cercospora capsici c. Busuk buah kentang disebabkan oleh Erwinia carotovora d. Antraknosa pada tomat disebabkan oleh Colletotricum sp. e. Hawar daun pisang disebabkan oleh Xanthomonas c. pv. musae f. Bercak daun pisang cercospora disebabkan oleh Cercospora musae

5.2

Saran
Setelah mempelajari penyebab penyakit pada tanaman hortikultura, dapat

membantu dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari agar masyarakat juga mengetahui apa yang menyebabkan tanaman tersebut terganggu. Saran untuk laboratorium yaitu sebaiknya kebersihan didalam lab di jaga, dan saran untuk asisten komunikasi antara asisten dan praktikan sudah berlangsung seperti yang kami harapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Hendro Soenarjono. 1998. Teknik Memanen Buah Pisang Agar Berkualitas Baik. Trubus no. 341. Kardinan. 2002. Pestisida Nabati Ramuan Dan Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya. Rismunandar. 1990. Bertanam Pisang. C.V. Sinar Baru. Bandung Rismunandar. 1990. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. C.V. Sinar Baru. Bandung. Sayuti A. 2006. Geografi Budaya Dalam Wilayah Pembangunan Daerah Sumatera Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Smith, A. F. (1994). The Tomato in America. University of Illinois Press. Stover, R.H & N.W. Simmonads. 1993. Banana. Tropical Agriculture Series. Longman Scientific ang Technical. New York.